
Di tempat yang jauh dari hingar bingar, hanya ada hembusan angin yang membuat irama indah setiap melewati celah daun dari pohon-pohon kelapa dan deburan ombak yang menambah ketenangan di jiwa. Sepasang kekasih memadu kasih di pulau terpencil itu. Mereka bercengkarama seperti dunia ini hanya miliknya.
"akel Tom, Onty Nda.."
Tiba-tiba ketenangan mereka terusik oleh kedatangan Miracle yang berlari ke arah mereka.
Kimmy yang sengaja menginstruksikan keponakannya itu untuk mengganggu pengantin baru tersebut terkekeh melihat ekspresi Tomi yang kesal.
"Tau gini, kita bulan madu di rumah aja. Di kamar ku. Sama aja kok rasanya."
Ucap Tomi jengkel sambil menggendong Miracle yang mengulurkan tangannya.
Wanda hanya tertawa melihat suaminya yang cemberut. Betapa tidak, baru masuk kamar Kimmy dan Marcel bergantian mengganggu mereka. Ada saja alasannya. Dari mulai pinjam penambah daya ponsel, kamera, tripod, ada saja alasan kedua saudara ini mengganggu hari bahagia Tomi. Dan yang paling tak masuk akal saat Kimmy menumpang di toilet kamar Tomi dan Wanda. Jelas-jelas tiap kamar mendapatkan fasilitas tersebut.
"hahaha salahin tuh Ka Dayana ngasih tiket bulan madu enam lembar. Dikira mau study tour?"
Ledek Kimmy.
Ali, Marcel, dan Gea yang berada dibelakang mereka ikut tertawa.
"Udah Kim, cukup ganggunya. Mending ganggu hidup aku."
Timpal Ali.
Kimmy mengedipkan matanya berkali-kali tak percaya Ali menggodanya di depan banyak mata.
"Jangan nakal! Tunggu waktunya!"
Ancam Marcel dan Tomi serempak.
Ali dan Kimmy yang sudah menautkan jarinya sontak melepas genggaman mereka karena dua pasang mata elang siap untuk melahap mangsanya.
"Gue cuma mau bawa dia snorkeling Kak biar gak ganggu kalian."
Jawab Ali.
Mereka perlahan berjalan menjauh, dan menyadari dua orang tadi masih memperhatikan lewat ekor mata mereka.
Setelah dirasa jauh dari pantauan kedua kakaknya, Kimmy memeluk pinggang Ali dengan tangan kirinya dan Ali membalas merangkul bahu Kimmy yang lebih rendah darinya.
"Udah dapat restu, masih aja banyak ancaman."
Gerutu Ali.
"Hahaha, artinya banyak yang care sama kita."
Jawab Kimmy.
Ali dan Kimmy terhenti di spot snorkeling yang Ali katakan tadi.
Kimmy sangat antusias, sedang Ali terdiam memandangi lautan.
"Ayo yank.."
Bujuk Kimmy.
"Batal aja deh. Kita main game di penginapan aja."
Tolak Ali.
"Tadi katanya mau snorkeling."
Kimmy cemberut.
"Aku asal ngomong karena ditatap dua kakakmu."
Jawab Ali.
Kimmy yang terlanjur senang, enggan menuruti Ali.
"Aku aja deh yang turun. Kamu di kamar aja."
Ucap Kimmy kesal.
Ali yang sangat mencintai kekasihnya tersebut akhirnya mengalah. Mereka mengganti pakaian dan bersiap untuk melihat keindahan bawah laut.
"Jangan jauh-jauh dari aku!"
Perintah Ali sebelum akhirnya mereka melemparkan tubuhnya ke air.
Kimmy tersenyum mendengar Ali begitu menjaga dirinya. Mereka berpegangan tangan menikmati keindahan biota laut. Baru beberapa menit tangan Kimmy terasa berat. Pegangan Ali terlepas. Pria itu pingsan dan tak sadarkan diri. Kimmy buru-buru mencari pertolongan.
Saat keduanya telah sampai di tepi pantai, Kimmy menangis menyaksikan Ali yang masih tak sadarkan diri dan diperiksa oleh tim medis.
"Kenapa tunangan saya Dok?"
Tanya Kimmy kuatir.
"Sepertinya dia ada trauma di kepala. Jadi dibawah tekanan air dia gak bisa seimbang. Pernah luka atau sakit?"
Jelas Dokter yang menangani Ali.
"Saya gak tau Dok."
Jawab Kimmy ragu. Yang ia ingat hanya peringatan dari Ali sebelum akhirnya ia mengalah terhadap kemauan Kimmy.
"Maafin aku ya, Al. Harusnya aku dengar katamu tadi."
Kimmy menangis memegang tangan Ali.
"Gak apa-apa. Maaf ya cuma sebentar jadinya."
Ali mengelus pipi kekasihnya yang terkejut melihatnya telah sadar kembali.
