
Alderts yang sedang sibuk mengajar kedua anaknya mulai mendapat masalah dan terpikir olehnya untuk menikah lagi agar ada yang membantunya untuk mengurus Dimas dan Love. Sejak kematian Sinta, dia berhenti menjadi mafia.
Alderts menemukan buku harian Sinta di lemarinya dan buku harian Kinara di rumahnya. Seluruh pakaian Kinara, Rangga, Sinta, Rafly dan Dinda ia sumbangkan ke panti asuhan agar bisa lebih fokus merawat anaknya. Sementara itu, rumah Kinara dan Rangga saat ini disewakan kepada orang lain setiap tahunnya.
Saat ini, Alderts, Dimas, dan Love tinggal di Belanda, tempat semua kenangan indah bersama Kinara dan Sarah berada. Dia tinggal di rumah yang dulu dia tinggali bersama Kinara dan Sarah. Dimana keluarga kecil sangat bahagia. Di sana juga masih terpasang bingkai foto keluarga kecil mereka. Ia juga memasang bingkai foto dirinya, Dimas, dan Love ketika bersama di samping foto keluarga lamanya.
Selama bertahun-tahun ia merasa sangat putus asa tinggal di rumah lamanya. Akhirnya Alderts mengajak Dimas dan Love pindah rumah. Rumah kenangan bersama Kinara dan Sarah ia sewakan kepada orang lain. Alderts hanya membawa bingkai foto keluarganya. Dia menyimpan semua pakaian Sarah untuk Love kenakan ketika besar. Love memakai semua pakaian kakaknya Sarah saat masih kecil atas permintaan Love. Love ingin selalu bersama kakaknya. Meski hanya mengenakan pakaian kakaknya saja, ia merasakan hangatnya pelukan Sarah.
Kenangan manis dan pahit memenuhi pikiran Alderts. Alderts bertemu dengan seorang gadis cantik di kantornya. Tapi ketakutan di hati selalu menyelimutinya. Ia takut masa lalunya dengan Kinara dan Sarah akan menimpa wanita itu lagi, namun ia membutuhkan pasangan hidup untuk menemaninya. Akhirnya ia memutuskan untuk menyembunyikan perasaannya sampai hatinya siap untuk berhubungan kembali dengan seseorang wanita lain.
Saat di sekolah, Love mengalami sesak napas dan gurunya membawa Love ke rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit, Love langsung dirawat oleh dokter. Lia tidak sengaja melihat Love yang tengah tak sadarkan diri. Lia pergi ke rumah sakit untuk mengontrol masalah lambungnya yang berdarah.
_Flashback ke masa lalu Lia sejenak_
Lia yang sudah lama berpacaran dengan Iqbal belum juga dilamar. Lia sudah berkali-kali menanyakan hal ini kepada Iqbal, tapi Iqbal selalu membentaknya.
Saat ingin mengunjungi tempat ia biasa berbagi suka dan duka dengan Fredericka, ia bertemu dengan Iqbal. Iqbal memeluk seorang wanita yang sedang hamil besar. Lia menghampiri Iqbal untuk menanyakan siapa wanita yang bersamanya itu.
'Sayang, siapa dia?' tanya Lia.
Iqbal yang melihat Lia sontak kaget.
'Dia, dia...' kata Iqbal terbata-bata bingung.
"Saya istrinya" kata wanita yang bersama Iqbal itu.
''Apa? istri? sayang, jelaskan semuanya padaku" kata Lia sambil menitikkan air mata.
"Memang benar apa yang dia katakan, dia adalah istri saya dan saat ini, dia sedang hamil anak kedua kami" ucap Iqbal.
"Apa? jadi selama ini aku itu hanya sekedar selingkuhan kamu saja? jadi ini alasanmu tidak pernah mau menikah denganku?" tanya Lia.
"Ya" ucap Iqbal.
"Saya bertemu dengannya ketika kita berpacaran 4 tahun, aku menikahinya tanpa sepengetahuan mu dan saat ini, kami sudah dikaruniai 2 orang anak" ucap Iqbal.
''Tega sekali kamu, kenapa kamu tidak memberitahuku?'' tanya Lia dengan berlinang air mata.
Iqbal hanya diam mematung dan tidak mengatakan apa-apa.
Lia kemudian pergi dari sana ke tempat yang biasa dia gunakan untuk meredakan semua masalah dengan Fredericka. Di sana, dia berteriak dan terisak tangis. Dia mengambil bingkai foto dirinya dan Fredericka ketika bersama. Dia memeluk bingkai foto dan terisak.
Hari demi hari dia habiskan di tempat itu. Dia jarang makan sampai akhirnya penyakit lambung yang dideritanya semakin parah hingga membuat lambungnya berdarah dan dia harus selalu ke rumah sakit untuk kontrol.
_Kembali lagi ke adegan Love_
Gurunya pun menelepon Alderts untuk menginformasikan kondisi Love.
"Assalamualaikum pak, saya Kinara, guru di sekolah Love. Saya ingin memberitahu pada bapak bahwa Love saat ini di rumah sakit karena sesak napas.
Alderts yang mendengar nama Kinara langsung meneteskan air mata, ditambah lagi mendengar kondisi putrinya.
