Mr.Snowman

Mr.Snowman
Sulit mengungkapkan perasaan (Dave)



Sore sesaat mereka sampai di Cafe Olive..


Jemima memang merencanakan menjauhkan Dave dari Kimmy dengan caranya yang licik. Ia berencana memposting kebersamaan dengan Dave di akun sosial medianya, sehingga Renata bisa menyampaikan kepada Kimmy. Dan berimbas rusaknya hubungan Dave dan Kimmy. Karena sampai saat ini Jemima mengira mereka adalah sepasang kekasih.


Keberuntungan sedang berpihak padanya, tak perlu bersusah payah, Dave datang bersama Kimmy. Ia sebenarnya terkejut saat laki-laki yang ia sukai tersebut membawa Kimmy bersamanya.


Hancur rencana gue. Gumamnya dalam hati.


Namun ketika Kimmy pergi ke lantai atas dan bukan menemuinya, perasaannya sungguh lega.


"Ada apa?"


Tanya Dave yang langsung duduk di hadapannya.


"Aku udah putus sama Ali. Kamu masih mau kan jadi pacar aku?"


Tanya Jemima sambil memasang wajah menyesal.


"Makasih. Gue gak minat."


Ucap Dave sambil berdiri lagi hendak pergi dari omong kosong Jemima. Namun perempuan itu menarik lengan Dave.


"Kasih aku kesempatan. Aku bisa jadi Je yang dulu."


Minta Jemima memaksa.


"Sorry Je."


Ucap Dave seraya berusaha melepaskan cengkraman Jemima.


"Kamu gak suka sama dia kan? Aku yakin kamu cuma mau buat aku cemburu."


Kata Jemima menebak.


"Lu salah. Gue suka dan sayang banget sama Kim."


Jelas Dave.


"Kamu bilang dia anak manja. Kamu gak suka sama dia. Tapi kenapa kamu pacarin dia?"


Jemima mengulang perkataan Dave.


"Ia dia manja, tapi dia bisa nerima gue dan masa lalu gue. Dan tolong jangan sebut dia begitu lagi."


Ucap Dave seraya menepis tangan Jemima lebih keras.


Jemima yang melihat Kimmy turun dari balik punggung Dave, menarik tangan pria itu sekali lagi, sehingga jatuh kearahnya dan ia segera melancarkan aksinya. Mencium bibir Dave dengan tiba-tiba. Dave yang terkejut, terdiam mematung. Ia mencoba mengatur perasaan dan pikirannya bersamaan.


"Dasar cowo sok kegantengan. Gue benci sama lu."


Gerutu Kimmy sambil berjalan tak tentu arah. Sambil mengelap-elap bibirnya dengan punggung tangan, seolah menyesal berbagi bibir dengan wanita lain.


Dave memilih pergi ke sasana. Ia lelah dengan dugaan buruk orang lain mengenai dirinya. Terlebih Kimmy.


Gue pikir lu gak bakal sembarangan percaya sama apa yang lu liat dan lu denger. Sama aja!


Dave memukuli samsaknya dengan brutal.


Kimmy patah hati untuk kedua kalinya kepada Dave. Sedangkan, Dave kecewa pada Kimmy yang tak memberinya kesempatan untuk menjelaskan.


"Seenggaknya kalian menjauh dulu, biar ada celah buat gue masuk."


Gumam Jemima yang merasa rencana awalnya berjalan baik.


Marcel dan Tomi yang kuatir adik mereka tak pulang hingga malam, menghubungi Dave. Dave yang merasa bertanggungjawab akan keberadaan terakhir kali perempuan itu mencoba mencarinya.


Dave mencari disekitaran kampus, ia menjelajah masuk ke dalam perkampungan tempat biasa mereka menghabiskan waktu istirahat. Kimmy tertidur di dalamnya, matanya bengkak seperti habis menangis. Tak ada siapapun disampingnya.


Dave mengelus rambut wanita itu dengan penuh perhatian dan penyesalan.


Maafin gue berpikir buruk tentang lu, ternyata sedalam ini perasaan lu untuk gue.


Gumam Dave dalam hati.


Kimmy terbangun karena terkejut, mengira ada orang jahat yang mendekatinya. Ia menutup mata dengan kedua tangan dan duduk melipat kakinya, hingga posisi lutut sejajar dengan dada.


"Kim.."


Suara lembut menyapanya. Ia mulai berani sedikit menegakkan kepalanya. Dilihatnya Dave sedang mendekat kearahnya.


