
Selesai bermain, Dave mentraktir mereka makan dan kemudian mengantarnya pulang. Seusai menurunkan Gugun dan Devi, Dave mengurungkan niat menukar kendaraannya. Karena wanita di sampingnya sudah tertidur pulas.
Sesampainya di rumah, Dave sudah hapal rutinitas semua Kakak jika Kimmy tertidur yaitu membopong tubuhnya ke dalam kamar. Ia melepaskan sepatu milik Kim dan menyelimutinya.
"Makasih ya. Sorry gue ngerepotin. Gimana dia?"
Tanya Marcel yang ternyata memperhatikan dari celah pintu kamar.
"Sedikit lupa sama sedihnya. Udah mulai ketawa. "
Jawab Dave sambil berdiri menghampiri Marcel.
"Maaf ya kalo dia suka nyebelin. Itu salah gue dan Tomi terlalu manjain dia."
Ucap Marcel .
"Iya sedikit banyak, gue udah mulai paham mengenai Kimmy."
Dave menepuk bahu Marcel.
"Gue titip dia Dave. Dari dulu dia emang lebih deket sama Tomi. Karena gue terlalu sibuk kerja."
Minta Marcel pada Dave.
"Iya Kak gak usah kuatir. Kak Marcel istirahat sekarang."
Ucap Dave.
Marcel bisa beristirahat dengan tenang malam ini, ia seperti mendapatkan pengganti Tomi. Begitu juga Kimmy, tidurnya nyenyak dan mimpinya indah setelah mengetahui perasaan Dave yang sebenarnya.
"Kim, kim.."
Dave mengguncang tubuh Kimmy yang masih tertidur.
"Kenapa sih? masih pagi banget."
Tanya Kimmy sambil melihat arah jarum jam.
"Iya tapi kan hari ini naik mobil, pasti kesiangan."
Ucap Dave, membuat Kimmy terlonjak dari kasurnya.
"Kemarin bukan mimpi ya ? Lu bilang suka sama gue bukan mimpi?"
Tanya Kimmy menepuk-nepuk pipinya sendiri.
"Kenapa sih pagi-pagi bahas itu?"
Gerutu Dave malu.
Kimmy berlari ke kamar mandi, seolah habis menang undian kemarin. Suasana hatinya begitu baik. Ia berpapasan dengan Dave begitu keluar dari kamar mandi, pria tersebut sedang memasak hal sederhana yang diajarkan Tomi padanya.
Kimmy tak tinggal diam, setelah berpakaian lengkap ia menunaikan janjinya pada Tomi. Ia harus mandiri, membuktikan pada Tomi dan Marcel, dirinya mampu membuat kedua Kakak bangga. Dimulai dari hal kecil seperti membereskan seluruh kamar dan membersihkan rumah. Marcel tersenyum bangga melihat perubahan baik pada adiknya.
Marcel dan Kimmy takjub akan rasa makanan yang dihidangkan Dave. Persis seperti buatan Tomi. Menghilangkan kerinduan Kimmy pada Kakaknya secara perlahan.
Ketiganya segera berangkat melakukan kegiatan masing-masing.
Kimmy berangkat dengan Dave.
"Berarti kita pacaran Snowman?"
Tanya Kimmy dengan memajukan kepala dekat wajah Dave yang sedang menyetir.
"Enggak, gue kan cuma bilang suka. Gak minta lu jadi pacar gue."
Jawab Dave dingin.
"Kan udah jelas kita sama-sama suka. Kenapa gak pacaran aja?"
Tanya Kimmy dengan wajah polos.
"Oh jadi lu ngaku masih suka sama gue? Bertahan lama juga ya."
Ucap Dave meledek.
"Terus mau lu apa?"
Tanya Kimmy mulai kesal.
"Sejujurnya gue gak enak sama Kak Marcel dan Bang Tom yang udah percayain gue untuk jaga lu. Gue gak tega ngerusak kepercayaan mereka. Tapi gue juga gak bisa nahan perasaan ke lu yang datang ketika kita selalu sama-sama."
Ucap Dave menyesal.
"Iya gue paham. Gue juga mikirin hal yang sama. Ya udah anggap aja perasan ini gak pernah ada."
Jawab Kimmy seraya membuka pintu mobil yang telah terparkir.
Dave menarik tangan Kimmy yang hendak keluar. Wajah Dave lagi-lagi mendekati Kimmy, kali ini Kimmy siap dengan hal yang akan dilakukan Dave padanya. Matanya terpenjam menunggu hal yang telah dua kali laki-laki itu lakukan padanya.
CUP..
