Mr.Snowman

Mr.Snowman
Hari pembalasan



Pukul delapan pagi, setelah dilihat kedua Kakaknya telah berangkat bekerja, Kimmy mengendap-endap keluar dengan membawa kopernya.


"Ehem, kamu gak bisa kabur dari kita."


Gea dan Wanda memegang sapu dan wajan menghadang Kimmy.


Perempuan itu tak berkutik, hanya menepuk dahinya sudah tertangkap basah.


"Mau kemana?"


Tanya Gea sinis.


"Nginep di rumah temen."


Jawab Kimmy.


"Oh jauh ya rumah temen sampai ke kota sebelah."


Sindir Wanda.


Kimmy terkejut bukan main saat rencananya dirasa gagal.


"Udah gak usah bohong lagi. Kita berdua semalam masuk kamar lu, mau ngajak jalan-jalan biar gak sedih lagi. Tapi lu udah tidur. Dan ada koper disamping kasur lu."


Ucap Wanda.


"Hemm, dan kita nemuin ini di atas meja."


Gea mengayunkan secarik kertas pemanggilan kerja beserta tiket pesawat.


"Loh kok ada di kak Gea?"


Tanya Kimmy yang hampir saja meninggalkan tiketnya.


"Iya, sebentar lagi sampai di tangan Marcel. Gimana?"


Ucap Gea.


"Please kak, jangan. Aku pengen mandiri. Pengen buktiin ke mereka kalau aku bukan anak kecil lagi."


Kimmy memohon.


"Ya terserah. Tapi seharusnya kamu ngomong kan sama kita berdua. Biar kita bantu. Kenapa sih kamu selalu ngerasa sendiri? Ada aku sama Wanda."


Jawab Gea disahuti dengan anggukan Wanda.


"Maaf."


Kimmy menundukkan kepala.


Gea dan Wanda membawa Kimmy duduk di kursi ruang tamu. Menanyakan kesiapan apa saja yang ia butuhkan untuk tinggal di luar kota.


"Tiket jam dua siang. Kenapa jam segini udah jalan?"


Tanya Wanda.


"Mau pamit sama Mama Lena. Terus mau ketemu Tante Anne."


Jawab Kimmy membuat Gea dan Wanda tercengang dengan jawaban kedua.


"Buat apa ketemu iblis itu lagi?"


Tanya Wanda heran.


"Itu bukan iblis . Itu maminya Dave. Aku kesana cuma mau meluruskan masalah aja. Aku dan Dave gak ada apa-apa. Jadi dia gak usah kuatir dan bisa membiarkan Dave hidup tenang."


Jawab Kimmy.


"Kamu serius dengan omongan mu?"


Tanya Gea lagi.


"Iya kak. Terlalu banyak yang dikorbanin dari hubungan ini. Maka itu, aku titip pesan sama kalian berdua . Jangan ada yang kasih tau Dave keberadaanku."


Kimmy menggenggam tangan Wanda dan Gea. Memohon dengan sangat.


Keduanya menuruti kemauan Kimmy.


"Tapi kita gak bisa menjamin, kalau Dave bisa nemuin lu sendiri itu diluar sumpah kita ya."


Ucap Wanda.


Wanda dan Gea memberikan uang tabungan mereka masing-masing kepada Kimmy. Namun ditolak dengan alasan ia akan mulai mandiri dari sekarang. Tanpa bantuan siapapun, termasuk kedua kakak.


Sebelum pergi, mereka bertiga berpelukan dalam tangis. Bagaimanapun, Kimmy adalah pembawa sukacita terbesar dalam rumah ini. Tanpanya hari-hari berjalan sangat datar.


Kimmy sampai pada rumah tahanan perempuan. Ia menunggu setengah jam lagi merupakan jam kunjungan. Disana ia bertemu dengan ayah Ali yang setia mengunjungi Anne.


Hemm setia sama selingkuhannya. ckck


Batin Kimmy.


Ketika tiba waktunya, Kimmy dan laki-laki itu masuk bersamaan.


Ucap Kimmy pada pria itu. Namun hanya dibalas senyuman.


Anne terkejut bukan main saat Kimmy mengunjunginya. Namun ia tetap menunjukkan sifat angkuhnya.


" Mau apa kesini?"


Sebelum duduk, ia bertanya sinis pada Kimmy.


"Saya mau pamit sekalian minta tante jangan menekan Dave lagi. Biarin dia bahagia. Saya gak akan dekat-dekat dengannya lagi."


Jawab Kimmy.


Namun dengan cepat Anne menyambar leher Kimmy dan mencekiknya.


"Pembuat masalah!"


Hardik Anne.


Ayah Ali segera melepaskan Kimmy dan mendorong Anne kencang sehingga kepalanya terbentur keras ke lantai.


