Mr.Snowman

Mr.Snowman
Bek kiri dan bek kanan



Hampir setiap pagi, Ali menjemput Kim untuk mengantarnya kuliah. Kemudian pada siang hari ia juga dengan sigap mengantar Kimmy pulang ke rumah. Berharap ada sedikit harapan hati perempuan itu beralih padanya. Namun Kimmy serius dengan perkataannya, ia hanya fokus pada cita-citanya, walaupun sebenarnya dalam hati kecil wanita itu masih ada Dave duduk dan tinggal disana. Tapi Kimmy mengesampingkan perasaan itu.


Mereka menjalankan perannya seperti biasa, hanya saja Dave tidak pernah sekasar dulu. Ia menghargai keputusan Kimmy. Di Pos Bahagia mereka tetap menunjukkan kekompakan dalam menyenangkan adik-adik asuhnya.


Tiba hari Marcel harus pergi mencari keberadaan Gea. Ia mendapatkan informasi bahwa Gea tidak berada di rumah ibunya melainkan di rumah sang nenek yang terletak di kaki gunung. Ia sengaja membeli peralatan mendaki untuk memberi kesan ketidaksengajaan saat bertemu Gea.


Marcel menitipkan adik kecilnya pada Ali dan Dave. Keduanya bersedia menjaga Kimmy dengan senang hati.


"Kakak hati-hati ya. Jangan lupa bawa Kak Gea pulang."


Kimmy memeluk Marcel sebelum masuk ke dalam mobil.


Marcel hanya tersenyum mengusap kepala adiknya.


"Jaga dia kaya kalian jaga diri sendiri."


Pesan Marcel pada Ali dan Dave. Keduanya mengangguk patuh.


Selepas kepergian Marcel, Kimmy masuk ke dalam kamar. Ia merenung mengingat masa kecil mereka. Masalah yang mereka hadapi hanya sekedar hukuman dari panti, jatah makan yang harus dibagi, rebutan mainan, paling besar ketika dirinya hampir di adopsi. Tapi semuanya berlalu dengan mudah ketika dihadapi bersama. Sekarang rasanya semakin sulit. Dirinya dan kedua kakaknya memiliki masalah yang berbeda dan harus menyelesaikannya sendiri-sendiri.


Ali masuk ke dalam kamar Kimmy dan mendapati wanita itu sedang duduk di tepi kasur sambil memandang foto masa kecilnya dengan kedua kakaknya.


"Rindu mereka?"


Tanya Ali mencoba mengerti isi kepala Kimmy.


"Hehe iya, kemarin sayap kiri gue hilang, sekarang sayap kanan."


Jawab Kimmy sambil terpaksa tertawa.


"Kan ada gue sekarang bek kiri."


Ucap Ali.


"Iya gue bek kanan."


Timpal Dave yang ternyata sudah berdiri di belakang mereka.


"Hahhaa emang lagi main bola?"


Tanya Kimmy riang mendengar ucapan manis kedua orang itu.


Kimmy kembali meletakkan foto ke dalam laci dan ia menarik tangan Ali kemudian menggandeng tangan Dave.


"Kalau kita satu tim, kalian harus akur. Supaya gak ada yang bisa bobol gawang kita."


Ucap Kimmy sambil menyatukan tangan Ali dan Dave.


"Gue harus keluar sebentar, ada perlu."


Spontan Ali sambil menarik tangannya. Ia menghindari perasaan yang tiba-tiba hampir luluh karena permintaan Kimmy.


Seketika Ali menyadari kesalahannya yaitu meninggalkan Kimmy dan Dave hanya berdua. Namun ia sudah terlanjur berujar.


Perasaannya cemas, baru lima menit sudah berpikir yang tidak-tidak.


"Gue buat popcorn. Lu pilih film."


Ucap Dave memberi instruksi pada Kimmy. Keduanya tengah sibuk mengusir kebosanan.


"Oke. Horor ya Dave. Gimana?"


Tanya Kimmy.


"Emang berani?"


Dave balik bertanya.


"Kan ada lu."


Jawab Kimmy. Dave tersenyum bangga merasa diandalkan oleh Kimmy.


Kimmy menyiapkan film serta mematikan semua lampu dan menutup tirai agar makin menambah ketegangan. Dave datang membawa satu mangkuk penuh berisi brondong jagung. Dan duduk di sebelah kanan Kimmy. Mereka menonton dengan seksama.


Dipertengahan film, Kimmy beberapa kali berteriak ketakutan dan menyembunyikan wajahnya di belakang Dave.


