
Tiga hari menjelang pernikahan Marcel dan Gea membuat keluarga ini dilanda kesibukan, tak terkecuali Dave dan Ali. Rumah ditata sedemikian rupa untuk menyambut kerabat dan keluarga dekat. Mereka memang sengaja tak mengadakan pesta mengingat kehamilan Gea akan membuatnya begitu kelelahan. Marcel tak ingin sesuatu yang buruk menimpa calon bayi mereka.
"Lu saudara kita bukan sih? Emang gak bisa minta cuti?"
Bentak Kimmy pada seseorang di telepon.
....
"APAAA??"
Tanya Kimmy setengah berteriak.
....
"Oke. Sayang Mama Bro."
Ucap Kimmy seraya memutuskan panggilan telepon. Kini semua mata di ruangan itu tertuju padanya, menuntut kejelasan isi pembicaraannya.
"Apa kata Tomi, Dek?"
Tanya Marcel tak sabar menunggu adiknya bercerita.
"Dia akan pulang besok, sama pacar barunya."
Jawab Kimmy.
"APAAAA??"
Marcel, Gea, Dave dan Ali serempak mengangkat nada bicaranya.
"Tuh kan kalian aja kaget."
Ucap Kimmy sambil merangkai buket bunga.
"Cuma dalam waktu sebulan, dia bisa move on?"
Tanya Gea tak percaya.
"Dasar Tomi, suka buat saya iri sama kehidupannya."
Gumam Marcel.
"Maksudmu?"
Gea mendelik.
"Haha, saya cuma bercanda."
Jawab Marcel membuat semua tergelak.
"Aku cuma kuatir ini cuma pelarian Kak Tomi."
Celetuk Kimmy.
"Sudahlah kita dukung saja semua keputusan bang Tom."
Timpal Dave.
"Pesona apa yang dia miliki? Sampai dikejar banyak perempuan?"
Gumam Ali.
"Astaga Al kaya lu enggak begitu. Lu nya aja gak pernah kasih mereka kesempatan. Emang lu mau yang kaya gimana sih?"
Protes Kimmy berbuntut keheningan seketika.
Yang kaya lu, Kim. Atau Lu doang.
Batin Ali.
Kamu mancing Ali, Kim.
Batin Dave.
Tetap berjuang, Al! Gue yakin lu bisa naklukin adik kecil gue.
Batin Marcel.
"Makan siang yuk!"
Gea memecah keheningan. Kimmy berlari paling awal ke meja makan. Seperti tidak sedang melakukan kesalahan, ia makan dengan bersemangat. Sesekali menyuapi Dave dan Ali bergantian. Keduanya menerima dengan perasaan canggung.
"Kakak, enggak Dek?"
Tanya Marcel iri. Gea langsung memasukkan suapan besar ke mulut Marcel.
"Haha, sekarang kan udah ada Kak Gea."
Jawab Kimmy.
Selesai makan, Dave membantu Kimmy membawa piring kotor ke dapur. Saat Ali hendak membantu, Dave mencegahnya. Ali kembali mendekorasi ruang tamu.
"Maksud kamu apa nanya gitu ke Ali?"
Dave menarik tangan Kimmy kasar. Sehingga piring yang sedang dibalasnya terlepas dari genggaman.
"Dave, Kim kenapa?"
Teriak Gea dari luar.
"Gak apa-apa, Kak."
Dave menjawab Gea.
"Lepasin Dave, kamu buat aku takut."
Ucap Kimmy.
"Kamu tau kan Ali suka sama kamu? Buat apa kamu tanya begitu? Supaya Ali ngomong? Terus aku cemburu?"
Tanya Dave marah.
"Ali udah anggap aku adiknya. Kan kamu dengar waktu kita mau jalan fitting gaun Kak Gea."
"Astaga Kim. Naif banget kamu. Ali bohong untuk jaga perasaanmu."
ucap Dave.
"Gak mungkin. Ali tau kok, perasaan aku cuma buat kamu. Kalau Ali masih suka sama aku, pasti dia menjauh setelah itu."
Sanggah Kimmy.
"Apa kamu menjauh waktu aku gak balas perasaanmu? Atau kamu pernah nyerah saat aku berkali-kali nyakitin kamu dan lebih milih Jemima?"
Tanya Dave sambil mendorong tubuh Kimmy merapat ke tembok, kemudian kedua tangannya mengungkung tubuh kecil Kimmy.
Kimmy menggeleng perlahan, matanya terpejam, takut melihat kemarahan di mata Dave.
"Kamu ngerti kan? Jangan kasih celah sedikitpun untuk Ali."
