Mr.Snowman

Mr.Snowman
Hujan



Cahaya matahari menyeruak masuk melalui celah-celah kamar Kimmy, hari sudah siang ia masih berada di dalam dekapan Dave sama seperti tadi malam.


"Dave.."


Kimmy membangunkan Dave agar merenggangkan pelukannya.


"Ya ampun. Aku ketiduran."


Dave terkejut mendapati semalaman ia tertidur di kamar Kimmy.


Kimmy mencium pipi Dave kemudian beranjak dari ranjangnya.


Matanya sibuk mencari keberadaan Gea. Dan ia mendapati wanita tersebut tertidur di ranjang Tomi.


"Kak, maaf ya Dave semalam ketiduran di kasur kita."


Ucap Kimmy tak enak hati.


"Sshh jangan sampe kedengaran Marcel. Aku gak apa-apa. Semalam kalian berdua udah pulas. Makanya gak berani bangunin."


Jawab Gea berbisik.


"Kak Marcel gak tau?"


Tanya Kimmy takut-takut.


"Enggak, sampai rumah dia langsung masuk kamar kelelahan bawa mobil seharian."


Jawab Gea.


"Thank you Kakak iparku yang cantik. Hey Miracle makasih juga untukmu."


Ucap Kimmy pada calon ibu dan bayinya.


Kimmy berpelukan dengan Gea, kemudian ia memulai hari dengan bersemangat. Menjalani rutinitas pagi seperti biasa. Kimmy mengangkat tasnya dan segera pergi dengan Dave.


Tiba di parkiran kampus, keduanya menatap wajah yang tak asing. Jemima sedang berdiri mematung entah menunggu kedatangan siapa.


"Dave, aku nunggu dari tadi."


Ucap Jemima sambil menggelayut manja di lengan Dave.


"Ada apa?"


Tanya Dave. Ia menangkap raut wajah tak suka dari Kimmy. Namun ia menikmati kecemburuan kekasihnya tersebut.


"kata Tante Anne, nanti balik kuliah kamu harus ajak aku nemuin Tante di rumah."


Ucap Jemima mengeraskan suaranya agar terdengar oleh Kimmy.


Dave melepas tangan Jemima dari sisinya, ia melihat ketidaknyamanan dari gelagat Kimmy mendengar niat ibundanya dengan Jemima.


"Nih."


Dave mengeluarkan beberapa lembar uang dari dompetnya dan diberikan kepada Jemima , kemudian merangkul bahu Kimmy.


"Maksudnya apaan nih Dave?"


Tanya Jemima.


"Gue gak bisa antar lu nanti siang, karena harus mengantar pulang ratu gue sampai di rumah. jadi sebagai gantinya gue kasih ongkos taksi sampe rumah."


Ucap Dave. Raut wajah kedua perempuan itu mendadak berubah. Jemima tampak kesal sedangkan Kimmy tersenyum mendengar pernyataan Dave.


"Gak perlu."


Jemima mengembalikan uang Dave kemudian berlalu dari hadapan keduanya.


"Keterlaluan kamu."


Ucap Kimmy sambil mencubit pinggang Dave berkali-kali.


"Oh gitu? aku keterlaluan? Ya udah aku panggil Je lagi."


Timpal Dave.


"Hahaa iya gak usah."


Cegah Kimmy tak bisa menahan tawa. Begitu juga Dave.


Aku akan bayar perasaan sedihmu kemarin.


Dave.


Ratu? sejak kapan dia semanis itu?


Batin Jemima.


Ingatan Jemima terbawa kembali ke empat tahun yang lalu. Dirinya menangkap belum sekalipun Dave menyematkan julukan seindah itu untuk dirinya. Mereka memang sering menghabiskan waktu berdua selama tiga tahun saat keduanya menjadi sepasang kekasih. Jemima terlampau posesif dengan Dave. ia kira kepopuleran Dave saat itu akan membuatnya di dekati banyak wanita. Maka ia mengikat waktu-waktu Dave di sekolah hanya dengannya.


Seperti yang ia ketahui dulu, Dave populer bahkan satu hari sebelum ia benar-benar menginjakkan kakinya di sekolah itu. Desas-desus antar murid memenuhi rasa penasaran Jemima. Ia tak peduli apapun yang bisa membuatnya terkenal, akan dia lakukan termasuk mendekati anak baru yang disebut teman-temannya. Tanpa mengetahui latar belakang Dave yang menyebabkannya sepopuler itu.


Dari hari pertama kemunculan Dave, ia sudah merencanakan mengosongkan kursi belakangnya agar Dave duduk di tempat itu, termasuk memperkenalkan dirinya dan mengambil simpati Dave. Sehingga Dave mengira dirinya lah yang telah tergila-gila dengan Jemima.