Mati kau sekalian. Sudah lama aku tunggu momen untuk membalasmu.


Ayah ali.


Para penjaga bergegas lari menolong Anne. Kimmy melangkah mundur masih tidak percaya dengan apa yang dialaminya. Dia memegang lehernya, kemudian melihat kearah Anne yang tergeletak dan melihat senyuman puas dari wajah ayah Ali bergantian.


"Anne maaf, saya takut kamu membunuhnya."


Ucap Ayah Ali dengan raut wajah sedih berbeda dengan sedetik lalu.


Anne yang pingsan dibawa ke klinik yang disediakan di dalam. Sedangkan Kimmy dan ayah Ali diminta memberi keterangan untuk kejadian ini.


Kimmy menceritakan awal mula pemicu kemarahan Anne adalah kalimatnya, dan Ayah Ali membenarkan setiap perkataan Kimmy.


Setelah ditanyai selama tiga puluh menit, keduanya dipersilahkan pulang. Tindakan ayah Ali dikategorikan sebagai bentuk pembelaan.


"Saya pamit Om. Terimakasih untuk .. ehm".


Kimmy bingung berterimakasih untuk apa. Jelas-jelas ayah Ali bukan benar-benar menolongnya.


" Sudah gak usah dipikirkan. Lanjutkan perjalananmu. Om minta maaf gak bisa jaga Ali. Kalau Om bisa jaga keluarga kecil om dari dulu, pasti kamu sudah bahagia sama Ali."


Ayah Ali menyeka air matanya sebelum menetes.


"Ini takdir Om. Mau seberapa keras kita menjaga orang-orang yang kita sayang, tapi Tuhan menghendaki untuk mereka pulang. Mereka akan tetap pulang. Apapun caranya."


Jawab Kimmy setelah satu tahun ini menyadari ketetapan Tuhan dari kesedihannya.


Kimmy berangkat menuju bandara. Selama perjalanan hatinya tak karuan memikirkan kondisi Anne. Penjaga tahanan tadi bilang, ibunda Dave tersebut menyiksa diri dengan tidak makan. Perempuan yang sangat menjaga penampilannya di usia tuanya tersebut berhasil membuat dirinya berbeda benar-benar tidak terurus. Tubuhnya kurus dan wajahnya pucat.


Namun kejadian tadi membuatnya makin membulatkan tekad untuk melanjutkan hidupnya yang baru.


Tanpa restu, kita bukanlah siapa-siapa, Dave.


...***...


Sementara Anne dari klinik dipindahkan ke rumah sakit, kondisinya lemah dan mengkhawatirkan. Selain dehidrasi, kepalanya yang terbentur keras tadi membuat beberapa syarafnya terganggu.


"Maaf tadi dia, mau mencekik Kimmy. Saya cuma ambil tindakan untuk menyelamatkan satu nyawa lagi dari tangan istri anda."


Ayah Ali datang menemui James yang sedang menunggu kesadaran Anne pulih.


"Kimmy?"


Tanya James terkejut. Kemudian ia mengambil ponselnya dan berusaha menghubungi Kimmy untuk meminta maaf dan menanyakan kabarnya.


Namun telepon tidak tersambung. Kimmy sudah mengganti kontaknya. Tepat setelah ia tiba di kota itu.


Selagi James keluar untuk menelpon Kimmy, ayah Ali berdiri sambil tersenyum di sebelah Anne.


"Bahkan aku, orang yang kau bilang tunduk padamu. Sangat membencimu Anne. Kau pikir darahku tidak mengalir pada anakku? Aku sudah merelakan keluargaku dan memilihmu namun kau tetap meminta tubuh anakku. Hah! Lebih baik membuat kesepakatan dengan iblis dari pada denganmu. Kau serakah. Kenapa tidak mati saja sekalian?"


Ucapnya dengan penuh penekanan.


Kedua mata Anne yang terpejam mengeluarkan tangis. Dia sadar, dapat mendengar, hanya saja tubuhnya tak dapat digerakkan. Hatinya menangis melihat orang kepercayaannya mengkhianati bahkan hampir membunuhnya.


Tak ada lagi alasannya untuk bertahan hidup disini. Pikirnya. Semua orang membencinya. Harta yang dulu ia banggakan tak dapat membeli teman disaat-saat kesusahannya.


Tiiittttt


Layar monitor rekam jantung memberi gambaran lurus. Yang berarti Anne sudah pergi menyusul Ali.


Para penjaga dan tim dokter berlari masuk.


"Jangan lupa minta maaf sama Ali."


Ayah Ali memundurkan langkahnya dengan tersenyum senang.


Like, Comment dan Votenya yah 💕