Alderts bergegas ke rumah sakit untuk melihat kondisi Love. Dimas yang satu sekolah dengan Love dijemput oleh bu Kinara dan dibawa ke rumah sakit tempat Love berada.
Alderts yang datang langsung melihat kondisi Love dari kaca kamar penanganan putrinya. Dimas menghampiri ayahnya dan menangis di pelukannya.
1 jam berlalu. Lampu yang dipasang di depan ruangan juga telah dimatikan. Dokter dan perawat keluar membawa Love yang sudah tidak bernyawa lagi.
''Dokter, anak saya akan dibawa kemana?'' tanya Alderts melihat dokter dan perawat membawa Love dengan wajah yang sudah tertutup kain putih dengan semua alat bantu terlepas.
“Maaf tuan, putri anda telah meninggal” kata dokter.
''Tidak, tidak mungkin, putri saya adalah seseorang yang kuat dokter, tidak mungkin anak saya meninggal dunia, dokter pasti berbohong kan? Love anak saya itu baik-baik saja, dia sehat bagaimana bisa dia bisa meninggal dunia? dokter pasti salah, anak saya Love masih hidup'' kata Alderts sambil menarik baju dokter dan meneteskan air mata.
''Maaf pak, tapi umur tidak ada yang tahu, jika Tuhan berkehendak maka akan terjadi'' ucap dokter.
Alderts jatuh tersungkur ke lantai dan ingin berteriak tetapi dia menahannya dengan menggigit bibirnya. Dimas mendekati Alderts dan menangis di pelukannya. Keluarga kecil mereka harus kehilangan ratu kecilnya.
Lia yang masih berada di rumah sakit melihat Alderts dan menghampirinya.
"Maaf, om Alderts, saya Lia, sahabat Fredericka, Fredericka yang dulu mengajar Sarah'' kata Lia menghampiri Alderts.
''Lia, bagaimana kabarmu sekarang?'' tanya Aldert.
''Alhamdulillah baik om" ucap Lia mengangguk sembari tersenyum.
"Bagaimana kondisi Love paman? aku tahu Love dari tante Kinara, waktu itu aku sempat ke rumah tante Kinara sebelum tante Kinara dan om Rangga meninggal dunia, aku juga sudah lama tidak bertemu dengan Sarah, bagaimana kabar Sarah sekarang om?" tanya Lia.
Lia yang tidak tahu jika Sarah telah lama meninggal dunia pun menanyakan kabarnya kepada Alderts. Alderts yang mendengar nama Sarah berteriak hingga satpam datang mengusirnya dari sana agar tidak mengganggu pasien lain. Tapi Alderts mendorongnya menjauh.
Dimas menjelaskan kepada Lia bahwa Sarah sudah lama meninggal dan kini Love telah tiada.
Lia yang mendengarnya meminta maaf karena pertanyaannya membuat luka di hati mereka semakin lebar.
''Om, Dimas, maafin aku ya, aku gak tahu'' ucap Lia.
Alderts hanya menatap mata Lia dengan tatapan sendu.
Lia membantu Alderts mempersiapkan pemakaman dan pengajian untuk Love. Saat sedang membantu Alderts dan Dimas tiba-tiba perutnya terasa sangat sakit, Lia yang sudah tidak tahan akhirnya terjatuh. Alderts yang melihat Lia jatuh langsung menghampirinya. Dia memeriksa denyut nadi Lia dan mendengarkan detak jantungnya tetapi tidak ada denyut nadi dan suara detak jantungnya. Alderts yang ingin menghubungi keluarga Lia tiba-tiba bingung dengan perkataan Dimas bahwa selama ini Lia hidup sendiri, hanya Fredericka yang dia punya, tapi Fredericka sudah lama meninggal.
''Kita harus menghubungi keluarganya" ucap Alderts pada Dimas.
"Kak Lia anak yatim piatu pah" ucap Dimas.
Alderts yang kebingungan akhirnya menggelar pemakaman dan pengajian untuk Lia bersama dengan ratu kecilnya Love. Love dimakamkan di sebelah makam Sarah atas permintaannya sebelum dia meninggal.
Beberapa hari sebelum Love meninggal, dia memberi tahu ayahnya "jika suatu saat dia meninggal, dia ingin dimakamkan di sebelah makam Sarah sehingga dia bisa dekat dengan Sarah, ayah dan ibunya". Alderts yang mendengar tiba-tiba kaget dan menangis. Alderts tidak berpikir bahwa itu adalah tanda bahwa dia akan kehilangan Love untuk selamanya. Dia tidak menyangka bahwa itu akan menjadi hari terakhir dia memeluk Love.
Saat ini Love saat senang karena bersatu kembali dengan keluarganya lagi. Bersatu dengan Sarah, Kinara dan Rangga. Kini, hanya Alderts dan Dimas yang tersisa.
Lia dimakamkan di sebelah makam Love. Alderts dan Dimas pulang dengan rasa sakit yang luar biasa di hati mereka. Ratu kecil mereka telah pergi sekarang. Hanya Alderts dan raja kecilnya yang tersisa. Setelah memakamkan Love dan Lia, Alderts tidur bersama dengan Dimas, dan berpelukan untuk menenangkan hati satu sama lain.