
Kimmy dan Dave sudah pulang ke kota tempat mereka mengadu nasib. Hubungan keduanya semakin membaik dari hari ke hari. Kemana pun Kimmy pergi, Dave berusaha selalu menemani. Pulang kerja pun, Dqve selalu menjemput perempuannya, tak membiarkan satu orang pun mengganggunya lagi. Terkadang, di waktu Dave bekerja shift malam, ia akan meminta satu orang suruhannya menjemput Kimmy.
Awalnya Kimmy jengah dengan penjagaan Dave, namun lama kelamaan ia mulai terbiasa.
"Lagi apa?"
Tanya Dave yang baru pulang bekerja.
Dirinya sekarang memiliki akses keluar masuk rumah Kimmy dengan bebas. Tak mau kejadian buruk dengan Daren terulang. Jadi, ia menduplikat kunci rumah sewa Kimmy untuk dirinya.
"Baru selesai baking."
Jawab Kimmy sambil menunjuk oven yang menunjukkan waktu beberapa menit lagi tahap terakhir selesai.
"Wanginya udah keluar."
Ucap Dave sambil menata makanan yang ia bawa diatas meja makan.
"Kamu baru balik lembur, harusnya langsung istirahat."
Kimmy menasehati Dave yang baru saja pulang bekerja di pagi hari.
"Iya habis ini. Aku mau sarapan bareng kamu."
Jawab Dave sambil menguap.
Kimmy duduk di kursi makan mengikuti Dave. Mereka mulai memakan lontong sayur terenak di kota ini yang sempat Dave beli saat perjalanan pulang. Diatas meja, mereka saling menceritakan setiap kejadian yang terjadi hari kemarin disaat Dave tak menjemputnya. Ia akan meminta laporan apa saja yang wanitanya lakukan. Begitu juga Kimmy, ia selalu antusias mendengarkan Dave menceritakan pekerjaannya di kepolisian.
Tring..
Bunyi oven menandakan telah selesai.
Kimmy memakai sarung tangan mengeluarkan kue yang ia buat.
"Banyak banget kuenya. Ada tiga loyang."
Dave heran.
"Ya namanya juga lapis surabaya."
Jawab Kimmy sambil mendinginkan ketiga kue untuk di set kemudian.
"Waaahh, kamu romantis banget."
Ucap Dave mengira Kimmy membuatkan kue kesukaan untuknya.
"Ha.. ha.. percaya diri sekali. Kamu gak liat itu laptopku nyala? Aku lagi cooking class online."
Kimmy menertawai Dave.
"Nyebelin banget kamu."
Gerutu Dave disusul tawa Kimmy kembali.
Dave yang sudah selesai makan, berlalu ke kamar mandi. Ia segera membersihkan dirinya sebelum tidur. Ya sepagi ini ia harus tidur karena pekerjaannya tak kenal waktu.
Sementara Kimmy mengoles selai nanas ditengah tumpukan bolu yang ia buat.
Tok Tok Tok..
Kimmy berjalan membukakan pintu.
"Dave mana? Udah balik belom?"
Tanya Wardhana yang sudah siap dengan pakaian dinasnya. Ia baru akan lembur hari ini.
"Udah, lagi mandi tuh."
Kimmy menunjuk kamar mandi.
"Sekarang udah gak pernah bunyi mesin air ya?"
Tanya Wardhana dengan gaya sok akrabnya.
Kimmy mendelik sebal mengingat dengan apa yang Dave ucapkan tentang sahabatnya ini.
"Kesini mau apa?"
Tanya Kimmy ketus.
"Tadinya mau titip kunci rumah. Tapi berhubung Dave udah pulang, mau ketemu juga deh."
Jawab Wardhana.
"Ya udah, aku bilangin Dave dulu."
Kimmy menuju kamar mandi.
Di depan pintu toilet ia menyampaikan pada Dave bahwa Wardhana menunggunya. Setelah mendapat jawaban "ya" dari pria tersebut, Kimmy kembali ke dapur.
Ia melihat Wardhana mengunyah sesuatu di mulutnya.
"Enak Kim kuenya."
Ucap Wardhana.
Mata Kimmy membulat seperti mau keluar dari tempatnya. Ia melihat kue buatannya sudah terpotong dan yang membuatnya tambah kesal potongannya tak simetri.
"Aaaarrggghhh"
Kimmy berteriak kencang membuat Wardhana tersedak kue yang ia makan.
"Aduuhh ampun Kim, lepasin."
Wardhana meringis karena gigi Kimmy kini menancap di lengan atasnya.
"Ada apa?"
Dave yang baru selesai mandi berlari ke arah dapur dan menyaksikan penderitaan sahabatnya.
"Ini cewe lu, gue cuma makan sepotong ngamuknya begini. aduh aduh aduh.. lepasin tolong."
Wardhana menjelaskan sambil kesakitan.
