Sarah

Sarah
Kepolosan Sarah



Alderts tidak sengaja bertemu dengan Fredericka, ketika keluar dari mall bersama Sinta dan putranya Rafly.


"Fredericka tunggu" ucap Alderts memanggil Fredericka yang tidak sengaja bertemu di mal.


"Om Alderts, kenapa om?" tanya Fredericka


Sinta yang melihat percakapan mereka pun merasa cemburu.


"Sarah meminta saya untuk mencarikannya guru les, tetapi dia meminta kamu untuk menjadi guru lesnya, apakah kamu ingin menjadi guru les untuk Sarah lagi?" tanya Alderts.


"Iya om, aku mau om" ucap Fredericka tersenyum.


"Oke, besok om tunggu di rumah om" ucap Alderts tersenyum.


"Oke om, Fredericka pamit pulang ya om assalamualaikum" ucap Fredericka tersenyum.


"Iya, wa'alaikumsalam" ucap Alderts tersenyum.


Sinta segera meraih tangan Alderts dan segera mengajaknya pergi. Fredericka yang berjalan tidak terlalu jauh, menengok kebelakang melihat kemesraan Alderts dan Sinta serta seorang anak kecil.


"Siapa wanita yang bersama dengan om Alderts itu? tante Kinara ku rasa bukan? mata tante Kinara kan warna biru, dia hitam. Apakah om Alderts berselingkuh dari tante Kinara? wanita secantik dan sebaik tante Kinara diselingkuhi? apa itu mungkin?" Fredericka berpikir dengan heran dan tanpa sadar menggaruk kepalanya.


Keesokan harinya ketika dia ingin pergi ke rumah Alderts, Fredericka bertemu dengan Kinara.


"Assalamualaikum tante" ucap Fredericka.


"Wa'alaikumsalam, Fredericka, mau kemana sayang?" tanya tante Kinara tersenyum menepuk pundak Fredericka.


"Aku mau pergi ke rumah tante Kinara dan om Alderts karena om Alderts meminta saya untuk menjadi guru les Sarah lagi, oh iya tante, kemarin saya tidak sengaja bertemu dengan om Alderts di mall dengan seorang wanita dan wanita itu menggendong seorang anak laki-laki yang masih kecil, apa tante mengenalnya?" tanya Fredericka.


"Wanita? anak laki-laki?" tanya Kinara terkejut.


"Iya tante" ucap Fredericka.


"Apakah Alderts telah menyelingkuhi saya selama ini? atau dia menikah lagi sekarang setelah perceraian kami?" batin Kinara bertanya-tanya hingga wajahnya berubah menjadi pucat.


"Tante kenapa?" tanya Fredericka.


"Tidak apa-apa Fre" ucap Kinara.


"Oh begitu ya tante, mohon maaf tante permisi, gak enak sama om Alderts, assalamualaikum" ucap Fredericka tersenyum.


"Iya Fre, wa'alaikumsalam" ucap Kinara tersenyum.


"Oh ya Fre, jangan beritahu Sarah tentang hal itu ya" pinta Kinara.


"Iya tante siap, Fredericka gak bilang ke Sarah kok tante" ucap Fredericka tersenyum.


"Makasih ya Fre" ucap Kinara tersenyum.


"Sama-sama tante, saya permisi, assalamualaikum" ucap Fredericka tersenyum.


"Iya Fre, wa'alaikumsalam" ucap Kinara tersenyum.


"Tokkk...tok...tok... assalamualaikum om Alderts, ini aku Fredericka Nerissa om" ucap Fredericka mengetuk pintu rumah Alderts.


"Tunggu sebentar Fre, om akan membuka pintunya" ucap Alderts.


"Iya om" ucap Fredericka.


"Ayok Fredericka, silakan masuk" ucap Alderts.


"Iya, terima kasih om" ucap Fredericka tersenyum.


"Silakan duduk Fredericka" ucap Alderts tersenyum.


"Iya om, terima kasih" ucap Fredericka tersenyum.


"Bibi, tolong buatkan minuman dan bawakan makanan juga untuk Fredericka ya" pinta Alderts pada asisten rumah tangganya.


"Baik tuan" ucap asisten rumah tangga Alderts.


