
"Pieter, bisakah kamu ke rumah saya sekarang?" tanya Alderts.
"Bisa om, baik saya kesana sekarang om" ucap Pieter.
"Oke, saya tunggu" ucap Alderts.
"Siap om" ucap Pieter.
15 menit kemudian Pieter pun tiba di rumah Alderts.
"Assalamualaikum om" ucap Pieter mengetuk pintu rumah Alderts.
"Wa'alaikumsalam, cari siapa ya mas?" tanya Sarah membukakan pintu.
Sarah dan Pieter pun diam mematung dan saling menatap satu sama lain.
"Siapa yang datang Sarah?" tanya Alderts dari arah belakang.
"Pieter, ayok masuk nak" ucap Alderts memegang bahu Pieter dan membawanya ke dalam rumahnya.
"Iya om" ucap Pieter.
Pieter terus menatap mata Sarah begitupun sebaliknya.
"Saya tinggal sebentar ya, kalau mau minum ambil sendiri aja" ucap Alderts.
"Iya om" ucap Pieter.
"Sarah, kamu tunggu sini saja, temani Pieter" ucap Alderts.
"Iya pah" ucap Sarah.
"Pit, mau minum apa?" tanya Sarah gugup.
"Hm, apa aja" jawab Pieter.
"Oh oke, tunggu sebentar biar gw buatin minum buat lu dulu" ucap Sarah.
"Iya" ucap Pieter.
"Ya Allah itu cowok kenapa sempurna banget sih" ucap Sarah memegang hatinya serta menggigit bibir bawahnya salah tingkah.
Ketika Sarah sedang membuatkan minum untuk Pieter, ada tangan yang tiba-tiba datang memeluknya dari belakang. Sarah yang terkejut pun sontak berusaha melepaskan tangan itu namun tangan itu sangat kuat memeluk pinggangnya hingga ia kesulitan melepaskan tangan itu dari pinggangnya.
"Kamu siapa sih? gak sopan banget meluk orang kayak gitu, lepasin gak" ucap Sarah pada laki-laki itu sambil masih berusaha melepaskan tangan itu.
Lelaki itu mendekatkan wajahnya pada wajah Sarah dan ingin mencium lehernya namun Pieter datang dari belakang dan menarik laki-laki itu menuju ke halaman rumah Alderts.
"Pieter" ucap Sarah yang menyadari jika Pieter datang untuk menolongnya.
"Sini lu ikut gw" ucap Pieter pada laki-laki itu dan menarik kerah baju laki-laki itu.
Laki-laki itu pun hanya mengikuti langkah kaki Pieter karena bajunya ditarik oleh Pieter hingga dasi yang ia kenakan mencekik lehernya.
Sesampainya di luar Pieter pun mendorong laki-laki itu hingga jatuh tersungkur. Laki-laki itu batuk-batuk dan memegangi lehernya.
"Jangan pernah ganggu Sarah lagi atau lu akan berurusan sama gw paham!" ucap Pieter menunjuk serta mendorong laki-laki itu.
"Ada apa Pieter?" tanya Alderts yang tiba-tiba datang dari belakang.
"Ini om, tadi dia bersikap kurang ajar sama Sarah, untung saya datang sebelum dia ngapa-ngapain Sarah" ucap Pieter.
"Benar begitu Sarah?" tanya Alderts.
"Iya pah" ucap Sarah.
"Aldo, kamu saya pecat, pergi sekarang juga dari rumah saya atau saya laporkan kamu ke pihak berwajib karena ingin berbuat tindakan asusila pada putri saya Sarah" ucap Alderts.
Aldo pun segera pergi dari sana dan menatap tajam Pieter dengan tatapan dendam pada Pieter. Pieter pun menatap Aldo tajam.
"Pieter" panggil Alderts.
"Iya om" ucap Pieter.
"Terimakasih ya, karena kamu sudah menolong putri saya" ucap Alderts.
"Iya om sama-sama" ucap Pieter tersenyum.
Sarah pun tersenyum kecil karena hatinya sedang berbunga-bunga atas perlakuan manis Pieter padanya.
"Sarah" panggil ayahnya.
"Iya pah" ucap Sarah.
"Bilang makasih dong sama Pieter" ucap
Alderts.
"Iya pah" ucap Sarah.
"Pieter, makasih ya, karena tadi kamu udah nolongin aku.
"Iya Sarah sama-sama" ucap Pieter tersenyum pada Sarah.
Senyum manis Pieter membuat hati Sarah semakin tidak karuan. Hatinya berbunga-bunga dan seakan-akan ada kupu-kupu terbang di dalam perutnya. Kebahagiaan memuncak tengah Sarah rasakan saat ini. Sarah tersenyum dan menggigit bibir bawahnya.
"Sarah, kamu kenapa?" tanya Pieter yang melihat Sarah tersenyum sendiri.
Sarah yang terkejut pun sontak menjawab "engg-enggak apa-apa kok" dengan terbata-bata.
