
Kimmy menangis di balik pintu kamarnya, hatinya sakit menyimpan kebohongan. Sebetulnya ia pun masih ingin bersama dengan Dave. Namun jika memiliki hubungan, hanya membuat Kimmy menjadi mengecewakan kedua saudaranya. Maka ia memilih tidak.
Seperti ketika Dave menyalahkan dirinya kemudian tak menegurnya, setelah itu kembali dekat dengan Jemima, dan terakhir memutuskan hubungan dengannya, jangankan belajar. Membaca pun rasanya semua tulisan mendadak jadi buram. Tak jarang huruf konsonan tersusun bersamaan tanpa ditengahi a,i,u,e,o. Mungkin itu yang dinamakan efek patah hati. Nilai-nilainya menjadi buruk. Bagaimana mau membuat Kak Marcel dan Kak Tomi bangga apalagi menerima Dave sebagai pacar Kimmy, jika membawa pengaruh buruk untuk adiknya. Begitu pikir Kimmy selama satu bulan ini. Walaupun Kimmy tau, jika seperti itu merupakan kesalahannya sendiri yang mencampuradukkan urusan hati dengan tugas kuliah. Namun ia sangat mengerti kedua Kakak tak akan menyalahkannya.
Dave menyadari kesalahannya, membiarkan dirinya kehilangan perempuan yang sangat mencintainya. Hati Dave boleh patah sama seperti yang dialami Kimmy, tapi semangat tidak akan patah. Ia mencoba bangkit memperbaiki setiap kesalahan. Berusaha menjadi Dave yang dapat diandalkan. Jadi ketika Kimmy berubah pikiran, dirinya lah orang pertama yang akan mendapatkan kesempatan itu. Menjadi kekasihnya dan tak kan pernah dilepaskan lagi.
"Kim, gue terima keputusan lu.Tapi tolong jangan hindari gue lagi. Kasih kesempatan untuk nebus kesalahan gue kemarin."
Teriak Dave diluar kamar Kimmy.
Kimmy tak menjawab apapun. Ia takut jika sering berhadapan dengan Dave akan membuatnya menjadi semakin mencintai pria tersebut dan terjebak kembali dalam hubungan yang belum ia harapkan.
Setelah itu mereka tak berbicara apapun sampai kepulangan Marcel dan Ali.
Ali memperhatikan keduanya. Terutama Kimmy dilihat dari ujung rambut hingga ujung kaki, mengecek apakah ada sesuatu yang kurang dari wanita tersebut.
"Jaga mata lo!"
Bisik Dave sinis.
"Lu gak nyentuh dia kan?"
Tanya Ali berbisik.
"Urusan gue!"
Jawab Dave.
"Berani lu sentuh dia, gue gak ampunin lu kali ini."
Ancam Ali.
"Berani juga lu liatin dia gak sopan kaya tadi, gue buat lu cacat permanen!"
Ancam Dave.
Kimmy melirik kearah mereka mencurigai ada yang aneh.
"Nah gini dong temenan."
Ucap Kimmy sumringah sambil kembali membuka barang-barang belanjaan Marcel.
Keduanya menarik paksa ujung bibir mencoba tersenyum.
"Kak tadi aku pesen susu strawberry dimana ya?"
Tanya Kimmy. Marcel yang berada di toilet tak mendengar pertanyaan adiknya. Dengan sigap, Ali membuka bungkusan lain dan mencarikannya untuk Kimmy. Kemudian ia tusukkan sedotan ke arah lubang kecil di kardus susu tersebut dan menyodorkannya pada Kimmy.
"Makasih Ali."
Ucap Kimmy sambil tersenyum manis. Dave sangat gerah melihat Kimmy memberikan senyum pada manusia di hadapannya.
Baru saja Marcel keluar dari toilet dan duduk di samping mereka. Kimmy sudah ingin menyusahkan Kakaknya lagi.
"Kak, aku mau semangka. Boleh?"
Tanya Kimmy.
"Nih."
Marcel menyodorkan selembar uang.
"Beliin."
Rengek Kimmy.
"Astaga saya jadi ngerti seberapa hebat dulu Tomi ngasuh kamu."
Gerutu Marcel.
Dave dan Ali terlihat berlomba mengambil kunci motor mereka masing-masing
"Kalian mau kemana?"
Tanya Marcel heran.
"Beli semangka."
Jawab Dave dan Ali bersamaan kemudian saling tatap.
"Haha, salah satu aja."
Marcel memberi saran. Tapi keduanya tak ada yang mau mengalah.
"Dave aja. Lu kan baru pulang Al."
