
"Benci dan cinta itu lebih tipis daripada sehelai kertas, Dave.-- Gue udah menuhin janji gue, untuk berjalan mengantar dia sampai ke elo. Kalau dia berhenti di tempat gue menyerahkannya ke lo, itu adalah tugas lu untuk membawanya berjalan maju lagi. Tugas gue selesai."
Ucap Ali bersamaan dengan rekam layar jantung yang menggambarkan garis datar dan bunyi yang membuat kaki Dave terkulai lemah.
"Dokterrr.. Dokterr"
Dave berteriak di depan pintu mencari tenaga medis yang dapat membantu Ali.
Seorang perawat berlari ke kamar Ali dan disusul dokter yang langsung menutup pintu.
"Ada apa ? Kenapa sama Ali? "
Kimmy meneriaki Dave.
Suara pintu terbuka dan perawat mempersilahkan keluarga untuk melihat tubuh Ali yang sudah terbujur kaku.
"Selamat jalan Ali, anak kecilku yang manis."
Lena memeluk tubuh Ali.
Kimmy berlarian mendekati Ali dan tertegun memandanginya.
"Jadi ini maksud kamu istirahat setelah bicara? Tau gitu aku gak akan marah dan banting pintu. Bangun Ali.. Kita mau nikah bulan depan. Bangun sayang."
Kimmy menangis suaranya parau.
Marcel dan Tomi memeluk adiknya bergantian. Tubuh dan jiwanya benar-benar terguncang kali ini. Dave memeluk Lena memberi kekuatan pada ibu yang kehilangan anaknya akibat ulah ibu kandungnya sendiri.
Kimmy menciumi Ali untuk yang terakhir kali.
Karena ambisi mu, Mi. Dua wanita kehilangan kebahagiaan bersama dengan kepergian Ali.
Batin Dave sambil memukuli dinding rumah sakit tempatnya menunggu jasad Ali dibersihkan.
"Balikin Ali. Yang seharusnya mati itu elo di tangan ibu lu. Biar dia rasain apa yang dirasain mama Lena."
Kimmy memukuli Dave yang juga masih belum terima kenyataan menyakitkan ini.
"Dek, lepasin Dave! Bukan cuma kamu yang kehilangan. Dave juga. Jangan menghakimi Dave kaya gitu."
Marcel memperingatkan Kimmy.
Kimmy berhenti menyakiti Dave. Kini ia kembali menangis mengenang Ali. Air mata turun bersamaan dengan tubuhnya yang kian luruh ke lantai, namun di topang oleh Dave. Pria itu memeluk tubuh Kimmy yang terus bergetar karena tangisannya. Dan Kimmy membiarkan Dave memeganginya.
"Jangan takut, Ali akan mendapat keadilannya."
James datang setelah mendengar kabar duka tersebut dari Dave.
"Pi.. "
Dave terkejut dengan pernyataan ayahnya.
"Papi minta izin darimu Dave untuk memproses mami."
Ucap James.
"Iya Pi. Dave serahkan ke pihak berwajib. Biar mami belajar dari kesalahannya. Apa Dave durhaka Pi?"
Dave terdengar sakit mengucapkannya.
"Tidak, nak. Mami harus bertanggungjawab dengan tindakannya."
James menepuh bahu Dave.
"Terus bagaimana dengan reputasi yang selama ini papi pertahanin mati-matian?"
Tanya Dave
"Sudah cukup Dave. Mami mu semakin seenaknya. Banyak orang yang akan dirugikan kalau terus dibiarkan. Kita bisa hidup dengan cemooh orang setelah ini dan semuanya akan berlalu."
Jawab James menyemangati anaknya.
James berlalu meninggalkan Dave yang masih berjongkok memeluk Kimmy, kemudian mendatangi Lena. Sebagai teman sebaya mereka lebih mengerti satu sama lain.
"Maafin istri saya, Len."
Ucap James merendah.
"Sudah takdirnya Ali. Aku udah ikhlas kali ini."
Jawab Lena.
"Nangislah Len kalau itu membuatmu lega. Jangan ditahan."
Ucap James lagi.
