Sarah

Sarah
Sad Seventeen



"Wih di Amsterdam dong" ucap Azeer membaca lokasi ulang tahun Sarah yang bertuliskan di undangannya.


"Bisa sekalian liburan kalau kayak gini mas" ucap Shivanya.


"Iya sayang" ucap Azeer.


"Ya udah aku kemas sekarang aja mas barang-barang kita" ucap Shivanya.


"Iya sayang" ucap Azeer.


23 Oktober Pieter telah selesai segala sesuatu yang telah dia persiapkan untuk ulang tahun Sarah, dia juga memberi Sarah boneka beruang jumbo. Ia pun memberikan kalung berlian dan surat kepada Sarah yang bertuliskan "selamat ulang tahun Sarah, semoga panjang umur, sehat selalu, bahagia selalu, dan semoga suatu saat kita bisa bersama from Pieter".


Pieter pun tertidur setelah membungkus hadiah untuk Sarah.


Keesokan harinya, merupakan hari yang ditunggu-tunggu yaitu hari ulang tahun Sarah.


"Gila!, mewah banget acaranya" ucap Azeer memandang sekelilingnya.


"Iya, mewah banget" ucap Shivanya terpukau.


"Sarah mana ya?" tanya Fredericka.


"Entahlah" ucap Azeer.


"Mbak, itu Sarah ada disana" ucap Shivanya menunjuk Sarah.


Mereka pun menghampiri Sarah untuk mengucapkan selamat ulang tahun padanya.


"Sarah" panggil Fredericka.


"Kak Ika, kak Shiva" ucap Sarah tersenyum.


"Lah gw gak disebut masa" ucap Azeer.


"Kak Azeer" ucap Sarah jutek.


"Hm" ucap Azeer.


"Sarah, happy birthday ya sayang, ini kado untuk kamu" ucap Fredericka tersenyum memberikan kado.


"Iya kak, makasih ya kak, udah mau datang ke hari ulang tahun Sarah" ucap Sarah tersenyum.


"Iya sayang, sama-sama" ucap Fredericka tersenyum.


"Sarah, ini dari aku sama mas Azeer, aku jadikan satu karena mas Azeer malas bawanya" ucap Shivanya.


"Iya kak" ucap Sarah tersenyum.


Azeer langsung pergi dari sana, seperti biasa, ritual ngambeknya dimulai.


"Ngambek lagi dia pasti" ucap Fredericka.


"Pasti mbak, ya udah aku kesana dulu ya, Sarah, mbak kesana ya, nyusul bayi bongsor tuh, entar ngilang lagi, diculik setan" ucap Shivanya.


"Iya kak" ucap Sarah tersenyum.


Pieter bangun di pagi hari dan bergegas pergi ke pesta wanita impiannya itu.


Pieter terlihat sangat senang dan antusias. Senyum manis keluar dari bibirnya menambah ketampanan wajahnya.


Saat tiba di pesta ulang tahun Sarah, ia melihat Sarah sedang berbicara, tertawa sangat bahagia dengan seorang pria tampan. Hatinya sakit meskipun dia bukan siapa-siapa Sarah. Dia berharap lebih dari Sarah tetapi ternyata dia sudah memiliki pria idaman lain. Hatinya sakit saat mengetahui bahwa bukan dia yang dipilih oleh Sarah, melainkan pria lain. Tanpa disadari, air mata jatuh dari matanya. Dia juga meletakkan hadiah yang dia bawa di atas meja tumpukan hadiah dan kemudian pergi sambil menyeka air matanya.


Sarah yang melihat kepergian Pieter pun mengejar dan memanggilnya.


"Pieter" panggil Sarah keras, berlari mengejarnya.


Pieter yang mendengarnya langsung menghentikan langkahnya dan berbalik.


"Non Sarah, ada apa?" tanya Pieter.


"Kenapa kamu menangis?" tanya Sarah saat melihat mata Pieter memerah.


"Hm, tidak non Sarah, aku enggak habis nangis kok" ucap Pieter tersenyum.


"Pembohong, apa yang membuat kamu menangis?" tanya Sarah sambil memegang lengan Pieter.


Pieter terkejut melihat wanita yang diinginkannya memegang lengannya.


"Kenapa sih?" tanya Sarah.


Pieter tidak menjawab pertanyaan Sarah dan hanya melirik lengan yang masih dipegang oleh Sarah. Sarah yang mengerti dan menyadarinya langsung melepaskan tangannya.


