Sarah

Sarah
Sarah Berhasil Ditemukan



Sarah nampak sangat ketakutan berada di tengah hutan sendirian.


Alderts mengirimkan WhatsApp pada Kinara dan mengirimkan lokasi yang Sarah kirimkan, agar Kinara dan Rangga membantunya untuk menemukan keberadaan Sarah yang tersesat di tengah hutan.


"Kinara, cepat kamu ke lokasi yang saya kirimkan ini, lokasi ini Sarah yang mengirimkannya padaku, dia tadi telepon aku dan bilang kalau dia saat ini tengah tersesat di tengah hutan, kamu dan suami baru mu itu bantu aku juga untuk mencari keberadaan Sarah, karena Sarah juga adalah anak kandung mu Kinara" WhatsApp Alderts pada Kinara.


"Astaghfirullahaladzim, Sarah tersesat di tengah hutan?"


"Iya"


"Ya udah mas, aku bilang ke mas Rangga dulu, nanti aku dan mas Rangga akan langsung pergi ke lokasi yang kamu kirimkan ini"


"Oke!"


Kinara nampak sangat khawatir mendengar perkataan Alderts dan ia pun mulai memberitahukannya pada Rangga.


"Sayang" ucap Kinara di telepon.


"Tadi mas Alderts wa aku, katanya Sarah saat ini sedang tersesat di tengah hutan, kamu bisa pulang sekarang gak mas buat cari Sarah? atau aku sendiri aja yang cari Sarah, nanti kamu nyusul gimana mas?"


"Ya udah nanti aku nyusul sayang, aku gak enak kalau harus meninggalkan pekerjaan aku, hati-hati di jalan ya sayang!"


"Iya sayang!"


Kinara mematikan panggilan teleponnya dan segera pergi ke lokasi yang Alderts kirimkan padanya tadi.


Beberapa jam kemudian Kinara sampai, tak lama setelah kedatangan Alderts dan para anak buahnya untuk mencari keberadaan Sarah di tengah hutan.


"Kamu sendiri? mana suami baru mu itu? kenapa dia tidak ikut bersama mu?" tanya Alderts dingin.


"Mas Rangga kan kerja mas, jadi dia gak bisa asal pulang gitu aja"


"Ayah macam apa dia? anaknya tersesat di tengah hutan malah lebih mementingkan pekerjaannya saja, mentang-mentang Sarah bukan anak kandung dia gitu hah? jadi dia bisa bersikap seenaknya saja pada Sarah anak kita! udah bener-bener kamu sama aku, malah lebih memilih pria itu!"


"Benar dan salah itu pandangan orang lain bukan atas dasar pandangan diri sendiri, yang menurut baik dan benar, belum tentu itu juga baik dan benar menurut orang lain! jika aku tetap bersama mu, Sarah akan kehilangan masa mudanya begitu saja, menjadi burung emas peliharaan mu saja yang harus selalu kamu kurung, agar burung emas mu itu tidak bisa terbang tinggi dan mencari kebahagiaannya sendiri!"


"Tapi burung banyak kok yang dipelihara di kandang"


"Tapi sayangnya aku dan Sarah itu bukan burung mas! kami manusia! dan kamu tidak berhak sedikitpun mengurung kami! walaupun Sarah adalah anak kamu, dia berhak untuk memilih jalannya sendiri, dia berhak untuk memilih mana takdir yang terbaik untuknya, bukan selalu kamu yang memilih takdir untuk Sarah! takdir yang kamu pilihkan dan menurut mu baik itu, belum tentu baik bagi hati Sarah! aku tidak ingin putriku terus menderita bersama dengan ayah kandungnya yang egois dan tidak memiliki empati seperti kamu! lihatlah apa yang dilakukan oleh Rangga, dia mau membiayai sekolah Sarah, sedangkan kamu?"


