
"Pah, mamah lapar" ucap istrinya.
"Ya udah papah beli makanan dulu ya mah" ucap suaminya.
"Ikut" pinta istrinya.
"Mamah yakin mau ikut?" tanya suaminya.
"Iya pah, mamah yakin, daripada mamah sendirian di hotel berhantu ini" ucap istrinya.
"Ya udah, ayok kita beli makanan mah" ucap suaminya.
"Iya pah" ucap suaminya.
"Mamah mau makan apa?" tanya suaminya.
"Apa aja deh pah yang penting kenyang" ucap istrinya.
"Itu ada restoran mah di depan sana, kita kesana yuk" ucap suaminya.
"Tapi pah, restoran itu ada campuran babinya gak? kan babi haram di makan umat muslim pah" ucap istrinya.
"Gak tahu deh mah, kita coba tanya aja dulu sama pelayannya mah" ucap suaminya.
"Iya pah" ucap istrinya.
"What would you like to order sir?" tanya pelayan restoran.
"Does this restaurant have pork?" tanya Gavin.
"No sir, this restaurant only provides chicken and beef" ucap pelayan restoran.
"Not using pork at all? like pork oil for example" ucap Gavin.
"Yes sir, in this restaurant there is absolutely no pork in the food, oil or anything else" ucap pelayan restoran.
"Alhamdulillah mah, restoran ini halal, gak ada kandungan babinya" ucap suaminya.
"Ya udah pah liat menunya aja, kita makan disini aja" ucap istrinya.
"Iya mah" ucap suaminya.
"Sorry sir, can i see the menu list?" tanya Gavin.
"Yes sir, this is the menu list" ucap pelayan.
"Mamah mau pesan apa?" tanya suaminya.
"Pah, mamah mau beef teriyaki pah" ucap istrinya.
"Oke mah, minumnya mau apa mah?" tanya suaminya.
"Cappucino pah" ucap istrinya.
"Oke mah" ucap suaminya.
"Sir, we want to order beef teriyaki 2 and capuccino 2" ucap Gavin.
"Anything else you want to order?" tanya pelayan restoran.
"Can you pack it? to eat us tonight, so we don't go out again looking for food" ucap Gavin.
"Sir, how many packs do you want?" tanya pelayan restoran.
"Two sir" ucap Gavin.
"I repeat the order sir, it means that you ordered 2 beef teriyaki to eat here, 2 cappuccinos and 2 beef teriyaki again wrapped, right, sir?" tanya pelayan restoran.
"Yes sir" ucap Gavin.
"Is it wrapped in a rice package, sir?" tanya pelayan restoran.
"Yes sir" ucap Gavin.
"Okay, is there anything else you'd like to order?" tanya pelayan restoran.
"No sir" ucap Gavin.
"Okay sir, please wait for the order to arrive" pinta pelayan restoran.
"Okay sir" ucap Gavin.
"Papah bungkus makanan juga? emang gak basi pah buat nanti malam?" tanya istrinya.
"Insha Allah enggak mah, ini kan juga udah mau jam 3 sore kita pesannya, biar kita tinggal beli air aja nanti buat sampai besok kita balik lagi ke Jakarta mah" ucap suaminya.
"Iya udah terserah papah aja" ucap istrinya terseyum.
"Kepalanya masih sakit gak mah?" tanya suaminya.
"Ya udah sini bersandar di bahu papah aja mah sambil nunggu makanan kita datang, biar mamah gak pegal juga kan" ucap suaminya tersenyum menuntun kepala istrinya ke bahunya.
Setelah beberapa menit menunggu, akhirnya pesanan mereka tiba.
"Excuse me sir, ma'am, here's the order" ucap pelayan restoran terseyum mengantarkan pesanan.
"Thanks mrs" ucap Gavin tersenyum.
"Ayok mah dimakan dulu habis makan terus minum obatnya, air minum masih kan mah buat minum obat?" tanya suaminya.
