
Nur yang sedang tertidur dikagetkan dengan suara pintu terbuka yang sangat keras seperti seseorang yang membukanya dengan perasaan penuh emosi.
Braaaakkk!!!
Astagfirullah kok pintunya terbuka sendiri sih? tanya Nur terkejut.
Ibu kenapa? tanya suster yang tiba-tiba muncul disampingnya.
Lho suster masuk lewat mana? kok saya gak liat ya? suster daritadi disini?
Saya baru masuk tadi bu.
Kapan sus?
Saat pintunya terbuka.
'Hah? tadi kan gak ada orang' ucap Nur kebingungan.
Tak lama kemudian suster itu pun tertawa melengking.
HIHIHI!! tawa kuntilanak sangat nyaring hingga menyakiti telinganya.
'Akh kuntilanak' ucap Nur teriak ketakutan menutup matanya.
Fredericka yang melihat jika ada hantu yang mengganggu Nur segera menarik hantu itu pergi dari sana.
Salah satu suster yang berjaga mendengar teriakan Nur dan menghampirinya.
Bu, ibu kenapa? tanya suster itu menepuk pundak Nur.
'Pergi kamu, kamu pasti jelmaan kuntilanak, pergi kamu' ucap Nur mendorong suster itu.
'Akh' ucap suster itu kesakitan saat tangannya tergores oleh kuku Nur.
Jadi kamu manusia? bukan hantu? tanya Nur.
Bukan bu.
Maaf suster saya kira hantu soalnya tadi ada suster datang disana terus berubah jadi kuntilanak makanya saya kira suster itu jelmaan kuntilanak sama kayak suster yang tadi, maaf banget ya sus, aduh saya jadi gak enak banget nih sama suster, biar saya obati yang lukanya.
Gak apa-apa kok bu, nanti saya obati sendiri, ibu istirahat saja, apa mau saya temani disini?
Iya sus, boleh, tapi suster obati lukanya saja dulu.
Iya bu, saya tinggal sebentar ya bu.
Iya sus.
Suster itu pergi meninggalkan Nur sendiri di kamarnya. Nur melihat sekeliling dengan tubuh gemetar, ia takut jika akan bertemu hantu lagi nantinya. Tak lama kemudian pun kembali terbuka dan suster yang tadi pergi mengobati lukanya kini kembali lagi ke kamar Nur dan menemaninya hingga pagi hari.
Fredericka yang melihat Nur sudah tertidur pergi dari sana untuk melunasi seluruh biaya administrasi Nur.
'Gimana caranya aku melunasi biaya administrasi ibu Nur ya? sedangkan saat ini saja aku telah menjadi hantu' ucap Fredericka sedih.
Itu kan tante Kinara ngapain ya dia disini? tanya Fredericka mengikuti Kinara.
Kinara kesana ternyata untuk menjenguk sahabatnya yang masuk rumah sakit. Jiwa Fredericka pun masuk ke dalam tubuh Kinara dan Kinara yang dibawah pengaruh Fredericka pun berjalan ke depan dan melunasi semua biaya administrasi ibu Nur, setelah Kinara membayar seluruh biaya Fredericka keluar dari tubuh Kinara.
'Suster, saya ingin melunasi biaya administrasi ibu Nur Bellanca Putri, ini uangnya' ucap Kinara yang sudah dibawah pengaruh Fredericka dengan ekspresi datar.
Baik bu, semuanya sudah lunas ya bu.
Terimakasih suster.
Setelah Kinara berjalan jauh dari sana, Fredericka keluar dan membuat tubuh Kinara tertarik ke depan. Kinara yang merasakan tubuhnya sakit pun dibuat terheran.
Kok badan ku tiba-tiba sakit banget ya? ucap Kinara pada dirinya sendiri.
'Terimakasih tante' ucap Fredericka tersenyum memeluknya lalu pergi.
Kinara pun segera pergi dari sana dan kembali ke rumahnya.
Kamu kenapa mah? tanya Rangga saat Kinara masuk ke dalam mobil.
Gak apa-apa kok pah, ya udah ayok kita pulang.
Iya mah.
Kinara dan Rangga pergi dari sana.
Pagi harinya Nur terbangun dan mencari suaminya yang tak kunjung sampai dan suster yang menemaninya pun telah pergi dari kamarnya.
Mas Danang kemana ya? kok belum sampai juga, apa dia kena macet kali ya? batin Nur bertanya-tanya.
'Siapa lagi tuh yang nyalain lagu kencang banget, ini kan rumah sakit, ganggu pasien lain dong, malah serem banget lagi deh itu lagi, bikin merinding aja deh, udah tadi kesasar di hutan, ketemu kuntilanak, ketemu kakek misterius sekarang dibikin merinding sama lagu, itu lagu kan yang biasa diputar kalau ada adegan horor di TV atau bioskop kan? aduh gak ada lagu lain apa ya? SCARY sekali, udah lah masuk aja bismillah, numpang lewat ya mbak, mas semua penunggu gaib di rumah sakit ini, gak mau ganggu kalian kok, cuma mau ketemu istri saya aja' ucap Danang lari terbirit-birit.