"Aku apa Kinara? aku juga membiayai sekolahnya Sarah, hanya bedanya aku memberikan Sarah pendidikan di rumah dengan membayar seseorang untuk mengajarinya agar dia pintar dan tidak perlu capek-capek berangkat ke sekolah, sedangkan Rangga membiayai sekolah Sarah di sekolah seperti orang-orang, kamu saja yang tidak bisa mensyukuri apa yang aku berikan Kinara, bukan aku bersikap sewenang-wenang pada kalian!"


"Oh iya? lantas kamu sebut apa hubungan mu dengan Sinta itu? kesalahan? kekhilafan? atau apa? berkacalah sebelum berbicara mas! ada banyak aspek yang aku pertimbangkan sebelum aku memutuskan untuk berpisah dengan mu dan lebih memilih mas Rangga sebagai suamiku sekaligus ayah bagi Sarah!"


"Sarah tetap anak ku! bukan anakk Rangga!"


"Aku tahu itu, sudahlah! aku tidak ingin berdebat dengan mu lagi saat ini, karena kamu bukan lagi suamiku, aku tidak ingin membuang-buang waktu ku hanya untuk memperdebatkan masa lalu kita!" ucap Kinara yang langsung pergi meninggalkan Alderts.


"Sarah! di mana kamu sayang! kalau kamu mendengar suara mama, jawab ya sayang, biar kita bisa ke luar dari dalam sini" ucap Kinara berteriak sembari mengelilingi luasnya hutan.


"Mama! papa! Sarah takut sendirian di sini! kalian ada di mana?" teriak Sarah terisak tangis.


Kinara dan Alderts yang berada di tempat berbeda pun mendengar suara teriakan Sarah yang samar-samar itu.


Kinara dan Alderts pun berlari ke arah asal suara tadi.


Anak buah Alderts yang sudah sedari tadi berpencar untuk mencari keberadaan Sarah pun menemukan keberadaan Sarah.


"Nona Sarah" panggil salah satu anak buah Alderts.


"Kamu siapa? kok tahu nama aku?"


"Kami adalah anak buah dari papa mu tuan Alderts"


"Jadi kalian yang diperintahkan oleh papa untuk mencari ku?"


"Iya benar"


"Terus mana papa? papa tidak ikut kalian untuk mencari ku?"


"Tuan Alderts juga sedang mencari keberadaan nona Sarah, kami berpencar dengan tuan Alderts, agar nona Sarah bisa secepatnya ditemukan"


"Oh gitu, ya sudah kamu duduk sini aja dulu ya! kita tunggu papa dan yang lain, pasti papa bukan hanya memerintahkan kalian bertiga saja untuk mencari ku kan?"


"Iya nona Sarah"


"Cepat hubungi papa, dan katakan kalau kalian sudah menemukan aku dan sedang bersamaku"


"Baik nona Sarah"


Anak buah Alderts langsung menghubungi Alderts untuk memberitahukan bahwa ia sudah berhasil menemukan keberadaan Sarah dan saat ini Sarah sedang bersamanya, tak lupa anak buah Alderts juga memberitahukan patokan tempat mereka berdiri yaitu sebuah sungai yang tak jauh dari keberadaan mereka.


"Tuan, saya dan yang lain sudah berhasil menemukan keberadaan nona Sarah dan saat ini nona Sarah dan kami berada di tempat ini" ucap anak buah Alderts mengirimkan foto sungai.


Alderts yang membaca pesan itu pun langsung meneruskannya pada Kinara dan mereka pun pergi ke sana. Para anak buah Alderts sudah lebih dulu berkumpul di tempat yang sama, hanya tinggal Alderts dan Kinara yang belum datang.


"Sarah!" ucap Alderts yang langsung berlari memeluk putrinya.


"Papa!" ucap Sarah yang langsung memeluknya.


Kinara pun tersenyum dan meneteskan air matanya melihat Sarah yang sudah berhasil mereka temukan itu. Sarah yang melihat Kinara pun langsung melepaskan pelukannya dari Alderts dan memeluk Kinara, mereka pun ke luar dari hutan itu.