
"Kalian bertiga berjanjilah jangan memberitahu Kim soal ini. Kami harus saling menjauh."
Minta Dave saat melepaskan pelukan pada Tomi dan Dayana.
"Kalau dia tetap bertahan dengan perasaannya?"
Tanya Tomi.
"Pada tahun keempat dia masih mencintai gue. gue akan langsung menikahinya, Bang. Percayalah."
Jawab Dave.
"Maaf gara-gara gue kalian harus begini."
Dayana menyalahkan dirinya.
"Lanjutkan hidup lu dengan baik Kak. Ingat, setiap Kimmy menangis mengingat gue, anggaplah itu penyemangat untuk lu bangkit."
Ucap Dave seketika hatinya sakit mengucapkan kalimat itu. Dayana makin terisak.
"Lu tetap saudara gue sampai kapanpun Dave."
Ali mengeratkan pelukannya pada Dave.
"Makasih Al untuk semuanya. Gue titip Kimmy sama lu."
Dave membalas pelukan Ali.
"Lu akan cemburu."
Goda Ali.
"Gue akan terbiasa."
Dave melepas pelukannya dan masuk kedalam mobil menyusul kedua orang tuanya.
Di dalam mobil ketiganya terdiam. Dave memandangi fotonya dengan Kimmy diatas kincir angin. Rasanya baru kemarin mereka bermesraan dan sekarang harus berpisah.
"Putusin dia sekarang Dave! Di depan Mami."
Minta Anne.
Tangan Dave gemetar mencari kontak nama Kimberly di ponselnya. Ms.Sunshine ia menekan kontaknya dan terhubung.
Dave kok gak balik lagi? Kak Tomi dan Ali udah balik loh. Gak lengkap ni gak ada kamu.
Ucap Kimmy saat mengangkat telepon dari Dave.
Kak Marcel udah pergi?
Tanya Dave.
Belum. Sebentar lagi kayanya. Tamu-tamu sudah mulai pulang.
Jawab Kimmy.
Ya sudah, nanti aku telepon lagi.
Dave seketika mematikan teleponnya.
"Kamu mainin Mami?"
Tanya Anne kesal.
"Kakaknya yang tertua baru aja menikah, kalau dia lihat Kimmy sedih, bisa-bisa dibatalkan acara honeymoonnya."
Jawab Dave membuang pandangan keluar. Enggan menatap ibunya.
"Oke. Mami akan tetap meminta hari ini kamu memutuskannya di hadapan Mami."
Ucap Anne.
"Keterlaluan kamu. Apa pedulimu sama masa depan Dave? Biarin dia bersama anak itu."
Bela James.
"Dave yang saya lahirkan adalah Dave bermental kejam, tapi semenjak bertemu anak itu. Dia menjadi lemah."
Jawab Anne.
"Kejam ataupun lemah, dia tetap tak akan meneruskan usahamu, Ann. "
Timpal James.
Dasar James licik. Kalau tau seperti itu seharusnya saya buat kesepakatan dengan Dave untuk mengelola bisnis saya. Ataauu..
"Baiklah, Mami akan kasih satu kesempatan lagi untuk memilih dua pilihan dari Mami. pertama, kamu tinggalin Kimmy dan tetap pada pendirianmu atau kedua, kamu tetap sama Kimmy dan jalanin bisnis Mami?
Anne goyah.
Pilihlah pilihan kedua, Dave. Akan lebih gampang untukku merusak hubungan kalian. Daripada menggagalkan rencanamu masuk kepolisan.
Batin Anne.
Dave mengetik sesuatu di ponselnya dan kemudian terdengar suara berdering.
Halo Dave, Kak Marcel dan Kak Gea udah jalan. Kamu kok gak balik-balik?
Tanya Kimmy.
Maaf Kim, aku pamit dari rumahmu. Dan satu lagi, kita putus. Lanjutkan tujuanmu, maaf membuatmu tak fokus beberapa kali.
Jawab Dave.
Loh kok tiba-tiba gini Dave? Katamu waktu itu gak masalah. Aku salah apa Dave?
Kimmy mulai menangis.
Tiiitt
Dave menutup panggilannya. Ia tak sanggup mendengar tangisan Kimmy.
"Dave tetap pada pilihan pertama, Mi."
Jawab Dave. Anne kalah telak.
**
Kimmy berlari ke dalam kamar dan menangis
Ali dan Tomi terlihat gusar. Mereka jelas tahu apa yang telah terjadi.
"Gue gak tega, Al."
Tomi menyeka air mata yang turun dari sudut matanya.
