Sarah

Sarah
Danang Tersesat di Hutan



Ketika berada di dalam ruang bayi, Shivanya tiba-tiba hilang dari tempat tidurnya yang membuat para perawat menjadi panik dan berlari ke ruang CCTV untuk mengecek siapa yang menculiknya.


'Dokter dokter' panggil suster panik.


Ada apa suster? tanya satu dokter pria menghampirinya.


Anak dari ibu Nur Bellanca Putri menghilang dokter.


Anak yang baru dibawa ke ruang bayi itu?


Iya dokter.


Kenapa bisa hilang? emang gak kamu jagain?


Jagain dokter.


Lalu kenapa bisa tidak menyadari jika ada seseorang yang membawanya pergi?


Suster itu hanya terdiam dengan tubuh yang gemetar.


'Ya udah ayok kita ke ruang CCTV untuk melihat siapa penculiknya' ucap dokter.


Iya dokter.


Mereka pun berlari menuju ruangan CCTV untuk melihat siapa penculiknya.


Ketika melihat rekaman yang ada di CCTV, mereka terkejut terutama suster. Bayi itu sedang tertawa bahagia seperti ada seseorang yang mengajaknya bermain namun disana tidak ada siapapun.


Itu anaknya ada disitu, kenapa bilang gak ada sus? tanya dokter.


Tadi beneran gak ada dok.


Tadi lagi di bersihkan mungkin.


Tidak dokter, sudah saya bersihkan tadi dan sudah saya letakkan di tempat tidurnya namun tadi bayi itu tidak ada, coba dok liat rekaman adegan yang lainnya.


Oke.


Lah kok ilang? tanya dokter terkejut saat melihat rekaman CCTV sebelumnya yang menayangkan bayi itu tiba-tiba hilang dari tempat tidurnya.


Tuh kan dokter saya gak bohong, tadi bayi itu tidak ada di tempat tidurnya.


Rekaman itu menayangkan setelah beberapa detik suster keluar panik karena bayi itu hilang, bayi itu kembali ke tempat tidurnya dan tertawa gembira seperti sedang bermain dengan seseorang.


'Kok aneh banget sih itu bayi' ucap dokter menatap suster dengan ekspresi kebingungan.


Suster itu hanya menatap dokter kebingungan tidak berkata satu kata pun.


Suami Nur juga mengalami kejadian aneh di kantornya seperti lampu menyala dan mati dengan cepat, kertas-kertas beterbangan dan ada panggilan telepon namun saat diangkat tidak ada siapapun yang menjawab panggilan itu.


Di lembar kertas yang terjatuh tepat di wajah Danang tertulis sebuah nama Shivanya Nerissa dan ada satu lagi kertas yang terjatuh di bahunya bertuliskan Fredericka Nerissa. Danang yang belum mengetahui jika anaknya dan Nur telah lahir dan Nur beri nama Shivanya Nerissa pun bertanya-tanya.


Shivanya Nerissa? siapa dia? tanya Danang pada dirinya sendiri.


Apalagi ini? kertas lagi, Fredericka Nerissa siapa dia? mengapa keduanya memiliki nama yang sama yaitu Nerissa.


Ketika dibuat kebingungan dengan nama yang sama di kertas itu, Danang dikagetkan dengan suara telepon yang berdering. Danang mengangkat telepon itu namun tidak ada suara yang menjawabnya.


Halo, ini siapa? tanya Danang di panggilan telepon.


Halo, jangan iseng ya, ini telepon kantor, ada apa kamu menelepon ke nomor kantor? tanya Danang di panggilan telepon.


Panggilan itu terputus dan ada tetesan air berwarna merah mengalir dari sela atap temboknya. Danang yang merasa ketakutan akhirnya merapihkan barang-barangnya dan langsung pulang ke rumah tergesa-gesa.


Di tengah perjalanan ia bertemu dengan seorang wanita berwajah pucat pasi melintas secara tiba-tiba di depan motornya sembari tersenyum. Danang yang terkaget akhirnya mengerem motornya namun saat motornya berhenti wanita itu menghilang tiba-tiba. Danang kembali melanjutkan perjalanannya namun ia malah tersesat ke dalam hutan. Ia mencari jalan keluar dari dalam hutan namun malah makin tersesat hingga berhenti di depan lautan tempat Fredericka Nerissa meninggal dunia dibunuh oleh kekasihnya Hasan dulu.


Suasana tengah malah semakin mencekam, lampu motor Danang tiba-tiba mati, ponselnya pun tidak bisa menyala. Di kegelapan malam yang sunyi ia mendengar suara tangisan wanita di sekitar hutan tak lama kemudian terdengar suara wanita yang berbicara padanya dan mengucapkan selamat.


