Sarah

Sarah
Always Ribut



"Assalamualaikum mah" ucap Aji pada ibunya.


"Assalamualaikum tante" ucap Shivanya.


"Wa'alaikumsalam, eh ada Shivanya, ayok masuk" ucap ibu Aji.


"Iya tante terima kasih" ucap Shivanya.


"Mau minum apa?" tanya ibu Aji.


"Tidak perlu tante, Shivanya dan Aji baru saja selesai makan di rumah aku" ucap Shivanya.


"Oh begitu" ucap ibu Aji.


"Iya tante" ucap Shivanya.


"Di mana kamu meletakkan kaset film horor itu?" tanya Shivanya pada Aji.


"Ada di lemari" ucap Aji.


"Nah, ini aku menemukan kasetnya" ucap Shivanya memegang kaset yang ia temukan.


"Mau nonton dimana?" tanya Aji


"Di kamar kamu saja, senang bisa berbaring" ucap Shivanya.


"Oke" ucap Aji.


"Shivanya" panggil Aji.


"Apaan sih Aji?" tanya Shivanya.


''Coba deh liat, ada apa di sebelah mu?'' tanya Aji menakuti Shivanya.


"Apakah ada sesuatu di samping saya? di samping saya ada apa? pocong? kuntilanak? kakek? nenek? apakah kamu serius?" tanya Shivanya mengecek sekelilingnya.


''Disebutin dong hahaha, aku suka banget kalau mereka semua datang kesini dan ikut nonton film setan sama kita" ucap Aji.


''Apa sih Aji? gak jelas banget deh kamu, aku lebih suka lagi kalau nanti malam guling mu itu berubah menjadi pocong aamiin" ucap Shivanya.


"Aku tidak takut pada apapun" ucap Aji.


"Sungguh?'' tanya Shivanya.


"Iya'' ucap Aji.


"Kamu kali yang takut, bukan aku, tenanglah mereka hanya sebatas jiwa tanpa arah yang pasti tidak usah ditakutkan" ucap Aji.


"Siapa yang takut? aku?" tanya Shivanya.


''Ya kamu lah masa mbak kuntil sih?'' tanya Aji.


''Aku tidak takut padanya, lagipula ini kamar mu, biarkan nanti mbak kuntil menemani mu tidur'' ucap Shivanya.


"Jangan gitu" ucap Aji.


''Siapa yang memulai? Itu sebabnya jangan menakuti orang, berpura-pura menjadi yang paling berani meskipun anda seorang yang penakut juga" ucap Shivanya.


"Hehe!! aku hanya bercanda" ucap Aji.


"Hm, itu tidak lucu!!, Aji saya yang tampan ketika anda dilihat dari tumpukan jerami dari atas Monas" ucap Shivanya.


"Saya tidak bisa melihatnya, jadi seberapa tampan jika saya terlihat seperti itu?" tanya Aji.


"Ya, kamu sangat tampan sehingga kamu tidak terlihat dan mirip seperti semut" ucap Shivanya.


"Astagfirullah" ucap Aji.


Hahaha!!


"Tertawa lagi" ucap Aji kesal.


"Bodoamat" ucap Shivanya.


Hm.


"Kenapa hm?" tanya Shivanya.


"Tidak apa" ucap Aji.


"Sudahlah, itu tidak jelas" ucap Shivanya.


Hahaha!!


"Mengapa kamu tertawa? itu sangat tidak jelas" ucap Shivanya.


Hahaha!!


"Hm, itu tidak lucu" ucap Shivanya.


Ada kok yang lucu hahaha!!!


"Apa yang lucu?" tanya Shivanya.


Keppo sekali anda hahaha!!!


"Astagfirullah, apakah kamu kehabisan obat? ya ampun, tubuh mu sangat panas seperti udang baru direbus, mari kita pergi ke rumah sakit jiwa" ucap Shivanya menarik tangan Aji.


"Astagfirullah, saya masih waras" ucap Aji.


"Oh kirain, sudah mulai tidak waras" ucap Shivanya.


Hm.


"Ikut denganku" kata Aji.


"Kemana?" tanya Shivanya.


"Beli kapur" ucap Aji.


"Untuk?" tanya Shivanya.


"Anda akan tahu nanti, ayolah" ucap Aji menarik tangan Shivanya.


"Oke" ucap Shivanya.


"Mah, Aji keluar sebentar, assalamualaikum" ucap Aji pada ibunya.


"Ya, wa'alaikumsalam" ucap ibunya.


"Ayo Denya" ucap Aji sambil menarik tangan Shivanya.


"Paman, beli kapur" ucap Aji pada penjual toko.


