Sarah

Sarah
Sinta Selingkuh



1 tahun berlalu semenjak kelahiran Dinda anak keduanya bersama dengan Alderts, Sinta tidak pernah melihat keberadaan Alderts, karena semenjak saat kepergiannya, ia tak kunjung kembali.


Sinta yang merasakan sangat kesepian di rumah pergi untuk refreshing ke pantai sendiri tanpa kedua anaknya.


'Bi, titip Rafly sama Dinda ya, saya mau keluar dulu' ucap Sinta pada baby sitter.


Baik nyonya.


Sinta mengenakan bikini dan ketika sedang berjemur ada seorang pria yang mengajaknya untuk berkenalan.


Excuse me, may I sit next to you?


Yeah of course.


What's your name?


Sinta, what's your name?


David.


Where do you from?


Indonesia, do you speak Indonesian language?


Iya, saya bisa bahasa Indonesia.


Wow, kok bisa bahasa Indonesia? belajar dimana?


Hanya dari google saja.


Wow hebat banget ya kamu.


Terimakasih.


Sama-sama.


Kamu asli Indonesia?


Iya, kalau kamu?


Ayahku California, ibuku Tokyo.


Disini lagi liburan ya?


Iya, aku kesini hanya untuk berlibur saja.


Oh gitu.


Salam kenal.


Iya.


Apa kamu sudah memiliki pendamping?


Hm.


'Kalau dilihat-lihat ini bule ganteng juga ya? lumayan nih buat jadi simpanan gw selagi mas Alderts gak ada dirumah kan jadinya gw gak kesepian lagi' batin Sinta menyeringai menatap wajah pria itu.


Hai, kamu kenapa menatapku seperti itu? tanya David.


Tidak apa.


Pertanyaan ku belum kamu jawab.


Kalau boleh tahu, kenapa suamimu meninggalkan mu?


Dia berselingkuh dan lebih memilih wanita lain dibanding aku dan kedua anaknya.


Astagfirullahaladzim, kejam sekali dia.


Ya begitulah, kamu muslim?


Ya, saya muslim, kamu?


'Mantap banget nih seiman' batin Sinta.


Mau makan bersamaku tidak? tanya David.


'Mau' ucap Sinta antusias.


'Ayok' ucap David memegang tangan Sinta.


Sinta menatap tangan mereka yang bersentuhan dan tersenyum sembari mengangguk mengiyakan tawaran David.


Sinta dan David pun pergi ke salah satu cafe yang terletak tak jauh dari sana.


David tak henti-hentinya menatap Sinta namun bukan menatap wajahnya melainkan ke arah gunung dan menyeringai, pikirannya semakin menjadi melihat pemandangan yang sangat indah itu.


'Indah banget ya, bagus, sempurna,. seandainya saja' batin David menatap Sinta dari ujung rambut hingga berenti ke bagian atasnya yang terbuka.


'Pasti sekarang dia lagi ngeliatin aku deh, tuh kan benar firasat ku, pasti dia sangat menyukaiku deh karena baju ini, baju yang tepat' batin Sinta menyeringai.


Kamu kenapa ngeliatin aku kayak gitu? tanya Sinta memecahkan keheningan diantara mereka.


Enggak kok, enggak kenapa-kenapa.


Yang bener?


Iya beneran kok, gak ada apa-apa.


Gak lagi mikirin apa-apa kan?


'Enggak honey, eh, sorry' ucap David menutup mulutnya malu.


Honey? tanya Sinta tersipu malu.


Hehe sorry Sin.


Iya, gak apa-apa kok, aku habis ini mau berenang, kamu mau ikut gak?


'Wah berenang pasti tambah segar lagi deh' batin David.


'Mau' jawab David antusias.


David dan Sinta pun pergi dari cafe itu dan kembali menuju pantai. David memegang pinggang Sinta dan berjalan menuju pantai, Sinta tersipu malu dan mengikuti langkah kaki David. Jiwa Sarah yang merasakan sangat lelah mencari keberadaan jiwa Pieter pun berniat pergi ke pantai untuk sejenak menenangkan pikirannya. Ketika sedang menatap ombak yang tenang, Sarah melihat Sinta ibu tirinya bermesraan dengan David.