Padahal yang sesungguhnya terjadi adalah Jemima yang mengincarnya dari awal. Apalagi ketika sehari sebelum Dave menyatakan perasaannya, sekolah mengadakan rapat pertemuan orang tua murid. Dimana Anne Ibunda Dave datang dengan gayanya yang paling mencolok. Mengenakan tas dan baju serta high heels branded keluaran terbaru. Mata Jemima seperti melihat tambang berlian di dalamnya.


Saat itu juga, Jemima meminta pada Dave untuk membawanya ke hadapan orangtua Dave. Dave menuruti permintaan Jemima yang terbilang tak masuk akal. Baru sehari jadian sudah minta dipertemukan orang tuanya. Tapi tetap ia lakukan karena perasaan sukanya yang mendalam.


Beruntung bagi Jemima, saat pertama kalinya ia berkunjung ke rumah Dave, Anne sedang berada di rumah. Dave memperkenalkannya sebagai kekasih di hadapan Anne. Anne mengabaikan Jemima saat itu, berbeda perlakuan saat bertemu Kimmy, Anne menyambutnya dengan baik. Namun lagi-lagi karena kasta, ia tak mempedulikan feeling keibuannya.


Setelah kejadian semalam, ia mencari kontak Jemima dan menghubunginya.


**


Siang ini matahari yang tadi pagi begitu gagah perlahan tertutup awal tebal. Angin bertiup kencang disertai gemuruh kecil.


"Kayanya bakal turun hujan nih, Dave."


ucap Kimmy sambil menikmati es krim bersama anak-anak Pos Bahagia.


"Bukan akan. Tapi sudah turun."


Dave menengadahkan wajahnya ke langit, rintik gerimis mengenai dahinya.


"Ah ayo balik ke kampus."


Seru Kimmy sambil turun dari saung kecil yang mereka dirikan.


"Iya Kak, kita juga pulang dulu ya."


Ucap anak-anak berhamburan ke rumah masing-masing.


Kimmy menarik tangan Dave untuk ikut berlari dengannya. Namun justru Dave menarik kembali tangan Kimmy, sehingga tubuh wanita itu jatuh di pelukannya.


"Gak ikut kelas setengah hari gak akan buat kita jadi manusia terbodoh di kampus kan?"


Tanya Dave seraya tersenyum penuh makna.


Kimmy segera berdiri merapikan pakaiannya yang terangkat akibat insiden tersebut.


"Terus mau ngapain?"


Tanya Kimmy.


"Duduk disini dulu, tunggu hujan."


Jawab Dave datar. Kimmy menuruti kemauannya tanpa banyak tanya.


Tak berapa lama, hujan yang mereka tunggu pun turun dengan derasnya. Beberapa warga sibuk mengangkat jemuran, ada juga yang berlarian untuk cepat sampai ke rumah


"Ayo sini."


Dave meminta Kimmy mengikutinya.


"Ngapain?"


Tanya Kimmy masih tak mengerti.


"Main hujanlah."


Jawab Dave.


Kimmy sedikit meragu namun langkahnya tetap mengikuti kemanapun Dave membawanya. Kini mereka berlarian bak anak kecil.


"Mbak, Mas kalau hujan disitu suka banjir."


Teriak seorang warga dari dalam rumah yang mereka lintasi ketika berlari. Peringatannya tak terdengar karena tertutup suara hujan. Kimmy malah melambaikan tangannya menyapa orang tersebut.


Dave menjahili Kimmy dengan melepas ikatan rambutnya. Sontak Kimmy berlarian mengejarnya.


"Hahaa, aku capek Dave."


Setelah berlari mengejar langkah kaki Dave yang jauh lebih panjang.


"Kamu seneng?"


Tanya Dave. Kimmy mengangguk seraya menyingkirkan air dari wajahnya.


"AKU CINTA KAMU KIMBERLY. SEMBILAN BELAS JUTA KALI GAK AKAN CUKUP UNTUK UNGKAPIN PERASAANKU"


Teriak Dave.


"Iya, Iya. Aku juga cinta kamu Dave. Jangan keras-keras. Malu tau."


Minta Kimmy.


"Gak akan kedengaran, Kim. Suara hujan ini lebih besar dari suaraku."


Ucap Dave.


Kimmy tertawa melihat tingkah Dave yang tak pernah ia tunjukkan didepan dirinya.


Setidaknya jika kau melihat hujan. Kau tidak akan mengingat perkataan menyakitkan Mami. Tapi kau akan terus mengingat hari ini.


Batin Dave.


Yang gemesh sama ke uwuan Dave dan Kimberly yuk di cubit likenya atau di kecup komennya 💕