Sarah

Sarah
Mas Amir



''Assalamualaikum dek lagi ngapain kamu?'' ucap mas Amir dari pintu depan.


''Wa'alaikumsalam, masuk mas sini nonton Spongebob lucu lho Patrick" ucap Shivanya.


''Benarkah?'' tanya Amir sambil memainkan rambut Shivanya.


"Iya" ucap Shivanya menganggukkan kepalanya.


"Jadi apa yang kamu tonton Spongebob atau Patrick?" tanya mas Amir.


"Itu sama saja, AKH!! berhentilah memainkan rambut ku" ucap Shivanya menepis tangan mas Amir.


Mas Amir pun hanya tertawa kecil melihat tingkah menggemaskan Shivanya.


"Kok sama sih dek? ya beda dong, Spongebob ya Spongebob, Patrick ya Patrick, mereka 2l orang yang berbeda" ucap mas Amir.


"Orang? siapa orang? Spongebob dan Patrick?" tanya Shivanya.


"Iya" ucap mas Amir menganggukkan kepalanya.


"Apakah mereka terlihat seperti manusia?" tanya Shivanya.


"Iya" ucap mas Amir menganggukkan kepalanya.


''Patrick itu bintang laut mas Amir" ucap Shivanya.


"Kalau Spongebob apa dek?" tanya mas Amir.


"Akh udah akh berisik!!, aku mau nonton Spongebob tahu, jangan berisik!!" ucap Shivanya kesal.


''Jadi kamu mau nontonin SPONGEBOB atau mau nontonin TAHU?" tanya mas Amir dengan ekspresi wajah bingung dan menggaruk kepalanya.


Shivanya hanya menatap mas Amir dengan tatapan mata tajam.


"Kenapa? kok natap aku kayak gitu?" tanya mas Amir.


"Apakah obat mas Amir habis?" tnya Shivanya.


"Obat apa dek? aku gak lagi minum obat lho, orang aku sehat juga masa disuruh minum obat sih" ucap mas Amir.


"Pantesan, ternyata gilanya kumat gara-gara gak minum obat" ucap Shivanya menahan tawanya.


HEHEHE!!


HM!!


"Eh dek" ucap mas Amir.


"Apaan?" tanya Shivanya jutek.


"Woilah santai napa, garang amat" ucap mas Amir.


"Ada apa hm?" tanya Shivanya.


''Kamu punya Facebook gak dek?" tanya mas Amir memainkan rambut Shivanya.


''Apa itu Facebook?" tanya Shivanya.


''Facebook itu salah satu aplikasi sosial media dek" ucap mas Amir.


''Media sosial apa itu? dan apa itu Facebook?" tanya Shivanya.


"Kamu gak tahu media sosial dek?" tanya mas Amir terkejut.


"Enggak tahu mas, emang itu apa mas?" tanya Shivanya.


"Gimana ya ngejelasinnya" ucap mas Amir menggaruk kepalanya kebingungan.


"Tinggal jelasin aja, ribet banget deh" ucap Shivanya.


''Hm, sosial media itu media untuk bersosialisasi satu sama lain dan dilakukan secara online yang memungkinkan manusia untuk saling berinteraksi tanpa dibatasi ruang dan waktu" ucap mas Amir.


"Oh gitu" ucap Shivanya.


"Iya, emang kamu ngerti dek yang mas jelasin tadi?" tanya mas Amir.


"HEHEHE ENGGAK!!" ucap Shivanya tersenyum kecil menggelengkan kepalanya.


"Hm, sudah ku duga" ucap mas Amir menghela nafas panjang.


HEHEHE.


Hm.


"Kalau Facebook itu apa mas?" tanya Shivanya.


"Facebook itu salah satu aplikasi media sosial yang digunakan untuk berinteraksi dengan orang lain sebagai penghubung antar jarak yang berjauhan" ucap mas Amir.


''Maksudnya gimana?" tanya Shivanya.


"Face itu wajah, book itu buku" ucap mas Amir.


''Apakah itu berarti Facebook adalah wajah sebuah buku mas? apakah itu berarti wajahnya ada di dalam sebuah buku? atau apa? saya tidak mengerti" ucap Shivanya dengan wajah bingung menggaruk kepalanya.


''Hm, bukan seperti itu" ucap mas Amir menghela nafas panjang.


''Terus apa dong?" tanya Shivanya.


''Hm, lupakan saja" ucap mas Amir pasrah.


"Hm, jelasin dong, aku kan pengen tahu mas" ucap Shivanya.


