Sarah

Sarah
Persiapan Birthday Sarah



"Assalamualaikum" ucap Kinara mengetuk pintu rumah Alderts.


"Wa'alaikumsalam" ucap Alderts membukakan pintu rumahnya.


"Silakan duduk" ucap Alderts.


"Iya makasih" ucap Kinara dan Rangga tersenyum.


"Oh iya, untuk pesta ulangtahun Sarah bagaimana? kamu tidak lupa kan jika sebentar lagi anak kita Sarah ulangtahun?" tanya Kinara.


"Aku tidak lupa hari ulangtahun putri ku sendiri, kalau pesta ulangtahun Sarah diadakan di dua tempat bagaimana?" tanya Alderts.


"Dua tempat? maksudnya gimana?" tanya Kinara.


"Misalnya pagi-siang dirumah kamu, sore-malam dirumah ku, atau kita adakan pestanya dua hari gimana?" tanya Alderts.


"Oke" ucap Kinara.


"Untuk pestanya seperti apa?" tanya Kinara.


"Terserah kamu saja" ucap Alderts.


"Hm oke" ucap Kinara.


"Saya permisi assalamualaikum" ucap Kinara.


"Iya wa'alaikumsalam" ucap Alderts.


Pieter telah bekerja selama 3 bulan sebagai bawahan bos mafia. Tapi Pieter terus memikirkan pekerjaannya. Di satu sisi dia membutuhkan uang untuk ibunya tetapi di sisi lain, dia tidak mau memberi makan ibunya dengan uang haram.


Sepertinya dia sangat ingin mencari pekerjaan lain yang halal dan tidak membahayakan orang lain tapi fasilitas dan gaji yang diberikan Alderts sangat banyak untuknya.


Logika dan hatinya terus-menerus bertarung satu sama lain. Logikanya menahannya dari pekerjaannya saat ini, tetapi hatinya ingin mengakhiri semuanya.


"Pieter" panggil Alderts.


"Iya om" ucap ucap Pieter.


"Sebentar lagi hari ulangtahun Sarah dan saya ingin membuat pesta kejutan untuknya di luar negeri, menurut anda negara mana yang cocok untuk dijadikan tempat pesta putri saya?" tanya Alderts.


"Bagaimana dengan Belanda om?" tanya Pieter.


"Kenapa harus Belanda? apa alasannya?" tanya Alderts.


"Ya karena om sama Sarah juga kan orang Belanda, bisa sekalian mudik ke kampung halaman kan om" ucap Pieter.


"Belanda ya? oke juga" ucap Alderts.


"Iya om" ucap Pieter.


"Tapi di kota mana?" tanya Alderts.


"Amsterdam bagaimana om?" tanya Pieter.


"Oke juga" ucap Alderts.


"Sekarang kamu ke Amsterdam, beli taman yang bagus di dekat pantai" ucap Alderts.


"Beli taman paman?" tanya Pieter terkejut.


"Iya, beli taman, kenapa memangnya? saya kaya, tidak ada salahnya kan beli taman? uang saya banyak kok, beli taman juga tidak akan menghabiskan jumlah uang saya, lagipula saya juga ingin yang terbaik untuk putri saya, agar tidak ada yang mengganggu acara ulangtahun putri saya, jadi beli saja tamannya, biar tidak ada orang yang berlalu-lalang" ucap Alderts.


"Membeli taman hanya untuk acara satu hari acara ulangtahun? definisi crazy rich" batin Pieter.


"Pieter, cari taman terbaik di Amsterdam, yang bunganya indah, warna-warni" ucap Alderts.


"Oke om siap" ucap Pieter.


"Ini ATM saya" ucap Alderts.


"Oke om" ucap Pieter.


Pieter pergi ke taman tulip di Amsterdam dengan bunga berwarna-warni yang sangat indah, untuk membelinya sesuai permintaan Alderts.


Setelah proses kesepakatan akhirnya dia mendapatkan taman bunga warna-warni yang diinginkan oleh Alderts.


Pieter juga merekam taman bunga yang telah dibelinya dan mengirimkan rekaman videonya ke Alderts.


"Wow, ini taman bunga yang sangat indah, tidak salah jika aku mengandalkan mu" notifikasi whatsapp dari Alderts.


