Mr.Snowman

Mr.Snowman
Bukti Kepemilikan



"Balik ke pos yuk"


Ajak Kimmy, tak sadar keduanya telah berlari jauh dari tempat awal mereka.


Dave mengiyakan, keduanya berjalan kembali.


Di setengah perjalanan, genangan air terlihat semakin tinggi. Mereka tak ingat bahwa pos Bahagia terletak di turunan yang landai.


"Dave kok makin lama airnya naik sebetis aku?"


Tanya Kimmy bingung.


"Entahlah. Kita jalan dulu sampai Pos. Tas kita kan masih disana."


Jawab Dave.


Air terus meningkat sampai sepaha Kimmy.


Dan tiba di pos air sudah sepinggang Kimmy beruntung saung yang mereka buat cukup tinggi.


"Pak, apa di depan airnya sudah surut?"


Tanya Dave pada salah seorang warga.


"Loh ya makin kesana makin tinggi. Memang mau kemana?"


Jawab seorang bapak kemudian disusul pertanyaan.


"Universitas negeri"


Jawab Dave.


"Oh ya tentu. Kalian mesti tunggu air surut . paling nanti malam sudah surut. Doakan saja hujannya segera berhenti."


Jawab Bapak itu kemudian.


"Tingginya semana pak kira-kira?"


Tanya Dave.


"Segini saya."


Si bapak menunjuk pinggangnya.


Setelah percakapan selesai, Dave membantu Kimmy untuk naik ke saung. Celananya yang berat akibat air membuatnya susah bergerak.


"Dave gimana nih kita kejebak sampe malam?"


Tanya Kimmy.


Dave tak bergeming, ia membuang pandangannya jauh dari Kimmy.


Kok marah sih? emang aku salah bicara?


Batin Kimmy.


Keduanya diam. Kimmy berpikir mungkin Dave tengah pusing memikirkan jalan keluar.


"Dave, aku kedinginan."


Kimmy menggigil. Dave masih terdiam.


"Aku salah apa sih Dave tiba-tiba diemin aku kaya gitu?"


Tanya Kimmy menaikan nada bicaranya.


"Baju kamu buat aku gak bisa fokus."


Jawab Dave enggan melirik Kimmy.


Kemeja putih polos yang basah itu memperjelas bra hitam Kimmy. Ia segera menutupnya.


"Ahhhh.."


Teriak Kimmy kesal.


"Aku baru sadar pas sampe sini kok. Itupun langsung buang muka."


Jelas Dave.


"Aahh bukan kamu. tapi bapak tadi."


Jawab Kimmy. Dave tersentak, ia benar-benar tak terpikirkan hal tersebut. Sontak ia langsung memeluk tubuh Kimmy.


"Maafin aku."


Ucap Dave pada Kimmy yang sudah berada di dalam dekapannya.


"Terpaksa kita harus terobos ini. Daripada ada orang lain yang melihat keseksian tubuhmu selain aku."


Ucap Dave disusul pukulan keras Kimmy di lengan Dave.


"Kata bapak tadi sepinggang, Dave. Jalannya gimana?"


Tanya Kimmy.


"Bapak tadi kan tingginya se kamu. Sepinggang dia ya berarti se paha aku. Kamu aku gendong."


Ucap Dave sambil menurunkan tubuhnya agar Kimmy naik ke punggungnya.


Kimmy memegang tas Dave dan tas miliknya. Dave berjalan pelan, meraba lubang dengan kakinya. Ia tak mau perjalanan ini mencelakai ratunya.


"Dave kamu yakin? ini berat loh. Jalan di air ditambah gendong aku."


Tanya Kimmy.


"Seyakin aku milih kamu jadi bagian hidupku."


Jawab Dave membuat Kimmy tergelak.


"Dave, hujan akan buat aku selalu ingat tentang hari ini. Aku cinta kamu."


Bisik Kimmy di telinga Dave. Laki-laki itu bergidik.


"Aku cinta kamu Kimberly. sembilan belas juta kali sembilan belas juta kali."


Ucap Dave. Kini gantian ada getaran hangat di dada Kimmy.


Hampir sampai di ujung gang, jalanan terlihat semakin menanjak, membuat air kian merendah.


"Kamu tunggu sini, hadap tembok. Jangan mempertontonkan itu ke siapapun. Aku ambil motor dulu."


Minta Dave pada Kimmy. disertai anggukan kecil dari Kimmy.


"Pake ini."