Ali yang semenjak tadi hanya duduk di warung Romi tergesa kembali ke rumah karena mendengar teriakan Kimmy. Ia mengira Dave tengah berbuat yang tidak-tidak.


Ali membuka pintu dan melihat keduanya yang sedang duduk menonton. Ia menghampiri Kimmy memastikan tidak terjadi apapun pada perempuan yang dicintainya tersebut. Setelah melihat keadaan Kimmy baik-baik saja, Ali berniat keluar lagi namun tangannya di tarik oleh Kimmy agar ikut menonton bersama mereka.


Tarikan Kimmy begitu kuat, sedang Ali tak siap menerima, membuat tubuh pria itu jatuh tepat menimpanya. Bibir mereka tak sengaja bersentuhan. Keduanya terkejut dan mematung dalam posisi yang masih sama.


Dave yang kesal akhirnya memisahkan mereka. Sedangkan Ali masih tak percaya, akhirnya memutuskan berjalan memisahkan diri dari Kimmy. Ia berusaha memperbaiki ritme jantungnya. Ali kembali keluar rumah dan tersenyum-senyum sendiri sambil menyentuh bibirnya.


"Segera sikat gigi dan kumur-kumur!"


Ucap Dave.


"Udah tadi pas mandi."


Jawab Kimmy.


Dave mengingatkan.


"Itu gak sengaja Dave. Gue juga gak gimana-gimana."


Sanggah Kimmy.


Dave menarik Kimmy ke dalam kamar mandi dan menyodorkan sikat gigi ke mulut wanita itu. Ia sungguh-sungguh tak ikhlas bibir Kimmy ternodai oleh laki-laki selain dirinya.


"Lain kali lu gak usah tarik-tarik Ali kaya tadi. Inget! Sampe terjadi kaya gitu lagi, gue gak akan nunggu persetujuan lu balik sama gue. Gue akan anggap kita gak pernah putus."


Ancam Dave.


"Ih kok gitu?"


Tanya Kimmy selesai berkumur.


"Gak usah banyak tanya. Jaga diri lu sendiri bisa kan?"


Tanya Dave mulai meninggi. Ia cemburu.


"Tau ah bodo."


Jawab Kimmy kesal karena dibentak. Ia berjalan melewati Dave hendak meninggalkannya.


Namun Dave menarik tubuh Kimmy dan kini menciuminya dengan ganas. Seolah tak ingin ada satupun bekas Ali yang tersisa. Kimmy meronta mencoba melepaskan, tapi Dave semakin kencang mendekap Kimmy dalam pelukannya, bahkan ia mengangkat tubuh kecil perempuan itu sambil tetap tak melepaskan bibirnya. Kaki kimmy yang menggantung terus berusaha untuk turun. Dave tidak peduli, ia membawa Kimmy masuk ke dalam kamarnya. Dan merebahkannya diatas ranjang.


Kimmy semakin ketakutan. Dave makin tak terkendali, ia tak menggubris penolakan Kimmy.


"Tidur dan kunci kamar lu."


Ucap Dave seusai melepaskan tautan bibirnya.


"Lu gak niat ngapa-ngapain gue?"


Tanya Kimmy heran.


"Maksud lu? mau gue apain?"


Tanya Dave menggoda sambil matanya melihat tubuh Kimmy yang sudah tergeletak di ranjang.


"Gak mauuu"


Teriak Kimmy.


"Haha gue masih waras. Kunci pintu kamar lu, mungkin aja sebentar lagi gue gak waras."


Ancam Dave kemudian keluar meninggalkan Kimmy yang masih malu karena imajinasinya sendiri.


Sementara di warung Romi...


"Kenape bang senyum sendiri?"


Tanya Romi pada Ali.


"Gak apa-apa. Eh Kimmy doyan makan apa?"


Tanya Ali.


"Abangnya suka pulang bawain ayam goreng bu Ratna. Aye suka dibagi. Katanya kesukaan Kim."


Jawab Romi.


"Thanks Rom."


Ucap Ali.


Ali berniat mengajak kimmy makan malam di luar malam ini. Entah dapat berhasil atau tidak. Jika ada Dave disampingnya.


Senyum Ali semakin mengembang setelah mendapati ide agar Dave tak merusak makan malamnya dengan Kimmy.


"Motor butut lu mana?"


Tanya Ali.


"Ngadat lagi bang, gak ada uang buat benerinnya."


Jawab Romi.


"Lu tau Dave jago bongkar motor? Nah entar sore minta dia benerin. Dia baik pasti mau."


Ucap Ali menjalankan triknya.


Romi dengan semangat menerima saran Ali.