
Dave mulai menjalani harinya seperti biasa saat ia belum menempatkan Kimberly di hatinya. Dan Kimmy pun sama, ia mengikuti kemanapun Dave berjalan tanpa banyak tanya.
Dave membeli beberapa cemilan untuk adik-adik di pos bahagia. Kimmy membuntutinya sama persis seperti saat dirinya ingin mengenal Dave lebih jauh namun kali ini bedanya, ia ingin mengetahui apa yang terjadi dengan pria yang sangat dicintainya itu.
"Berhenti ikutin gue. Jalan duluan ke Pos. Nanti gue susul."
Dave membentak Kimmy yang masih bersembunyi di balik rak minimarket. Ia takut anak buah Anne mengintainya dari kejauhan.
"Nyebelin lu Snowman!"
Kimmy menghentakkan kakinya keras dan berjalan keluar.
Dave mengatur jarak sedemikan jauh agar tak terlihat bahwa dirinya sedang menyusul Kimmy.
Sesampainya di Pos, Dave meminta Devi dan Gugun membagikan makanan.
"Kak Kim, ini dari Kak Dave."
Devi menyodorkan es krim cokelat pada Kimmy.
"Tanya deh emang dia gak bisa ngasih sendiri?"
Kimmy berbicara cukup kencang sengaja agar Dave mendengar.
"Devi, sini kalo dia gak mau biar Kak Dave yang makan."
Jawab Dave dingin. Kimmy buru-buru merebut es krim yang akan Devi kembalikan ke Dave. Kejadian itu membuat Dave tersenyum nyaris tak terlihat.
Cukup begini Kim tiga Minggu ini aku pengen lihat dan dekat dengan kamu terus.
Batin Dave.
Selesai menghabiskan waktu dengan adik-adik di tempat itu, Dave kembali ke kampus tanpa mengajak Kimmy. Bukan Kimmy namanya kalau menyerah. Ia mengejar Dave dari belakang.
"Snowman, aku salah apa? Aku gak sanggup diginiin. Kalau emang aku ada salah cari hukuman yang lain."
Kimmy menangis dibelakang Dave. Dave tak kuasa mendengar tangisan Kimmy. Rasanya ia ingin menghampiri dan memeluk perempuan itu. Namun di depannya kini sudah berdiri Jemima . Dave sungguh tak berdaya.
"Fokus Sama tujuan lu. Bukan dengan milik orang lain."
Jemima menyindir Kimmy dengan perkataan yang ia terima tadi sambil menggandeng tangan Dave.
"Tujuan gue Dave. Dave milik gue. Lu harus sadar itu."
Kimmy berteriak ke arah keduanya. Mata Dave berkaca-kaca mendengar penuturan Kimmy.
"Kamu gak ngasih tau dia untuk berhenti maka aku yang akan kasih tau Tante Anne untuk berhentiin dia."
Bisik Jemima di telinga Dave.
"Gue bukan milik lu, Kimberly Douglas. Hubungan kita sudah selesai. Apa lu tuli?"
Dengan sekuat tenaga Dave melontarkan kalimat yang jelas akan menyakiti hati Kimmy.
"Lu pikir bisa seenaknya mainin perasaan gue, hah? Lu diancam apa sama manusia ini? gue gak takut, Dave."
Kimmy menyahut. Dave tetap berjalan, ketika melangkahkan kaki ke gerbang, Kimmy terjatuh karena mengejar Dave.
Dave berbalik arah hendak menolong Kimmy, namun dicegah oleh Jemima. Seseorang membantu Kimmy berdiri. Ya dia Ali. Sedaritadi dirinya sudah memperhatikan semua kejadian itu dari dekat.
"Kenapa bukan lu yang nolong gue, Dave?"
Kimmy terisak.
"Gue serahin lu ke Ali. Sesuai janji gue, gue sendiri yang akan serahin lu ke tangan Ali."
Ucap Dave memantapkan hatinya.