Saat berlari menyusuri lorong rumah sakit kaki kirinya mendadak kaku seperti ada seseorang yang memegang kakinya.
Aduh kaki gw kenapa lagi nih? tanya Danang pada dirinya sendiri panik.
Apa jangan-jangan, dia hantu lagi.
Danang perlahan melihat ke bawah kakinya untuk memastikan ada apa sebenarnya dibawah sana. Keringat dingin membasahi tubuhnya, dengan bibir yang gemetar ia perlahan melihat ke bawah. Ada tangan yang sangat pucat memegang kakinya, ia pun perlahan melihat ke belakang untuk melihat tangan siapa yang menahan kakinya. Ada seorang wanita yang berpakaian suster berwajah sangat pucat dan kaki yang hampir putus dibelakang sana memegang kakinya tersenyum menatapnya. Danang yang melihatnya pun semakin gemetar, ia ingin berlari namun suster itu memegang kakinya dengan erat, Danang pun hanya bisa pasrah dan berharap ada seseorang yang datang untuk menolongnya, tak lama kemudian ada seorang suster wanita yang memanggilnya dan suster berwajah pucat itu pun menghilang.
'Pak' ucap suster wanita menepuk pundaknya.
'Ampun mbak suster, saya gak jahat kok saya kesini cuma mau ketemu istri dan anak saya saja' ucap Danang memohon dan menutup matanya.
'Pak, bapak kenapa? pak' ucap suster itu menepuk-nepuk pundak Danang.
Danang perlahan membuka matanya menatap suster yang berada disampingnya. Saat memastikan wajah suster itu tidak pucat dan kakinya tidak melayang, ia pun menghela nafas panjang.
'Huft' hembusan nafas Danang.
Kenapa pak? kayak orang ketakutan gitu, ada apa sebenarnya? apa yang terjadi?
'Tadi saya ketemu suster mukanya seram banget, pucat banget terus ada darah gitu ngalir di keningnya, kakinya juga hampir putus, pokonya serem banget deh sus, tadi dia disitu, megang kaki saya sus' ucap Danang.
Suster ngesot maksudnya pak?
Iya sus.
'Akh bapak ini ada-ada saja, bapak terlalu sering menonton film suster ngesot mungkin makanya terbayang-bayang jika tadi ada suster ngesot' ucap suster itu tertawa kecil.
Enggak sus, saya gak bohong, tadi beneran ada suster ngesot yang megang kaki saya dibawah sana.
Ya sudah pak, saya permisi ya.
Eh sus tunggu.
Ada apa pak?
Kamar istri saya yang bernama Nur Bellanca Putri dimana ya?
Ibu Nur ada di kamar kamboja nomor 11 pak.
Oh oke makasih sus.
Sama-sama pak.
Kamboja nomor 11 bukannya kamar yang terkenal angker itu ya? aku pernah dengar cerita warga yang pernah dirawat dikamar itu katanya dia ketemu kuntilanak yang menyerupai salah satu suster disana, istriku, aku harus bawa pulang istriku segera dari sana, aku gak mau istriku kenapa-kenapa jika terlalu lama berada di dalam kamar itu.
Danang pun mengurus administrasi pulang istrinya beserta anaknya dan berlari ke kamar istrinya.
'Sus saya mau mengurus administrasi pulang pasien bernama Nur Bellanca Putri dan anak saya' ucap Danang pada suster yang berjaga.
Sebentar ya pak saya cari datanya dulu.
Oke sus.
'Biaya kamarnya sudah dilunasi pak beserta seluruh biaya rumah sakit' ucap suster itu.
Siapa yang melunasi sus?
Seorang wanita yang tidak ingin disebutkan siapa namanya.
Baik sekali dia, semoga kehidupannya selalu bahagia aamiin, makasih ya suster.
Iya pak sama-sama.
'Sayang, ayok kita keluar dari sini' ucap Danang panik.
Kenapa sih mas?
Ini kamar angker sayang.
Hah? seriusan mas?
Iya sayang, ayok, aku udah urus administrasi pulang kamu beserta anak kita, dimana kamar bayinya?
Aku gak tau mas.
'Ayok kita ambil anak kita dan segera keluar dari rumah sakit ini' ucap Danang menggendong istrinya ke atas kursi roda lalu mendorong kursi roda itu untuk menuju kamar bayi menjemput anak mereka.
Setelah mengambil anak mereka, mereka pun kembali ke rumah menggunakan taksi online yang telah Danang pesan sebelumnya.