Sarah

Sarah
Iqbal Meninggal



Sepulangnya dari makam Lia, Iqbal sempat mengalami frustasi. Dia bahkan menyakiti putra dan putrinya sendiri. Putra dan putrinya yang merasa sangat ketakutan berlari keluar rumah dan menabrak tubuh warga sekitar. Warga memeluk dan menghibur mereka. Warga pun menelpon rumah sakit jiwa untuk membawa Iqbal agar tidak mencelakai anak-anaknya lagi, salah satu warga membawa anak Iqbal ke rumahnya. Ia pun menelepon ketua RT untuk membantunya mengunci pintu agar Iqbal tidak keluar dan melukai orang lain.


Staf rumah sakit jiwa langsung membawa Iqbal. Iqbal dirawat di rumah sakit dan putra-putrinya dirawat oleh ketua RT yang tidak memiliki anak.


Iqbal yang tiba di rumah sakit jiwa itu terpisah dari pasien lain. Petugas mengikat tangan Iqbal agar Iqbal tidak kabur menyakiti orang lain. Iqbal yang melawan bahkan mendorong salah satu petugas hingga mengalami pendarahan di kepalanya. Kemudian dokter menyuntik Iqbal dengan obat bius. Iqbal yang tidak sadarkan diri langsung diikat dan dilakukan pemeriksaan agar diberikan penanganan yang tepat.


Setelah diberi obat oleh dokter, Iqbal terbangun dan meneteskan air matanya serta berteriak keras menyebut nama “Lia”, dokter yang mendengarnya menghubungi keluarganya, untuk membawa seseorang bernama Lia, yang dimaksud pasien dengan harapan kondisi mentalnya membaik dan pulih. Putra Iqbal yang mengetahui kisah cinta masa lalu ayahnya itu pun menceritakan bahwa Lia sudah lama meninggal dunia. Kini dokter tahu mengapa Iqbal mengalami gangguan jiwa karena wanita yang dicintainya telah meninggal dunia.


Saat waktu makan malam petugas melepaskan ikatan tangan Iqbal dan langsung menutup pintu. Ada nasi, lauk pauk, buah-buahan, dan susu.


Petugas menaruh pisau untuk memotong buah. Namun Iqbal yang tiba-tiba melihat bayangan Lia, mendadak histeris lagi dan langsung mengiris urat nadinya sendiri. Ketika petugas memasuki kamar Iqbal, ia melihat banyak genangan darah di lantai dan melihat Iqbal terbaring dengan pisau di tangannya dan luka di pembuluh darahnya.


Dokter pun menghubungi keluarga Iqbal dan mengabarkan bahwa Iqbal telah meninggal dunia. Mereka pun mengantarkan jenazah Iqbal ke rumahnya. Putra dan putri Iqbal menyambut kedatangan jenazah ayahnya dengan air mata dan pelukan. Iqbal dimakamkan di sebelah makam Lia.


Bahkan putra dan putrinya yang sangat mencintai Iqbal tidak mau pulang bersama ketua RT. Mereka ingin bersama ayah mereka sambil memeluk makam ayahnya yang masih basah itu. Ketua RT meraih bahu mereka dan memeluknya serta mengusap puncak kepala mereka.


“Jika kamu mencintai ayahmu, kamu harus bisa melepaskannya agar ayahmu bisa beristirahat dengan tenang di atas sana” kata kepala RT sambil memeluk mereka dan menatap langit sambil tersenyum.


Putra dan putri Iqbal tiba-tiba menengadah ke langit dan tersenyum.


Mereka pulang dan tinggal di rumah ketua RT.


Keluarga Alderts dan Sarah sekarang ada di sana, tersenyum menyambut kehadiran Iqbal.


Iqbal yang bertemu Lia langsung berlutut dan meminta maaf kepada Lia atas segala kesalahannya.


"Lia, maafkan aku, maafkan aku selama ini aku benar-benar jahat padamu, maafkan aku Lia' kata Iqbal sambil menangis di bawah kaki Lia.


Lia pun membangunkan Iqbal dan mendekatinya.


Iqbal yang mendengarnya tersenyum dan langsung memeluknya. Sarah, Love, Dimas, Rafly dan Dinda yang juga ada di sana mengolok-olok mereka.


Kini Iqbal dan Lia telah bersatu dalam dimensi yang berbeda. Mereka tidak bersatu ketika mereka masih hidup tetapi mereka bersatu kembali setelah mereka meninggal.


