
"Semangat ya Kim.."
Ucap Renata dan Kenny bersamaan.
"Ciyeeee kompak."
Ledek Kimmy sesaat sebelum masuk ke ruang ujian.
Sabtu siang, jadwal libur bagi mahasiswa kelas reguler. Namun tidak untuk Kimmy, ia datang pagi-pagi sekali untuk seleksi penerimaan beasiswa. Renata dan Kenny dengan setia ikut hadir menemani dan memberi dukungan.
"Ngapain lu disini? Emang ada Je?"
Renata tiba-tiba menghalangi Dave yang baru tiba. Sembari matanya celingak-celinguk ke dalam tempat ujian, mencari Jemima dan ia mendapatkan objek yang dicarinya.
"Gue kesini buat Kimberly."
Jawab Dave.
Renata terkejut mendengar penuturan Dave. Sejak kapan si bucinnya Jemima ini memperhatikan perempuan lain.
Dave mengintip dari jendela, lalu ia mengepalkan satu tangan kepada Kimmy memberi motivasi, dilihatnya wajah Kimmy masih pucat seperti kemarin, sesungguhnya Dave sangat khawatir. Kimmy tersenyum senang dengan kedatangan pria dingin itu.
"Heh lu gak boleh deket-deket temen gue. Nanti disakitin lagi, didorong lagi. Seenaknya aja lu."
Ucap Renata yang masih belum berhenti mengoceh. Suaranya terdengar sampai ruangan Kimmy.
"Re, tenang. Dia kesini satu tujuan sama kita. Gak usah buat Kimmy malu. Nanti dia gak konsen gara-gara suaramu gimana?"
Ucap Kenny menenangkan Renata.
Renata dapat dijinakkan oleh pria yang sering diajaknya beradu kata itu. Karena itulah, Kenny sudah hapal cara membuat Renata terdiam.
Ujian berjalan dengan lancar, Kimmy dapat mengerjakan seluruh soal dengan baik, begitu juga tes wawancara.
"Terimakasih untuk semua mahasiswa-mahasiswi yang hadir mengikuti seluruh tes seleksi penerimaan beasiswa tahun ini. Kami selaku panitia akan menginformasikan hasilnya paling lambat dua hari ke depan. Bagi yang tidak lolos, jangan berkecil hati. Masih ada kesempatan lainnya. Dan untuk yang lulus dan menerima beasiswa selama satu tahun ke depan, akan menerima email dari kami."
Begitulah penutup yang diucapkan pihak panitia penyelenggara. Setelahnya seluruh peserta keluar ruangan dengan tertib.
Jemima keluar terlebih dahulu di depan Kimmy, ia melihat kehadiran Dave dan sempat berpikir pria ini akan mengganggu hidupnya lagi.
Dave tersenyum dan berjalan menuju Kimmy yang tepat berada di belakang Je.
Membuat Jemima sempat sedikit menghindar mengira dirinya yang akan dihampiri Dave. Namun betapa terkejutnya saat dirinya dilewatkan begitu saja.
"Gue anter pulang ya."
Ucap Dave pada Kimmy.
Jemima yang mendengar, memutar kepalanya mencari tahu siapa yang sedang diajak bicara Dave. Kemudian berlari ke arah Renata mencoba mencari penjelasan tentang apa yang dilihatnya.
"Re, Dave sekarang sama cewe itu?"
Tanya Jemima.
"Gue juga gak ngerti siapa yang suka sama siapa. Yang gue tau, Dave lagi libur kemari cuma buat support Kimberly. Byee Je."
Jawab Renata kemudian berlari kearah Kimmy.
Renata menjadi makin penasaran dengan keduanya. Bagaimanapun ia pernah berbagi perasaan dengan Dave. Dave adalah laki-laki yang memperlakukannya dengan baik, berbeda dengan Ali yang selalu kasar.
Bagi Ali mengambil kebahagiaan Dave adalah kepuasan baginya. Saat ia mengetahui Dave begitu mencintai perempuan yang sekarang menjadi kekasihnya, Ali berusaha keras merebutnya. Beruntung bagi Ali, Jemima sangat takut nama baiknya dipertaruhkan jika tetap bersama Dave.
Kimmy menggelayut di tangan Dave sambil berjinjit membisikkan sesuatu di telinga Dave
"Nih gue bantuin. Manas-manasin kan?"
Tanya Kimmy yang beraksi kejahilannya.
