
''Kenapa Shivanya belum pulang dari rumah Aji? apakah dia menginap di rumah Aji, kata orang tua Shivanya kemarin, Shivanya sering nginep di rumah Aji, apa mungkin kalau Shivanya nginep dirumah Aji ya?" tanya tante Ayu pada diri sendiri.
''Assalamualaikum kak, maaf mengganggu waktunya, bolehkah saya meminta nomor Aji atau orang tua Aji? Masalahnya, Shivanya meminta izin untuk pergi ke rumah Aji tapi sampai sekarang dia belum pulang" ucap tante Ayu pada ibu Shivanya di chat WhatsApp.
''Wa'alaikumsalam ini nomor ibunya Aji" balas ibu Shivanya.
''Assalamualaikum bu maaf mengganggu waktunya, saya tantenya Shivanya, apakah Shivanya ada di rumah anda bu? sebelumnya, Shivanya meminta izin pada saya untuk pergi ke rumah Aji" notif WhatsApp dari tante Ayu untuk ibu Aji.
''Iya bu benar, Shivanya ada di rumah saya, tapi dia sedang tidur'' balas ibu Aji.
''Oke bu terima kasih, maaf mengganggu waktunya" balas tante Ayu.
''Sama-sama bu, tidak apa-apa bu" balas ibu Aji.
Tokkkk...tokkk...tok.
''Eh, ada ketukan di pintu, mungkinkah papa sudah pulang?'' tanya Ayu pada dirinya sendiri.
''Assalamualaikum mah" panggil seorang pria dari luar mengetuk pintu rumah Ayu.
''Wa'alaikumsalam pah, ayo masuk pah, mamah buatkan kopi dulu ya buat papah" ucap Ayu tersenyum.
''Iya mah terima kasih" ucap suaminya.
''Ini kopinya pah, diminum dulu nanti keburu dingin" ucap Ayu memberikan secangkir kopi untuk suaminya.
''Iya mah terima kasih, di mana Shivanya?" tanya suaminya.
''Shivanya menginap di rumah Aji, sahabatnya" ucap Ayu.
''Oh gitu, papah pikir dia sedang tidur makanya gak keliatan dari tadi" ucap suaminya.
''Iya papah" ucap Ayu.
''Apa papah sudah makan? biar mamah menyiapkan makanan dahulu untuk papah" ucap Ayu.
''Belum mah, papah mau mandi, ganti baju dulu ya" ucap suaminya.
''Iya papah" ucap Ayu.
Keesokan harinya Shivanya masih tertidur pulas hingga siang hari.
"Bangun woy udah siang, enak banget tidurnya, tidur atau training mati" kata Aji membangunkan Shivanya.
Hm.
"Shivanya bangun, Shivnya terbakar" kata Aji berteriak panik.
Shivanya bangkit dari tempat tidurnya dan pergi ke kamar mandi dengan membawa seember air beserta gayung
"Di mana kebakarannya? kenapa tidak ada api?" Tanya Shivanya bingung.
Ha ha ha.
''Mas kenapa ketawa? aku serius, dimana kebakarannya? apa sudah di padamkan oleh pemadam kebakaran?" tanya Shivanya bingung dan masih memegang ember berisi air dan gayung.
''Tidak ada kebakaran" ucap Aji menahan tawanya.
''Lalu mengapa mas berteriak kebakaran tadi?" tanya Shivanya.
''Sangat sulit bagi saya untuk membangunkan anda, jadi saya berteriak kebakaran agar anda terbangun" ucap Aji.
''Aji, jangan bercanda akh, masih terlalu pagi untuk membuat keributan" ucap Shivanya kesal.
''Pagi? liat jam sana, udah siang gitu juga lu bilang pagi lagi'' ucap Aji menunjuk jam dinding di kamarnya.
"Baru juga jam 9, masih pagi kali, siang tuh jam 12" ucap Shivanya.
Hm.
''Ngeselin kamu, kan pusing tau jadinya kepala aku" ucap Shivanya kesal.
"Ya maaf" ucap Aji.
Hm.
''Ya udah mandi sana lalu makan aku akan mengantarmu pulang" ucap Aji.
Hm.
''Kenapa?'' tanya Aji.
Hm.
''Jangan ngambek, nanti cantiknya ilang aja" ucap Aji memegang dagu Shivanya tersenyum mengangkat alisnya.
''Apaan sih Aji, udah akh mau mandi bye" ucap Shivanya pergi meninggalkan Aji.
Hm.
Tak lama kemudian Shivanya menghampiri Aji.
''Udah selesai mandinya?" tanya Aji.
"Belum, ya udah lah kalau belum ngapain aku nyamperin kamu kesini" ucap Shivanya kesal.
"Hehehe, ya udah makan sana" ucap Aji.
"Makan apa? makanannya ada dimana?" tanya Shivanya.
"Makan daging tikus di gorong-gorong sana" ucap Aji.
