
Hasan kembali ke rumah setelah kepergiannya. Hasan kembali dengan membawa botol amer yang diminumnya.
"Aleta buka pintunya" kata Hasan menggedor-gedor pintu rumahnya.
"Mas" kata Aleta yang langsung menuntun Hasan masuk.
Aleta membaringkan tubuh Hasan di ranjang dan memberikannya selimut. Aleta ingin mengambil botol minum Hasan namun Hasan menepisnya.
"Hei!" bentak Hasan saat Aleta berusaha mengambil botol minumnya.
"Mas udah makan? tanya Aleta.
Hasan memejamkan matanya karena lemas di bawah pengaruh alkohol. Melihat Hasan tertidur, Aleta dengan perlahan mengambil botol yang masih Hasan pegang. Aleta meletakkan botol itu di meja samping tempat tidur.
"Hm, kamu masih saja ya mas doyan minum seperti ini, kalau bukan karena aku sedang hamil, aku tidak akan mau lagi menjadi istri mu mas" kata Aleta menggelengkan kepalanya.
Aleta mengambil handphone Hasan dan menulis semua nomor yang ada di kontaknya untuk mencari nomor Fredericka.
Aleta membuka galeri foto Hasan dan betapa terkejutnya ia melihat banyak foto Hasan bermesraan dengan wanita yang berbeda-beda.
Aleta melirik Hasan dan keluar perlahan dari dalam kamar membawa ponselnya dan ponsel Hasan. Aleta menutup pintunya dengan sangat perlahan serta mengunci pintunya dari luar. Aleta pergi untuk mencetak semua foto Hasan dengan banyak wanita dari ponselnya.
"Bang cetak foto 5R dong" kata Aleta kepada abang tukang fotokopi.
"Kirim aja ke bluetooth, itu nama bluetooth nya tertempel di meja"
Aleta menyalakan bluetooth di handphone Hasan dan mengirimkan dua ratus foto Hasan bersama para kekasihnya.
"Ada dua ratus foto mbak?"
"Iya mas, bisa jadi cepat gak ya?"
"Gak bisa mbak, ya paling cepat paling dua jam, mau ditunggu mbak?"
"Dua jam?" tanya Aleta terkejut.
"Iya mbak"
"Kalau dua jam nunggu disini takut keburu mas Hasan sadar ponselnya aku bawa, aku pulang aja kali ya? toh mas Hasan juga gak tahu ini, tapi aku pindahkan dulu video-video mas Hasan ini ke flashdisk ku, atau memori card aja kali ya yang kecil? memori card aja deh" batin Aleta.
"Ya udah bang saya tinggal aja ya, nanti malam saya kesini"
"Oke siap"
"Ini dp nya bang, sisanya nanti kalau udah jadi" kata Aleta meletakkan uang lima puluh ribu diatas meja.
"Iya mbak"
Aleta keluar dari sana dan berjalan ke cafe. Aleta memesan minuman sembari memindahkan memori card miliknya ke ponsel Hasan. Aleta menyalin semua video dan foto dari ponsel Hasan ke dalam memori card miliknya yang sudah Aleta pasang di handphone Hasan. Setelah semua foto dan video selesai di copy paste ke memori card miliknya, Aleta mengeluarkan memori card itu dari dalam ponsel Hasan dan memasukkannya kembali ke dalam ponselnya lalu pergi dari cafe itu.
"Semua bukti perselingkuhan mas Hasan sudah berhasil aku dapatkan, aku sudah memiliki banyak foto dan video kemesraan mas Hasan dengan para selingkuhannya itu, bahkan aku juga mendapatkan foto pernikahan mas Hasan dengan Icha dan entah siapa itu namanya yang pasti aku bisa langsung menggugat cerai mas Hasan nanti ketika anak aku ini sudah lahir, maafkan mamah ya nak, mamah tidak bisa mempertahankan papah mu hingga kamu besar nanti, tapi mamah berjanji akan membesarkan kamu seorang diri dan menjadi ibu sekaligus ayah yang baik untuk kamu nak" kata Aleta tersenyum menatap dan mengelus perutnya.
"Aleta" panggil seorang wanita dari arah belakang.
Aleta menoleh ke asal suara, ada seorang wanita yang berlari menghampirinya.
"Kinanti?" tanya Aleta terkejut dan ekspresi wajahnya terlihat sangat bahagia bertemu dengannya.
