
Matanya bengkak akibat menangis seharian kemarin. Diatas motor, Tomi masih menahan tawa, menjaga perasaan sang adik.
"Kenapa lu suka dia sih dek?"
Tanya Tomi.
"Soalnya dia nyebelin kak kaya lu sama Kak Marcel."
Jawab Kimmy.
"Maksudnya?"
Tomi masih tak mengerti.
"Katanya suruh cari orang yang bisa gantiin kalian, dia udah lengkap."
Jawab Kimmy belum selesai.
"Ganteng, wangi, pinter , dan kalemnya kaya Kak Marcel. Kuat, keren, keras kepala sama nyebelinnya kaya Kak Tomi."
Kimmy melanjutkan mendeskripsikan Dave.
"Kok yang bagus-bagusnya disamain kaya Marcel, jelek-jeleknya kaya gue?"
Protes Tomi.
"Ya tapi kan yang penting gue sayang kalian."
Ucap Kimmy sambil memeluk pinggang Tomi.
Kimmy turun dari motor, dilihatnya Dave sedang menunggu seseorang, tak lama Jemima juga turun dari mobil yang mengantarnya. Dave mengejar Jemima seperti kemarin dan perempuan itu meninggalkannya juga persis seperti hari kemarin. Kimmy tak bisa membantu apapun lagi. Hati Dave terlalu keras dalam mencintai wanitanya. Dave masih mengira bahwa hanya Jemimalah yang dapat menerima dirinya dengan segala kekurangannya.
Berhari-berhari hingga sudah dua bulan berjalan Dave masih seperti orang bodoh mengejar cinta Jemima.
Bahkan Dave mengabaikan pos bahagia yang ia bangun bersama Kimmy. Kimmy mengurusnya sendiri, tiap-tiap hari ia menemani adik-adik asuh ini sendiri tanpa Dave. Malah Kimmy sudah mendirikan rumah baca bagi mereka. Setiap pulang kuliah, ia mengadakan sekolah baca bagi mereka selama satu jam lamanya. Ia sudah terlebih dahulu meminta izin dari Marcel dan Tomi tentunya.
Sedang istirahatnya ia habiskan membaca di perpustakaan bersama Renata dan Kenny. Si kucing dan anjing.
"Gue gak ngerti maksudnya apa sih ni?"
Ucap Renata di perpustakaan dengan suaranya yang bising.
"Ssshhh.. kamu nanya mulu. kok bisa-bisanya masuk kampus ini?"
Tanya Kenny yang kesal bila Renata ikut membaca di perpustakaan. Jangankan mengerti isi bukunya, buku yang diambilnya selalu sembarang. Katanya "Yang penting covernya lucu."
"What itu foto albert einstein, bagian mananya yang lucu?"
Kenny selalu menjawab dengan kesal setiap perkataan Renata.
"Sssshhhhhhh!!"
Ramai-ramai penghuni perpus meminta keduanya diam.
Kimmy hanya tertawa geli ketika keduanya beradu.
"Aduh gue gak ngerti lagi sama kalian, berantem terus. Jangan-jangan jodoh."
Ucap Kimmy yang akhirnya memilih keluar membawa kedua hewan peliharaannya ini ikut bersamanya daripada di blacklist tak boleh masuk perpus lagi.
"Jodoh saya mesti pintar, Kim. Kalau oon kebangetan gini, nambah ujian hidup saya."
Kenny menyindir Renata.
"Iya gue juga ogah. Jodoh gue mesti gagah kaya Kak Tomi. Jago berantem bukan jago ngitung. Paling kalo punya jodoh kaya dia, ujung-ujungnya buka warung sembako. Ngitungin untung rugi pake rumus ekonomi tiap hari. Pusing ah."
Timpal Renata yang juga kesal dengan Kenny.
Kimmy terhibur mendengar celotehan keduanya. Tak jarang ia terkadang sudah tak ada ditengah keributan asisten dosen yang cerdas dan mahasiswanya yang super lemot ini.
Soal Dave, ia tak pernah tau lagi. Sengaja Kimmy menyibukkan diri agar tak ada waktu memikirkannya lagi.
"Maaf ganggu, lu Kimberly kan temennya Renata?"
Tanya Jemima yang menunggu Kimmy sedari tadi di gerbang kampus.
"Iya, ada apa?"