Celetuk Lena, dan mulai kembali menitikan airmata yang lebih deras daripada tadi. Mereka menjauh dari kerumunan. James tau betul Lena adalah wanita yang pura-pura tangguh dihadapan oranglain terutama anaknya.
Setelah jasad Ali sudah tiba di rumah duka, yang hanya berjarak beberapa meter dari rumah sakit. Kimmy berlarian melihat Ali untuk yang terakhir kalinya.
"Ali jangan tinggalin aku, bangun sayang. Mimpi kita didepan mata. Masa kamu nyerah? "
Kimmy memeluk peti mati kekasihnya.
"Kim, sampai kapanpun kamu cinta yang dibawa mati oleh Ali. Ikhlaskan Ali dan lanjutkan hidupmu."
Ucap Lena yang menguatkan Kimmy padahal ia sendiri butuh kekuatan.
Renata datang bersama teman-temannya yang lain. Mendampingi Kimmy dan memberinya semangat. Tak luput, Jemima pun datang ke acara peringatan terakhir Ali.
"Dasar perempuan sial. Siapapun yang ada deket lu pasti berakhir menyedihkan."
Ucap Jemima sinis.
Renata hendak membalasnya, namun tangan Kimmy mencegah Renata.
"Jangan buat keributan dihadapan Ali."
Minta Kimmy dengan lemah.
Namun Dave tak tinggal diam, ia menarik kasar tangan Jemima keluar ruangan. Dari kejauhan Kimmy dapat melihat Dave sedang berbicara dengan tidak baik dengan Jemima.
"Kalau mulut lu gak bisa berenti nyakitin Kimmy, gue gak sungkan-sungkan buka ke dunia siapa ayah lu darimana harta lu."
Ancam Dave.
"Lakuin aja. Berarti kamu bongkar kebusukan Tante Anne juga. Kan papaku kerja sama Mami mu."
Tantang Jemima.
"Gak usah lu yang bongkar, bentar lagi bokap gue sendiri yang bakal ungkapin semuanya."
Ucap Dave yang membuat Jemima gentar dan tak berani membalas perkataan Dave lagi.
Seputar malam, Seorang perempuan pengusaha terkenal kota XX telah ditangkap satuan reserse kriminal dipimpin oleh Kompol James Wiryawan yang merupakan suami pelaku. Pelaku melakukan penembakan kepada seorang pengunjung toko dengan alasan yang belum terungkap. Tak hanya itu, hingga berita ini beredar diketahui tersangka juga merupakan pemasok barang ilegal, obat terlarang dan juga perdagangan wanita.
Potongan berita tersebut disampaikan oleh seorang pembawa acara berita yang secara tak sengaja saluran televisi tersebut menyala di ruang duka.
"Liatkan?"
Tanya Dave menatap Jemima.
Jemima bergegas pergi dari tempat itu dan menghubungi keluarganya untuk melakukan pelarian.
Seluruh orang dirumah duka tersebut yang mengetahui keluarga Dave, mulai menggunjingkan pria yang berada diantara mereka itu. Terutama mereka teman SMA dan teman kuliah Dave dan Ali.
"Anak sama ibu sama aja. Kasihan Ali."
Beberapa orang sengaja berbicara keras agar terdengar oleh Dave.
"Buah jatuh tak jauh dari pohonnya."
Sekumpulan orang menyinggung Dave.
"Gak sekalian dia dihukum juga bareng maminya."
Ledek sekumpulan teman Ali.
Kimmy yang tadinya lemah tak berdaya mendadak bangkit berdiri dan berteriak keras.
"Kalian semua gak bisa menghargai Ali disaat terakhirnya?"
Tanya Kimmy lantang dan semuanya diam tak melanjutkan cemoohnya.
Dave menarik tubuh Kimmy untuk duduk kembali disamping peti Ali.
"Gak usah begitu, Kim. Aku pantas terima itu."
Ucap Dave.
"Bukan buat lu, gue lakuin buat Ali. "
Jawab Kimmy ketus.
Dave hanya menunduk mengerti Kimmy masih menyalahkannya atas kejadian ini.
Jangan lupa like, commet dan votenya yah 💕