"Iya, kamu apa kabar?" tanya Kinan.
"Alhamdulillah baik, udah lama banget kita gak ketemu ya?" tanya Aleta tersenyum menepuk pundak Kinan.
"Iya Al, kamu apa kabar hm?"
"Alhamdulillah aku baik Nan"
"Anak kamu udah berapa sekarang sama mas Hasan?" tanya Kinan menyenggol lengan Aleta.
"Kamu kenapa Al? ada masalah?" tanya Kinan menepuk pundak Aleta.
"Hm sebenarnya aku ingin menggugat cerai mas Hasan Nan"
"Astagfirullahaladzim, emangnya kenapa Al? mas Hasan selingkuh?"
"Iya Nan"
"Kita ngobrol disana aja yuk" kata Kinan menarik tangan Aleta ke taman.
"Ada apa sih Al? kenapa sampai kamu mau menggugat cerai suami mu?" tanya Kinan.
"Pas aku nikah sama mas Hasan itu sebenarnya aku udah hamil Nan"
"What? seriusan kamu?"
"Iya Nan"
"Kok kamu gak cerita sih sama aku?"
"Aku malu Nan, aku gak tahu aku hamil anak siapa, terakhir aku cuma hangout sama Grizelle doang berdua, kita menginap di tenda dan aku gak pernah menginap lagi selain sama Grizelle, apalagi sama laki-laki lain, tapi aku gak tahu kenapa aku bisa hamil Nan"
"Grizelle? Grizelle Tanisha Fradella?"
"Iya Nan, terakhir aku hangout sama dia, aku pengen ajak kamu tapi aku gak enak, soalnya kamu juga kuliah kan waktu itu, takut ganggu kuliah kamu"
"Kok kamu masih mau sih berteman sama Grizelle?"
"Emangnya kenapa Nan?"
"Menurut ku Grizelle itu bukan orang yang baik Al"
"HUST! jangan gitu Nan, gak baik menuduh orang tanpa bukti"
"Ya udah terus apa alasan kamu ingin menggugat cerai mas Hasan?"
"Malam hari tepat setelah resepsi pernikahan berakhir, mas Hasan pergi dan tak pernah kembali ke rumah selama enam tahun, beberapa bulan yang lalu mas Hasan pulang, kami melakukan hubungan malam pertama kami"
"Sebentar, kalian baru malam pertama setelah enam tahun perpisahan?"
"Iya Nan"
"Apa selama ini mas Hasan menafkahi mu? atau ada kabar gitu ke kamu?"
"Tidak Nan"
"Itu berarti secara agama kamu telah berpisah dengan mas Hasan, kenapa kalian melakukannya?"
"Aku terlena pada saat itu Nan, aku berpikir mas Hasan telah berubah, tapi ternyata dia malah membawa masuk perempuan lain ke dalam kamar kita dan melakukan hubungan suami istri, aku mendengar suara mereka dari balik pintu kamar, pagi harinya mas Hasan mengatakan jika aku hanya istri hitam diatas putih, hanya sebatas istri yang tercatat secara hukum tidak secara agama, mas Hasan mengatakan jika ia terpaksa menikah dengan ku, dia tidak pernah mencintai ku Nan, aku terlena dengan bujuk rayuannya pada saat itu hingga aku mau menikah dengannya dan juga karena aku tengah hamil, mas Hasan bilang jika ia akan menikah dengan selingkuhannya itu, ini handphone mas Hasan di dalamnya terdapat banyak foto kemesraan bahkan video dirinya tengah bermesraan dengan banyak wanita, aku berencana akan menggugat cerai mas Hasan setelah anak ku ini lahir" kata Aleta menatap dan mengelus perutnya.
"Kamu sedang hamil?"
"Iya Nan, Nan aku pulang dulu ya, takut mas Hasan keburu bangun dan sadar kalau ponselnya gak ada"
"Iya Al hati-hati" kata Kinanti tersenyum.
"Iya Nan, assalamualaikum" kata Aleta tersenyum menganggukkan kepala.
"Wa'alaikumsalam" jawab Kinan tersenyum menganggukkan kepala.
Aleta mempercepat langkahnya karena takut Hasan keburu terbangun dari pengaruh alkoholnya.
"Miris sekali nasib mu Al" kata Kinanti menggelengkan kepalanya dan berdiri lalu pergi dari sana.