
"Hai Ka" panggil Kinan menepuk pundak seorang wanita yang sedang bermain ponsel.
"Oh hai Nan" kata wanita itu tersenyum berbalik badan.
"Jalan sekarang aja yuk Fre" ajak Kinan.
"Oke" kata Fredericka yang langsung berdiri dan pergi bersama Kinanti.
Kinanti sahabat Aleta ternyata adalah sahabat Fredericka juga. Fredericka yang selama ini dicari oleh Aleta namun mereka tidak mengetahuinya. Kinanti dan Fredericka berencana untuk pergi berlibur berdua.
"HUFT! untung banget mas Hasan belum bangun, kalau dia udah bangun mati aku" kata Aleta melihat Hasan yang masih tertidur pulas.
Aleta meletakkan handphone Hasan kembali di atas meja dengan posisi yang sama seperti awal.
Aleta berpura-pura menyalakan televisi yang ada di dalam kamarnya. Hasan terbangun dari tidurnya dan langsung menanyakan ponselnya.
"Aleta, handphone ku mana?" tanya Hasan.
"Tadi aku lihat handphone mas ada di atas meja itu" kata Aleta menunjuk meja yang ada di depannya.
Hasan bangkit dari tempat tidur dengan langkah yang masih tidak stabil karena masih terpengaruh alkohol.
"Oh iya Fredericka, astaga kok bisa sih aku kelupaan sama tambang berlian ku itu" kata Hasan melihat ponselnya dan menepuk keningnya sendiri.
"Fredericka? mas Hasan mau ketemuan sama Fredericka? ini saatnya aku mengikutinya diam-diam, agar aku bisa menyadarkan Fredericka" batin Aleta.
Hasan langsung berlari ke kamar mandi untuk bersiap-siap menemui Fredericka.
"Minta uang dong" kata Hasan meminta uang pada Fredericka setelah selesai mandi dan mengganti pakaiannya.
"Ini" kata Fredericka memberikan sejumlah uang.
Setelah mendapatkan uang dari Fredericka, Hasan langsung pergi meninggalkannya.
Aleta berjalan di belakang Hasan mengantarkannya ke depan. Setelah mobil Hasan meninggalkan rumah, Aleta langsung mengeluarkan mobilnya untuk mengikuti Hasan.
"Katanya kamu mau mengenalkan pacar kamu ke aku? mana? kok gak datang-datang? katanya mau ketemuan langsung disini" kata Aleta melihat sekelilingnya.
"Mungkin lagi dalam perjalanan kali"
"Hm okay"
Saat sedang mengikuti Hasan, mobil Aleta tiba-tiba berhenti.
"Haduh kenapa lagi nih mobil? kenapa pakai mati segala disaat genting kayak gini?" tanya Aleta kesal keluar dari dalam mobilnya.
Aleta memeriksa mesin mobilnya namun tidak mengerti apa yang harus ia perbaiki.
Aleta melihat mobil Hasan yang sudah tak terlihat di matanya.
"Mobil mas Hasan kemana? cepat banget deh perginya" kata Aleta mencari mobil Hasan.
Aleta kembali ke dalam mobilnya dan keluar lagi dengan membawa ponselnya. Aleta menghubungi orang bengkel untuk datang ke tempatnya.
"Assalamualaikum" ucap Aleta.
"Wa'alaikumsalam, ada apa mbak Aleta?"
"Mobil saya mogok nih, bisa tolong ke jalan Mawar sekarang?"
"Jalan Mawar mana mbak?"
"Hm jalan Mawar dekat SD, arah mau ke bengkel mu"
"Oh oke siap, saya kesana sekarang"
"Oke, saya tunggu"
Aleta duduk di pembatas jalan menunggu orang bengkelnya datang. Tak lama menunggu, akhirnya orang bengkelnya pun datang. Aleta segera menghampirinya dan membuka bagian depan mobilnya. Orang bengkel memeriksa mesin mobil Aleta.
"Coba di starter mobilnya" pinta orang bengkel.
Aleta pun menyalakan mobilnya dan akhirnya mobil Aleta kembali menyala.
"Alhamdulillah akhirnya nyala juga, makasih ya pak" kata Aleta tersenyum.
"Iya sama-sama" jawabnya tersenyum menganggukkan kepala.
Aleta memberikan sejumlah uang dan orang bengkel itu pun pergi meninggalkan Aleta.
"Gara-gara mobil ini aku jadi ketinggalan mobil mas Hasan, ya udah deh aku balik aja" gerutu Aleta yang langsung berputar arah kembali ke rumahnya.
"Sayang" panggil Fredericka mengangkat tangannya.
Hasan yang mendengar suara Fredericka pun menatap ke depannya. Hasan melihat Fredericka mengangkat tangannya sembari tersenyum. Hasan pun berjalan menghampiri Fredericka.
