Mr.Snowman

Mr.Snowman
Selisih dua menit



Sebelum kepulangan Tomi, kedua kakak beradik dikejutkan dengan rencana salah satu saudara mereka tersebut. Tak biasanya ia meminta semuanya berkumpul, entah hal penting apa yang akan ia bicarakan. Namun ada yang aneh menurut pandangan Marcel dan Kimmy, Tomi meminta agar keluarga kecilnya mempersiapkan diri dan menyiapkan pakaian yang pantas untuk hal yang belum mereka ketahui.


"Kalian sudah siap kan?"


Tomi yang baru saja sampai berlari panik ke dalam rumahnya, tanpa basa-basi ataupun sekedar salam.


"Udah. Emangnya kita mau kemana, Kak?"


Tanya Kimmy yang terlihat manis dengan blouse dan rok pink nya.


"Mau ngelamar Wanda, sebelum di duluin oranglain."


Jawab Tomi sambil menggendong Miracle yang merengek ingin dipeluk.


"Lu gak waras, Tom? Lu bilang mau jaga Kimmy dulu sampai dia nikah. Kok lu mentingin diri lu sekarang?"


Ucap Marcel keras.


"Iya gue tau gue salah. Tapi gue gak mau kehilangan Wamda kaya kehilangan Dayana, Cel. Tolong ngertilah."


Mohon Tomi.


"Enggak, enggak! Gue udah gagal. Harapan gue cuma lu. Sabar sedikit lagi. Satu tahun lagi Kimmy lulus, mereka menikah kok."


Marcel menolak keras.


Gea mengambil alih Miracle dari tangan Tomi dan membawanya ke dalam kamar menjauhi keributan. Pertengkaran kedua kakak beradik ini cukup serius jika menyangkut adik kesayangan mereka.


Kimmy memejamkan mata sebentar, kemudian menghela napas panjang. Ia bersiap mengeluarkan isi hatinya.


"Apa perlu, gue nikah sekarang sama Ali supaya Kak Marcel izinin Kak Tomi?"


Tanyanya masih dengan intonasi yang tenang.


"Maaf Dek, gak keburu. Ada orang yang mau melamar Wanda siang ini."


Jawab Tomi melemah.


"Paham kan lu? Lu nikah abis Kimmy."


Perintah Marcel.


"Dulu Kak Marcel ingkar janji untuk gak akan nikah sebelum aku, apa Kak Tomi marah? Waktu kecil Kak Tomi mau main tapi harus jagain aku, apa dia protes? Sekolahnya Kak Marcel yang nentuin, padahal jelas-jelas itu masa depannya, apa dia mentingin egonya? Cukup Kak! Biarin dia bahagia."


Kimmy melepaskan kekesalannya yang memuncak.


Tak ada yang berani menentang Marcel selama ini. Bagi keduanya, ia sosok pengganti ayah yang dihormati. Tapi perkataan Kimmy kali ini tak dapat disanggahnya, semuanya benar. Ia terlalu banyak mencampuri kehidupan Tomi.


"Gue yang akan jaga Kimmy gantiin kalian. Ini janji gue dihadapan kalian berdua. Sedikitpun gue gak akan nyakitin dia."


Ali yang baru datang karena undangan dari Tomi segera meredakan perselisihan itu dengan ucapannya.


"Ayo berangkat sebelum dilamar orang lain."


Ucap Marcel sambil berjalan ke kamarnya untuk mengajak istri dan anaknya.


Kimmy dan Tomi tersenyum lebar dan segera memeluk Ali.


"I love you, Ali.. Our hero today."


Ucap Kimmy sambil mengecup pipi Ali.


"Aduh."


Teriak Kimmy kesakitan, kepalanya di dorong oleh Tomi.


"Aji mumpung lu."


Ketus Tomi.


"Thank bro. Jaga adek gue yang nakal ini."


Tomi melepaskan pelukannya dan menepuk bahu Ali.


Kimmy senang bukan main. Ia tak lagi menyimpan kesedihan bahwa karena dirinyalah Tomi telat menggapai kebahagiaan.


...***...


Halaman rumah Wanda sudah dipadati beberapa mobil. Itu tandanya calon tunangan Wanda pilihan kakeknya sudah datang terlebih dahulu. Dan berarti ia harus menelan kenyataan pahit bahwa Wanda akan menikah dengan orang lain.


"Puter balik, Cel. Gak ada yang bisa gue lakuin lagi."


Ucap Tomi pasrah.