Ucap Dave. Kimmy menuruti apapun yang Dave katakan. Kimmy memeluk Dave menghangatkan tubuh pria itu. Kimmy tau pasti Dave juga tengah kedinginan namun ia tahan agar tak menimbulkan kekhawatiran pada dirinya.


Sesampainya di rumah, Gea menyambut keduanya dengan kepanikan. Ia memberikan handuk pada Kimmy dan Dave.


"Kamu mandi duluan."


Ucap Dave agar Kimmy segera menyudahi hawa dingin di tubuhnya dan menghangatkan diri.


Kimmy pun membersihkan dirinya dan segera mengenakan pakaian hangat. Disusul Dave yang juga melakukan hal serupa.


"Untung Marcel lembur. Habislah kalian kalau ketahuan main hujan."


Ucap Gea sambil membawakan dua buah teh hangat.


"Jangan dilaporin ya kak."


Kimmy memohon.


"Gak akan. Asal kalian pintar-pintar jaga diri. Jangan nanti tiba-tiba kaya aku."


Ucap Gea sembari menunjuk perutnya.


Kimmy dan Dave saling menatap.


"Iihh gak mau. Takut."


Kimmy membayangkan reproduksi yang terjadi antar pria dan wanita.


Dave tertawa nakal.


"Setelah kita nikah, kau gak boleh takut."


Goda Dave. Kimmy berangsur menjauhi tubuhnya dari Dave. Namun Dave terus menggodanya. Ia mengejar Kimmy hingga keduanya berkejaran sampai di dalam kamar.


"Apa kamu mau kenalan dulu?"


Tanya Dave menggoda.


"Ih apa sih Dave."


Kimmy meninju perut Dave.


"Awww sepertinya anak kita akan menjadi petinju sepertiku."


Ucap Dave sambil tertawa.


"Awas berani mendekat. Aku teriak."


Ancam Kimmy. Namun tak di dengar oleh Dave. Ia meraih tubuh Kimmy dan mencumbu bibir Kimmy dengan lembut. Ia menekan-nekan wajahnya agar semakin leluasa kemudian menghisap bibir Kimmy dan menarik lembut lidah Kimmy yang sudah mulai terbiasa dengan permainan Dave.


Napas mereka menderu, rasa dingin yang sejak tadi mereka rasakan berangsur menghangat.


Dave turun mencium Kimmy ke pipi kemudian ke leher dan meninggalkan jejak di bahunya. Suara raungan Kimmy memohon untuk dilepaskan membuat Dave semakin terbuai dalam ciuman mematikan ini.


"Dave, Kim.. Marcel pulang."


Ketukan di luar kamar menghentikan aktivitas mereka.


Beruntunglah keduanya terlepas dari jeratan dosa.


Kimmy menyambut Marcel bersama Gea dan Dave.


"Di bahu kamu apa?"


Tanya Marcel menajamkan matanya.


"Em itu tadi aku kerok, dia masuk angin kena hujan."


Gea mengambil alih menjawab pertanyaan Marcel sambil mengedipkan matanya.


Sesaat Gea menemani Marcel, Kimmy masuk ke dalam kamar Tomi.


"Ini apa?"


Tanya Kimmy menangis menunjuk tanda kemerahan di bahunya.


"Tanda kepemilikan aku."


Jawab Dave.


"emang harus kaya gini? Dave jahat."


Ucap Kimmy sambil berlalu dari kamar Dave.


Dave mengejarnya, ia sadar telah melakukan hal yang jauh dari aturan Tuhan. Kimmy sedang menangis dengan posisi tengkurap di ranjangnya.


Dave membelai rambut Kimmy penuh perasaan .


"Maafin aku sayang. Aku janji ini gak akan terulang."


Ucap Dave.


"Hapus ini Dave."


Isak Kimmy sambil menunjuk bahunya.


"Gak bisa sayang. Besok atau dua hari lagi akan hilang sendiri."


Ucap Dave merasa bersalah.


"Aku gak mau kaya tadi lagi ya Dave."


Kimmy memohon.


"Gak akan. Kita akan sama-sama saling menjaga kesucian sampai waktunya kita menikah nanti."


Ucap Dave disambut pelukan hangat dari Kimmy.


Nafsuku terlalu besar. Maafkan aku, Kim.


Dave.


Aku janji akan menjaga ini untukmu kelak. Tak usah kau tandai kepemilikanmu, Dave.


Kimmy.


Yang makin gumusshh sama Dave dan Kimmy yuk cubit like nya atau kecup komennya.


💕