Mr.Snowman

Mr.Snowman
Sumpah



Kimmy hanya sekedar mengancam, ia tahu betul senjata melumpuhkan Dave yaitu melalui Ali.


Semenjak hari itu, Dave dan Kimmy seperti dua orang asing yang tak saling mengenal. Kimmy berusaha membuang perasaan dan kenangannya agar menjauh sedangkan Dave terpaksa melakukan hal itu. Setelah ia mencium Kimmy dibawah tangga, seseorang merekam keduanya dan berhasil sampai di tangan Jemima. Jemima mengambil alih seluruh kebebasan Dave. Ia mengancam akan memberikan bukti tersebut pada Anne bila Dave tak menuruti segala keinginannya.


"Besok gue berangkat. Lima belas hari ini sangat berarti, walaupun kami gak saling berbicara tapi melihat dia baik-baik aja udah cukup untuk gue. Jaga dia Al. Jaga hatinya. Jangan pernah lu sakitin."


Pesan perpisahan Dave pada Ali.


"Gue akan jaga dia sampe lu kembali lagi dan menyelesaikan semua masalah di dalam keluarga lu."


Jawab Ali.


"Selamanya Al. Bukan hanya pas gue pergi."


Ucap Dave.


"Di hatinya cuma ada lu, Dave."


Timpal Ali.


"Dia bilang akan lupain gue. Seberapa kali gue menciumnya, dia akan minta lu hapus semuanya."


Dave berdiri hendak meninggalkan Ali dan mengakhiri percakapan.


"Haha, dia cuma nguji lu."


Ali menghentikan langkah Dave.


"Sana, pamitlah sama dia. Untuk yang terakhir. Jemima urusan gue."


Ali melanjutkan kalimatnya. Dave mengangguk setuju dengan pendapat Ali.


Ali mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Jemima, sementara Dave berlari menyusuri lorong kampusnya mencari keberadaan Kimmy.


Tapi perempuan itu tak nampak sedikitpun disekitaran area tersebut.


Angkat telepon gue, Kim.


Berkali-kali Dave menghubunginya tapi tak tersambung.


Dave berlari lagi melewati tempatnya dan Ali berbincang. Seketika ia memperlambat langkahnya, Jemima sedang berbicara dengan Ali entah apa yang mereka bicarakan. Namun hal itu sangat membantu Dave keluar dari cengkraman Jemima sementara waktu.


Ali yang sadar keberadaan Dave, segera memeluk Jemima agar perempuan itu tak mengetahui rencana Dave. Dave berjalan cepat menuju tempat yang pasti Kimmy datangi di waktu-waktu sedihnya.


Aku tau kamu disitu, Kim.


Kimberly memunggungi Dave, ia duduk termenung memeluk lututnya.


"Kim, aku pamit. Besok ... "


Dave menghentikan kalimatnya.


"Ya aku tau, pergi sana."


Jawab Kimmy tanpa menoleh kearah Dave.


"Aku titip jaga diri baik-baik. Jangan kemana-mana tanpa Ali."


Dave membalikkan tubuhnya hendak meninggalkan Kimmy. Perpisahan dingin ini bukanlah yang diinginkannya. Namun di satu sisi respon Kimmy cukup melegakan, setidaknya ia pergi tanpa membawa beban apapun. Perasaannya tenang. Tanpa ikrar penantian ataupun air mata Kimmy.


Baru lima langkah Dave berjalan, tubuhnya diserang pelukan dari belakang oleh perempuan yang dicintainya tersebut.


Kimmy menangis terisak di punggung Dave. Dave menggenggam tangan Kimmy yang melingkar di pinggangnya.


"Jangan beratin langkahku, Kim."


Minta Dave lembut.


"Gak akan. Aku inget kok, aku pernah bilang hidup ini juga soal membuat bangga orang yang menaruh harapannya pada kita. Jadi aku gak akan halangin kamu."


Kimmy melepaskan pelukannya. Dave membalikkan tubuhnya dan menyeka air mata Kimmy.


"Izinin aku nunggu kamu disini."


Rasa cinta Kimmy yang begitu besar mengalahkan kekecewaannya pada sikap Dave beberapa Minggu ini.


"Tunggu aku sebagai seorang sahabat."


Jawab Dave datar. Ia tak ingin membuat janji apapun pada Kimmy. Dave belum terlalu yakin saat kepulangannya nanti masalah dengan ibunya akan cepat selesai. Dave harus melindungi Kimmy dari ancaman Anne.


"Jadi benar saat kamu pulang nanti, kamu akan menikah dengan Jemima?"


Tanya Kimmy menangis. Dave mengangguk perlahan. Ia terpaksa berbohong agar Kimmy melanjutkan kehidupannya dengan baik.


Aku akan pulang untukmu, Kim.


"Buat apa kamu pamit, hah? Pergi aja sana. Jangan kuatir, aku bersumpah saat kamu kembali, perasaan ini sudah hilang. Gak akan ada aku diantara kamu dan Jemima."


Kimmy berteriak mengucapkan sumpahnya. Seketika angin bertiup kencang, gemuruh saling bersahutan. Sumpahnya seakan disetujui alam.


Kehilangan cintamu? Aku gak bisa bayangin, Kim. Jika Jemima satu-satunya wanita di muka bumi ini. Aku akan lebih memilih mati menyusulmu ke surga atau ke neraka sekalipun.


Batin Dave.


"Terserah."


