Sarah

Sarah
Hari Pernikahan NJ



Setelah kematian Sarah, Julian mengurus surat dan langsung menikah dengan Nadia.


'Kurang ajar ya kamu mas, aku tahu kamu gak pernah cinta sama aku tapi tidak dengan cara membunuh ku' ucap roh Sarah yang masih gentayangan karena belum bisa kembali dengan tenang dengan tatapan penuh amarah.


Malam harinya Sarah pergi ke kamar Nadia untuk membalaskan dendamnya.


Nadia... Nadia... Nadia... panggil Sarah berulang kali dengan suara khas hantu yang menyeramkan.


Siapa? tanya wanita dengan matanya yang masih tertutup.


'Aku Sarah, kamu harus mati Nadia, karena kamu mas Julian membunuh ku kalian tidak pantas untuk hidup' ucap Sarah mencekik leher Nadia yang masih setengah tertidur.


Sarah yang tidur telentang gelagapan karena lehernya yang dicengkeram sangat kuat oleh Sarah hingga matanya terbelalak keatas. Sarah mengangkat leher Nadia hingga tubuhnya melayang di udara lalu Sarah melemparkan tubuh Nadia ke arah meja riasnya hingga kacanya pun pecah, tidak sampai disitu saja Sarah juga menarik rambut Nadia dan berulang kali membenturkan kepalanya ke dinding kamar. Seluruh benda yang ada di sekitarnya pun ikut beterbangan. Satu vas bunga keramik di kamarnya itu terbang dan mengenai kepala belakang Nadia serta pecahan kaca pun juga ikut beterbangan dan menancap di tubuh Nadia. Nadia pun terjatuh dengan matanya yang terbelalak melihat ke atas.


Setelah Nadia tak berdaya lagi, Sarah meninggalkannya dan pergi ke kamar Julian untuk membalaskan dendamnya pada Julian.


Sarah membuka mata Julian yang sedang tertidur hingga saat Julian terbangun dapat melihat Sarah yang sekarang sudah menjadi hantu karena perbuatan jahat Julian.


'Mas Julian, bangun mas, temui istri mu ini' ucap Sarah tersenyum dengan tatapan mata menyeramkan.


'Sarah? kok kamu bisa ada disini? kan kamu udah mati, ngapain kamu kesini? balik sana ke alam kau, ini udah bukan alam kamu lagi' ucap Julian ketakutan dengan suara gemetar.


Aku mau jemput kamu untuk ikut bersamaku mas.


Jangan sembarang bicara kamu ya, alam kita berbeda sekarang.


Memang, aku tahu itu, makanya aku kesini untuk menyamakan alam kita.


Apa maksudmu?


Sarah menarik paksa jiwa Julian untuk keluar hingga tubuhnya bergetar, setelah Sarah berhasil mengeluarkan jiwa Julian dari dalam tubuhnya pun terjatuh.


Kenapa aku ada 2? tanya Julian panik melihat tubuhnya yang menutup mata sedangkan ia tengah bersama dengan Sarah.


'Sekarang alam kita sama mas, kamu sudah mati sama seperti ku, ayok kita pergi' ucap Sarah tersenyum.


'Enggak, besok hari pernikahan ku sama Nadia, aku gak mau mati, gak mau' ucap Julian sedih dan terjatuh.


'Mas' panggil Nadia yang sekarang telah menjadi sosok hantu juga sepertinya.


'Nadia' ucap Julian memeluk Nadia.


Nadia maafkan aku kita tidak bisa menikah karena saat ini aku telah meninggal dunia.


Dunia kita sama mas.


Apa maksudmu?


Saat ini aku juga telah tiada sama seperti mu.


Sarah pergi dari sana dengan tersenyum karena ia berhasil menggagalkan pernikahan mereka.


'Saat ini aku juga telah meninggal dunia mas' ucap Nadia.


Karena Sarah? iya?


Iya mas.


Kurang ajar wanita itu.


'Itu bukan salah Sarah mas tapi salah kita, jika aku tidak datang ke dalam kehidupan mu lagi mungkin saat ini Sarah masih hidup dan kamu tidak pernah membunuhnya, jangan salahkan dia mas, kita yang salah bukan dia' ucap Nadia.


Kamu benar Nadia.


Sekarang lebih baik kita cari Sarah, kita minta maaf sama dia karena kita, dia meninggal dunia, aku takut dia menjadi jahat dan menghabisi banyak nyawa yang tak bersalah karena perbuatan buruk kita padanya.