''Hm, emang aku kanibal apa? lagian juga manusia kanibal gak ada kali yang makan tikus apalagi tikus gorong-gorong" ucap Shivanya.
"Hm, sudahlah, selera makan ku jadi hilang karena kamu membahas tikus gorong-gorong" ucap Shivanya.
"Alhamdulillah, lauk gw utuh" ucap Aji pelan mengelus dadanya.
"Mas ngomong apaan tadi?" tanya Shivanya.
"Enggak kok" ucap Aji.
"BOHONG!!" ucap Shivanya kesal.
"Kamu mau pulang dek? atau gimana?" tanya Aji.
"Iya, aku mau pulang aja akh, makan dirumah aja habisnya kamu jorok sih bahas-bahas tikus segala" ucap Shivanya.
"HA HA HA!! udah ayok gw anterin pulang nanti nyasar lagi lu" ucap Aji.
"Emang kamu tau apa, rumah tante aku dimana?" tanya Shivanya.
"HE HE HE!! enggak" ucap Aji malu menunduk menggaruk kepalanya.
Hm.
"Ya udah ayok cepetan pulang" ucap Aji menarik tangan Shivanya.
Shivanya melepaskan tangan Aji dan berkata "oh jadi ngusir nih? ya udah besok-besok aku gak mau akh ke rumah kamu lagi" ucapnya kesal.
Shivanya mengabaikan perkataan Shivanya dan menarik tangannya untuk mengantarkannya pulang ke rumah tantenya.
"Mah, Aji akan mengantar Shivanya pulang dulu ya, assalamualaikum" kata Aji sambil mencium punggung tangan ibunya.
''Ya wa'alaikumsalam" ucap ibunya.
"Ngeselin banget sih ini cowok, udah aku di kacangin lagi, emangnya aku kacang apa dikacangin? kacang aja laku dipasaran masa aku yang orang dikacangin sih? ngeselin banget" gerutu Shivanya.
Aji yang mendengarnya sontak menahan tawanya dan berkata "kenapa dek?" tanya Aji yang mendengar perkataan Shivanya.
''Gak ada apa-apa kok mas" ucap Shivanya.
Hm.
"Emang dia pikir gw budek kali ya? HAHAHA!! gw denger kali perkataan lu tadi yang bilang gw ngeselin lah, di kacangin lah, ha-ha-ha lucu banget sih lu" batin Aji menatap Shivanya menahan tawanya.
"Assalamualaikum tante Ayu, Rissa pulang" ucap Shivanya mengetuk pintu rumah tantenya.
"Rissa? siapa Rissa? emang nama lu Rissa apa? bukannya Shivanya? eh Zubaedah deh maksudnya" ucap Aji menahan tawanya.
"Siapa Zubaedah?" tanya Shivanya.
"KAMU" ucap Aji.
''Gak kenal" ucap Shivanya.
HA HA HA!!
Hm.
''Tante Ayu, bukain pintunya dong Rissa pegel nih berdiri terus" ucap Shivanya duduk bersandar di depan pintu rumah tantenya.
"Cocok jadi pengemis cuma kurang kardus aja buat naruh uangnya" ucap Aji menahan tawa.
"Auah, terserah akh" ucap Shivanya kesal.
"Tante, tante Ayu buka" ucap Shivanya.
Tak lama kemudian tantenya membukakan pintu dan berkata "ya ampun sayang maaf ya, tante lagi masak tadi takut gosong, ayok masuk Rissa, kamu siapa?" tanya tante Ayu saat melihat Aji.
"Aku Aji tante, sahabatnya Shivanya" ucap Aji.
"Sejak kapan kamu jadi sahabat aku?" tanya Shivanya.
"Rissa gak boleh gitu" ucap tantenya.
"Iya tante" ucap Shivanya.
Shivanya? oh Rissa maksud kamu" ucap tantenya.
"Iya tante" ucap Aji mengangguk dan tersenyum.
"Ayok masuk dulu" ucap tantenya pada Aji.
"Iya tante makasih, tapi Aji langsung pulang aja deh tante" ucap Aji mengangguk dan tersenyum.
"SANA PULANG LU!! NGESELIN" timpal Shivanya.
"RISSA" ucap tantenya.
Hm.
"Gak boleh gitu sayang sama tamu" ucap tantenya.
''Hm iya tante" ucap Shivanya.
"Oh ya sudah kalau kamu mau pulang, hati-hati dijalan ya Aji, terimakasih sudah mengantarkan Shivanya pulang'' ucap tantenya.
"Iya tante, Aji pamit ya assalamualaikum'' ucap Aji mencium punggung tangan tante Ayu.
"Iya wa'alaikumsalam" ucap tante Ayu tersenyum.
Setelah kepergian Aji, Rissa dan tante Ayu masuk ke dalam dan Rissa sarapan lalu pergi ke dalam kamarnya.