Mr.Snowman

Mr.Snowman
Hubungan Ayah dan Anak



Dave belum memberitahu perihal dirinya pada Kimmy. Ia tak mau mengganggu niat perempuan itu untuk fokus pada tujuannya menggapai cita-citanya.


Dave mengelus kepala dan tangan Kimmy sewaktu ia tertidur di kursi, kepalanya menyandar di kasur perawatan Dave.


"Kenapa Dave? Dingin ya?"


Tanya Kimmy merasa khawatir. Ia jelas merasakan sentuhan Dave.


"Enggak. Sini tidur disamping gue."


Dave menggeser tubuhnya.


"Enggak, nanti tambah sakit."


Tolak Kimmy.


"Udah gak sakit Kim. Gue akan sakit kalo lu gak nurut."


Ucap Dave. Kimmy menurut, ia merebahkan dirinya di samping Dave.


"Sempit Dave, lu diet ya besok. haaha"


Goda Kimmy sambil memiringkan tubuhnya ke arah Dave.


"Tidurlah."


Ucap Dave seraya mencium kepala Kimmy.


Dave melirik wanita disampingnya, ia tertidur begitu cepat. Pikirannya kembali pada kejadian siang tadi. Ia masih tak menyangka perempuan ini berani meminta dirinya langsung dari ayahnya yang siapapun melihat pasti memberi hormat. Hanya perempuan ini yang berani berbicara lancang.


"Dulu gue bilang Tuhan lagi menghukum gue karena ditemuin sama lu. Sekarang gue mau bersyukur sebanyak-banyaknya sama Tuhan atas hukumanNya yang indah."


Ucap Dave pelan sambil mengelus rambut Kimmy.


"Ehem.. bangun udah pagi. Kim lu kuliah."


Ucap Ali yang sudah berada di kamar perawatan Dave. Kimmy sedang tertidur meringkuk di sebelah Dave.


"Terus yang jaga Dave siapa?"


Tanya Kimmy bingung.


"Aku, Kim. Kamu kuliah ya."


Jawab Dayana yang muncul di belakang Ali.


Kimmy segera mandi dan memakai pakaian yang sudah disiapkan Dayana.


"Kak kalo dia nyusahin gak mau makan, tepuk aja punggungnya."


Ucap Kimmy mengancam Dave melalui Dayana .


"Al, titip Kimmy."


Ucap Dave.


"Gak usah lu ingetin."


Jawab Ali dingin.


Keduanya kemudian berangkat bersama. Dayana diam-diam sedang meminta orangtuanya mengurus perpisahan dengan suaminya. Mereka dengan senang hati membantu Dayana. Penyesalan orang tua Dayana tak dapat digantikan dengan apapun. Hanya ini yang dapat mereka lakukan untuk menebus kesalahannya.


"Kim udah hubungin Kak Marcel?"


Tanya Ali.


"Oh iya lupa gue."


Ucap Kimmy.


Ia menelpon Marcel di jam istirahat.


"Kak gimana?"


Tanya Kimmy.


"Nihil, besok Kak Marcel pulang."


Jawab Marcel lemas.


Ia tak menemukan keberadaan Gea. Perempuan itu sempat melihat kedatangan Marcel namun memilih tetap bersembunyi. Gea sengaja mengubah namanya. Penduduk disini mengenalnya sebagai Ajeng. Ia ingin melupakan segala kejadian buruk yang menimpanya. Tak ingin ada bayangan masa lalu menghampirinya. Maka ia nekat mengubah identitasnya.


Kimmy memberi semangat pada Marcel, walaupun ia tahu ini berat untuknya. Namun mereka percaya sesuatu yang ditakdirkan menjadi miliknya akan kembali.


Sepulang kuliah, Ali dengan sukarela mengantar Kimmy pulang mengambil perlengkapan dan kemudian mengantarnya kembali ke rumah sakit.


"Kim, kalo capek biar gue yang jaga Dave."


Ucap Ali.


"Enggak. Buat keluarga gak boleh ada kata capek."


Jawab Kimmy sambil tersenyum lebar.


Kimmy dan Ali sampai di ruang perawatan Dave. Mereka mendapat kabar gembira dari Tim Dokter, jika saraf punggung Dave pulih dengan cepat. Jadi tidak akan dilakukan operasi.


"Kuat banget kamu."


Ucap Dokter pada Dave.


"Dia yang kuatin saya, Dok."


Dave menunjuk Kimmy. Perempuan itu tersenyum malu mendengar pujian dari Dave.


"Jadi Dave bisa pulang sekarang, Dok?"


Tanya Kimmy bersemangat.


"Ya enggak, kita observasi dulu. Kalo udah oke, Minggu depan boleh pulang."


Jelas Dokter kemudian berpamitan.


Seusai Dokter keluar dari pintu, Kimmy memikirkan ucapan Ayah Dave.


"Eh Al, teleponin Pak James deh."


Minta Kimmy pada Ali.


"Buat apa?"


