
"Aku pulang dulu ya, nanti kalau orangtua kamu udah sampai, kabarin aku ya" ucap Hasan tersenyum.
"Iya mas" jawab Aleta tersenyum.
Hasan pun memeluk Aleta. Ketika mereka sedang berpelukan seperti teletubbies, ponsel salah satu dari mereka berbunyi.
"Hp siapa tuh yang bunyi?, hp aku atau hp kamu?" tanya Hasan mendengar nada dering handphone yang berbunyi dan memeriksa ponselnya.
"Hp aku gak ada panggilan masuk kok, hp kamu bunyi kali, coba lihat dulu" pinta Hasan.
"Iya mas" ucap Aleta mengambil ponselnya yang ia letakkan di kantong belakang celananya.
Aleta melihat ponselnya dan ada panggilan masuk dengan nama "mama".
"Mama ku telepon mas" ucap Aleta.
"Ya udah angkat aja coba, di speaker ya biar aku tahu, ya kali aja mama kamu mau kasih tahu kapan dia pulangnya" ucap Hasan.
"Iya mas" kata Aleta menganggukkan kepala dan mengangkat telepon ibunya serta menyalakan speaker di ponselnya.
"Assalamualaikum Al" ucap ibunya mengawali pembicaraan.
"Wa'alaikumsalam mah" jawab Aleta.
"Al, nanti sore kemungkinan mama sama papa sampai di Jakarta, karena sekarang kita udah sampai di Malaysia, kalau bisa kamu jemput mama, papa di bandara ya Al, kalau gak bisa juga gak apa-apa, nanti kita pesan taksi online aja" ucap ibunya.
"Bisa kok mah, kebetulan Aleta juga kemarin udah sampai di rumah semenjak liburan bareng Grizelle mah" ucap Aleta.
"Ya udah kalau gitu nanti mama kabarin ya kalau udah sampai di bandara" ucap ibunya.
"Oke mah" ucap Aleta.
"Ya udah ya nak, assalamualaikum" ucap ibunya.
"Wa'alaikumsalam mah" ucap Aleta.
Ibunya langsung mematikan panggilan teleponnya.
"Bagus deh kalau orangtua kamu nanti pulang, berarti besok aku bisa ke rumah deh, ya udah besok malam aku ke rumah kamu ya, sekarang aku pulang dulu assalamualaikum" ucap Hasan tersenyum.
"Iya mas wa'alaikumsalam" jawab Aleta tersenyum.
Menatap kepergian Hasan, Aleta memegangi perutnya dan mengelusnya sembari tersenyum.
"Nak, walaupun mamah tidak pernah melakukan hal apapun sebelum hari ini, tapi mamah berjanji akan tetap menjaga mu nak, walaupun mamah tidak tahu laki-laki mana yang tengah berbuat ini pada mamah, tapi sebentar lagi kamu akan punya papah nak, mas Hasan sebentar lagi akan menjadi papah kamu, kamu harus menghormati dia ya nak nanti, ya walaupun dia bukan papah biologis kamu, tapi status dia nanti akan menjadi papah kamu nak, mamah menyayangi mu nak walaupun mamah gak tahu kamu anak siapa nak" ucap Aleta meneteskan air matanya memegangi perutnya dan masuk ke dalam rumahnya.
Aleta mendengarkan lantunan ayat suci Al-Qur'an agar anaknya terbiasa mendengar ayat suci Al-Qur'an sejak masih di dalam kandungan.
"Nak, jadi anak yang Sholeh/Sholehah ya, banyak bersedekah biar kehidupan kita selalu diberikan rahmat dari Allah Subhanahu Wata'ala" ucap Aleta tersenyum mengelus perutnya.
Aleta pergi ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu dan melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an sembari sesekali mengelus perutnya yang terasa seperti ditendang-tendang oleh sang anak.
Waktu berlalu begitu cepat, kini tibalah sore hari, Aleta mendapatkan panggilan telepon dari ibunya.
"Assalamualaikum Al, kamu bisa jemput mama, papa sekarang gak nak?, mama sama papa udah sampai di bandara Soekarno Hatta nih" ucap ibunya di telepon.
"Iya nak, assalamualaikum" ucap ibunya.
"Wa'alaikumsalam mah" jawab Aleta.
