Sarah

Sarah
Temen Gaib 1



Ketika sedang meratapi nasibnya yang malang itu terdengar suara seorang wanita yang memanggil namanya dari arah belakang.


"Shivanya" ucap mbak Feby.


"Iya kak" jawabnya di sela isak tangisnya.


''Mengapa anda tidak melawan mereka? kenapa kamu diam saja saat diperlakukan seperti itu Shivanya, kamu harus melawan mereka, jangan biarkan mereka menjatuhkanmu seperti itu, aku melihat semuanya dari belakang sana'' ucap mbak Feby menunjuk ke balik pepohonan.


''Tidak apa-apa kak, tapi bagaimana aku mendapatkan ikat rambut ku di atas genteng di sana?'' tanya Shivanya menatap loteng sekolahnya.


''Udah kamu tunggu dirumah kakak saja ya nanti ikat rambut kamu biar kakak saja yang mengambilkannya'' ucap mbak Feby.


''Tapi kak, aku malu kalau harus keluar dengan rambut yang tida di ikat seperti ini" ucap Shivanya memegangi rambutnya.


''Hm, ya sudah kalau kamu malu dengan rambut mu yang tidak di ikat itu, kamu tunggu di kelas saja, semua siswa sudah pulang, sekolah juga sudah sepi sehingga tidak ada satu orang pun yang bisa melihatmu seperti itu" ucap mbak Feby.


''Hm iya kak" ucap Shivanya berlari ke kelasnya.


Setelah memastikan Shivanya jauh dari tempatnya, mbak Feby mengambilkan ikat rambut Shivanya. Seketika kakinya melayang di udara seperti seseorang yang tengah terbang tinggi, wajah mbak Feby pun berubah menjadi pucat pasi seperti mayat hidup, rambutnya yang terurai panjang berkibar tertiup oleh kencangnya angin.


''Shivanya" panggil mbak Feby menghampiri.


''Iya mbak" ucap Shivanya.


''Ini ikat rambut kamu" ucap Shivanya.


''Terima kasih kak, tapi kak, bagaimana cara kakak mendapatkan ikat rambut ini? atap sekolah itu sangat tinggi kak" ucap Shivanya.


“Terbang lah bagaimana lagi coba cara aku mengambilnya selain terbang, pakai tangga gitu? aku kan setan kalau hanya seperti itu merupakan hal yang sangat mudah untuk aku lakukan haha” ucap mbak Feby dalam hatinya.


''Kamu tidak perlu tau bagaimana cara kakak untuk mengambilnya, yang penting ikat rambut kamu balik kan?" tanya mbak Feby tersenyum.


''Hm iya kak" ucap Shivanya.


''Ya sudah, sekarang kamu pakai ikan rambut mu itu, cepatlah pulang, tadi aku melihat bibimu sudah menunggu di luar" ucap mbak Feby.


''Iya, terima kasih kak" ucap Shivanya.


''Iya sayang, kamu hati-hati di jalan ya dek, kakak langsung pulang ya assalamualaikum" ucap mbak Feby.


''Iya kak wa'alaikumsalam, hati-hati juga di jalan juga ya kak" ucap Shivanya tersenyum.


''Iya" ucap mbak Feby tersenyum.


"Kamu bicara dengan siapa Rissa?" tanya bibinya.


''Sama mbak Feby tante" ucap Shivanya.


''Feby? Feby siapa Shivanya? tante tidak melihat siapa pun disamping kamu kecuali tante" ucap tantenya menengok sekelilingnya.


''Ada mbak Feby tante" ucap Shivanya.


''Ya sudah sekarang kita pulang ya sayang" ucap tantenya menuntun Shivanya untuk masuk ke dalam mobilnya sambil terus menatap sekeliling terheran dengan ucapan Shivanya tadi.


''Iya tante" ucap Shivanya.


''Kamu mandi dulu ya sayang terus ganti baju, tante mau masak dulu" ucap bibinya.


''Iya tante" ucap Shivanya.