"Fredericka, om tinggal sebentar, kamu tunggu sini, biar om panggilkan Sarah dulu" ucap Alderts tersenyum.


"Iya om" ucap Fredericka tersenyum.


Alderts kembali dengan Sarah.


"Kak Ika" ucap Sarah berlari memeluknya.


"Papah tinggal ya sayang" ucap Alderts tersenyum mengelus pucuk kepala Sarah.


"Iya pah" ucap Sarah tersenyum.


"Permisi nona, ini minuman dan makanannya" ucap asisten rumah tangga Alderts.


"Terima kasih bi" ucap Fredericka tersenyum.


"Iya non, sama-sama" ucap asisten rumah tangga Alderts tersenyum.


"Ada non Sarah juga, maaf non, bibi tidak tahu, bibi akan membuatkan minuman untuk non Sarah juga" ucap asisten rumah tangganya.


Iya bibi, tidak apa" ucap Sarah.


"Aku bingung harus mulai dari pelajaran apa" ucap Fredericka tertawa kecil.


"Terserah kakak saja" ucap Sarah.


"Oke, kita mulai dengan pelajaran Biologi dulu ya Sarah" ucap Fredericka.


"Oke kak Ika" ucap Sarah.


"Di sekitar kita terdapat makhluk hidup dan makhluk tidak hidup yang sama-sama memiliki peran penting dan saling hidup berdampingan. Sarah tahukah kamu apa itu makhluk hidup dan makhluk tak hidup?" tanya Fredericka.


"Ya, itu benar, kamu sangat pintar Sarah" ucap Fredericka tersenyum mengelus pucuk kepala Sarah.


"AWW... !, terima kasih banyak kak" ucap Sarah.


"Permisi non Sarah, non Fredericka maaf mengganggu, ini minumannya non Sarah" ucap asisten rumah tangganya.


"Terima kasih bi" ucap Sarah tersenyum.


"Iya non Sarah, sama-sama" ucap asisten rumah tangganya tersenyum.


"Permisi non, bibi pamit ke belakang dulu ya" ucap asisten rumah tangganya tersenyum.


"Iya bi" ucap Fredericka dan Sarah kompak tersenyum.


"Oke Sarah, tahukah kamu apa yang di maksud dengan makhluk hidup dan makhluk tak hidup berdampingan?" tanya Fredericka.


Sarah terdiam sejenak dan menjawab "karena mereka saling membutuhkan?" tanya Sarah.


"Siapa mereka?" tanya Fredericka mencoba mencairkan suasana.


"Mantan" ucap Sarah tertawa kecil.


"Apa? mantan? kenapa mantan? apa kamu pernah berpacaran?" tanya Fredericka.


"Belum" ucap Sarah menggelengkan kepalanya.


"Lalu kenapa kamu menjawab mantan?" tanya Fredericka.


"Karena aku sering mendengar bibi dan paman menyebut kata mantan" ucap Sarah.


"Oh gitu, astagfirullahaladzim" ucap Fredericka menepuk keningnya sendiri.


"Apa itu mantan kak? tanya Sarah dengan wajah polosnya.


"Mantan adalah seseorang yang datang hanya untuk singgah sejenak tetapi tidak untuk tinggal. Menetap sejenak lalu pergi ketika bosan. Mantan adalah seseorang yang memberikan janji manis tapi tidak semanis kenyataan yang dia berikan" ucap Fredericka menarik nafas panjang.


"Maksudnya apa kak?" tanya Sarah kebingungan.


"Tidak apa-apa, lupakan saja" jawab Fredericka sambil tertawa kecil.


"Oh, oke baiklah" ucap Sarah.


"Kita lanjutkan pembahasan tadi ya" ucap Fredericka.


"Oke kak" ucap Sarah.


"Makhluk hidup dan makhluk tak hidup berdampingan karena tidak dapat dipisahkan satu sama lain, seperti hewan yang membutuhkan tumbuhan untuk makan dan manusia yang membutuhkan beberapa hewan seperti ayam, sapi, dan beberapa jenis ikan untuk ia konsumsi, serta beberapa jenis tanaman untuk di konsumsi seperti bayam, kangkung, kol, dan lain-lain, kamu tahu tanaman apa yang bisa dimakan dan tanaman apa yang tidak bisa dimakan?" tanya Fredericka.


