Sarah

Sarah
Hari Perceraian



Hari perceraian Alderts dan Kinara pun tiba.


"Sarah, ikut papah yuk sayang" ucap Alderts mengelus pucuk kepala Sarah.


'Mau kemana pah?" tanya Sarah.


"Pergi ke pengadilan untuk mengurus perceraian mamah dan papah" ucap Alderts menunduk dengan ekspresi wajah sedih menahan air matanya.


"Iya papah" ucap Sarah sedih.


"Ayok sayang" ucap Alderts membantu putrinya berdiri dari tempat tidurnya.


"Iya pah" ucap Sarah sedih.


Setengah jam telah berlalu dan sekarang Alderts dan Sarah telah tiba dan duduk di samping kinara.


''Akhirnya kamu datang juga, saya pikir kamu takut untuk datang ke persidangan kita hari ini" ucap Kinara menyeringai.


"Mamah" ucap Sarah berlari ke arah ibunya dan mencoba untuk memeluknya.


''Mah, mengapa mamah ingin berpisah dari papah? apakah salah papah pada mamah? mah, tolong batalkan perceraian mamah dan papah, jika mamah dan papah berpisah, dengan siapa Sarah akan tinggal? mamah tega meninggalkan Sarah sama papah" ucap Sarah dengan air mata yang mengalir di wajahnya.


"Sayang, mamah akan memperjuangkan hak asuh mu agar jatuh ke tangan mamah, jika nanti hak asuh mu jatuh ke tangan papah mu, kamu masih bisa melihat mamah, tapi mamah benar-benar minta maaf untuk kembali dengan papah mu mamah tidak bisa sayang" ucap Kinara menyeka air mata Sarah.


"Mengapa mah? apa salah papah? sampai mamah mau berpisah sama papah'' ucap Sarah.


''Kalau saja kamu tahu sayang, ada puluhan ribu nyawa tak berdosa di luar sana yang menjadi korban kekejaman papah mu, papah mu sangat kejam Sarah, mamah berjanji, mamah akan berusaha semaksimal mungkin agar hak asuh kamu jatuh pada mamah, jadi kamu bisa sekolah juga seperti yang lain, kamu bisa keluar dengan bebas tanpa harus bersembunyi, jika kamu ikut dengan papah mu, kemungkinan besar kamu akan terpengaruh nantinya sayang, mamah tidak ingin kamu terlibat dalam kekejaman papah mu, karena kamu tidak tahu apa-apa sayang, pria seperti papah mu itu bahkan tidak pantas disebut manusia, jika dia manusia pasti bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah bukan membenarkan berbagai cara, hanya demi kekayaan belaka, banyak orang yang kehilangan nyawanya hanya karena papah mu'' batin Kinara dan menahan air matanya agar tidak jatuh.


''Mengapa mamah diam saja? mamah kenapa? jawab pertanyaan Sarah mah" ucap Sarah.


"Mamah tidak apa-apa sayang" ucap Kinara tersenyum mengelus pucuk kepala putrinya dan mencium keningnya.


Setelah menunggu berbulan-bulan, akhirnya Kinara resmi berpisah dengan Alderts dan hak asuh Sarah jatuh padanya.


"Berdasarkan pertimbangan hakim, kami memutuskan bahwa hak asuh Saartje Kim Jacob jatuh ke tangan Kinara Kim" ucap hakim pengadilan agama.


''Alhamdulillah, hak asuh Sarah akhirnya jatuh ke tangan ku'' ucap Kinara perlahan meneteskan air matanya dan tersenyum.


''Sarah, ayo pulang sayang'' ucap ibunya.


"Tapi bagaimana dengan papah, mah?" tanya Sarah.


"Senin-Rabu kamu dengan mamah, Kamis-Sabtu kamu ikut papah dan Minggu kamu dengan mamah, ayok sayang, kita pulang ke rumah mamah" ucap Kinara menggendong putrinya itu.


"Iya mah" ucap Sarah.


"Tok.. tok.. assalamualaikum" ucap Rangga kekasihnya mengetuk pintu rumah Kinara.


"Wa'alaikumsalam, Rangga, masuklah" ucap Kinara membukakan pintu rumahnya.


"Sayang, ini Rangga, calon papah barumu" ucap Kinara tersenyum menepuk pundak Rangga.


"Papah baru? papah masih hidup mah, kenapa harus ada papah baru lagi? Sarah nggak mau tinggal sama mamah, Sarah mau tinggal sama papah aja" ucap Sarah berlari meninggalkan Kinara dan Rangga.