Merasa dirinya baik-baik saja, Ali menolak untuk pemeriksaan lebih lanjut. Mereka memutuskan kembali ke villa.
Sepanjang perjalanan sampai ke villa yang mereka tempati bersama Gea dan Marcel, Kimmy memeluk pinggang Ali dengan erat. Ia sangat takut kejadian tadi terulang kembali.
"Aku mau mandi. Kamu mau ikut?"
Tanya Ali menggoda Kimmy yang tak melepaskan pelukannya.
"Jangan lama-lama. Aku juga mau mandi."
Kimmy segera membersihkan dirinya. Tak butuh waktu lama, hanya dalam lima menit ia sudah selesai dan mengetuk pintu kamar Ali.
Ali dibawah kucuran air jelas tak mendengar.
"Ali, Al, kamu masih mandi?"
Teriak Kimmy yang kuatir dengan kondisi Ali. Namun tak ada jawaban.
Ia tetap berdiri di depan kamar Ali sampai menit-menit berikutnya.
"Al, aku udah setengah jam di depan sini. Kamu kok belum selesai juga?"
Kimmy yang tampak makin kuatir, akhirnya keluar dan menemui resepsionis untuk meminta kunci cadangan kamar yang ditempati Ali.
Sekembalinya Ali belum keluar juga dari kamar. Kimmy yang panik membuka kunci kamar Ali dan masuk tanpa seizin Ali.
Sudah tak terdengar suara air dari dalam kamar mandi. Kimmy menarik napas dan menghembuskannya perlahan. Kini ia berdiri tepat di depan kamar mandi. Terdapat banyak keraguan membuka pintu kamar mandi tersebut.
*Kre**eekkk*
Pintu kamar mandi terbuka lebar, keduanya terkejut. Kimmy memandangi Ali dari kaki hingga kepala lalu memeluk pria yang hanya mengenakan handuk di bawah pinggang tersebut.
Ali yang canggung, membalas pelukan kekasihnya itu. Sambil terheran-heran.
"Gimana cara kamu masuk kesini?"
Tanya Ali bingung.
"Pakai kunci serep."
Jawab Kimmy seadanya masih enggan melepas pelukan, hanya mendongakkan kepalanya menghadap wajah Ali.
"Maaf ya Al, aku kira kamu pingsan lagi."
Lanjut Kimmy.
"Emm, ok. Tapi lepasin dulu Kim. Aku mau ..."
Belum selesai Ali berbicara
"Kimberly! Ali! Apa-apaan ini?"
Bentakan Marcel begitu mengguncang keduanya.
"Kakak?"
Kimmy segera melepas pelukannya.
"Pulang darisini kalian langsung urus administrasi untuk pernikahan!"
Marcel meninggalkan kamar Ali.
"Al, gimana nih?"
Tanya Kimmy.
"Gapapa, kita jelasin yang sebenarnya ke Kak Marcel habis ini. Aku pakai baju dulu."
Jawab Ali menenangkan.
"Ya udah cepetan!"
Pinta Kimmy.
"Kamu keluar dulu."
Ucap Ali.
"Cuma pake baju doang kok aku harus keluar?"
Tanya Kimmy polos.
"Sayangku, Kimberly.. Bukan hanya baju. Underwear pun aku belum pake."
Jawab Ali.
"Daritadi? semenjak kita pelukan?"
Kimmy terheran.
Ali mengangguk malu.
"Ih lain kali keluar kamar mandi pakai pakaian yang lengkap."
Ucap Kimmy.
"Loh kan ini kamar mandinya di dalam kamar aku. Kamu yang seharusnya gak sembarangan masuk."
Ali membela diri.
Kimmy tak dapat berkata lagi, ia memilih keluar dari kamar Ali. Benar kali ini dirinya salah lagi.
Sedang Ali tersenyum-senyum sendiri melihat wajah kekasihnya yang tersipu malu.
Kimmy menemui Marcel yang terduduk di teras penginapan. Mencoba menjelaskan apa yang dilihat hanya sebuah kesalahpahaman.
"Saya gak mau dengar penjelasan apapun Dek. Kalian harus nikah sepulang darisini."
Marcel meninggalkan Kimmy sebelum wanita itu sempat menjelaskan.
Ali yang melihat kejadian itu dari kejauhan, mendekati Kimmy dan menenangkan kekasihnya tersebut.
"Ya udah, Gak apa-apa kalau Kak Marcel gak paham. Gak apa-apa juga kita harus menikah sebulan lagi, seminggu, atau bahkan satu jam lagi. Aku siap. Emang kamu gak mau nikah sama aku?"
Tanya Ali.
"Mau, tapi bukan gini caranya."
Ucap Kimmy ditutup dengan kecupan hangat Ali di keningnya.
Jangan lupa lIke, Comment dan Vote nya yah 💕