Tanya Dave dan Ali bersamaan.


"Udah telepon aja."


Paksa Kimmy pada Ali.


Ali menekan layar ponsel dan menghubungkannya pada Pak James.


"Selamat sore Pak James, saya Kimmy yang kemarin bapak kasih hadiah."


Ucap Kimmy.


Tanya Pak James kebingungan.


"Anak Bapak yang ganteng ini loh."


Jawab Kimmy sambil menyentuh dagu Dave. Dave menggeleng melihat kelakuan Kimmy sambil tersenyum.


"Ada apa?"


Tanya Pak James kesal seperti dipermainkan.


"Kata Dokter punggung Dave gak kenapa-napa. Gak akan ada operasi. Artinya Dave baik-baik aja."


Jawab Kimmy menjelaskan.


"Apa urusannya sama saya?"


Pak James masih tak mengerti.


"Jadi serius gak mau diminta lagi nih anaknya? Kemarin katanya gak bs diharapkan karena cedera. Sekarang gak apa-apa loh. Mau tarik ucapannya gak?"


Tanya Kimmy terus meledek.


"Kamu jangan main-main sama saya."


Ancam Pak James.


"Ya udah, saya lagi kasih diskon nih . Kalo mau tarik ucapannya sekarang masih bisa. Tapi cuma 50%. Sisanya tetap untuk saya."


Ucap Kimmy mengarahkan Pak James untuk mengakui anaknya.


"Oke saya ambil kembali."


Jawab Pak James membuat kesepakatan.


"Nah gitu dong. Tapi inget cuma lima puluh persen. Setengahnya Dave udah punya saya. Nanti malam jangan lupa jenguk Dave. Selamat sore."


Ucap Kimmy mengakhiri percakapan.


"Sinting lu Kim."


Ucap Ali tak percaya.


"Pada dasarnya gak ada orang tua yang gak mengharapkan anaknya kembali. Hanya terkadang, anaknya ngeyel kaya gini."


Ucap Kimmy sambil menyentil pipi Dave.


Ali berpamitan membawa Dayana bersamanya. Walaupun ia telah melepas Kimmy, namun hatinya belum siap melihat kemesraan mereka secara terang-terangan.


Pada malam hari, Pak James menepati janjinya menemui Dave. Keduanya tampak kaku. Seperti orang asing.


"Pak James, Dave sukanya makan apa?"


Tanya Kimmy mencairkan suasana.


"Telur mata sapi. Dulu sewaktu kecil dia selalu minta dibuatin setiap hari. Telurnya satu, nasinya dua piring."


Ucap Pak James sambil tertawa kecil mengingat anak semata wayangnya.


"Lu tau gak lagu kesukaan Pak James?"


Tanya Kimmy pada Dave.


"Tau. Papi suka Bon Jovi. Di mobil kasetnya cuma itu doang dulu."


Jawab Dave.


"Oh enggak, sekarang ada tambahan. Lagunya Sam Smith, Michael buble, terus apa tuh yang liriknya do you ever feel like breaking down.."


Ucap Pak James menjelaskan.


"To be hurt, to feel lost..to be left out in the dark.


To be kicked when you're down


To feel like you've been pushed around


To be on the edge of breaking down


And no one there to save you


No you don't know what its like


Welcome to my life"


Lanjut Pak James dan Kimmy bersama-sama menyanyikan lagu yang dipertanyakan oleh Ayah Dave tersebut.


Mereka bertiga tertawa terbahak-bahak.


"Saya kira kamu anak gak punya sopan santun. Ternyata lucu."


Ucap Pak James pada Kimmy.


"Jangan liat buku dari sampulnya, Pak."


Jawab Kimmy. Pak James tersenyum sambil mengangguk setuju dengan ucapan Kimmy.


"Jadi kamu pacarnya Dave?"


Tanya Pak James.


"Dulu iya, sekarang udah putus."


Jawab Kimmy. Dave melotot mendengar penuturan Kimmy, wanita ini benar-benar orang jujur.


"Loh kenapa?"


Tanya Pak James.


"Gak putus Pi, cuma break. Mau fokus kuliah dulu."


Jawab Dave membenahi ucapan Kimmy.


"Ih orang waktu itu kamu bilang putus. Jangan bohong Dave."


Ucap Kimmy membuat Dave memukul dahinya. Pak James tertawa melihat tingkah keduanya.


"Ya udah besok saya kesini lagi. Terimakasih ya Kimmy sudah mau merawat Dave."


Pamit Pak James. Kemudian ia pergi.


Dave menatap lekat perempuan yang kini sudah memilih berbaring disampingnya. Ia lelah berdiri selama hampir dua jam meladeni Pak James.


"Kim makasih. Udah lama gue gak ngobrol selama itu sama papi."


Ucap Dave.


"Beres."


Jawab Kimmy singkat, ia sudah daritadi menahan kantuknya kemudian ia tertidur. Dave memeluknya dan mencium keningnya.