"Terima kasih om" jawab Pieter.


"Iya, sama sama" ucap Alderts.


"Pieter, buat papan reklame bertuliskan "happy birthday Saartje Kim Jacob" kalau ada yang menyala seperti lampu jangan dilihat dari harganya, yang penting kualitasnya oke, beli saja" ucap Alderts.


"Oke siap om" ucap Pieter.


"Kamu beli pantai juga ya" ucap Alderts.


"Jadi pesta ulangtahun anak om akan diadakan di taman dan di pantai om?" tanya Pieter.


"Tadi saya lihat di video kamu itu ada pantainya, kamu beli juga" ucap Alderts.


"Oke siap om" ucap Pieter.


"Untuk di pantai juga dipasang lampu seperti itu ya dengan lampu gantung emas, lalu di atas airnya kalian hias dengan tulisan "happy sweet seventeen honey" jangan lupa beli kapal juga, jangan lupa cari kapal mewah terus cari petasan juga yang kalau di nyalakan keluar tulisan "Selamat ulang tahun Sarah, selamat ulang tahun Sarah putri ku, happy sweet seventeen baby, semoga panjang umur, sehat selalu, dan selalu dalam lindungan Allah SWT dalam setiap langkah yang diambil". Jika memungkinkan di setiap tulisan dengan warna yang berbeda. Di sudut pantai, di kanan dan kiri, kamu buat bambu atau apa pun yang bisa buat taruh poster wajah Sarah, saya akan mengirimkan fotonya. Poster itu bertuliskan "Happy 17th Saartje Kim Jacob". Ada 2 kue ulang tahun, salah satunya pecahan 10 dollar AS, bentuk kuenya jangan terlalu kecil. Yang satunya lagi real cake tapi di bentuk wajah Sarah di atas kuenya ada tulisan "happy birthday" dengan huruf lilin angka 17. Buat juga undangan ulang tahun yang mewah dan elegant untuk para tamu undangan" ucap Alderts.


"Berapa banyak undangan yang akan di buat om?" tanya Pieter.


"10.000 sepertinya cukup untuk karyawan saya, Fredericka dan keluarganya, keluarga besar kami, dan sahabatnya Sarah" ucap Alderts.


"Oh iya, untuk hidangan tamunya, masakan khas Belanda, Jepang, Korea, dan juga Indonesia, begitu juga minumannya" ucap Alderts.


"Untuk kado ulang tahun saya mau iPhone 14 promax, samsung Z flip4 5G, dan boneka beruang super jumbo warna pink, udah itu saja" ucap Alderts.


"Sebanyak itu di bilang hanya itu saja?" batin Pieter terheran mendengar perkataan Alderts.


"Pieter" panggil Alderts.


"Iya om" ucap Pieter.


"Apakah kamu mencatat semua yang saya inginkan?" tanya Alderts.


"Iya om" ucap Pieter.


"Oke om" ucap Pieter.


"Siapkan semuanya sebelum tanggal 24 Oktober" ucap Alderts.


"Dua minggu ? apa cukup?" batin Pieter.


"Bagaimana? bisa kan?" tanya Alderts.


"Iya om, bisa kok" ucap Pieter.


"Oke" ucap Alderts.


"Kalau undangannya udah jadi langsung kamu kasih saja" ucap Alderts.


"Oke om" ucap Pieter.


2 hari kemudian undangan yang ia pesan pun telah selesai, Pieter kembali ke Indonesia untuk memberikan undangan itu kepada para tamu yang akan hadir di pesta ulangtahun Sarah. Sesampainya di Indonesia, Sarah melihat Pieter membawa undangannya lalu memintanya untuk memberikannya langsung kepada Aji dan keluarga besar Fredericka serta ayah dan ibunya.


"Apa itu Pieter?" tanya Sarah.


"Ini undangan pesta ulangtahun non Sarah" ucap Pieter gugup.


"Aku boleh minta beberapa undangannya? mau aku kasih ke mamah, papah, keluarga kak Ika sama Aji, teman aku" ucap Sarah.


"Boleh non, ini undangannya" ucap Pieter memberikan beberapa undangan.