"Oh gitu" ucap Pieter.
"Sekarang lebih baik kita masuk ke dalam" ucap Alderts.
"Iya om" ucap Pieter.
"Tapi om, ibu saya bagaimana?" tanya Pieter.
"Jemput saja, biar kita buka puasa bersama, setiap bulan ramadhan saya memang selalu mengadakan buka puasa bersama dengan seluruh pegawai saya terkadang juga dengan teman-teman Sarah" ucap Alderts.
"Oh gitu ya om" ucap Pieter.
"Biar saya antarkan kamu menemui ibu mu" ucap Alderts.
"Gak usah repot-repot om, biar saya sendiri saja yang akan menjemput ibu" ucap Pieter.
"Tidak apa, biar saya antarkan saja" ucap Alderts.
"Baik om" ucap Pieter.
"Oh iya, kalau kamu mau ajak teman-teman kamu juga gak apa-apa, ajak aja" ucap Alderts.
"Oke pah" ucap Sarah tersenyum.
"Sarah, papah sama Pieter pergi dulu ya assalamualaikum" ucap Alderts.
"Iya pah wa'alaikumsalam" ucap Sarah mencium punggung tangan Alderts.
"Assalamualaikum" ucap Pieter tersenyum.
"Wa'alaikumsalam" jawabnya tersenyum.
15 menit kemudian mereka pun tiba di rumah Pieter.
"Assalamualaikum mah" ucap Pieter membuka pintu rumahnya.
Pieter langsung menuju kamar ibunya dan mencium punggung tangan ibunya.
"Mah, ikut Pieter yuk, kita buka puasa bersama di rumah tuan Alderts, bos Pieter" ucap Pieter.
Ibunya hanya mengangguk dan Pieter pun menggendong ibunya ke mobil sedangkan Alderts membantu membawakan kursi roda milik ibu Pieter.
Alderts pun langsung membukakan pintu mobilnya untuk Pieter.
Mereka kembali ke rumah Alderts untuk buka puasa bersama.
"Ji, aku mau adakan buka bersama di rumah, kamu bisa datang gak?" tanya Sarah via WhatsApp.
"Bisa kok, ya udah nanti gw kesana" jawab Aji.
"Oke" ucap Sarah.
"Kak Ika, aku mau adakan buka bersama di rumah aku, kak Ika, kak Shiva dan kak Azeer, mamah sama papah kak Ika bisa datang gak?" tanya Sarah via WhatsApp.
"Kalau aku sih bisa, kalau mamah sama papah gak bisa karena mereka belum pulang, masih di Singapura, kalau Shivanya sama Azeer gak tahu deh, nanti coba aku tanyakan ke mereka, kalau bisa nanti kita bertiga langsung kesana" ucap Fredericka.
"Oke kak" ucap Sarah.
"Assalamualaikum mah, mamah bisa datang ke rumah papah gak? papah lagi mengadakan acara buka puasa bersama mah" ucap Sarah via WhatsApp.
"Wa'alaikumsalam, oke nak, nanti mamah sama papah usahakan datang ke acara kamu dan papah kamu" ucap Kinara.
"Oke mah" ucap Sarah.
"Assalamualaikum" ucap Gavin mengetuk pintu rumahnya.
"Wa'alaikumsalam, mamah, papah, kok udah pulang?, cepat banget liburannya?" tanya Shivanya membukakan pintu.
"Emangnya kamu dek, maunya lama" timpal Fredericka tertawa kecil dari belakang.
"Hehehe, kan enak liburan" ucap Shivanya.
Hm.
"Ayok mah, pah masuk" ucap Fredericka.
"Iya sayang" ucap ayahnya.
"Sebentar mah, pah, Ika ambilkan minum dulu" ucap Fredericka.
"Iya nak" ucap Gavin tersenyum.
"Mah, pah ini minumnya" ucap Fredericka tersenyum.
"Makasih ya nak" ucap Gavin tersenyum.
"Iya pah sama-sama" ucap Fredericka.
"Mah, pah, aku, mas Azeer sama kak Ika mau ke rumah Sarah, buka puasa bareng di rumah Sarah, mamah sama papah mau ikut gak?" tanya Shivanya.
"Enggak nak, kalian bertiga saja ya, mamah sama papah dirumah saja" ucap Gavin.
"Kita jalan ya mah, pah, assalamualaikum" ucap Shivanya tersenyum mencium punggung tangan orangtuanya.
"Wa'alaikumsalam" ucap orangtuanya kompak.
"Assalamualaikum mah, pah" ucap Fredericka tersenyum.
"Wa'alaikumsalam sayang" ucap Fredericka tersenyum.
"Assalamualaikum mah, pah" ucap Azeer mencium punggung tangan orangtuanya.
"Wa'alaikumsalam nak, jagain istri sama kakak kamu ya nak" ucap orangtuanya.
"Siap pah" ucap Azeer mengangkat tangannya.