
Di tengah perjalanan menuju penginapan, tiba-tiba Shivanya merasakan perutnya sangat sakit, ayah Shivanya yang mengemudi pun segera tancap gas untuk segera sampai di rumah sakit.
''Mah, pah, perut aku sakit banget'' ucap Shivanya kesakitan memegang perutnya.
"Sabar ya sayang, kita ke rumah sakit sekarang" ucap ibunya.
"Iya mah" ucapnya merintih kesakitan.
"Pah, ayok cepetan kasian anak kita" ucap ibu Shivanya.
"Iya mah, ini udah cepat kok" ucap ayah Shivanya.
''Mas, itu mobil kak Shiva mau kemana deh? kok belok ya? seharusnya kan lurus" ucap Sasha saat melihat mobil Shivanya berbelok arah.
"Gak tahu Sha" ucap Aji.
"Ikutin aja mas" ucap Sasha.
"Iya Sha" ucap Aji berputar arah.
Sesampainya di rumah sakit, Shiva langsung dilarikan ke dokter kandungan. Belum waktunya ia melahirkan namun dokter terpaksa mengeluarkan bayinya agar tidak terjadi masalah pada bayi dan ibunya. Shivanya melakukan operasi sesar untuk mengeluarkan kedua bayi kembarnya. Bayi kembar sepasang Shivanya berhasil terlahir dengan selamat namun Shiva masih belum sadarkan diri.
"Om, tante, kita ngapain ke rumah sakit?" tanya Sasha yang datang menghampiri orangtua Shiva bersama dengan Aji suaminya.
"Shivanya harus melahirkan dengan segera Sha karena katanya ada satu masalah di rahimnya makanya dokter cepat-cepat melakukan operasi sesar" ucap ibu Shivanya.
"Oh gitu ya tante, semoga kak Shiva dan bayinya baik-baik aja, aamiin" ucap Sasha.
"Aamiin, makasih ya Sha atas doanya" ucap ibu Shiva mengelus pundak Sasha tersenyum.
"Iya tante sama-sama" ucap Sasha tersenyum.
Tak lama kemudian suster keluar dengan membawa sepasang bayi kembar.
''Keluarga ibu Shivanya Ayuningtyas'' panggil suster.
''Kami keluarganya sus'' ucap ibu Shivanya.
Selamat ya bu, anak ibu Shivanya Ayuningtyas kembar sepasang, laki-laki dan perempuan, keduanya sehat.
Alhamdulillah, terimakasih ya Allah, lalu kondisi anak saya bagaimana sus?
Ibu Shivanya Ayuningtyas masih belum sadarkan diri kemungkinan masih di bawah pengaruh obat bius.
Oh gitu, makasih ya suster, boleh saya gendong bayinya?
Silakan.
Ayah Shivanya pun mengumandangkan adzan di telinga bayi kembar itu secara bergantian.
Sus, yang lahir duluan cewek atau cowok ya? tanya ayah Shivanya.
Cowok pak.
Kita kasih nama siapa ya pah anaknya Shivanya? atau Shivanya udah nyiapin nama tertentu untuk anaknya?
"Entahlah mah, kita namakan saja dulu, nanti kalau Shivanya tidak setuju dengan nama pilihan kita biar dia ganti sendiri aja sesuai dengan keinginannya" ucap ayah Shivanya.
Iya pah, tapi kasih nama siapa ya pah?
Kalau Bright Altezza aja tante sama Roshni Callista gimana om tante? tanya Sasha.
Oke juga, tapi apa artinya Sha?
Roshni Callista itu Roshni dari bahasa India tante artinya cahaya kalau Callista itu seingat aku artinya cantik, terampil, ulet, dan kompeten.
Kalau Bright Altezza? tanya ibu Shivanya.
Bright itu kan artinya terang kalau Altezza itu pemimpin, pekerja keras tante, gimana tante?
Oke juga, kita namakan saja anak Shivanya dengan nama Bright Altezza dan Roshni Callista, gimana pah?
Mereka pun menyerahkan kembali bayi Shivanya pada suster untuk dibawa ke kamar bayi untuk membuatnya nyaman.
Tak lama kemudian Shivanya tersadar dan menanyakan bagaimana keadaan bayinya.
Mah, pah gimana keadaan anak ku? tanya Shivanya dengan suara lemah.
Mereka sehat sayang, kembar sepasang, tadi kita juga udah kasih nama, namanya dari Sasha kalau kamu kurang suka bisa diganti saja sesuka hati mu.
Siapa namanya mah?
Bright Altezza dan Roshni Callista.
Cowok duluan mah? atau cewek duluan?
Cowok duluan sayang.
Arti namanya apa mah?
Bright itu kan artinya terang kalau Altezza itu pemimpin, pekerja keras sedangkan Roshni Callista itu Roshni dari bahasa India tante artinya cahaya kalau Callista itu seingat aku artinya cantik, terampil, ulet, dan kompeten, gimana mbak? tanya Sasha.