Ucap Marcel karena dilihatnya Dave dan Ali bersikukuh saling mendahului.
Dave tertawa puas kali ini.
Dave membeli dua buah semangka, satu khusus untuk Kimmy dan satu lagi untuk Marcel, Ali dan dirinya.
Tak butuh waktu lama, Dave telah kembali. Kimmy bertepuk tangan kegirangan ketika Dave datang membawakan buah kesukaannya.
"Sini biar gue yang potong-potong."
Minta Ali. Dave tahu persis, Ali ingin bermain licik dengan sengaja menyuguhkannya langsung pada Kimmy.
"Tuh potong yang satunya."
Ucap Dave sambil membelah semangka menjadi dua bagian.
"Hahaa, lu gak bisa potong semangka? Nih gue ajarin."
Ledek Ali sambil membelah semangka menjadi banyak bagian. Dave tak menghiraukannya.
Kemudian keduanya bersiap membawa semangka potongan masing-masing ke hadapan Kimmy.
"Lu serius bawa semangka segede itu untuk Kim? Lu pikir dia beruang? Jangan nangis nanti kalo punya gue yang di makan."
Ucap Ali menertawai Dave.
"Kita liat aja, punya siapa yang bakal dipilih Kim. Yang gak dipilih tolong mundur teratur."
Tantang Dave percaya diri, sambil tangannya mengambil satu buah sendok dan berjalan ke ruang tamu.
Kimmy masih asik melihat-lihat barang belanjaan milik Marcel sambil terkadang menggoda kakaknya. Dave dan Ali meletakkan potongan semangka milik mereka di hadapan Kimmy.
Kimmy dengan segera mengambil potongan semangka paling besar yang ditengahnya tertancap sendok kemudian diletakkan ditengah kakinya yang duduk bersila. Ia asik memakannya sambil memperhatikan struk belanjaan.
Ali terkejut mengetahui bahwa tebakan Dave benar.
"Itu beruang gue."
Bisik Dave bangga.
"Apa?"
Tanya Kim yang jelas mendengar perkataan Dave.
"Kenapa lu makan yang besar Kim? Yakin abis?"
Tanya Ali tak percaya.
Kimmy langsung menoleh ke arah Dave. Ia baru teringat, pria ini masih hapal segala pesan Tomi mengenai dirinya.
"Thank you Snow.. ehm..Dave."
Ucap Kimmy pada Dave.
"Ya habislah, lu kasih dua semangka sekaligus juga bakal habis. Itu buah kesukaan dia."
Timpal Marcel.
"Ehemmm.. laki kan? mundur teratur."
Bisik Dave mengingatkan Ali.
"Itu ucapan lu. Gue belum bilang setuju."
Sanggah Ali membela diri.
Baru sebentar, semangka yang disuguhkan Dave sudah habis menyisakan kulitnya. Kimmy yang masih belum puas, hampir saja mengambil potongan kecil semangka lainnya yang tadi disuguhkan Ali,
"Jangan sentuh yang itu! Itu bagian Kak Marcel, gue dan dia."
Cegah Dave sambil menunjuk Ali.
"Biar gue ambilin sisa punya lu di kulkas."
Lanjut Dave sambil berlari mengambilkan belahan semangka lainnya untuk Kimmy. Ia tak rela Kimmy memakan milik Ali walaupun sedikit.
Dave memberikan separuh semangka kepada perempuan itu. Lalu menunduk mengambil kulit semangka yang tadi diletakkan Kimmy untuk segera membuangnya. Namun Kimmy malah tengah salah mengira, ia pikir Dave hendak meminta buah miliknya itu.
"Nih Aaaaa"
Kimmy menyodorkan sesuap semangka ke mulut Dave.
Dave terkejut namun sebisa mungkin menahan ekspresi wajahnya, ia langsung menerima suapan dari sendok Kimmy. Kemudian menoleh ke belakang menunjukkan wajah penuh kemenangan pada rivalnya. Ali spontan membuang wajah, enggan melihat kemesraan keduanya.
"Kalian nginep ya malam ini. Bisa gak? Gue masih bingung tracknya. Temenin begadang."
Tanya Marcel.
"Gue bisa Kak. Kalo Dave pasti gak bisa. Tadi kan mau pamit pulang terus Kak Marcel tahan."
Jawab Ali sambil tersenyum senang.
"Bisa Kak. Soal tadi pagi udah kelar di handle pelatih gue."
Ucap Dave berbohong, sebenarnya dari tadi pagi memang tak ada apa-apa. Ia hanya menghindari rasa cemburunya.
Dave tersenyum menyeringai