Sarah

Sarah
Liburan Dua Keluarga Sarah



"Kamar macam apa ini? udah sempit, kasurnya kecil dan bertingkat-tingkat pula kasurnya, gak ada privasi banget dong disini" batin Sasha.


Sasha bangun dari tempat tidur untuk mencari ponselnya.


Sasha menyalakan data di ponselnya dan membuka akun tiktok miliknya.


"Shia! tempat macam apa ini? sinyal juga gak ada pula! kalau begini namanya penyiksaan! fix sih papa sengaja mau menyiksa aku dengan menaruh aku di tempat ini, terus ngapain dong sekarang? kok mereka pada betah banget ya di tempat aneh kayak gini, udah pengap, gak ada sinyal, melewati hutan pula tempatnya" gerutu Sasha.


Sasha bangkit dan mengisi daya ponselnya.


"Kamu kenapa Sasha? kok kayak kesal gitu?" tanya salah satu santri.


"Keppo banget sih lu! gak usah sok akrab deh lu!"


"Maaf"


"Hm!"


*****


Beralih ke Sarah, kini ia tengah berada di ruang kepala sekolah.


"Hm maaf pak, bapak kenapa manggil saya ke ruangan bapak ya?" tanya Sarah.


"Ini raport kamu dan mulai hari ini kamu lulus"


"Hah? lulus? aku baru kelas delapan kan pak? bukannya sampai kelas sembilan ya pak? kok aku udah lulus aja? bukannya masih satu tahun lagi untuk lulus?"


"Memang seharusnya sampai kelas sembilan, tapi kamu anak yang pintar, jadi pihak sekolah memutuskan untuk segera meluluskan kamu"


"Oh gitu, terimakasih ya pak" ucap Sarah tersenyum memegang tangan pak kepala sekolah.


"Sama-sama, selamat ya Sarah, sekarang kamu sudah bisa melanjutkan pendidikan kamu ke jenjang berikutnya"


"Iya pak, Sarah permisi pak"


"Iya Sarah"


Sarah keluar dari ruang kepala sekolah dengan senyuman terpancar dari wajahnya.


"Sarah" panggil Aji.


"Eh Aji"


"Kamu kenapa? kok senyam-senyum sendiri sih?"


"Aji aku lulus" ucap Sarah tersenyum dan memberikan raport-nya kepada Aji.


"Wah cepat banget! selamat ya Sarah! aku masih satu tahun lagi, tapi gak apa-apa"


"Kamu semangat ya belajarnya, siapa tahu pak kepala sekolah bisa meluluskan kamu dengan cepat sama sepertiku, karena tadi pak kepala sekolah bilang kalau aku lulus dengan cepat karena aku pintar, ya walaupun aku ragu sih"


"Kamu memang pintar Sarah! sekali lagi selamat ya!"


"Iya Aji, aku pulang dulu ya, see you" ucap Sarah tersenyum melambaikan tangannya pada Aji.


"See you too Sarah" jawab Aji tersenyum melambaikan tangannya.


Sarah pulang ke rumahnya dengan senyum sumringah di sepanjang jalan.


"Assalamualaikum papa" ucap Sarah memanggil ayahnya.


"Wa'alaikumsalam Sarah, kok kamu udah pulang nak?"


"Aku udah lulus pah, ini raport aku"


"Alhamdulillah! selamat ya nak! nanti papa carikan kamu sekolah yang terbaik ya nak!"


"Iya pah"


"Ya udah ayok masuk, kamu mandi, ganti baju, terus ikut sama papa ya nak"


"Kemana pah?"


"Kita ke rumah mama kamu, kita ajak mama kamu dan papa kamu jalan-jalan juga, kan udah lama kamu gak jalan-jalan sama papa dan mama semenjak perceraian kami"


"Iya pah"


"Ini raport kamu simpan yang benar ya nak"


"Iya pah"


Alderts bersantai di sofa sembari menunggu Sarah siap.


"Sama-sama pak Alderts! terimakasih juga atas uang yang anda berikan pada saya!" jawab pak kepala sekolah.


"Oke!"


"Papa, ayok kita berangkat, katanya tadi mau jalan-jalan, apa papa mau bohongin Sarah lagi ya?" tanya Sarah menunduk sedih.


"Enggak kok nak, ya udah ayok kita jalan"


"Kalian mau kemana?" tanya Sinta menghentikan.