Oke juga, makasih ya Sha udah bantuin aku untuk mencarikan nama untuk anak ku.
'Iya mbak sama-sama, mbak istirahat saja, biar cepat pulih kan bisa cepat menggendong si kembar' ucap Sasha tersenyum.
Iya Sha.
Shivanya pun tertidur, begitupun dengan orangtuanya serta Sasha dan Aji. Ketika semuanya tertidur, jiwa Fredericka datang dan tersenyum menatap mereka.
'Selamat ya dek, atas kelahiran anak kamu, semoga jadi anak yang sholeh dan sholehah, bisa membanggakan kamu dan keluarga nantinya dan semoga panjang umur, sehat selalu' ucap Fredericka mengelus pucuk kepala Shivanya tersenyum tetapi dengan tatapan mata sedih.
Tak lama kemudian, jiwa Azeer datang dengan tatapan mata sedih menatap mereka.
'Kak Ika' panggil jiwa Azeer.
Azeer? kamu?
'Iya mbak, aku udah meninggal dunia, aku sekarang sudah menjadi arwah sama seperti mbak' ucap Azeer tersenyum sedih.
Kenapa?
Azeer kecelakaan mbak waktu itu dan meninggal di tempat.
Astagfirullah jadi Shiva melahirkan anaknya saat kamu sudah tiada?
Iya mbak.
Aku kira kamu masih di kantor makanya gak ada disini, gak taunya kamu sudah sama seperti ku.
''Iya mbak'' ucap Azeer menunduk dengan tatapan mata sendu.
''Sayang, maafin aku ya, aku gak ada disamping kamu, disaat hari kelahiran anak kita, aku menyayangimu Shiva'' ucap Azeer mengelus pucuk kepala Shiva dan mencium keningnya.
Shivanya yang merasakan jika ada tangan yang menyentuh kepalanya serta merasakan ada seseorang yang menciumnya pun terbangun, ia memanggil nama suaminya.
''Mas Azeer, mas Azeer tadi itu kamu kan? mas Azeer kamu ada dimana sekarang? aku tau kamu ada disini kan? aku mohon mas, aku ingin ketemu sama kamu, kamu dimana mas? kenapa aku gak bisa melihat kehadiran kamu disini? kenapa aku hanya bisa merasakan kehadiran mu saja? dan kak Ika, aku tahu, kakak ada disini juga kan? kenapa kalian gak mau bertemu dengan ku? kenapa kalian tidak mengizinkan ku untuk melihat kehadiran kalian walaupun hanya sesaat saja, kenapa kak Ika? kenapa mas Azeer? jawab aku mohon'' ucap Shivanya melihat sekeliling meneteskan air matanya.
Orangtuanya, Aji dan Sasha yang mendengar pun sontak terbangun dan menenangkan Shivanya.
''Mbak tenang ya, aku tahu kok kalau mbak sangat merindukan kehadiran kak Ika dan mas Azeer tapi mbak harus ingat, jika mereka telah tiada saat ini, mereka telah meninggal dunia mbak, mbak harus bisa mengikhlaskan kepergian mereka, agar mereka bisa tenang di alam sana'' ucap Sasha mengelus bahu Shivanya.
''Enggak Sha, aku yakin tadi itu ada mas Azeer dan kak Ika disini, aku merasakan belaian tangan mereka dan aku merasakan jika mas Azeer mencium kening ku tadi, aku tidak bohong Sha, percaya sama aku kalau mas Azeer dan kak Ika ada disini" ucap Shivanya memegang tangan Sasha berlinang air mata.
Azeer dan Ika yang melihat Shivanya menangis tersedu-sedu dan terus menatap sekeliling pun dibuat meneteskan air matanya. Mereka ingin Shivanya dan keluarga serta sahabatnya dapat melihat kehadiran mereka disana tetapi saat ini dunia mereka telah berbeda dan kecil kemungkinan bagi mereka terlihat oleh Shivanya, orangtuanya serta Sasha dan Aji. Azeer dan Fredericka pun pergi dari sana meneteskan air matanya, beberapa langkah menjauh mereka berhenti dan menatap keluarganya kembali tersenyum lalu pergi dari sana.
''Mah, pah, Shiva gak bohong kalau tadi beneran ada mas Azeer dan kak Ika'' ucap Shivanya menatap sekitar dengan berlinang air mata.
''Iya sayang, mamah percaya kok sama kamu, udah ya, sekarang lebih baik kamu tidur lagi'' ucap ibunya memeluknya dan merebahkan tubuh Shivanya kembali ke atas ranjang rumah sakit.
Ibunya pun mengelus pucuk kepala Shivanya hingga tertidur dan mencium keningnya, lalu mereka pun kembali tidur.