"Berapa banyak?" tanya penjual.


"Satunya berapa pak?" tanya Aji.


"Seribu" ucap penjual.


"Iya sama-sama" ucap penjual.


"Ayok" ucap Aji pada Shivanya.


"Ya" ucap Shivanya.


"Apa yang mau kamu lakukan dengan kapur itu?" tanya Shivanya.


"Ingin tahu banget? anda akan tahu sendiri nanti" ucap Aji.


"Oke" ucap Shivanya.


"Tunggu di sini dulu ya" ucap Aji.


"Oke" ucap Shivanya.


Beberapa saat kemudian Aji datang dan menutup mata Shivanya mengajaknya pergi.


"Apa yang kamu lakukan? mengapa mata saya harus di tutup seperti ini?" tanya Shivanya.


"Aku punya kejutan untukmu" ucap Aji.


"Kejutan apa?" tanya Shivanya.


"Jika saya memberi tahu anda itu bukan kejutan lagi dong namanya" ucap Aji.


"Ya" ucap Shivanya.


"Duduklah, apa anda tidak capek berdiri terus seperti patung?" tanya Aji.


"Ya" ucap Shivanya.


"Oke, sebentar, aku akan membuka penutup matamu, pada hitungan ke 3 kamu buka matamu" ucap Aji.


"Oke" ucap Shivanya.


"Satu, dua, tiga, buka matamu sekarang" ucap Aji.


"Ya ampun, ini kamu yang menulisnya?" tanya Shivanya tercengang melihat namanya dan nama Aji tertulis di dinding rumah Aji.


"Ya" ucap Aji.


"Tulisan yang sangat bagus" ucap Shivanya.


"Bagaimana anda suka atau tidak?" tanya Aji.


"Ya Ji, saya sangat menyukainya" ucap Shivanya sambil menangis di pelukannya.


"Hei kenapa kamu menangis?" tanya Shivanya.


"Baper tahu" ucap Shivanya menghapus air matanya.


Aji hanya tertawa.


"Itu kapur yang kita beli tadi?" tanya Shivanya.


"Ya, kenapa?" tanya Aji.


"Tidak apa, aku mengantuk Ji" ucap Shivanya menguap.


"Ya sudah, tidur di sana" ucap Aji.


"Oke" ucap Shivanya masuk ke dalam kamar Aji.


"Apa yang ingin kamu lakukan di kamarku?" tanya Aji.


"Siapa yang menyuruh ku tidur?" tanya Shivanya.


"Saya" ucap Aji.


"Ya sudah, aku mau tidur" ucap Shivanya.


"Tapi kenapa di kamarku?" tanya Aji.


"Aku masih di rumahmu, jadi aku tidur di kamarmu, masa aku tidur di gorong-gorong sih?" tanya Shivanya kesal.


"Ya sudah, jika seperti itu, anda tidur di selokan saja" ucap Aji.


"Tidak mau, aku mau tidur" ucap Shivanya.


"Ya sudah, tidurlah, bayar tapi" ucap Aji.


"Kalau bayar, lebih baik aku pulang saja, tidur di kamar sendiri gratis" ucap Shivanya.


"Hahaha!!, yaudah sana pulang" ucap Aji.


"Hm, oke" ucap Shivanya keluar dari rumah Aji.


"Hei, kenapa hujan?" tanya Shivanya menatap langit.


"Entahlah, udah sana pulang, gerimis doang kan? bukan hujan badai? lebay banget" ucap Aji.


"Jahat banget sih sama adek sendiri" ucap Shivanya kesal.


"Apakah anda adek saya? sepertinya tidak" ucap Aji.


"Ah, itu sangat menjengkelkan" ucap Shivanya.


"Cupppp... cuppp... cupp... jangan menangis tidak ada balon" ucap Aji.


"Ya sudah beli balon sana" ucap Shivanya.


LOL!!!


"Bodoamat" ucap Shivanya.


"Hm serius, aku harus membeli balon?" tanya Aji.


"Iya tentu" ucap Shivanya.


"Hm, okelah aku akan membelikan mu sebuah balon, kamu tunggu di sini" ucap Aji pergi dari sana.


"Hahaha!!! enak banget buat aku kerjain" ucap Shivanya.


"Ini balonnya" ucap Aji memberikan balon yang ia beli.


Hahaha!!


"Mengapa kamu tertawa?" tanya Aji.


"Tidak apa, sudah saya ingin pulang" ucap Shivanya membawa balon yang Aji kasih.


"Ya sudah sana pulang, hati-hati" ucap Aji.


"Oke, assalamualaikum" ucap Shivanya.


"Wa'alaikumsalam" ucap Aji.