Setelah menuliskan nama di setiap undangan Sarah pun pergi untuk membagikannya. Sarah pergi ke rumah Kinara terlebih dahulu.


"Assalamualaikum mah" ucap Sarah mengetuk pintu rumah Kinara.


"Wa'alaikumsalam, ayok masuk nak" ucap Kinara membukakan pintu.


"Iya mah" ucap Sarah tersenyum.


"Ada apa nak?" tanya Kinara.


"Mah, pah, aku mau kasih ini" ucap Sarah memberikan undangan pesta ulangtahunnya.


"Oh iya, makasih ya sayang" ucap Kinara tersenyum.


"Iya mah sama-sama, aku langsung pamit aja ya, mau bagikan undangan yang lain" ucap Sarah.


"Iya sayang" ucap Kinara tersenyum.


"Assalamualaikum mah, pah" ucap Sarah tersenyum.


"Wa'alaikumsalam'' ucap Kinara dan Rangga kompak.


Sarah pun pergi ke rumah Fredericka untuk memberikan undangan ulang tahunnya.


"Assalamualaikum" ucap Sarah mengetuk pintu rumah Fredericka.


"Wa'alaikumsalam, eh Sarah, ayok masuk" ucap Fredericka membukakan pintu.


Azeer dan Shivanya yang sedang main kejar-kejaran pun berhenti ketika melihat kedatangan Sarah.


"Kak aku mau kasih undangan ini buat kak Ika, kak Shiva, kak Azeer, dan orangtua kak Ika juga" ucap Sarah tersenyum.


"Wih mau nikah lu" ucap Azeer yang langsung menarik undangan.


Azeer membuka plastik undangan dan membacanya.


"Yah, gw kira undangan pernikahan, gak tahunya undangan ulang tahun, jiah sweet seventeen dia" ucap Alderts tertawa kecil meledeknya.


"Iya, emang kenapa?" tanya Sarah jutek.


"Santai bang" ucap Azeer.


"Kak Ika aku pulang aja ya, kak Azeer ngeselin, assalamualaikum" ucap Sarah.


"Wa'alaikumsalam" ucap Fredericka.


"Yah, dia ngambek, wa'alaikumsalam, baik-baik lu kebakar semut api" ucap Azeer tertawa kecil meledeknya.


Sarah yang mendengar hanya berpaling sejenak dengan wajah kesal dan melanjutkan kembali perjalanannya.


"Azeer gak boleh gitu" ucap Fredericka.


Azeer langsung pergi dari sana.


"Kebiasaan emng dia mbak" ucap Shivanya.


"Kejar sana suami kamu, entar ngambek kayak anak kecil lagi" ucap Fredericka.


"Iya mbak" ucap Shivanya.


"Mas Azeer, tunggu ikh" ucap Shivanya berlari mengejar kepergian bayi besarnya itu.


"Assalamualaikum, Aji" ucap Sarah mengetuk pintu rumah Aji.


"Wa'alaikumsalam, eh Sarah, ayok masuk" ucap Aji membukakan pintu.


"Gak usah Ji disini aja, aku kesini cuma mau kasih kamu ini" ucap Sarah memberikan undangan.


Nampak jelas ekspresi wajah kecewa di wajah Aji, Aji yang diam-diam jatuh cinta pada Sarah, seketika kecewa mendapatkan undangan yang ia kira itu adalah undangan pernikahan.


"Aji, kmu kenapa?" tanya Sarah.


"Engg-enggak apa-apa kok" ucap Aji terbata-bata.


"Aku pamit ya Ji, assalamualaikum" ucap Sarah tersenyum.


"Iya Sarah wa'alaikumsalam, hati-hati" ucap Aji tersenyum.


"Iya" ucap Sarah tersenyum.


Aji kembali ke dalam, menutup pintunya dan membuka undangan yang Sarah berikan dengan tangan gemetar dan meneteskan air matanya.


"Akh ****!, gw kira undangan pernikahan, gak tahunya cuma undangan ulang tahun, HUFT! udah depresi duluan gw sama ekspektasi" ucap Aji.


"Semua undangan udah aku bagikan, sekarang waktunya aku pulang, ngantuk banget" ucap Sarah.