Mr.Snowman

Mr.Snowman
Terungkap



Bos sekarat. Siapa yang izinin mereka lewat?


Saya bos. Soalnya mereka datang menggunakan mobil bos besar. Saya kira itu dia.


Gue yakin ada harga yang harus lu bayar Dave untuk membebaskan kami . Ali


Bokap gue gak gitu. Dave


Bukan Pak James. Ali


Lawan kita tangguh Dave. Orang yang sangat berpengaruh, bahkan pada kehidupan kita. James


Memohonlah padanya. James


Saya akan memohon Pak. Apapun akan saya perbuat. Ini semua karena saya. Dayana


Tidak. Bukan kamu, kamu atau kamu. Cuma Dave yang bisa memohon. James


Dave lu akan nyesel. Berhentilah sekarang! Lu akan lanjutin hidup lu. Jangan membuat kesepakatan sama iblis itu. Ali


Pukul gue sepuas lu dan lu akan tahu siapa ibu yang sedang lu bela. Ali


Kalimat-kalimat tersebut terngiang di telinga Dave. Ia menyatukan setiap potongan puzzle menuntunnya ke teka-teki seseorang yang ada di belakang ini semua.


"Jadi kamu perempuan yang buat anak buah saya masuk rumah sakit?"


Tanya perempuan tersebut dengan suara khasnya yang tinggi.


"Oh jadi ini bisnis yang mami banggain? yang buat Mami bisa kasih level ke seseorang?"


Tanya Dave.


"Diam kamu! Kamu anak kecil gak tau apa-apa!"


Hardik Anne.


"Pi, papi juga diam aja? Papi punya kuasa untuk tutup tempat itu. Banyak perempuan dipaksa menjual dirinya disitu. Banyak transaksi ilegal di dalamnya."


Dave meminta penjelasan.


"Dave, percayalah. Papi baru tau semenjak kamu di penjara. Kamu tau hari itu papi bisa saja meloloskanmu dari hukuman? tapi Mamimu mengancam akan ninggalin kita. Papi baru saja diangkat menjadi komisaris jenderal. Kau bisa bayangkan perempuan ini akan membuka kedoknya hari itu dan jabatan papi dicopot?"


Jelas James.


"Dave memang patut dihukum saat itu, Pi."


Jawab Dave.


"Sudah ceritanya? Kalau sudah, saya mau mereka bertiga ditahan."


Anne menunjuk Tomi, Ali dan Dayana.


"Dia gak bersalah."


Tomi membela Dayana.


"Saya bawa rekaman cctv. Terlihat jelas perempuan ini sedang memegang pisau dan menghunuskannya ke perut anak buah terbaik saya."


Anne mengambil rekaman yang sudah dipindahkan ke ponselnya. Tomi mengepal tangannya.


"Bebaskan mereka. Dave akan ikuti semua kemauan Mami."


Ucap Dave.


"Oh baik sekali anakku seperti papinya." Anne mengelus pipi Dave --. "Kalau Mami minta tinggalin perempuan itu?" Tanya Anne.


Semua yang ditempat itu terkejut mendengar persyaratan yang diajukan Anne.


"Apa salah Kim?"


Tanya Dave.


"Dia akan membuat marahmu reda. Dia akan membuat kamu menjadi penurut, kau pasti tak akan mau melanjutkan bisnis Mami. Tapi yang paling penting, levelnya jauh berbeda dengan kita."


Jawab Anne.


"Jika belum mengenal Kimmy pun, Dave gak akan pernah mau jalanin bisnis haram Mami."


Tegas Dave.


"Terserah. Yang penting kamu gak ngacak usaha Mami. Kamu bayangin jika hari itu kamu masuk sekolah kepolisian. Mungkin hari ini sudah hancur semua usaha yang keluarga Mami rintis."


Ucap Anne. Dave tertegun, tak menyangka ibunya memiliki alasan lain memasukkannya ke dalam penjara .


"Gimana? kamu mau menjauhi perempuan itu dan teman-temanmu bebas atau kamu biarkan ketiga temanmu memiliki masa depan yang suram seperti dirimu karena kau lebih mementingkan perempuan itu?"


Tanya Anne.


"Yang ibu sebut itu adik saya. Lebih baik saya mendekam disini. Daripada melihat Dave meninggalkan Kimmy dan membuatnya sedih."


"Oh ternyata cintamu tak ada apa-apanya pada perempuan ini. Kau gak mikirin masa depannya?"


Anne menunjuk Dayana. Tomi terdiam, ia mempunyai pilihan yang sulit.


"Saya sudah tidak memiliki masa depan lagi semenjak anak buah ibu menguras kesucian saya."