"Ada apa?"
Tanya Wanda bingung. Tomi tak menggubris, ia hanya mengelus kepala Wanda dan bangkit berdiri menghampiri Kimmy yang menangis di kamar.
Tomi mengelus-elus rambut Kimmy yang tergerai dan seketika Kimmy duduk di tepian ranjang.
"Besok Kak Tomi berangkat ya? Hari ini kita jalan-jalan dulu ya."
Kimmy mencoba tegar dihadapan Tomi.
"Kamu nangis Dek?"
Tanya Tomi.
"Iya nangisin Kak Tomi besok udah berangkat lagi. Kak Marcel juga baru pulang tiga hari lagi."
Jawab Kimmy berbohong.
"Kalo gitu gue akan ngundurin diri biar kita bisa sama-sama terus."
Tomi memeluk Kimmy.
"Gak gitu Kak. Kita harus janji mencapai mimpi dan kebahagiaan masing-masing. "
Kimmy menautkan jari kelingkingnya ke jari kelingking Tomi.
Jangan sok kuat, Dek. Gue makin merasa bersalah. Tomi
Seperti yang Kimmy minta, Tomi mengajaknya berjalan-jalan sebelum besok mereka berpisah. Mungkin cara ini sedikit mengurangi kesedihannya. Pikir Tomi.
Kimmy, Tomi, Ali dan Wanda menghabiskan waktu berbelanja di mall. Tomi berjanji akan membayar apapun hal yang adiknya inginkan. Ia akan mengeluarkan tabungannya untuk itu.
Menurutnya, sebanyak apapun uang yang ia keluarkan tak sebanding dengan pengorbanan kisah cinta Dave dan Kimberly.
"Wan, lu juga boleh ambil apa aja. Anggap bayaran sandiwara hari ini."
Bisik Tomi.
"Enak aja. Bayaran gue mah mahal. Bukan dengan barang."
Jawab Wanda kesal.
"Dek mau beli apa? "
Tanya Tomi malas meladeni Wanda.
"Gak ada Kak. Gue cuma pengen manjain mata, dinginin kepala, sama ademin hati."
Jawab Kimmy menyenderkan kepalanya di bahu Tomi.
"Ihh lu pinjem bahu Ali aja sana. Tomi sama gue."
Wanda mendorong kepala Kimmy dan Tomi menepisnya.
"Lu bisa di bahu kanannya, Wan. Biar Kak Tomi kayak Don Juan."
Ucap Kimmy terkekeh. Wanda ikut tertawa dan mencoba usulan Kimmy.
"Eh"
Ali terkejut ketika tangannya disambar oleh Wanda. Untuk ikut bersama mereka.
"Kita ngeroom aja. Teriak-teriak disana."
Wanda memberi ide.
Keempatnya bersenang-senang melupakan kepenatan sementara. Mereka menyewa satu ruangan karaoke di dalam mall tersebut.
I don't know why
You think that you could hold me
When you couldn't get by by yourself
And I don't know who
Would ever want to tear the seam of someone's dream
Baby, it's fine, you said that we should just be friends
While I came up with that line and I'm sure
That it's for the best
If you ever change your mind, don't hold your breath
'Cause you may not believe
That baby, I'm relieved, hmm
When you said goodbye, my whole world shines
Hey hey hey
It's a beautiful day and I can't stop myself from smiling
If we're drinking, then I'm buying
And I know there's no denying
It's a beautiful day, the sun is up, the music's playing
And even if it started raining
You won't hear this boy complaining
'Cause I'm glad that you're the one who got away
It's a beautiful day
Kimmy berteriak menyanyikan lantunan lagu it's a beautiful day dari Michael Buble, lagu yang menceritakan kebahagiaan seseorang ketika putus dengan kekasihnya.
"Lu senang Kim putus dari Dave?"
Tanya Ali keceplosan.
"Lu tau ?"
Kimmy bertanya balik.
"Oh gue kira gitu, soalnya lagu lu itu kan menceritakan kebahagiaan orang yang baru putus."
Ucap Ali berkilah. Kimmy hanya tersenyum masam tak mau menjawab apapun.
Semua yang terjadi adalah baik adanya. Gue akan seperti biasa menerima segala sesuatu dengan sudut pandang yang positif. Walaupun gue tetap akan meminta penjelasan Dave dengan keputusannya yang tiba-tiba ini.
Batin Kimmy.
"Dia lagi gak baik-baik aja, Al. Dia bakal nangis semalaman sampai dia lupa. Gue hapal siapa adek gue. Temani dia terus."
Bisik Tomi pada Ali.