Kisah cinta Iqbal dan Lia membuat Sarah merasa sangat sedih. Sampai saat ini, dia masih belum bisa menemukan keberadaan Pieter meskipun Pieter dimakamkan di sampingnya tetapi dia tidak pernah bertemu Pieter. Dia tidak tahu ke mana Pieter pergi.


Lia yang menyadari Sarah sedang bersedih saat ini pun menghampiri dan memeluknya. Sarah memejamkan matanya di pelukan Lia dan menggigit bibir bawahnya sendiri. Dia memberitahu semua pada Lia bahwa dia sangat merindukan Pieter dan Fredericka.


"Kak aku kangen banget sama Pieter dan kak Ika" ucap Sarah di dalam pelukan Lia.


Lia pun mengelus punggung Sarah dan mengatakan bahwa dia juga merindukan Fredericka tapi entah kenapa Fredericka sudah menghilang sampai sekarang, jasadnya masih belum bisa ditemukan, hanya baju yang dikenakan Fredericka saja yang ditemukan.


Sarah mengira sahabatnya Fredericka masih hidup, tapi Lia menjelaskan kalau Fredericka masih hidup itu tidak mungkin karena sudah sangat lama sekali, semenjak kejadian menghilangnya Fredericka, dia tidak pernah datang sama sekali.


Namun menurut Sarah, Fredericka sudah melupakan dirinya dan Lia sehingga tidak pernah melihat mereka. Lia tidak tahu pasti di mana Fredericka saat ini. Apakah Fredericka masih hidup atau tidak? jika dia masih hidup kenapa dia tidak bertemu dengan Lia dan Sarah? tidak mungkin Fredericka akan bertahan hidup di laut selama bertahun-tahun. Mereka hanya bisa menebak di mana Fredericka berada dan terus mencarinya.


Sarah dan Lia berpelukan untuk meredakan sedikit rasa sakit di hati mereka. Kinara dan Sinta datang memeluk Sarah dari belakang, begitu pula Iqbal.


''Kak Ika, kakak bukan hanya sekedar guru bagiku tetapi juga seperti saudara perempuanku, sahabatku, dan juga seperti keluargaku. Kamu adalah separuh dari hidupku. Kemana kamu pergi? kenapa menghilang bagaikan ditelan samudera? Tidak ada yang dapat menemukan tubuh kamu dan kami juga tidak dapat menemukan keberadaan kamu hingga saat ini. Aku sangat merindukanmu kak Fredericka Nerissa, dan untuk kamu Pieter, aku akan selalu mencintaimu, tolong kembalilah. Aku sangat merindukan kalian'' kata Sarah sambil menatap langit dengan tatapan mata sendu.


''Fre, kamu adalah orang yang sangat baik padaku, kamu selalu membantuku, menemaniku, selalu menghiburku, dan selalu membangunkanku ketika aku jatuh. Kamu dimana Fre? kembalilah Fre, aku mohon Fre, kamu bukan hanya sekedar teman bagiku tapi kamu juga aku anggap sebagai keluargaku sendiri, karena memang kamu satu-satunya yang tersisa setelah semua keluargaku meninggal dalam kecelakaan mobil. Anda membantu keluarga saya, kamu menyelamatkan aku dari kematian kala itu dan sejak itu kita bersahabat. Kita bertemu secara tidak sengaja dan mengapa berpisah juga mengapa tanpa sebab dan akibat? Fre, dimana kamu Fre? aku sangat merindukanmu, aku ingin kita selalu bersama Fre. Jangan tinggalkan aku Fre, jangan tinggalkan Sarah juga Fre, kami membutuhkanmu Fre'' kata Lia sambil menatap langit dengan tatapan mata sendu.


''Ya Tuhan, di mana tepatnya kak Fredericka berada? dan kemana Pieter pergi? saya sudah mencari mereka untuk waktu yang lama tetapi tidak dapat menemukannya. Ya Tuhan, bawa kami kembali untuk bertemu dengan kak Fredericka dan satukan aku kembali dengan Pieter, aamiin" kata Sarah sambil terisak.


Sarah dan Lia kembali berpelukan untuk menenangkan diri satu sama lain karena sama-sama merindukan seseorang yang berarti untuk mereka yaitu Fredericka Nerissa.