"Sarah tunggu sayang, jika kamu pergi dengan papah mu, kamu akan selalu dilarang oleh papah mu untuk pergi ke sekolah, mamah tahu, kamu sangat ingin pergi ke sekolah seperti yang lain, mamah akan mendaftarkan mu untuk sekolah besok, jangan pergi sayang" ucap Kinara berusaha menghentikan kepergian Sarah.


"Sekolah? asik" ucap Sarah melompat kegirangan.


Sarah yang ingin pergi akhirnya berhenti.


"Masuk yuk sayang" ucap Kinara.


"Iya mah" ucap Sarah tersenyum menatap ibunya.


Sarah telah bersekolah selama 6 tahun dan sekarang sedang melanjutkan pendidikan di salah satu SMP Negeri di wilayah Jakarta, dan Kinara juga telah menikah dengan kekasihnya Rangga dan dengan restu Sarah.


"Mah, Sarah kangen papa, ke rumah papah yuk mah" ucap Sarah.


"Asik" ucap Sarah kegirangan.


Sejak Sarah mulai sekolah, Sarah tidak pernah datang ke rumah Alderts lagi, karena tugas yang menumpuk membuat Sarah melupakannya. Sarah selalu dibully oleh teman-temannya karena dia sudah berumur 10 tahun dan baru duduk di bangku kelas 1 SD. Saat ini Sarah sudah memiliki 2 orang teman. Sarah merasa sangat senang dengan kehidupan barunya meskipun juga sedih dengan bullying yang dia dapatkan. Setiap minggu, Kinara dan Rangga mengajak Sarah berlibur. Kebahagiaan yang jarang didapatkan Sarah saat bersama Alderts. Mereka pun bersiap mengantarkan Sarah untuk menemui Alderts.


"Assalamualaikum" ucap Kinara mengetuk pintu Alderts.


"Wa'alaikumsalam" ucap Alderts membukakan pintu rumahnya.


"Papah" ucap Sarah yang langsung memeluknya.


"Papah, Sarah kangen papah, maaf 6 tahun Sarah tidak ke rumah papah, Sarah sudah sekolah sekarang pah, sekarang Sarah sudah SMP, mamah menyekolahkan Sarah, papah Rangga juga sangat baik dengan Sarah" ucap Sarah tersenyum bahagia.


"Iya sayang, ayok masuk sayang, Kinara, mas ayok masuk" ucap Alderts tersenyum dengan raut wajah yang berbeda saat menatap Rangga.


"Mah, Sarah, boleh kan tinggal di rumah papah?" tanya Sarah.


"Iya sayang, boleh kok" ucap Kinara tersenyum mengelus pucuk kepala Sarah.


"Asik, papah, kalau Sarah tinggal disini Sarah masih boleh sekolah kan?" tanya Sarah.


"Iya sayang, kamu boleh sekolah, maafkan papah sayang selama ini papah udah jahat banget sama kamu" ucap Alderts sedih.


"Iya papah gak apa-apa kok" ucap Sarah tersenyum.


"Alderts, Rangga dan aku pulang dulu ya, Sarah, mamah pulang ya sayang" ucap Kinara.


"Iya mah" ucap Sarah tersenyum.


"Assalamualaikum" ucap Kinara dan Rangga kompak kepada Sarah dan Alderts.


"Wa'alaikumsalam" ucap Alderts dan Sarah kompak.


"Ayok Sarah, papah antarkan ke kamar kamu" ucap Alderts.


"Iya pah" ucap Sarah tersenyum.


"Sekarang kamu sekolah dimana sayang?" tanya Alderts.


"Sarah diterima di SMPN X pah" ucap Sarah tersenyum.


"Kamu kelas berapa sekarang?" tanya Alderts.


"Kelas 7 pah" ucap Sarah tersenyum.


"Oh gitu" ucap Alderts.


"Papah, Sarah ingin mengambil pelajaran tambahan semacam les gitu, tetapi Sarah tidak enak memberitahukannya pada mamah" ucap Sarah.


"Ya sudah nanti papah yang akan mencari guru les untukmu ya sayang" ucap Alderts tersenyum mengelus pucuk kepala Sarah.


''Betulkah?" tanya Sarah.


"Iya sayang" ucap Alderts tersenyum mengelus pucuk kepala Sarah.


"Papah, kalau bisa, kak Ika aja yang jadi guru les aku, Sarah sudah lama tidak melihatnya'' ucap Sarah.


"Oke, sayang, papah akan menelpon kak Fredericka nanti" ucap Alderts mengelus pucuk kepala Sarah.


''Sekarang kamu pergi ke kamar kamu ya, istirahat dulu, kamu pasti lelah, bukan?" tanya ayahnya tersenyum.


"Iya pah, Sarah ke kamar dulu ya" ucap Sarah tersenyum.


"Iya sayang" ucap Alderts tersenyum.