Tutur Dayana pilu.


"Ya Dave, gue juga akan di dalam sini daripada melihat Kimmy sedih."


Ucap Ali.


Dave terdiam, pikirannya bekerja lebih keras. Ia dihadapkan pilihan yang sulit. Masa depannya dengan Kimmy atau masa depan ketiga orang dihadapannya.


"Oke, Dave akan tinggalin Kimmy. Tapi berjanjilah Mami gak akan ganggu mereka lagi terutama Dayana."


Ucap Dave, seketika Dayana terisak, Tomi memukul dinding disebelahnya.


"Oke. Mami akan cabut berkasnya sekarang."


Anne berjalan mengurus laporan yang tadi sudah dibuatnya untuk segera ditarik.


"Bodoh banget sih lu, Dave! Sedangkal itu perasaan lu sama dia?"


Umpat Ali.


"Kalian akan dikucilkan keluar dari sini. Kimmy akan menahan kesedihan lebih lama ketika tau kakaknya digunjing. Sedangkan untuk melepas gue, dia mungkin hanya akan sedih beberapa saat. Gue tau dia perempuan yang kuat."


Ucap Dave.


"Jangan pernah remehin perasaan cinta Kimmy. Bahkan dia cinta sama temen kecilnya si Omen bertahun-tahun. Bukan gue atau Marcel yang memintanya tapi karena dia sendiri yang selalu mengingatnya. Dia lupa saat lu datang di hidupnya, Dave."


Tomi menajamkan pandangannya pada Dave.


Aku baru dua kali suka sama laki-laki. Sesusah itu untukku jatuh cinta. Andai kamu tau.


Dave mengingat perkataan Kimmy saat keduanya bertengkar karena Dave cemburu pada Ali.


Jadi, dua pria yang kamu cintai adalah aku di masa kecil dan aku yang sekarang? Aku kira kakak kelasmu di SMA. Oh Kim. Maafkan aku. Jalan kita berliku. Jika aku kembali dan kamu masih menunggu, saat itulah kamu tak akan ku lepas lagi. Tapi jika tidak, berbahagialah Kim. Kamu pantas mendapatkan yang terbaik.


Batin Dave.


"Dia akan belajar melupakan. Empat tahun waktu yang lama. Kimmy akan lupa dengan gue dan membuka hubungan baru dengan orang lain."


Jawab Dave terbata. Hatinya sakit mengucapkan kalimat itu apalagi membayangkan ketika Kimmy tak mencintainya lagi.


"Empat tahun? memang kau mau kemana?"


Tanya Anne yang telah selesai dengan kepentingannya mencabut laporan.


"Dave akan mengikuti pelatihan kepolisian di kota seberang."


Jawab Dave.


"Hahahaa lucu kamu Dave. Mana ada mantan narapidana jadi polisi? Kamu itu ditakdirkan untuk urus bisnis Mama."


Ucap Anne.


"Itu lah niat Mami mu. Dia takut jika kau jadi polisi di kota ini, akan melumpuhkan usahanya. Maka ia sengaja membuat catatan hitammu."


Timpal James.


"Tapi percayalah, Dave tidak benar-benar dihukum dua tahun itu. Ia hanya ku titipkan menginap."


James menghentikan tawa Anne.


"Maksudnya?"


Tanya Anne heran.


"Bokap lu datang ke ruang perawatan gue hari itu, dia bersimpuh di kaki gue untuk cabut berkas tuntutan lu. Tiap hari dia bantu nyokap gue untuk urus gue. Jadi dia gak pernah jenguk lu karena urusin gue, Dave. Lu gak pernah dihukum. Laporan itu udah dicabut di hari yang sama. Bokap lu hanya nitipin lu di hotel prodeo, memanipulasi nyokap lu yang akan berbuat apa aja agar lu jalanin bisnis kotornya."


Ucap Ali membuat Anne dan Dave menganga.


"Artinya kamu gak akan pernah masuk kepolisan, dia akan aman. Selanjutnya kamu akan menyimpan benih-benih dendam yang membuatmu membenci dirimu sendiri dan orang-orang di kota ini. Sehingga lebih mudah memintamu menindas mereka."


James mengutarakan maksud Anne.


"Kalian!"


Anne marah.


"Dave akan tetap lanjutkan niat Dave untuk menghentikan bisnis haram Mami. Dan jangan takut, Dave akan tetap pegang janji Dave untuk menjauhi Kimmy."


Ucap Dave sambil berjalan meninggalkan ruangan diikuti yang lainnya.


Jangan lupa like dan komentar membangunnya ya. 💕