Jawab Dave bertolak dengan jawaban hatinya. Kemudian berlalu dari hadapan Kimmy.


Hujan tak menghentikan langkahnya untuk berbalik melindungi wanitanya, ia harus tetap berjalan lurus pada tujuannya tanpa satupun penghalang, yaitu menghentikan bisnis kotor Anne.


"Jemput dia di pos, Al. Dari gang itu lurus aja nanti ada pos warna ping. Ada Kimberly disitu. "


Pesan Dave pada Ali yang baru saja berpisah dengan Jemima.


"Arghh keras kepala. Perpisahan ini harusnya manis. Dan lagi-lagi kalian saling nyakitin? "


Ali kesal dengan sikap Dave.


"Sorry Al. "


Ucap Dave seraya menyalakan mesin motornya, ia menerobos hujan membawa kendaraannya melaju kencang.


Ali pun bergegas menjemput Kimmy di tempat yang sudah Dave informasikan.


Ali mengejutkan Kimmy yang masih melanjutkan tangisannya ditengah deras hujan.


"Ini ujan Al. "


Jawab Kimmy sambil menyeka airmatanya.


"Udah terlanjur juga. Lu udah basah kuyup. "


Kata Ali.


Kimmy mematuhi perintah Ali, ia naik ke atas motor dan memeluk pria itu erat. Ali membawa Kimmy kerumahnya untuk segera membasuh diri dan mengganti pakaian.


Lena sedang tak berada di rumah, hari-hari tertentu ia mengabdikan dirinya menjadi relawan untuk anak-anak berkebutuhan khusus.


Selesai mandi dan mengganti pakaian, Kimmy meneruskan tangisnya yang tak kunjung usai.


"Nih minum coklat hangat. "


Minta Ali.


"Dia itu manusia apa bukan sih, Al? Kadang baik kadang jahat."


Kimmy terisak mengingat perkataan Dave.



Ali mendekati Kimmy dan memeluknya memberi ketenangan dan kehangatan.


Gue janji akan bawa kalian berdua bersatu lagi. Gue akan nemuin cara buat Tante Anne merestui kalian.


Batin Ali.


"Nangislah sampai puas, Kim. Berapa tahun pun lu rindu Dave, nangislah disini. "


Ali menunjuk dadanya.


Ini nyaman. Hujan itu dua kali bawa kenangan buruk untuk gue, dan lu selalu menghapusnya, Al. Thanks


Ucap Kimmy dalam hati.


"Enggak, gue janji ini terakhir nangisin pria labil itu. "


Kimmy melepaskan pelukannya.


"Coba aja kalo bisa, nanti sampai kamar lu juga lupa lagi sama omongan barusan."


Ali meledek Kimmy. Kimmy melemparnya dengan bantal. Setelah aksi kejar-kejaran yang membuat beberapa barang dirumah berserakan. Keduanya mengatur napas.


"Gue laper. Tapi masih hujan. "


Ucap Ali tersengal-sengal sambil membuka kulkas. Kimmy ikut melihat isi kulkasnya.


"Tuh ada cumi. Gue masakin ya. "


Ucap Kimmy.


"Nah iya boleh tuh. Udah lama gak makan masakan lu. "


Ali setuju.


Kimmy memulai aksinya. Ia mengingat macam-macam bumbu dan langkah-langkah memasak yang sudah diajarkan Lena.


Di kulkas tante selalu stok cumi, ini makanan kesukaan Ali.


Ucap Lena waktu Kimmy menginap dirumahnya .


Tak butuh waktu lama, hanya lima belas menit Kimmy selesai membuat makanan kesukaan Ali dengan keahlian mengingat dan menduplikat yang baik.


"Nih Al. Gak usah bilang enak. Gue gak perlu dikasihanin. "


Kimmy meletakkan cumi sambal hijau buatannya diatas meja makan.


Kemudian menyendokkan nasi keatas piring Ali .


"Sejak kapan Kimberly melayani? "


Goda Ali.


"Haha iya kebiasaan liat Mama Lena men-service lu sampe ke tulang. Wkwk"


Jawab Kimmy tertawa melihat tingkahnya sendiri.


Ali menyuap makanan ke mulutnya tanpa rasa cemas, sedang Kimmy seperti biasa tak akan memakan makanannya sendiri. Takut keracunan katanya.


"Ehhhmmm Kim, ini enak banget. "


Puji Ali.


"Yaelah Li, kan gue bilang gak usah sanjung gue akhirnya nanti gue malu sendiri. "


Jawab Kimmy sambil merapikan barang yang berjatuhan akibat bermain kejar-kejaran dengan Ali.


"Ya ampun Kim, lu gak percayaan banget sih."


Ali membawa piringnya dan menyodorkan sesuap nasi ke mulut Kimmy. Kimmy mengunyahnya perlahan, takut-takut Ali hanya menjebaknya saja.


"Al, sumpah demi apa ini buatan gue? Gue akan terus belajar masak dari mama kalo gitu. "


Kimmy tak percaya dengan hasil masakannya sendiri.


Sementara di tempat lain, Dave tak bisa menyembunyikan kesedihannya. Sumpah yang Kimmy keluarkan membuatnya tak dapat tenang.


Memang harus ada yang dikorbankan. Aku gak bisa menginginkan semua bersamaan.


Dave.



Like dooonggg kakak-kakak.. sama tinggalin komen dong kakak. Saranghaeđź’•