Tomi mengingat tantangan Wanda, ia hanya bisa menentang keinginan sang Kakek jika dirinya melamar terlebih dahulu. Karena sesuai kepercayaan yang dianut keluarganya pantang menolak lamaran seorang pria. Namun kini ia telah kalah sebelum maju berperang.


"Masuk dulu Kak. Siapa tau itu mobil tetangganya nitip disini."


Kimmy memberi semangat.


"Mobil ini ... "


Ali menyentuh mobil berwarna hitam yang terpakir saat mereka berjalan melewatinya.


"Iya iya aku tau kamu mau beli mobil baru. Karena kamu udah jadi power ranger hari ini. Maka aku acc kemauan kamu yang udah berkarat itu."


Celoteh Kimmy sambil menarik tangan Ali.


Seperti yang dikatakan, selama ini Ali berkeinginan membeli mobil baru dari hasil keringatnya. Namun Kimmy tak pernah menyetujuinya. Perempuan itu lebih suka Ali menabung untuk pernikahan dan masa depan mereka. Ali yang sangat mencintai Kimmy, tak pernah menolak keinginan gadis itu.


Pintu diketuk oleh Tomi, di ruang keluarga tampak beberapa orang berpakaian resmi. Jelas, ia memang sudah kalah start. Kedua keluarga menoleh melihat kedatangan rombongan Tomi.


Betapa terkejut semuanya, saat mata saling berpandangan.


"Dave? "


Ucap Semua terheran melihat pria itu duduk di dampingi ibu, ayah dan satu orang perempuan yang berusia lanjut.


Wanda keluar meminta mereka tenang. Kemudian mempersilahkan keenam orang itu untuk duduk di ruang tamu.


"Kenapa ada Dave? "


Tanya Tomi.


"Aku dan Dave juga baru tau kalau kakek kami berteman dulu. Sumpah aku baru tau beberapa menit yang lalu pas mereka sampai. Lagi juga kenapa kamu terlambat sih?"


Jelas Wanda yang berujung pertanyaan.


"Tuh. Marahin dia aja. Jangan marahin Kak Tomi."


Jawab Kimmy menunjuk Marcel.


"Siapa Wan? "


Ibunda Wanda menghampiri.


"Tomi, ma."


Jawab Wanda.


"Hmph, kamu sih pake terlambat dua menit dari mereka. Kalian berdoa ada keajaiban. Kalo jodoh gak akan kemana. Sekarang Wanda harus selesaiin dengan keluarga Dave dulu."


Ibunda Wanda tersenyum tulus.


Sesaat Wanda dan sang ibu kembali ke ruangan dimana Dave dan keluarganya menunggu. Kimmy dan Ali menemani keponakan kecil mereka bermain kertas gunting batu.


Beberapa kali tertawa kecil saat mereka menang dari Miracle .


"Sstt, gue bakal ditinggal nikah lagi. Lu malah ketawa-tawa."


Tomi menyentil telinga adiknya.


"Ishh .. Gue juga deg-degan makanya gue alihin."


Jawab Kimmy.


"Deg-degan karena Dave bakal nikah, Kim?"


Tanya Ali ragu.


"Mulai deh. Gue telanjang disini nih."


Jawab Kimmy kesal.


Tomi, Marcel dan Gea spontan melotot kearahnya. Mereka tak menyangka kalimat mengganggu tersebut keluar dari adik polos mereka.


"Maksudnya?"


Tanya Marcel geram.


"Aku cuma takut Kak Tomi ditinggal nikah lagi. Tapi Ali selalu mikir yang enggak-enggak kalau berhubungan dengan Dave."


Jawab Kimmy menunjuk Ali dan memeluk Marcel.


"So what do you mean of Naked, Kimberly Douglas?"


Tanya Marcel meninggi.


"Udah jangan ribut di rumah orang."


Ucap Gea menengahi. Marcel sedikit tenang dan lagi-lagi Kimmy diselamatkan oleh ipar kesayangannya itu.


Pikiran kedua kakak menjadi bercabang, selain memikirkan nasib Tomi. Mereka juga memikirkan maksud ancaman Kimmy pada Ali.


Tomi dan Marcel tak berhenti menatap tajam Kimmy yang sedang melanjutkan permainan dengan Miracle. Sedangkan Ali menjadi salah tingkah dengan tatapan mematikan kedua kakak kekasihnya.


Jangan lupa Vote, Like dan Commentnya ya Readers.. 💕