"Kami ingin berlibur bersama Kinara dan Rangga sebagai perayaan atas kelulusan Sarah"


"Aku ikut!"


"Oke baiklah!"


Sinta berlari ke kamarnya untuk mengambil barang-barangnya dan kembali. Sinta, Sarah dan Alderts pergi ke kediaman Kinara dan Rangga untuk mengajak mereka liburan bersama sebagai hadiah atas kelulusan Sarah dari Alderts.


Setelah beberapa menit perjalanan, Alderts dan Sarah kini tiba di kediaman Kinara dan Rangga.


"Assalamualaikum Kinara" ucap Alderts mengetuk pintu rumah Kinara.


"Wa'alaikumsalam" jawab Kinara membukakan pintu.


"Mama" ucap Sarah yang langsung memeluk ibunya.


Rangga yang mendengar suara ketukan pintu pun datang dan melihat kedatangan Sarah beserta Alderts dan istri barunya Sinta.


"Kamu kenapa nak?" tanya Kinara.


"Mama, papa Rangga, Sarah lulus" ucap Sarah tersenyum.


"Benarkah?" tanya Kinara tersenyum.


"Iya mah, kata pak kepala sekolah itu Sarah diluluskan dengan cepat karena Sarah pintar, walaupun Sarah sendiri ragu jika Sarah pintar"


"Putri mama memang pintar" ucap Kinara tersenyum.


"Hm Kinara, Rangga, tujuan saya dan Sarah kesini adalah untuk mengajak kalian berlibur bersama kami karena Sarah telah lulus dari sekolahnya, apa kalian bisa ikut pergi dengan kami?" tanya Alderts.


"Tentu, ayok masuk dulu, biar kami siap-siap" jawab Rangga tersenyum.


Kinara menyingkir agar Sarah dan Alderts bisa masuk ke dalam.


"Kita tinggal dulu ya sebentar" ucap Kinara.


"Oke" jawab Alderts.


"Ayok mas" ucap Kinara menarik tangan Rangga.


Rangga dan Kinara pergi ke kamar untuk mengambil barang-barang yang akan ia bawa.


"Sarah bukannya masih kelas dua SMP ya sayang?" tanya Rangga.


"Iya mas"


"Kok udah lulus? apa mungkin bisa lulus dengan cepat hanya karena pintar?"


"Sepertinya sih tidak mas, apa mungkin mas Alderts bayar kepala sekolah untuk meluluskan Sarah ya mas?"


"Bisa jadi sih sayang"


"Bagus deh kalau Alderts membantu Sarah lulus dengan cepat! kan itu memang tugas dia sebagai ayah biologisnya, gara-gara dia juga kan Sarah jadi telat masuk sekolahnya, dia yang berbuat, dia juga harus tanggung jawab atas masa depan putrinya yang sempat ia rusak oleh keegoisannya sendiri" ucap Kinara.


"Udah ya sayang! jangan kesal lagi! yang terpenting kan sekarang Alderts sudah menyadari semua kesalahannya dan memperbaiki kesalahan-kesalahan yang telah ia perbuat pada Sarah yang telah melarangnya untuk bersekolah" ucap Rangga tersenyum mengelus pundak Kinara.


"Hm iya mas, bagus sih kalau dia masih punya perasaan sama anaknya! kirain hatinya udah sepenuhnya mati yang hidup hanya keegoisannya aja, ternyata monster satu itu masih punya hati"


"Hust! jangan gitu sayang! biar begitu juga kan dia ayah biologis dari putri kamu Sarah"


"Hm iya sih mas, ya udah kita keluar yuk, kasian Sarah nungguin terlalu lama nanti" ucap Kinara tersenyum menatap Rangga.


"Iya sayang"


Kinara dan Rangga kembali ke depan menghampiri Sarah dan Alderts.


"Ayok kita berangkat sekarang" ucap Kinara"


"Iya mah" ucap Sarah tersenyum.


Untuk pertama kalinya Alderts mau berkumpul dengan Kinara dan suami barunya Rangga, karena semenjak bercerai dengan Kinara, Alderts benar-benar menjaga jarak pada Kinara karena Sinta sangat cemburuan. Kini Sinta mau ikut dengan Alderts untuk berlibur bersama mantan istri Alderts yaitu Kinara dan suami baru Kinara yaitu Rangga.