Kimmy berjalan kearah Dave. Dan dengan cepat tangan kanannya mendarat di pipi kiri Dave.
"Lo pikir gue bola yang bisa lu oper seenaknya?"
"Jadi kemarin memang gue alat lu untuk buat balas dendam ke cewek sialan ini? Terus setelah lu sukses dengan karir lu, perempuan ini juga yang pantas berada disamping lu? Baik, gue akan ingat hari ini Dave Norman!"
Kimmy pergi meninggalkannya dan kembali keluar menghampiri Ali.
"Dave, lu gak perlu sampai segininya. Bersikap sewajarnya aja."
Ali memohon pada Dave.
"Gue gak peduli, lu urus dan jaga dia dengan baik jangan sampai dekat-dekat dengan gue lagi."
Ujar Dave dingin. Seperti tersambar petir. Kimmy begitu marah.
CUP
Kimmy mencium bibir Ali dengan cepat. Ia melakukan gerakan yang biasa dirinya dan Dave lakukan. tepat dihadapan Dave dan Jemima.
Dave mengepal kedua tangannya. Ia tak tahan melihat tingkah Kimmy yang diluar dugaannya.
Ali mengatur napas sedemikian rupa. Keterkejutannya membuatnya susah bernapas.
"Sesuai kata dia, lu yang urus dan jaga gue. Lu juga yang harus hapus tanda cintanya di bibir gue. Lu juga yang akan hapus kenangan tentang dia dipikiran gue."
Kimmy berkata pada Ali dengan jelas dan lantang. Ketiga lawan bicaranya terkesiap mendengar penuturan Kimmy. Kemudian ia menarik tangan Ali dan mengajaknya pulang.
"Kim, lu masih ada mata kuliah kan?"
Tanya Ali gugup.
"Gue gak minat. Ayok kita ketemu Tante Lena."
Jawab Kimmy datar. Rasanya ia ingin menangis, tapi pria itu tak pantas menerima tangisannya. Pikirnya kala itu.
Kimmy memeluk Ali dari belakang dan menyandarkan kepalanya di punggung Ali. Dave memperhatikan mereka sampai keduanya tak terlihat lagi.
"Puas lu? mulai besok jangan ke kelas atau terlalu dekat dengan gue lagi. Gue pastiin Kimberly udah sangat membenci gue."
Dave mendorong tubuh Jemima.
Dave pun tak melanjutkan kuliahnya, ia memilih berlatih tinju melepaskan kemarahannya.
Dari dulu gue selalu pengen liat kemarahan lu Kim. Dan hari ini gue nyesel udah buat lu marah. Ternyata kemarahan lu justru buat gue lebih marah. Lu nyebelin Kim. Kenapa lu harus cium Ali, hah? Segitu gampangnya buang gue dari hati lu? Dan kenapa juga harus Ali yang lu suruh hapus semua kenangan kita? gimana kalo gue balik dan mau minta cinta lu lagi? Gue gak akan bisa nyakitin Ali (lagi).
Dave memukuli semua yang ada di ruangan itu.
"Dave biasakan selesaiin masalah pake kepala bukan pake otot."
Bang Josh pelatih Dave menegurnya.
Dave duduk disebelah Josh. Menceritakan semua yang menimpanya akibat ulah ibunya sendiri.
"Memang kau gak bisa jujur aja sama Kimberly mengenai situasimu? Saya yakin dia akan paham."
Ucap Josh memberi usulan.
"Gak bisa bang. Kimmy itu orangnya apa adanya. Dia gak akan bisa diajak kerjasama untuk pura-pura menjauh atau pura-pura marahan."
Jawab Dave.
"Kamu itu terlalu menyepelekan perempuan. Perempuan itu punya banyak keahlian Dave."
Josh berdiri meninggalkan Dave yang masih berpikir.
Apa aku harus bicarain semua ke kamu ya Kim?
Dave meragu.
Kawan-kawan, jangan lupa dong tinggalin jempolnya disini, komentarnya juga. Ingat yang membangun ya. 😉💕