“Kenapa sikap Shivanya aneh banget ya?, kemarin di rumah tetangga dia bilang banyak banget orang padahal itu kan rumah kosong dan penghuninya sudah lama meninggal dunia jadi tidak mungkin ada orang yang tinggal di dalam rumah itu, lalu tadi dia berbicara sendirian, tapi dia bilang dia berbicara sama mbak Feby, padahal aku melihat tidak ada orang selain aku dan Shivanya, aneh banget nanti aku cari tahu" kata bibinya dalam hati.


"HUFT!!, untungnya ayamnya tidak gosong, karena aku memikirkan tingkah aneh Shivanya, aku lupa kalau aku sedang memasak" kata bibi Shivanya sambil menepuk keningnya.


''Tante" panggil Shivanya.


''Ya bibi" ucap Shivanya.


''Nah udah matang nih, mari kita makan bersama, oke" ucap bibinya.


''Ya bibi" ucap Shivanya.


''Nasinya kurang gak Rissa ? apa yang kamu inginkan sayang? usus? ikan teri? tempe mendoan? telur dadar? apakah kamu suka sayuran asam? biar bibi ambilkan" ucap bibinya.


''Bibi, nasinya segitu aja, aku ingin sayur asam, teri, dan tempe itu saja" ucap Shivanya.


''Tidak ingin usus? ambillah sayang" ucap tantenya.


''Kebanyakan lauknya bibi" ucap Shivanya.


''Tidak apa-apa, makan saja" ucap bibinya.


''Iya tante, terima kasih tante" ucap Shivanya.


''Bibi, Shivanya mau ke kamar langsung ya mau nonton Spongebob Squarepants" ucap Shivanya.


''Ya sayang" ucap bibinya.


"Assalamualaikum kak" kata bibi Shivanya memulai obrolan dengan ibu Shivanya.


''Wa'alaikumsalam, ada apa? oh iya saya dan suami saya lagi perjalanan pulang nih" ucap ibu Shivanya.


''Hm iya kak, kak aku mau cerita tentang keanehan Rissa deh selama di rumahku" ucap tantenya.


''Ada apa dengan Rissa? apakah dia nakal?" tanya ibu Shivanya.


''Tidak, aku hanya bingung dengan tingkahnya yang sangat aneh" ucap tantenya.


''Aneh kenapa?" tanya ibu Shivanya.


''Kemarin dia bilang ada gadis kecil, menggandeng tangannya dan membawanya ke rumah sebelah rumah saya, padahal kan rumah itu kosong, dan penghuninya juga sudah lama meninggal, tapi Rissa bilang rumah itu ramai, di dalam rumah juga dia bilang sangat bersih dan tersusun rapi tidak ada debu sama sekali, lalu aku jemput dia di sekolah, dia ngomong sendiri kak, katanya dia ngomong sama mbak Feby tapi aku nggak lihat siapa-siapa disana kak hanya aku dan Rissa" ucap tantenya.


Mungkinkah Rissa adalah seorang anak indigo? soalnya di rumah dia juga sering ngomong sendiri, katanya ada orang tapi saya nggak lihat siapa-siapa disana" ucap ibunya.


''Indigo? apa itu kak?" tanya tantenya.


''Itu yang bisa melihat dan berkomunikasi dengan hantu" ucap ibu Shivanya.


''Seperti paranormal di TV kak?" tanya tantenya.


''Iya kurang lebih seperti itu tapi saya gak tahu juga sih gimana pastinya" ucap ibunya.


''Artinya yang dilihat dan dibicarakan oleh Rissa di sekolah dan disamping rumah ku itu adalah setan kak?" tanya tantenya.


''Ya, jika kamu tidak bisa melihatnya berarti yang dilihat Shivanya adalah hantu, tapi dia tidak bisa membedakan antara hantu dan manusia" ucap ibunya.


''Oh gitu ya kak, hm, oke jadi gak bingung lagi aku sekarang kak, aku mau bersih-bersih rumah dulu ya kak, hati-hati di jalan ya kak" ucap tantenya.


''Ya terima kasih, Rissa kemana dek?" tanya ibu Shivanya.


''Di dalam kamarnya mbak" ucap tantenya.


"Oh gitu oke, makasih ya Yu udah jagain Rissa selama ini" ucap ibunya.


"Iya mbak sama-sama" ucap tante Ayu.


"Assalamualaikum dek" ucap ibu Shivanya.


''Wa'alaikumsalam mbak" ucap tante Ayu.