Mr.Snowman

Mr.Snowman
2 tahun kemudian



Waktu berlalu begitu cepat. Miracle tumbuh menjadi gadis cantik yang periang persis seperti Emily. Bagaimana tidak, ia di kelilingi orang-orang yang menyayanginya bahkan cenderung memanjakannya.


"Ekel laf Papa, Mama, Oti Kim, Akel Al, Akel Tom and Oti Nda."


Begitu celoteh gadis berusia dua tahun itu sambil menunjuk fotonya saat berulangtahun di tahun pertamanya.


Marcel, Gea dan Kimmy hanya tertawa melihat tingkah lucunya yang kian hari kian menggemaskan.


"Kamu kapan sama Ali?"


Tanya Gea mendadak membuat tawa Kimmy berhenti seketika.


Hubungannya dengan Ali tak lebih dari sekedar teman. Hanya di hadapan keluarganya, Ali dan Kimmy bersikap seolah mereka sepasang kekasih demi menghindari perjodohan Kimmy dengan pria lain seperti ancaman kedua kakaknya. Ali masih memegang teguh sumpahnya pada Dave, sedangkan Kimmy perlahan hatinya mulai terusik oleh perhatian-perhatian yang diberikan Ali.


"Aku kan masih kuliah, Kak. Belum kepikiran sih sampe situ."


Jawab Kimmy mengerti apa yang Gea maksud.


"Kamu kan tahun depan lulus, Dek. Ali juga udah kerja. Kalian bisa tunangan dulu. Satu atau dua tahun lagi menikah."


Marcel memberikan usulan yang membuat Kimmy panas dingin.


"Hehe, iya nanti aku omongin sama Ali."


Kimmy nampak susah menelan salivanya. Ia harus memberi reaksi meyakinkan agar tak terlihat mencurigakan.


"Nah tuh dia dateng pas banget lagi diomongin."


Ucap Gea sesaat deru suara motor Ali berhenti di depan rumah mereka.


"Baru pulang langsung kemari, Al?"


Tanya Marcel yang menyambut Ali di depan pintu.


"Iya Kak, kangen sama si kriwil."


Jawab Ali menunjuk Miracle yang sedang asik bercengkrama dengan ibunya.


"Sama Miracle atau sama aunty nya?? "


Tanya Marcel menggoda. Ali mengusap tengkuknya malu-malu.


Ali menenteng dua buah plastik berwarna putih dan menyodorkan salah satunya pada Miracle.


Gadis berambut ikal tersebut dengan senang segera membuka buah tangan pemberian Ali dan tersenyum senang mendapati sebuah boneka barbie lengkap dengan rumahnya.


"Aciihh Akel Al."


Ucap Miracle seraya mencium Ali.


Tingkah manja Miracle membuat semua tertawa kecuali Kimmy yang menampakkan reaksi merengut kesal. Marcel mengerlingkan matanya agar Ali segera menyadari.


"Kenapa?"


Tanya Ali mengacak rambut Kimmy.


"Gaji pertama lu cuma si kriwil yang diinget? "


Tanya Kimmy dengan wajah masam.


"Siapa bilang? "


Ali menyodorkan satu plastik lagi kepada Kimmy. Dengan antusias ia membuka plastik yang berisi sebuah kotak hadiah berwarna cokelat.


"Kiw, kiw, so sweet."


Marcel dan Gea menggoda kedua pasangan itu.


"Ihhh Ali manis bangeeett."


Kimmy terkekeh melihat dua buah jam couple berwarna merah.


"Kiss akel Al, Oti "


Miracle meminta Kimmy melakukan hal yang sama dengannya setelah menerima hadiah.


CUP


Kimmy mencium pipi Ali, mengejutkan pria itu.


"Huh, yuk kita masuk kamar. Ini udah area 21+ , Miracle gak boleh liat."


Ucap Gea membuat gelak tawa keempat orang tersebut.


Lalu dengan segera Miracle dan kedua orangtuanya masuk ke dalam kamar meninggalkan Ali dan Kimmy berdua. Kimmy menggunakan jam miliknya dan terus memperhatikan pergelangan tangannya.


"Pake dong, Al."


Minta Kimmy.


"Gaji pertama gue, gue mau kasih ke orang-orang yang berarti untuk gue."