"Maaf" ucap Sarah gugup.


"Iya non Sarah, tidak apa" ucap Pieter tersenyum gugup.


"Kamu tidak masuk? ayo masuk" ucap Sarah menarik tangan Pieter ke pesta ulang tahunnya.


Pieter yang kaget tapi tidak bisa berbuat apa-apa hanya berjalan mengikuti langkah Sarah.


Sepanjang jalan, asisten Alderts yang lain melihat Pieter dan Sarah berjalan bergandengan tangan.


Pieter mulai panik, takut Alderts akan melihat mereka, dia melihat ke kiri dan ke kanan, takut Alderts tiba-tiba muncul dan melihat mereka berpegangan tangan.


Sesampainya di dalam ternyata Alderts belum juga datang, hati Pieter sedikit tenang.


Tak lama kemudian sebuah mobil sport berhenti di tengah pesta dan seorang pria membukakan pintu untuknya. Ternyata Alderts yang datang. Tidak heran dia diperlakukan seperti raja.


Alderts membuka pintu belakang dan menyambut seseorang dengan tangannya.


Sarah yang melihat tiba-tiba terkejut. Alderts datang dengan seorang wanita yang dia kenal dan seorang anak laki-laki.


Alderts dan Sinta serta putra kecil mereka berjalan di karpet merah sambil berpegangan tangan.


"Iya" jawab Sinta sinis.


"Sama siapa?" tanya Sarah.


"Sama papah kamu" ucap Sinta menyeringai.


"Apa? sama papah ku? tapi papah tidak pernah memberitahu ku, papah, beritahu pada ku bahwa tante Sinta berbohong kan?" tanya Sarah menatap Alderts dengan berlinang air mata dan menunjuk Sinta.


"Apa yang dikatakan tante Sinta benar Sarah, papah sudah lama menikah dengan tante Sinta bahkan sebelum berpisah dengan mamah mu" ucap Alderts.


"Apa? berarti selama ini papah selingkuh? papah jahat banget, Sarah pernah benci sama mamah, ternyata papah malah lebih parah daripada mamah" ucap Sarah sambil mendorong Alderts dan meneteskan air mata.


"Tante, Sarah kira kamu orang yang baik ya, ternyata selama ini Sarah salah menilai tante, tante adalah wanita penggoda, karena tante, papah dan mamah jadi berpisah. Tante masih muda, cantik, pasti ada banyak pria tampan dan kaya di luar sana daripada papah tetapi mengapa tante memilih papah? tante tahu kalau papah sudah punya istri dan anak, mengapa tante ingin bersama papah?" tanya Sarah mendorong Sinta.


"Karena papah mu itu sugar daddy dan tante lebih suka sugar daddy, daripada berondong ataupun yang seumuran dengan tante, apa kamu mengerti Sarah?" tanya Sinta menyeringai.


Sarah yang mendengar perkataan Sinta pun menggelengkan kepalanya tidak percaya.


"Dengarkan aku, gadis ingusan, sekarang papah mu itu suami ku, jadi kamu harus menuruti semua keinginanku, mengerti!" ucap Sinta memegang dagu Sarah sembari menyeringai dan mendorong Sarah.


Sarah yang jatuh ditolong oleh Alderts tetapi Sarah mendorong Alderts. Pieter yang tidak tega segera membantu Sarah bangun.


Sarah kemudian pergi dari acara ulang tahun tersebut. Pieter, Aji, Fredericka, Shivanya dan Azeer yang melihatnya pun mengejar kepergian Sarah.


Tujuh belas tahun, itu seharusnya menjadi ulangtahun yang sangat membahagiakan untuknya, tetapi ternyata itu adalah hari terburuk untuknya.


Alderts memang menyediakan tempat yang sangat indah, banyak kue yang sangat indah dan banyak bungkusan kado tetapi dia juga menimbulkan luka yang sangat menyakitkan untuknya.


Sarah yang sedang berlari hampir saja tertabrak oleh mobil yang sedang melintas namun berhasil diselamatkan oleh Pieter. Melihat Pieter, Sarah langsung memeluknya dan menangis di pelukannya.


Pemilik mobil yang tadi hampir menabraknya pun turun dan memeriksa kondisi seseorang yang hampir ditabraknya. Ternyata pemilik mobil tersebut adalah Kinara Kim dan suami barunya Rangga.


"Apakah kamu baik-baik saja?" tanya Kinara menepuk bahu Sarah yang sedang memeluk Pieter.