"Sayang, kenalin ini Kinanti temen aku" kata Fredericka tersenyum menepuk pundak Kinan.
"Kinan kenalin ini Hasan pacar aku" kata Fredericka tersenyum menatap Kinan lalu menatap Hasan.
"Muka pria ini kayaknya aku pernah ketemu deh, tapi dimana? aku yakin kalau pernah ketemu dia, tapi aku lupa ketemu dia dimana" batin Kinanti menatap Hasan.
"Lho! kok ada dia sih? dia kan temannya Aleta, kok bisa kenal juga sama Fredericka, apa jangan-jangan dia udah kasih tahu ke Fredericka tentang aku? sepertinya tidak" batin Hasan menatap Kinanti.
"Hai, aku Hasan" kata Hasan tersenyum mengulurkan tangannya.
"Aku Kinan" kata Kinan tersenyum menganggukkan kepala dan memegang tangan Hasan.
"Ya udah yuk kita jalan aja langsung" ajak Fredericka.
"Iya" kata Hasan.
Ketika cukup jauh dan cukup lama berjalan mengelilingi tempat wisata, Hasan, Fredericka dan Kinanti beristirahat sejenak.
"Aku tinggal ya, mau ke kamar mandi sebentar" kata Fredericka tersenyum kecil.
"Iya sayang" jawab Hasan.
Fredericka pergi meninggalkan Hasan berdua dengan Kinanti.
"Heh Kinan! lu ngapain sama cewek gw Frederika?" tanya Hasan kesal.
"Lu kenal sama gw?"
"Gak usah pura-pura gak kenal deh lu sama gw, gw tahu lu pernah datang ke acara pernikahan gw sama Aleta, Aleta bilang kalau lu salah satu sahabatnya"
"Jadi lu Hasan suaminya Aleta?"
"Iya"
"Pantas saja muka lu gak asing dimata gw, tapi gw lupa ketemu sama lu dimana"
"Heh Kinan! gw peringatkan ya sama lu, jangan pernah beritahu kepada Fredericka jika gw sudah menikah dengan seorang wanita, apa lu mengerti?"
Kinanti pun terdiam sejenak.
"Gw harus kasih tahu Fredericka, tapi sepertinya tidak secara langsung, kasian nanti dia bisa malu jika aku memberitahunya di depan tempat umum seperti ini" batin Kinanti.
"Heh Kinan! lu tuli hah?" tanya Hasan kesal mendorong Kinanti.
"Gw dengar kok, oke gw gak akan kasih tahu Fredericka, tapi bukan berarti gw membenarkan perbuatan lu, gw tidak memberitahukan Fredericka karena gw kasian sama dia, gw takut dia malu nantinya jika gw memberitahukannya di tempat umum seperti ini, camkan itu!" kata Kinanti menunjuk Hasan.
"Oke baguslah" kata Hasan tersenyum kecil dan memalingkan wajahnya.
"Jangan senang dulu Hasan, gw pasti akan memberitahu Fredericka tapi bukan di tempat ramai seperti ini" kata Kinanti menyeringai mengangkat alisnya.
"Berani ya lu sama gw!" kata Hasan menunjuk Kinanti kesal.
"Lu pikir gw takut sama lu hah? gw gak takut sama lu Hasan, Fredericka dan Aleta adalah sahabat gw, dan gw tidak akan membiarkan sahabat gw terperangkap dalam jebakan lu itu! Aleta hanya menunda perpisahannya dengan lu karena dia sedang hamil, dia mengatakan setelah ia melahirkan, ia akan menggugat cerai lu, tapi Fredericka? Fredericka tidak mengetahui segala kebohongan lu, dan tugas gw adalah memberitahukan semua kebohongan lu kepada Fredericka" kata Kinanti menyeringai mengangkat alisnya.
"Kita balik aja yuk, udah jam tiga kurang nih, sebentar lagi kan tempat ini ditutup" kata Fredericka.
"Oke" kata Kinanti tersenyum.
"Kamu pulang sama aku aja, aku bawa mobil" kata Hasan tersenyum menatap Fredericka.
"Gw naik kereta aja ya" kata Kinanti tersenyum.
"Kamu bareng sama kita aja" kata Fredericka menarik tangan Kinanti.
"Gak usah Fre, aku mau ke rumah teman ku dulu soalnya" kata Kinanti tersenyum.
"Oh oke, kamu hati-hati ya" kata Fredericka tersenyum menepuk pundak Aleta.
"Iya" kata Kinanti tersenyum.
"Assalamualaikum" kata Kinanti tersenyum.
"Wa'alaikumsalam" jawab Fredericka dan Hasan kompak.
Kinanti pergi meninggalkan Hasan dan Fredericka. Hasan dan Fredericka pergi ke parkiran dan Hasan mengantarkan Fredericka ke rumahnya.