'Hai om, aku Fredericka Nerissa, selamat ya atas kelahiran anak om Shivanya Nerissa, om tidak usah takut padaku karena aku adalah anak om, anak om adalah adik ku walaupun kita terlahir dari rahim yang berbeda tetapi ana om tetaplah adik ku karena dia adalah hasil dari reinkarnasi ku, sekali lagi selamat, dan aku berjanji akan menjaga dan menuntunnya untuk bertemu dengan laki-laki yang tulus dan benar-benar mencintainya' ucap seorang wanita yang tidak jelas dimanakah dirinya berada, hanya suara saja yang terdengar di kegelapan malam.


'Siapa kamu sebenarnya? darimana kamu berasal? kalau berani muncul di depan wajahku jangan hanya suara saja' ucap Danang.


'Aku ada di belakang om' ucap wanita itu tiba-tiba berdiri di belakang Danang dengan kaki yang melayang dan wajah yang sangat pucat tersenyum.


Danang menengok ke belakang dan terkejut melihat wajah wanita itu yang sangat pucat seperti mayat dan Danang sampai terjatuh karena terkejut saat melihat ke bawah, kaki wanita itu melayang tidak menapak diatas tanah. Danang perlahan mundur di tanah menjauhi wanita itu ketakutan, namun semakin Danang menghindarinya, Fredericka semakin mendekatinya.


Danang pun menjadi semakin takut dan berteriak kencang dan menutup matanya.


Argh..!!


Ketika Danang berteriak ketakutan dan menutup matanya, wanita itu tiba-tiba menghilang dari depan dirinya. Suasana pun berubah menjadi biasa saja dan lampu motor Danang yang tadinya mati tiba-tiba menyala begitupun dengan ponselnya. Terdapat panggilan teleponnya dari my beloved yaitu istrinya Nur. Danang mengangkat panggilan dari istrinya itu.


'Assalamualaikum mas' ucap Nur dengan suara lemah.


Wa'alaikumsalam sayang, kamu dimana sekarang? tanya Danang dengan suara gemetar.


Kamu kenapa sih mas? kok kayak ketakutan gitu sih?


Enggak kok sayang, enggak apa-apa, kamu lagi dimana sekarang? kok belum tidur sih? kebangun ya? atau malah gak bisa tidur karena gak ada aku?


Aku sekarang lagi di rumah sakit mas.


Rumah sakit? ngapain sayang? kamu sakit apa?


Tadi kata suster jam 02.05 WIB, anak kita lahir mas.


Anak kita udah lahir sayang?


Iya mas, anak kita udah lahir.


Kamu lagi di rumah sakit mana sayang?


Rumah Sakit Kembang Kantil mas.


Hah? Kembang Kantil?


Iya mas kenapa?


Itu kan rumah sakit yang terkenal angker itu sayang, katanya dulu ada salah satu suster yang tewas di rumah sakit itu.


Aku juga gak tahu mas, pas aku bangun udah ada di rumah sakit ini terus beberapa menit kemudian langsung proses lahiran.


Kok bisa sih sayang?


Tadi pas di rumah kan perut ku sakit banget mas, aku minta tolong kan berharap ada tetangga yang dengar suara ku pas sampai di depan pintu rumah kita itu ketuban ku pecah mas terus ada sosok wanita berkebaya hijau dan mengenakan rok batik serta mahkota dan melati di kepalanya datang mas, terus aku pingsan kan bangun-bangun udah ada di rumah sakit ini.


Wanita berbaju hijau? nyi roro kidul?


Mungkin mas.


Ya udah aku kesana ya sayang.


Iya mas, hati-hati.


Iya sayang, assalamualaikum.


Wa'alaikumsalam mas.


Aduh, ini gw keluar dari dalam hutan ke arah mana lagi? tanya Danang pada dirinya sendiri bingung melihat sekeliling hutan.


Mas ngapain tengah malam di dalam hutan? tanya kakek-kakek yang tiba-tiba muncul.


Danang yang terkejut segera melihat ke arah bawah untuk memastikan apakah kaki kakek itu melayang atau tidak. Setelah memastikan kakinya tidak melayang ia pun menjawab pertanyaan kakek itu.


'Aku tersesat kek ke dalam hutan ini' ucap Danang.


'Mari kakek antar' ucap kakek itu yang akan berjalan kaki.


Kek, naik ke motor ku aja.


Baik mas.


Kakek itu pun menaiki motor Danang dan menuntun Danang jalan keluar dari dalam hutan itu.


'Terimakasih ya kek udah nunjukin jalan keluarnya' ucap Danang tersenyum.


'Iya mas sama-sama' ucap kakek itu mengangguk dan tersenyum.


Danang pun melanjutkan perjalanannya dengan motornya namun baru mengemudikan motornya sedikit Danang terkejut karena melihat dari spion motornya, kakek itu tiba-tiba menghilang. Danang pun memberhentikan motornya sejenak dan menengok ke belakang dan benar saja, kakek itu sudah tidak terlihat lagi disana. Danang kembali melanjutkan perjalanannya dengan perasaan takut yang melanda hatinya. Danang membaca ayat-ayat Al-Qur'an di dalam hatinya untuk menghindari gangguan para makhluk tak kasat mata.