Sarah yang menyadari bahwa itu adalah ibunya langsung memeluknya.


"Mamah" ucap Sarah sambil memeluk Kinara.


"Sarah, apa yang kamu lakukan sayang?, kenapa kamu menangis nak?" tanya Kinara sambil mengelus bahu Sarah dan mengelus rambutnya.


"Papah mah" ucap Sarah yang histeris lagi.


"Papah kamu kenapa sayang?" tanya Kinara.


"Papah telah menikah dengan wanita lain tanpa mamah dan Sarah mengetahuinya" ucap Sarah.


"Apa maksudmu sayang?" tanya Kinara.


"Tante Sinta, tante Sinta, guru yang mengajari kita bahasa Indonesia, ternyata sudah lama menikah dengan papah, bahkan sebelum mamah dan papah berpisah" ucap Sarah terisak tangis.


"Kamu tahu darimana Sarah?" tanya Kinara.


"Dari papah, papah membawa tante Sinta dan seorang anak laki-laki berusia sekitar sebelas tahun" ucap Sarah.


"Papah mu sendiri yang mengatakannya Sarah?" tanya Kinara.


"Iya mah, papah mengakui, jika ia telah lama menikah dengan tante Sinta bahkan sebelum mamah dan papah berpisah" ucap Sarah terisak tangis.


"Kurang ajar kamu Alderts, ini hari ulang tahun Sarah hari ini seharusnya menjadi hari paling bahagia untuknya tapi dia malah mengacaukan kebahagiaan Sarah, ayah macam apa dia? yang tega merusak kebahagiaan putrinya sendiri di hari ulang tahunnya" batin Kinara kesal yang membuatnya meneteskan air mata.


"Tidak apa sayang, sekarang, kita pergi dari sini, kita rayakan hari ulangtahun kamu dengan mamah, udah ya, jangan nangis lagi" ucap Kinara menghapus air mata Sarah.


"Lalu papah bagaimana?" tanya Kinara.


"Kita akan merayakan hari ulang tahun mu tanpa papah mu itu, biarkan papah bahagia di atas penderitaan mu, cepat atau lambat papah mu pasti akan menyadari semua kesalahannya, ayo sayang" ucap Kinara membantu Sarah berdiri.


"Iya mah" ucap Sarah.


"Siapa ini sayang? kekasihmu?" tanya Kinara menunjuk Pieter.


"Bukan mah, dia Pieter, asisten pribadi papah" ucap Sarah.


"Oh begitu" ucap Kinara.


"Sepertinya dia mencintaimu" ucap Kinara berbisik pada Sarah.


Sarah yang mendengarnya kaget, pipinya merah, rasa malu, senang bercampur aduk menjadi satu. Jantungnya berdetak lebih cepat dari sebelumnya menunjukkan bahwa cinta telah bersemi di hatinya untuk Pieter.


Kinara, yang menyadari bahwa putrinya juga mencintai Pieter, kemudian mengundang Pieter untuk merayakan ulang tahun bersamanya.


"Pieter, ikut tante yuk, mari kita rayakan ulang tahun Sarah di tempat lain" ucap Kinara tersenyum.


"Baik tante, tapi tante, hadiah Pieter untuk Sarah, tadi udah Pieter taruh di meja sana" ucap Pieter.


"Biarkan saja, yang terpenting kamu ikut dengan kami, bagaimana Pieter?" tanya Kinara.


"Oke tante" ucap Pieter tersenyum.


Pieter pun masuk ke mobil Kinara. Sedangkan Aji dengan mobil yang ia bawa sendiri. Fredericka, Shivanya dan Azeer pergi dengan mobil mereka.


"Tuan Alderts kenapa sih? wanita secantik tante Kinara di selingkuhin, tante Sinta dan ibu kandung Sarah juga jauh lebih cantik ibu kandung Sarah" batin Pieter menatap Kinara.


Kinara yang menyadarinya langsung menanyakan hal ini kepada Pieter.


"Kenapa Pieter? apa ada yang ingin kamu bicarakan dengan saya?" tanya Kinara menatap Pieter.


"Tidak apa-apa tante" ucap Pieter gugup.


Mereka pun merayakan ulang tahun Sarah. Hanya dengan 10 orang saja yaitu Kinara, Rangga, putra dan putri mereka bersama Rangga, Sarah, Pieter, Aji, Fredericka, Shivanya dan Azeer.


Sarah memutuskan untuk tinggal bersama Kinara.