"Ini masih ada kok pah yang utuh belum dibuka" ucap istrinya mengeluarkan air mineral yang ia beli di rumah sakit.
"Alhamdulillah kalau begitu, makan mah" ucap suaminya terseyum.
"Iya pah" ucap istrinya terseyum menyendok sesuap nasi dan beef teriyaki.
Gavin memberikan isyarat pada pelayan restoran memanggilnya.
"Can anyone help sir?" tanya pelayan restoran.
Can I have the bill?" tanya Gavin.
"Wait a minute sir, I'll take the total payment first" ucap pelayan restoran.
"Okay" ucap Gavin.
"Excuse me sir, here is the bill" ucap waiters.
"Thanks, here is the money" ucap Gavin.
"Thanks sir" ucap waiters tersenyum.
"Your welcome" ucap Gavin tersenyum.
"Kita pulang yuk mah" ucap suaminya merangkul bahu istrinya.
"Iya pah" ucap istrinya terseyum.
Setelah membayar makanan yang mereka pesan, mereka pun kembali ke rumah.
Ketika melintasi jalanan yang gelap, Gavin dikagetkan dengan seorang wanita bergaun putih panjang, berwajah putih pucat, melintas secara tiba-tiba menatap mereka menyeringai.
"Pah, papah kenapa ngerem mendadak?" tanya istrinya.
"Tadi mamah liat gak? ada cewek yang tiba-tiba melintas di depan mobil kita secepat kilat" ucap Gavin.
"Mamah gak tahu pah, tadi mamah tidur pah, jadi gak terlalu memperhatikan jalanan" ucap istrinya.
"Tadi ada wanita mah lewat pakai gaun putih panjang, wajahnya pucat pasi, menatap ke arah kita mah, tapi anehnya dia berjalan sangat cepat seperti sekelebat bayangan gitu" ucap suaminya.
"Ini malam apa pah?" tanya istrinya.
"Malam Jumat mah" ucap suaminya.
"Pah... jangan-jangan itu... !" ucap Davika menghentikan perkataannya.
"HUST!, istighfar mah, kita lagi di negeri orang ini, gak baik kalau ngomong sembarangan, takut terjadi sesuatu yang tidak di inginkan" ucap suaminya.
"Pah" ucap istrinya ketakutan menatap cermin yang ada di tengah mobil mereka.
"Iya mah" ucap suaminya.
"Papah liat ke cermin diatas kepala kita deh" bisik istrinya ketakutan.
"Astagfirullahaladzim mah" bisik Gavin ketakutan.
"Papah itu siapa yang ada di belakang kita?" tanya istrinya ketakutan berkeringat dingin memegang tangan suaminya.
"Tenang mah, kita nyalakan ayat kursi saja yang ada di radio mobil kita, siapa tahu itu cukup ampuh untuk mengusir dia, intinya kita harus tetap fokus biar dia gak bisa ngapa-ngapain kita" ucap suaminya.
"Iya pah, cepat pah nyalakan, mamah takut banget pah" ucap istrinya.
"Iya mah, sabar mah, tangan papah gemetaran nih, papah juga takut mah" ucap suaminya dengan suara bergetar.
"Bismillahirrahmanirrahim" ucap suaminya menyalakan ayat kursi.
"Papah, kok dia masih disitu aja sih? ayat kursi gak berpengaruh sepertinya sama dia" ucap istrinya ketakutan melihat cermin.
"Kita baca-baca doa aja mah yang keras suaranya" ucap suaminya.
"Iya pah" ucap istrinya bergetar ketakutan.
Gavin dan Davika membuka aplikasi Al-Qur'an yang ada di ponselnya.
Gavin dan Davika pun kompak membacakan surat Al Baqarah dan beberapa ayat pendek serta ayat kursi. Tak lama kemudian, wanita berwajah pucat pasi itu pun pergi dari dalam mobil mereka, setelah wanita itu pergi, Gavin langsung memacu mobilnya dengan kencang menuju ke hotel tempat mereka menginap.