Dave mencium kening Kimmy. Perempuan ini masih terpejam menunggu hal berikutnya.
"Apa yang lu pikirin?"
Tanya Dave membuat wajah Kimmy menjadi merah karena malu.
"Udah?"
Tanya Kimmy masih tak percaya.
"Ya itu kan yang biasa di lakuin Tomi ?"
Ucap Dave bertindak selaku pengganti Tomi. Kimmy mengangguk, ia merasa Dave sedang mempermainkan perasaannya. Maka ia membalas.
CUP..
"Itu juga yang biasa gue lakuin ke Kak Tomi."
Ucap Kimmy seraya menutup pintu mobil.
Dari dalam mobilnya, Dave memperhatikan Kimmy yang berjalan masuk ke lorong kampus. Ia tak percaya wanita ini bisa senekat itu. Jago mengobrak-abrik hatinya yang dari tadi sudah berantakan. Dave terus tersenyum hingga Kimmy menghilang dari pandangannya.
"Kak Tomi beneran pergi Kim?"
Renata merasa kecewa. Belum sempat mendekati pria termanis yang pernah ia lihat, sudah keburu ditinggal.
"Udah lu sama Kak Kenny aja. Kayanya kalian makin akrab."
Goda Kimmy.
"Mana mungkinlah dia mau sama orang bodoh kaya gue? Kan dia sendiri pernah bilang."
Ucap Renata.
"Cie tandanya lu suka ya."
Kimmy terus menggoda. Wajah Renata terlihat malu-malu. Ia akhirnya mengangguk pelan. Keduanya menjadi sangat dekat ketika Kimmy menolak perasaan Kenny. Setiap hari Renata rajin menghibur asisten dosen tersebut dengan perhatian dan ucapan-ucapan bodohnya.
Kimmy tertawa melihat reaksi Renata yang tak serperti biasanya.
"Gue comblangin."
Ucap Kimmy berinisiatif.
"Tapi kalo dia masih suka sama lu gimana? malu dong gue."
Tutur Renata pesimis memiliki rival seorang Kimmy.
"Enggak akan."
Ucap Kimmy yakin.
Kimmy serius dengan janjinya, ia mulai mendekati Kenny pada waktu istirahat.
"Kim yuk ke pos."
Ucap Dave.
"Lu aja deh. Gue mau ke perpus."
Kimmy menolak. Tak mau rencananya gagal.
Ia mendekati Kenny yang sudah duluan membaca. Dengan pura-pura Kimmy membaca buku yang diambilnya secara sembarang. Matanya terus mengintip ke pria yang sedang serius membaca buku perekonomian dunia.
Brak
Kenny menjatuhkan bukunya ke atas meja.
"Ada perlu apa?"
Tanya Kenny yang sadar dari tadi sedang diintai.
"Enggak ada."
Jawab Kimmy sambil mengangkat dagunya.
"Oh tumben baca buku sistem reproduksi pria."
Kenny menunjuk buku yang dipegang Kimmy.
Kinmy terkejut saat yang ia ambil adalah buku mengenai sistem organ seks pada laki-laki. segera ditutupnya buku tebal yang banyak menampilkan gambar organ intim pria tersebut.
"Tadi aku baca buku akuntansi perekonomian Indonesia loh kak. Kok bisa berubah ya sampe disini?"
Jawab Kimmy memberi alasan yang tak masuk akal. Ia segera keluar merasa waktunya belum tepat karena kebodohannya itu.
Ia tak menyerah setelah pulang kuliah langsung berlari mengejar Kenny yang berjalan melewati kelasnya.
"Kak Kenny, tunggu.."
Teriak Kimmy.
Dave merasa kesal melihat kejadian itu. Ia membuntuti keduanya. Setelah mereka berpisah, Dave menarik tangan Kimmy masuk ke dalam mobil.
"Sikap bang Tomi waktu Kenny deket sama lu gimana?"
Tanya Dave.
"Baik-baik aja. Dia bolehin gue main sama Kak Ken."
Jawab Kimmy mengingat.
"Sekarang gue gantinya Tomi. Gue minta lu jangan deket-deket sama Kenny."
Ucap Dave yang jelas-jelas cemburu.
"Ih apa-apaan sih? Kak Kenny baik terus pinter Apa alasannya gue gak boleh temenan sama dia?"
Tanya Kimmy meminta alasan yang tepat.
"Maksud lu gue jahat terus bodoh?"
Dave balik bertanya.
"Ihhh ini sih cemburu namanya."
Goda Kimmy.
"Gue mau tuker mobil."
Ucap Dave mengalihkan pembicaraan.