Ali menutup box cokelat tersebut.


"Terus gue pake dua-duanya gitu?"


Tanya Kimmy tak mengerti.


Ucap Ali.


"Oh jadi lu cuma mikirin Dave? Gak mikirin gue sama sekali?"


Kimmy melepas jam dari tangannya dan meletakkannya lagi ke dalam box.


"Ya pasti mikirin. Lu pasti senang kan couplean sama Dave? Gue udah pikirkan itu."


Jawab Ali.


"Gue mau couple sama lu. Kalo lu mau beliin Dave, beliin yang lain. Jangan samaan kaya gue."


Kimmy berdiri hendak meninggalkan Ali ke dalam kamar.


"Lu masih marah sama Dave rupanya?"


Tanya Ali tersenyum.


"Gue gak marah. Tapi stop jodoh-jodohin gue dan Dave."


Minta Kimmy menghentikan langkahnya .


"Ya tapi kan itu kenyataannya. Dave pulang, kalian bakal sama-sama lagi."


Ucap Ali.


"Bahkan gue lupa pernah ada dia hidup gue."


Jawab Kimmy.


"Lu gak bisa gitu Kim. Dia akan kembali untuk lu."


Jelas Ali.


"Di otak lu cuma mikirin Dave, Dave dan Dave. Lu pernah mikirin perasaan gue gak sedikit aja?"


Kimmy membanting pintu kamarnya. Ali mengernyitkan dahi tak mengerti mau perempuan ini. Maka ia putuskan untuk menyusul Kimmy ke dalam kamarnya.


"Kim, sorry kalo gue salah. Ada laki-laki lain yang lu suka selain Dave? "


Ali mengelus kepala Kimmy yang sedang duduk di meja belajarnya.


Kimmy mengangguk membuat jantung Ali berdebar tak karuan. Ia tak bisa menjaga perasaan Kimmy untuk sahabatnya.


"Siapa? temen kuliah? Lu gak pernah cerita sama gue."


Tanya Ali, dalam hatinya ia berpikir akan mengancam laki-laki yang merebut perasaan Kimmy dari sahabatnya.


"Gimana mau cerita? Lu sibuk skripsi terus langsung sibuk cari kerja. Gak ada waktu untuk gue."


Kimmy mengusap matanya yang sudah berair.


"Oke, oke gue minta maaf. Jadi siapa laki-laki yang udah buat lu lupa sama Dave?"


Tanya Ali sekali lagi.


"Ali, Ali Christian."


Jawab Kimmy.


Deg!


"Gue serius Kim, jangan bercanda. Gak lucu."


Ucap Ali.


"Iya Al, gue suka sama lu."


Ucap Kimmy tak kalah kencang.


Perlahan Ali memundurkan tubuhnya menjauhi Kimmy. Ini tak boleh terjadi. Gumamnya. Walaupun ia tak pernah berhenti mencintai Kimmy, namun ia sama sekali tak menginginkan ini terjadi.


"Lu cuma masih marah sama Dave, Kim. Sabar sedikit, dua tahun lagi dia pulang."


Ucap Ali.


"Ini gak ada hubungannya sama Dave. Beberapa tahun ini kita sama-sama, lu pikir gak berkesan sama sekali? Gue sakit, gue sedih lu selalu ada. Belum lagi ikutin kemauan-kemauan konyol gue, lu gak pernah ngeluh. Emang gak boleh gue pelan-pelan jatuh cinta sama lu? "


Jelas Kimmy.


"Gak ini gak boleh Kim. Gue yakin ini cuma karena beberapa tahun belakangan kalian belum ketemu lagi."


Ucap Ali.


"Gak boleh gimana, Al? Lu kira gue yang mau ini? Kalau gue bisa tentuin suka sama siapa, gue bakal milih jatuh cinta sama presiden mahasiswa yang udah jelas-jelas naksir sama gue."


Protes Kimmy.


"Iya iya oke, lu gak boleh suka sama siapapun. Jangan coba-coba.-- Tapi untuk sekarang, kita gak usah bahas ini. Mama udah masak di rumah nunggu kita datang untuk makan malam segera siap-siap, gue tunggu di teras."


Ucap Ali.


Like dan commentnya tinggalin ya readers tersayang. makasih💕