"Gue cuma ketiduran."


Ucap Kimmy masih dalam posisi yang sama, ia malu jika Dave mengetahui dirinya habis menangis.


"Eh"


Kimmy bingung dengan perlakuan Dave.


"Maafin gue."


Ucap Dave sambil mencium kepala Kimmy. Kimmy tak menolak, ia merasa nyaman dalam pelukan Dave. Beberapa menit dalam posisi yang sama, akhirnya Dave melonggarkan pelukannya. Kimmy melihat penyesalan di wajah pria itu. Ia meletakkan kedua tangannya di pipi Dave, seraya berkata


"Lu gak salah. Gue yang salah, gak pernah bisa belajar nerima hati lu masih untuk Jemima."


Ucap Kimmy lembut.


"Enggak Kim, lu salah. Gue..."


Pembicaraan Dave terhenti ketika akan menjelaskan. Marcel datang dengan kepanikannya.


"Dek, kamu jangan buat kita kuatir lagi."


Marcel memeluk adiknya, sedang Dave menggeser tubuhnya menjauhi Kimmy. Ia menyesal hingga kini tak ada waktu yang tepat untuk mengatakan perasaan yang sebenarnya pada Kimmy.


Kimmy mengambil napas dalam-dalam, ia mencoba bersikap dewasa menghadapi kenyataan yang belum ia ketahui. Baginya kini Dave adalah bagian dari keluarga yang harus ia lindungi dan sayangi, bukan untuk dimiliki.


Ia berangkat kuliah dengan Dave pagi ini, laki-laki itu sengaja menjemput Kimmy dari rumahnya. Marcel dan Tomi tak mencurigai apapun, mereka merasa Dave hanya menganggap Kimmy sebagai seorang adik. Begitupun Kimmy, ia menjauhkan pikiran yang terlalu positif. Tak mau salah paham dengan kebaikan Dave.


"Loh kok lu masih jalan berdua? Pura-pura buta, gak liat apa yang terjadi antara gue sama Dave kemarin?"


Tanya Jemima sinis. Ia kesal tak berhasil memisahkan keduanya.


"Diam, Je!"


Bentak Dave kasar. Jemima tersentak belum pernah mendapati Dave memarahinya seperti itu. Ia makin menjadi sebal dengan Kimmy, merasa perempuan itulah yang merubah sikap Dave terhadapnya.


"Puas lu? Gue sih males punya cowo yang masih mau ciuman sama mantannya."


Jemima tak henti memanas-manasi Kimmy.


"Oh lu bangga abis di cium dia? Padahal sebelum ketemu lu, dia abis cium gue. Kaya gini..Muuuaacchhh."


Balas Kimmy memperagakan ke wajah Jemima. Ia muak dengan ocehan perempuan ini.


Dave yang hampir marah pada Jemima mengurungkan niatnya, ia malah tersenyum geli melihat tingkah Kimmy.


Jemima meninggalkan mereka dengan muka masam. Ia tak percaya, Dave telah melakukannya dengan Kim. Saat ini, dirinya melakukan hal sama dengan yang Kimmy lakukan kemarin, mengelap-elap bibirnya dengan punggung tangan.


"Makasih ya Kim."


Ucap Dave sambil mengelus kepala Kimmy.


"Harusnya lu marah, gue ngerjain tuan putri lu."


Ejek Kimmy.


"Dia cuma bagian masa lalu gue. Gak akan gue gapai lagi."


Ucap Dave dengan tatapan menerawang.


"Ya bagus deh kalo gitu, semoga lu dapat yang terbaik setelah ini."


Balas Kimmy sambil menepuk-nepuk bahu Dave.


"Gue ke perpus dulu ya mumpung masih lama waktu masuknya. Byeeee.."


Ucap Kimmy berlari meninggalkan Dave menuju Renata dan Kenny yang sedang berjalan berdua.


Ia berjalan pelan-pelan mendekati keduanya.


"Makasih ya Re, saya ngerepotin kamu terus."


Ucap Kenny yang menerima sarapan dari Renata.


"Jangan sungkan, kita kan best friend."


Balas Renata sambil mengelus punggung Kenny sok akrab.


"NAH KAN! Gue bilang apa. Pasti kalian berjodoh."


Kimmy melompat mengejutkan keduanya.


Apaan sih ni anak, gue mau yang keren kaya Kakaknya.


Gak peka banget kamu Kim. Saya masih patah hati karena kamu.