Iya mas.


Nadia dan Julian pun pergi untuk mencari Sarah dan meninggalkan tubuh mereka yang sudah tidak bernyawa lagi.


'Sarah, tunggu' ucap Julian.


Ada apa mas? tanya Sarah.


Aku sama Nadia minta maaf ya sama kamu, aku sadar kok, aku salah, tidak seharusnya aku membunuh kamu hanya karena ingin menjalin kasih kembali bersama dengan Nadia.


'Iya Sarah, aku juga minta maaf banget ya sama kamu, karena aku sudah menjadi duri di pernikahan kalian, aku tidak dendam karena kamu membunuh ku, membunuh mas Julian karena itu memang salah kami, kami pantas untuk mendapatkan perlakuan itu dari kamu karena apa yang kami lakukan ke kamu juga sudah tidak manusiawi, aku minta maaf banget Sarah sama kamu' ucap Nadia dengan nada sedih dan memegang tangan Sarah.


Syukur deh kalau kalian sekarang udah sadar atas perbuatan kalian.


'Kita minta maaf Sarah' ucap Julian.


Kalau kalian mau, aku bisa mengembalikan kalian ke tubuh kalian asal jangan ada lagi nyawa yang melayang, jika kalian melakukan hal itu lagi, aku tidak akan segan-segan untuk menghabisi kalian.


Apa maksudmu Sarah? bukankah saat ini aku dan mas Julian telah mati? tanya Nadia.


'Itu semua hanya ilusi alam bawah sadar kalian, kalian masih hidup dan belum mati, sekarang ikut aku' ucap Sarah berjalan di depan mereka.


Nadia dan Julian pun berjalan mengikuti Sarah.


Lihatlah, kalian tengah tertidur, aku hanya bermain pada ilusi kalian membuat kalian seolah telah meninggal dunia padahal kalian sedang tertidur.


Jadi maksud kamu ini itu cuma mimpi kita? bukan kenyataan? kamu tidak membunuh kami?


'Kejahatan jika dibalas dengan kejahatan tidak akan berujung Nadia' ucap Sarah tersenyum.


'Mas Julian bangunlah' ucap Sarah menepuk tubuh Julian.


Julian pun tersadar dengan tubuhnya yang tertarik ke atas. Nadia yang melihat Julian membuka matanya pun dibuat terkejut, Sarah mengajak Nadia untuk pergi ke dalam kamarnya.


Kenapa kamar ku rapih? tadi kan berantakan? kenapa tubuh ku tengah tertidur diatas ranjang tadi kan tergeletak di lantai? tanya Nadia kebingungan.


Sudah ku bilang bukan jika itu hanya sebuah ilusi semata?


'Tttapii' ucap Nadia terbata-bata.


Sekarang bangunlah untuk membuktikan ucapan ku. Nadia terbangun dengan tubuhnya yang tertarik ke atas, lalu Sarah pergi dari sana dengan tersenyum. Tak lama kemudian ada suara ketukan pintu.


'Nadia, buka pintunya Nad' ucap Julian mengetuk pintu.


Iya mas, tunggu, ada apa mas?


'Tadi aku mimpi aneh banget, aku mimpi meninggal dunia karena Sarah' ucap Julian.


Sama mas, aku juga mimpi kayak gitu tadi.


Kok kita bisa mimpi samaan ya?


Gak tahu mas.


Bangun tadi juga badan ku rasanya kayak lemas gitu.


Sama mas aku juga, ya sudah lupakan saja, itu kan hanya mimpi, tidak usah dipikirkan, sekarang lebih baik kita siap-siap untuk akad nikah kita.


Iya sayang.


Julian dan Nadia pun melangsungkan pernikahan, disana juga terdapat jiwa Sarah yang tersenyum dengan tatapan mata sedih menyaksikan pernikahan mereka, setelah mengucapkan selamat, Sarah pergi dari sana.


'Selamat ya mas atas pernikahan kamu dengan Nadia, wanita yang sangat kamu cintai, akhirnya kamu bisa bersama dengan wanita yang sangat kamu cintai itu tidak seperti ku yang tidak bisa bersama dengan pria yang aku cintai, sekali lagi selamat ya mas, ya walaupun kamu gak bisa melihat kehadiran ku disini dan mendengar ucapan selamat yang aku berikan, aku pergi ya mas, assalamualaikum' ucap Sarah dengan tatapan mata sedih dan tersenyum lalu pergi dari sana.