Aleta melepaskan mukena dan melipat sajadahnya bergegas pergi ke bandara untuk menjemput orangtuanya. Perjalanan Aleta sempat terhambat oleh macetnya jalan ibukota. Setibanya di bandara, Aleta mencari keberadaan orangtuanya dengan mengelilingi ruang tunggu bandara.
"Mama sama papa dimana ya?" tanya Aleta celingukan mencari keberadaan orangtuanya.
"Assalamualaikum mah, Aleta udah sampai di bandara nih, mama sama papa dimana ya?" tanya Aleta di telepon.
"Wa'alaikumsalam, sekarang kamu dimana nak?" tanya ibunya.
"Aku di ruang tunggu bandara nih, mama sama papa dimana?, kok Aleta gak liat mama sama papa disini ya?" tanya Aleta.
"Kalau enggak kamu tunggu di depan pintu masuk bandara aja nak, nanti mama sama papa kesana, kalau ketemuan disini susah nak, karena disini juga banyak orang, tunggu pas depan pintu masuk aja Al" pinta ibunya.
"Iya mah" ucap Aleta mematikan panggilan teleponnya dan menuju tempat yang mereka janjikan untuk bertemu.
"Ayok pah kita ke depan pintu masuk bandara ini aja, tadi mama minta Aleta buat tunggu disana, soalnya disini banyak orang juga kasian Aleta mencari kita gak ketemu-ketemu" ucap ibu Aleta mengajak suaminya.
"Iya mah" ucap ayah Aleta menatap istrinya dan berjalan menuju tempat dimana Aleta menunggu dan membawa kopernya.
Aleta menunggu di depan sembari bersandar di dinding. Tak lama kemudian orangtuanya pun tiba.
"Al" panggil ibunya.
"Mama" ucap Aleta yang langsung memeluk ibunya.
"Gimana liburan kamu sama Grizelle nak?, tempatnya bagus gak Al?" tanya ibunya.
"Tempatnya bagus banget mah, tapi aku cuma menginap satu hari doang disana sama Grizelle karena badan aku pada keseleo mah tidur di tenda terus Grizelle juga harus berangkat ke Thailand melanjutkan pendidikannya mah di Chulalongkorn University katanya sih" ucap Aleta.
"Chulalongkorn University?" tanya ibunya.
"Iya mah" ucap Aleta menganggukkan kepala.
"Itu bukannya universitas terkemuka di Thailand ya Al?" tanya ibunya.
"Kata Grizelle sih kemarin gitu mah, emang kenapa mah?" tanya Aleta.
"Wah hebat sekali Grizelle bisa masuk di universitas itu, saingannya kan berat banget untuk masuk ke universitas itu" ucap ibunya.
"Iya mah, ya udh yuk mah kita pulang, mama sama papa pasti lelah kan?" tanya Aleta yang menyelip di tengah-tengah ayah dan ibunya sembari merangkulnya tersenyum menatap bergiliran.
"Iya nak" ucap ibunya tersenyum menatap Aleta.
"Sini mah biar Aleta aja yang bawa kopernya" ucap Aleta tersenyum dan langsung menarik koper yang ibunya bawa.
Aleta pun berjalan mendahului kedua orangtuanya sembari memikirkan semua kejadian yang terjadi padanya.
"Bagaimana jika mama sama papa tahu kalau aku sedang mengandung?, gimana kalau mereka tanya ini anak siapa?, aku juga gak tahu ini anak siapa?, aku gak tahu kenapa aku bisa hamil, seseorang bisa hamil kan karena melakukan hubungan suami istri, sedangkan aku tidak pernah melakukannya, aku baru melakukannya sama mas Hasan itu pun saat aku sudah hamil beberapa minggu, mama sama papa gak boleh sampai tahu kalau aku sedang hamil, mama sama papa boleh mengetahuinya ketika mas Hasan sudah menjadi suami ku nanti, maafkan Aleta mah, pah, Aleta harus melakukan hal ini, Aleta tidak ingin kalian sedih jika mengetahui ada laki-laki tak bertanggungjawab yang telah menghamili Aleta dan pergi begitu saja bahkan Aleta tidak pernah mengetahui siapa laki-laki yang sudah berbuat hal ini pada Aleta" batin Aleta meneteskan air matanya.
Aleta menghapus air matanya dan melanjutkan perjalanan menuju mobilnya terparkir. Aleta memasukkan barang-barang orangtuanya ke dalam bagasi dan pulang ke rumah.