Dave tak memberi reaksi apapun, malah ketiga orang tadi yang terkejut melihat kemesraan mereka.
"Tuh Kimmy balik sama Dave. Berarti Kak Kenny anter aku ya."
Rengek Renata yang tadi berangkat menumpang mobil Kenny.
Kebetulan perjalanan Kenny ke kampus harus melewati rumah Renata, begitupun perjalanan pulang. Jemima membalikkan tubuh dengan kesal dan sesegera mungkin menjauh dari tempat itu. Kimmy tertawa geli melihat tingkah Jemima.
Ucap Kimmy melepaskan Dave.
"Siapa yang akting? Gue beneran mau nganter lu pulang."
Jawab Dave sambil menarik tangan Kimmy membawanya ke parkiran. Kimmy melambaikan tangan kearah Renata dan Kenny, mengucapkan perpisahan dan terimakasih pada keduanya. Wajah Kenny yang daritadi sudah masam berubah menjadi pahit, sudah ditinggal Kimmy, sekarang harus pulang dengan musuh adu mulutnya ini.
Tak ada yang dibicarakan kedua orang ini diatas motor, tubuh Kimmy masih terlalu lemas untuk bicara banyak. Dave yang mengetahui kondisi perempuan di belakangnya, mengambil satu persatu tangan Kimmy agar melingkarkan di pinggangnya.
"Biar gak jatuh."
Ucap Dave yang ketika itu tak disengaja mereka melewati mobil yang ditumpangi Jemima.
Jemima melihat dengan jelas kemesraan mereka. Hatinya terbakar kecemburuan, kemarin ia yang meminta Kimmy dan Dave bersatu, tetapi sekarang ia tak suka Dave melupakannya begitu saja.
Kimmy menyeringai dibelakang tubuh Dave, ingin berceloteh namun tak ada daya. Ia memilih bersandar di punggung Dave.
Sedang Dave mencoba membuka hatinya untuk wanita ini. Wanita yang tau masa lalunya tapi tak pernah menghakimi apalagi menjauhi. Yang siap menerima Dave apa adanya.
**
Kimmy membalaskan dendam pada kebiasaan buruknya dua minggu ini, ia tidur dari sabtu siang hingga minggu sore.
Tomi dan Marcel sudah berusaha membangunkannya untuk makan, namun kantuk tetap menahannya untuk tidur.
"Kaaakk"
Ucap Kimmy lemah setelah bangun dari tidurnya.
Dan tiba-tiba tubuhnya jatuh didepan kedua kakaknya. Membuat kepanikan sesaat di dalam rumah. Marcel mengangkat tubuh adiknya ke dalam mobil dan mengantarnya ke rumah sakit.
Dokter menjelaskan keadaan adik mereka yang kelelahan, kekurangan asupan vitamin dan dehidrasi.
"Lu gak perhatiin dia Tom?"
Tanya Marcel.
"Gue lagi sibuk bikin skripsi. Seharusnya lu gantian jaga dia selama gue gak bisa."
Tomi menyalahkan Marcel.
"Ya udah kita cariin perawat aja buat Kimmy."
Ucap Marcel memberi ide.
Kimmy sedang tersadar ketika Marcel memberi ide bodoh itu.
"Emang aku bayi? Kak Marcel nikah aja sama ka Gea, kan aku jadi ada temen dirumah."
Ditengah sakitnya, Kimmy masih melancarkan aksi perjodohannya.
"Nah iya itu bener, Cel. Setuju gue."
Timpal Tomi menyetujui.
Marcel terdiam berpikir sesaat, apakah ini cara yang benar atau tidak. Ia takut jika berkeluarga malah akan membuatnya makin tidak ada waktu menjaga adiknya.
"Ah kalian ngaco."
Tutur Marcel sambil keluar dari ruang perawatan tempat Kimmy berbaring untuk beberapa hari ke depan.
Kimmy dan Tomi tertawa melihat reaksi Marcel.
"Atau lu aja kak yang ngelamar Kak Dayana?"
Kimmy melanjutkan usul keduanya.
Kali ini Tomi yang dibuat terdiam.
"Nikah sama gue, gak ada masa depan."
Ucap Tomi meratapi dirinya yang belum memiliki pekerjaan tetap, diluar kriteria orangtua Dayana. Padahal sebenarnya bisa saja Tomi mencari pekerjaan yang lebih baik, namun karena ia berat untuk meninggalkan Kimmy, maka ia putuskan mencari pekerjaan yang tak mengikat waktunya.