"Kata Rena lu suka sama Dave. Bisa kan lu cari cara supaya dia suka juga sama lu? Jujur aja gue risih diganggu dia akhir-akhir ini."
Renata mengungkapkan keperluannya.
"Haha lu kira gue sama kaya lu yang gampang main-mainin hati orang?"
Kimmy tertawa mendengar perkataan Renata yang terkesan munafik.
"Kok lu kasar sih? kan gue minta baik-baik."
Ucap Je gentar.
"Ya lu gak usah kambing hitamin orang. Lu jujur aja sama Dave alesan lu ninggalin dia. Karena dia mantan napi kan? karena lu gak mau ikutan dianggep buruk kan? Lu jujur, Dave juga bakal ngejauh. Lu sok misterius dan sok baik sih selama ini."
Kimmy mengeluarkan unek-uneknya.
"Lu tau masa lalunya? kenapa lu masih suka?"
Jemima malah terheran dengan perasaan Kimmy.
"Oh ya itu urusan gue sama hati gue.. bukan urusan sama omongan orang."
Kimmy kemudian berlalu meninggalkan Jemima yang malu disindir sedemikian oleh perempuan yang ia anggap gampang diperdaya.
Keduanya tak tahu jika Dave diam-diam sedang mendengarkan percakapan mereka dari balik gerbang. Kali ini hati Dave yang sakit. Jemima perempuan yang ia banggakan ternyata jauh lebih picik daripada Kimmy perempuan yang selalu ia anggap manja dan merepotkan.
Mulai detik itu, Dave mengubur dan menutup kenangan dan harapannya dengan Jemima. Tak ada lagi nama itu di dalam hatinya.
Baginya jika sesuatu yang sudah pernah terlepas dan kembali. Itu berarti akan menjadi miliknya selamanya. Namun jika tak kembali, maka tak kan menjadi miliknya. Dan Jemima adalah sesuatu yang terlepas namun tak kembali.
Dave seperti orang yang baru saja terlepas dari sihir, ia kembali mengingat adik-adik asuhnya, ia kembali mengingat Kimmy, dan ia mengingat kembali masa depannya yang harus ia benahi.
"Adik-adik, beberapa minggu ke depan Kak Kim gak bisa temui kalian dulu. Kakak ada pelajaran tambahan. Jadi jangan nungguin yah. "
Kimmy memberitahu ketidakhadirannya dua minggu kedepan. Ia akan mengikuti seleksi penerimaan beasiswa, maka itu dua minggu ke depan ia akan fokus belajar dengan dibantu Kenny yang sudah berpengalaman.
"Iya Kak."
Ucap Anak-anak serempak.
Sepulang kuliah dan mengajar di Pos Bahagia, Kimmy belajar dari sore sampai malam, kadang pagi belum tertidur. Ia bertekad menjadi kebanggaan kedua Kakaknya. Maka ia harus mendapatkan apa yang menjadi tujuannya. Yaitu keringanan biaya kuliah.
"Ngantuk amat tuh mata, Kim."
Tegur Renata.
"Iya, demi impian."
Jawab Kimmy sambil menguap.
Tak lama Kenny masuk ke kelas mereka. Hari ini, ia mengisi mata kuliah pagi hingga ke siang.
Kimmy tak sengaja tertidur saat kegiatan belajar masih berlangsung. Kenny yang tau seberapa keras usaha perempuan ini tak membangunkannya apalagi membuatnya malu.
Renata sempat berusaha membangunkan Kimmy, malah ditegur oleh Kenny agar tak mengganggunya.
Hingga tiba waktu istirahat, semua mahasiswa berangsur keluar ruangan. Hanya tertinggal Kenny, Renata, Kimmy yang masih tertidur serta Dave yang hendak mengajak Kimmy ke Pos Bahagia.
"Pilih kasih. Gitu tuh orang jatuh cinta."
Renata mengajukan protes pada Kenny. Suaranya cukup besar sehingga membangunkan Kimmy.
Kimmy yang sudah sadar, segera meminta maaf pada Kenny.
"Maaf Kak."
Ucap Kimmy merasa bersalah.
"Gak apa saya tau perjuangan kamu."
Kenny menepuk bahu Kimmy seraya mengajaknya keluar ruangan. Mereka akan mulai kegiatan belajar ekstra mulai hari ini.
Dave hanya tertunduk lesu. Belum sempat ia mengajak Kimmy pergi, sudah keduluan Kenny.