Minta Dave disertai anggukan Kimmy yang masih terpejam. Sudut matanya sudah mulai mengeluarkan butiran-butiran air mata. Dave menyapunya perlahan seraya mendekatkan wajahnya ke wajah Kimmy. menuntun bibirnya menyentuh bibir kekasihnya tersebut.
"Maaf aku buatmu ketakutan. Aku mungkin sudah gila denganmu."
Bisik Dave kemudian melanjutkan ciuman lembutnya di bibir Kimmy.
"Dek..."
Marcel berjalan kearah mereka. Dengan segera Kimmy mendorong tubuh Dave dan melanjutkan mencuci piring."
"Astagaaaaa dari tadi belum selesai?"
Tanya Marcel sambil berkacak pinggang. Kimmy menggeleng enggan menghadapkan wajahnya pada Marcel. Matanya masih berkaca-kaca belum sempat ia bersihkan.
"Kalian bertengkar?"
Tanya Marcel karena keduanya tak ada yang menjawab.
"Enggak Kak. Baik-baik aja."
Jawab Kimmy tanpa menoleh.
Marcel pun percaya dengan apa yang ia dengar. Kemudian kembali ke ruang tamu membantu pekerjaan Ali.
Kimmy menyelesaikan pekerjaannya dengan segera, dan menyusul yang lain menyelesaikan dekorasinya. Ia meninggalkan Dave di dapur dengan penyesalannya.
Kenapa gue secemburu itu sampai harus nyakitin dia?
Dave meninju tembok. Kimmy kembali menghampirinya mendengar suara tembok yang dihantam Dave.
Kimmy meraih tangan Dave dan memeriksanya.
Kepalannya sudah memerah akibat pukulan yang ia daratkan.
"Sedikit-sedikit harus pake kekerasan ya? Kamu gak bisa belajar bersabar sedikit aja?"
Tanya Kimmy sambil mengambil kotak P3K dan menggosok krim luka memar ke tangan Dave.
"Aku takut kamu lebih milih Ali seperti Jemima."
Jawab Dave.
"Sampai kapan kamu terus nyamain aku sama dia? Aku muak."
Kimmy membentak Dave. Suaranya terdengar sampai ke telinga Gea, Marcel dan Ali.
"Kan betul mereka tidak sedang baik-baik aja."
Gumam Marcel seraya berdiri hendak melihat situasi apa yang sedang dihadapi adiknya. Namun tangan Gea mencengkram kuat.
"Jangan! Mereka sudah dewasa untuk selesaikan masalah mereka sendiri."
Cegah Gea. Marcel menurut.
"Sampai kapan juga kamu melihat Ali sebagai saingan? Kalian saling menyayangi. Aku jelas melihat itu."
Tanya Kimmy sambil menutup kasar kotak P3K.
Ali yang mendengar namanya disebut, berjalan menghampiri keduanya. Ia pikir mungkin jika kesalahpahaman ini karena dirinya, ia dapat membantu meluruskan.
"Iya, Ali memang berarti untuk aku. Bahkan jika dia memintamu langsung dariku, aku akan mundur. Maka itu ku pastikan kamu yang dapat mencegah itu semua."
Ucap Dave.
Deg!
Perasaan Ali tak karuan.
"Jadi aku gak berarti apa-apa ya untukmu? Seenaknya memberikanku pada orang lain."
Protes Kimmy.
"Bahkan jika kamu mundur dan membiarkan Ali maju. Aku gak tau bisa tetap diam di tempat atau malah melangkah menjauh dari kalian? Aku baru dua kali suka sama laki-laki. Sesusah itu untukku jatuh cinta. Andai kamu tau."
Jawab Kimmy sambil berdiri hendak berlalu meninggalkan Dave.
Jantung Ali seakan ditikam ribuan belati. Perasaan cinta Kimmy pada Dave begitu besar. Walaupun ia sudah tau kenyataannya, namun mendengar langsung dari mulut Kimmy terasa lebih menyakitkan.
Dave menarik tubuh Kimmy hingga berbalik ke arahnya. Kini wajah mereka berhadapan. Kimmy menjinjit agar dapat meraih bibir Dave. Ia menciumnya lembut. Dave memeluk tubuh Kimmy, Kimmy pun mengalungkan tangannya di leher Dave. Mereka terbuai dalam cinta remaja yang memabukkan.
"Maaf aku tak akan menyamaimu lagi dengan Jemima."
Ucap Dave.
"Jangan sebut nama itu lagi saat sedang menciumku."
Protes Kimmy dan melanjutkan aktivitas berciumannya.
Dave tersenyum.
Kau sendiri pencemburu. Apa bedanya dengan ku.
Ali meninggalkan mereka yang tak pernah mengetahui keberadaannya telah mendengar percakapan mereka.
Yuk di usap likenya atau di kiss kolom komentarnya.💕