'Itu kan tante Sinta, sama siapa dia? seksi banget lagi bajunya, emang sih ini pantai tapi apa dia gak malu berpakaian seperti itu? dia kan udah nikah sama papah Alderts, udah punya anak juga lagi, berasa banget ABG kali dia ya? haha ABG tua tingkahnya semakin gila, ikutin akh' ucap Sarah mengikuti kepergian Sinta dan David.


'Uwuh, pada berenang dia, makin montok dong kebentuk semua tuh lekukan tubuh' ucap Sarah memandang Sinta dengan ekspresi tidak sukanya.


Sarah mengikuti Sinta hingga masuk ke dalam air, melihat seluruh adegan yang tidak sepantasnya mereka lakukan terlebih dengan status Sinta yang masih istri seseorang.


'Pantas saja papah Alderts tergoda pada dia, sana sini mau ternyata, murahan, lebih mahal cabai di pasar sama minyak goreng kali ya dibandingkan dengan dia haha, gw akuin tante singa cantik sih eh tante Sinta maksudnya jadi tante singa deh habis dia garang kayak singa mau menerkam mangsanya haha. Dia sama aku kan masih jauh lebih muda aku ya? aku aja gak berani, malu malah pakai pakaian seperti itu di ruang terbuka, berenang pula sama cowok, bukan muhrim lagi, hm, bukannya tenang aku ke pantai malah tambah stres aku disini ngeliatin kelakuan wanita baru pilihan papah Alderts yang tidak tahu malu itu, sudah lah, lebih baik aku pergi saja dari sini, daripada ketularan virus tante Sinta yang gatal itu, alergi nanti aku yang ada, ikh, udah lah, selamat bersenang-senang tante Sinta murahan, ups sorry keceplosan, dia juga gak denger ini ya? haha, bye tante' ucap Sarah pergi meninggalkan Sinta bersama David yang masih sibuk bermesraan di dalam air.


'Kadang aku bingung, apa yang bagus dari tante Sinta itu? cantik? masih cantikan mamah aku kali sama dia, mamah ku kan blasteran lah dia? pintar? sepertinya tidak juga, apa yang papah Alderts lihat hingga dia memutuskan untuk meninggalkan mamah hanya demi tante Sinta? mamah ku jauh lebih baik dari tante Sinta tapi mengapa papah malah memilih tante Sinta? seandainya papah tahu kelakuan tante Sinta saat ini yang tengah bermesraan di dalam air bersama dengan laki-laki lain yang bukan muhrimnya pasti hati papah sakit deh kalau mengetahui akan hal ini, tapi kasian papah kalau terus menerus dibohongi oleh tante Sinta, aku ingin memberitahukan hal ini pada papah Alderts, tetapi papah Alderts tidak akan pernah bisa melihat ku lagi untuk saat ini, dunia ku dengan papah telah berbeda saat ini, pah, Sarah kangen banget sama papah, Sarah kangen papah walaupun karena perjodohan yang papah lakukan, Sarah jadi seperti ini sekarang, tetapi Sarah tidak pernah membenci papah, walaupun mungkin saat ini papah sudah tidak mengharapkan kehadiran Sarah lagi di dunia makanya papah merencanakan semua ini agar Sarah bisa mati terbunuh, Sarah menyayangi papah walaupun papah membenci Sarah, I love you papah Alderts dan untuk papah Rangga, terimakasih, terimakasih papah Rangga selama ini selalu baik sama Sarah layaknya papah kandung Sarah sendiri, papah Rangga, Sarah titip mamah ya, jaga mamah, selalu sayangi mamah, mencintai mamah, tidak seperti papah Alderts yang menyianyiakan mamah dan Sarah. Sarah tahu, papah Rangga adalah orang yang sangat baik dan Sarah yakin papah Rangga bisa selalu membahagiakan mamah dan menjaga malah hingga nantinya mamah dan Sarah bersatu lagi di alam Sarah saat ini, Sarah sayang banget sama papah Rangga, Sarah juga sayang banget sama mamah, I love you, Sarah tunggu kalian di alam Sarah saat ini' ucap Sarah tersenyum dan meneteskan air matanya menatap langit lalu pergi dari sana.