''Aku bingung bagaimana menjelaskannya lagi padamu" ucap mas Amir menggaruk kepalanya.


"Lupakan saja, itu tidak penting" ucap mas Amir.


Hm.


"AKH!!! berat akh mas awas minggir" ucap Shivanya saat mas Amir berbaring di pangkuannya.


''Apa berat? kan cuma kepala doang dek, Mada berat sih?" tanya mas Amir mendongak menatap wajah Shivanya.


''Akh berat mas, minggir gak?" tanya Shivanya kesal menggeser kakinya dengan keras hingga kepala mas Amir terpental dan terbentur lantai.


"Akh sakit tahu dek" ucap mas Amir yang langsung duduk memegang kepala belakangnya yang terbentur lantai.


"Lagian siapa suruh nyender-nyender?" tanya Shivanya kesal.


''Hm, pindah dek TV-nya, udah habis tuh Spongebob-nya" ucap mas Amir menunjuk layar TV.


Hm.


''Ini aja seru" ucap mas Amir memindah channel TV menjadi FTV.


''Apaan sih mas Amir, kok malah nonton orang pacaran sih?, kan aku masih kecil tahu" ucap Shivanya kesal.


''Saya ingin menonton ini, udah akh diem, berisik tahu kamu" ucap mas Amir fokus menonton acara di televisinya.


''Hm, pinjam pahanya buat bantal ya" ucap Shivanya.


"Gak boleh, bayar ya" ucap mas Amir.


"Kok bayar sih? kan pinjam" ucap Shivanya.


HAHAHA.


Hm.


Shivanya pun ikut menonton acara di televisi itu yang menayangkan adegan percintaan.


'BAPER!!" ucap Shivanya dengan wajah sedih menatap layar televisi.


Hm.


"Lah, kok udah sih? aku baru mau nonton aja, udah selesai aja" ucap Shivanya sedih tetapi kesal.


''Jam berapa sekarang?" tanya mas Amir.


''Lihat saja di belakang, kan ada jam dinding tuh di belakang" ucap Shivanya memberikan isyarat pada mas Amir untuk melihat jam dinding yang berada tepat di belakang mereka.


"Ini baru jam 10, masih ada 1 lagi, biasanya sih sampai jam 12 siang" ucap mas Amir.


''Mana? kok gak ada?" tanya Shivanya kesal menatap layar televisi.


''Sabar dong" ucap mas Amir.


"Aku ngantuk akh mau tidur aja, pinjam pahanya" ucap Shivanya membaringkan tubuhnya dan menjadikan paha mas Amir sebagai bantal kepalanya.


''Tidurnya bisa gak sih jangan hadap ke kanan kepalanya, hadap ke arah tv aja" ucap mas Amir.


''Emangnya kenapa?" tanya Shivanya menatap wajah mas Amir.


"Hm, tidak apa-apa" ucap Amir sambil menggaruk kepalanya.


''Kenapa sih mas?" tanya Shivanya.


''Tidak apa-apa, itu sudah mulai FTV-nya dek" ucap mas Amir menunjuk layar televisi.


''FTV? apa itu? tanya Shivanya.


''Hm, namanya FTV" ucap mas Amir.


"Itu judulnya PACAR KU TETANGGA KU kok mas bukan FTV judulnya, kenapa dibilang FTV sih?" tanya Shivanya bingung menggaruk kepalanya.


Hm.


''Akhirnya filmnya mulai juga, aduh, sakit sekali kena tangan Shivanya" ucap Amir dalam hati.


''Mas beneran gak apa-apa?" tanya Shivanya saat melihat ekspresi wajah mas Amir yang terlihat berbeda seperti sedang menahan rasa sakit.


''Iya, gak apa-apa kok" ucap mas Amir.


Hm.


''Pakai ditanya lagi, sudah tahu kalau kena tangan sakit'' ucap Amir dalam hati.


''Ah, gak seru filmnya sama seperti sebelumnya" kata Shivanya kesal.


"Lama-lama juga seru kok, tonton aja dulu" ucap mas Amir.


''Hm oke" ucap Shivanya yang kembali menyaksikan film itu dengan serius.


"Mas" panggil Shivanya.


"Kenapa dek?" tanya mas Amir.


"Aku masih kepikiran sama Facebook, Facebook itu apa mas Amir? kasih tahu dong" ucap Shivanya.


"Akh itu lagi dibahas" ucap mas Amir menghela nafas panjang.


"HEHEHE!!, jangan ngambek dong, maaf" ucap Shivanya terbangun dari pangkuan mas Amir membujuknya.


Hm.