"Iya Sarah tau kak" ucap Sarah.


"Apa?" tanya Fredericka.


"Rumput" ucap Sarah.


"Apakah kamu makan rumput juga?" tanya Fredericka.


"Aku tidak makan rumput kak" ucap Sarah.


"Oh kirain, kamu memakannya juga" ucap Fredericka.


"Tidak" ucap Sarah.


"Kakak, apakah boleh makan rumput laut yang dijual di warung? kan sama-sama rerumputan" ucap Sarah dengan wajah polosnya sambil menggaruk-garuk kepala kebingungan.


"Kalau rumput laut yang di jual di warung makan, mall, supermarket atau apa saja, itu bisa makan yang tidak boleh dimakan itu rumput liar, kalau memang kamu suka rumput liar, tidak apa-apa jika kamu ingin memakannya" ucap Fredericka sambil tertawa kecil.


"Kakak kira, aku ini sapi apa?" tanya Sarah kesal.


"HEHE... !, iya, iya maaf" ucap Fredericka.


Hm.


"Oke, sekarang kita lanjutkan lagi ya Sarah" ucap Fredericka.


Hm.


"Ciri-ciri makhluk hidup itu yang pertama: Makan. Semua makhluk hidup membutuhkan makanan. Jika kamu tidak makan, kamu akan mati" ucap Fredericka sambil tertawa kecil.


Sarah pun tertawa mendengar perkataan Fredericka.


"Oke, kita lanjutkan" ucap Fredericka.


Tumbuhan dan hewan membutuhkan makanan yang berbeda begitupula dengan manusia. Tanaman membutuhkan zat anorganik seperti air dan pupuk. Air untuk diminum tanaman sama seperti manusia, jika manusia tidak minum akan mengalami dehidrasi begitu juga tanaman, jika tidak disiram dengan air lama kelamaan akan layu dan mati sedangkan pupuk untuk merangsang pertumbuhan akar.


Hewan membutuhkan zat organik untuk makanannya. Zat organik umumnya ditemukan secara bebas di alam, seperti air, mineral, dan gas karbon dioksida.


"Makhluk hidup membutuhkan makanan untuk mendapatkan energi. Energi yang diperoleh digunakan untuk bergerak, tumbuh, merespon rangsangan, dan bereproduksi, apa kamu mengerti Sarah?" tanya Fredericka.


"Tidak, kakak udah akh, aku pusing tahu" ucap Sarah.


"Nanggung sayang" ucap Fredericka.


"Hm tidak mau kakak, kepala aku pusing tahu" kata Sarah memegang kepalanya.


"Hm, baiklah kalau begitu kamu istirahat saja dulu, nanti pelajarannya kita lanjutkan besok lagi saja" ucap Fredericka menghela nafas panjang.


"Iya" kata Sarah yang berbaring di kaki Fredericka sebagai bantal dan tertidur lelap.


Fredericka pun menggendong Sarah dan membawanya ke kamar. Setelah memindahkan Sarah ke kamarnya, berniat untuk pulang ke rumahnya. Dia yang daritadi mencari keberadaan Kinara terkejut karena Kinara tidak ad dirumahnya. "Tante Kinara kemana ya? apa belum pulang ya? aku tadi ketemu tante Kinara di jalan tapi kenapa tante Kinara tidak pulang juga sampai jam segini? begitu juga om Alderts, yang telah pergi sejak dia datang sampai jam segini, dia masih belum kembali. Jika aku pulang maka Sarah akan sendirian di rumah, kasihan dia, dia masih kecil harus ada seseorang yang menemaninya di rumah, merawatnya, ya sudah aku akan menginap di ini saja sembari menunggu keluarganya pulang, hanya ada Sarah di rumah ini dan ya para penjaga rumahnya diluar, jadi tidak apa jika aku menginap disini menemani Sarah, karena tidak mungkin jika aku meninggalkan anak sekecil dia sendirian di rumah, ya walaupun bersama dengan penjaga tapi tetap saja mereka orang asing, aku takut mereka macam-macam sama Sarah jika dia tidur sendirian di dalam kamar" ucap Fredericka kembali ke dalam kamar Sarah.


Fredericka pun berbaring dan tidur disamping Sarah.