Dave menarik Kimmy dan menenangkannya. Sedang Wardhana mengelus elus lengannya yang masih terasa perih.
"Aku belum foto hasilnya untuk laporan, Dave. Dia main potong seenaknya."
Kimmy menatap tajam Wardhana.
Wardhana, jangan tanya. Ia sungguh ketakutan. Wanita manis yang dikaguminya mempunyai sifat tak terkendali. Mendadak ia bergidik.
" Ya udah kita bikin lagi. Aku bantu ya.".
Dave dengan sabar menenangkan Kimmy. Wardhana yang melihatnya tak percaya.
Hiii pasangan aneh. Dua-duanya kalo ngamuk nyeremin. Tapi mereka berdua juga yang bisa kuasai kemarahan satu sama lain. Ketemu di neraka sebelah mana sih mereka?
Batin Wardhana.
"Dhan, lu berangkat aja."
Dave meminta Wardhana pergi.
"Hii cantik cantik drakula."
Bisik Wardhana pelan sambil lari dari kediaman Kimmy. Ia sampai lupa dengan tujuannya memberi kunci rumah pada Dave.
Dave yang sedari tadi menahan tawa, akhirnya lepas juga setelah kepergian Wardhana.
"Kenapa?"
Tanya Kimmy masih mengatur napas.
"Ha.. ha.. ha.. gak apa. Aku kira kamu totally berubah. Ternyata sifat bar bar yang ini masih ada. ha. ha. wardhana sampe ketakutan."
"Maksud kamu apa?"
Tanya Kimmy mulai menunjukkan taringnya lagi. Dave yang sadar perasaan kesal Kimmy belum hilang mengalihkan pembicaraan.
"Gak ada. Ayo kita buat kue lagi."
Dave salah tingkah.
"Gak mood. Kamu pulang sana. Ngantuk kan?"
Kimmy mematikan laptopnya dan berjalan ke kamar.
"Banget. Kunci nya mana?"
Dave mengekor Kimmy.
"Ga tau, tadi katanya dia mau ngasih sendiri."
Jawab Kimmy.
Dave langsung berlarian keluar rumah, namun mobil Wardhana sudah tak nampak. Ia pergi membawa kunci rumah.
"Duh"
Dave memukul dahinya.
Ia kembali menemui Kimmy yang sedang tengkurap di dalam kamar. Masih kesal dengan aksi Wardhana tadi.
"Wardhana udah berangkat. Aku tidur di ruang tamu ya."
Dave meminta izin Kimmy.
"Sini aja. Sebentar lagi aku balik ke dapur. Lagi cari mood doang. aku gak tidur."
Ucap Kimmy.
"Aku di sofa aja."
Tolak Dave.
"Aku mau baking lagi, nanti suara mixer bakal ganggu tidurmu. Udah sini aja. Jangan buat mood aku tambah jelek.".
Ucap Kimmy tak menoleh sedikitpun.
Dave yang tau betul tabiat Kimmy, akhirnya menurut dan mengalah. Ia merebahkan diri di ranjang yang sama dengan Kimmy. Dengan menjaga jarak, menghindari hal yang tak diinginkan. Namun Kimmy malah berangsur mendekat. Dan memeluk Dave.
"Happy birthday Dave."
Kimmy berbisik.
Dave menoleh ia sendiri lupa dengan ulang tahunnya.
"Maaf kuenya hancur."
Ucap Kimmy menyesal.
"Jadi tadi kamu semarah itu bukan karena belum di foto?"
Tanya Dave.
"Ya itu salah satunya juga. Aku sampai ikut kelas online hari ini. Padahal aku bisa aja kursus langsung ke tempatnya. Demi bisa rayain dengan kue kesukaanmu yang baru matang. Aku udah set timingnya dan pas kamu keluar kamar mandi harusnya kita tiup lilin. Huh tapi komodo tadi makan seenaknya."
Jelas Kimmy.
"Ha.. ha.. ha.. gak apa sayang. Kamu disisi ku tahun ini, udah jadi hadiah yang paling indah dari Tuhan."
Dave mencium pucuk kepala Kimmy.
Kimmy membetulkan posisinya dan mengambil sesuatu di dalam nakas. Ia memberikan hadiah yang sudah disiapkannya untuk Dave.
Sebuah topi berwarna hitam ia sematkan di kepala Dave. Dan kemudian memberi sekotak hadiah lagi.
"Banyak banget."
Ucap Dave.
"Yang ini dari Ali. Baru sempat aku kasih. Dia beliin couple untuk kita. Tapi dulu aku marah, aku gak suka dia terus jodoh-jodohin aku sama kamu."
Kimmy menjelaskan pada Dave.
Dave mencubit hidung Kimmy dengan gemas. Ia pun memperbaiki posisinya dari tidur menjadi duduk. Begitu antusias dengan pemberian Ali.
Kimmy memasangkan jam pemberian Ali di tangan Dave dan juga di tangannya. Dave buru-buru mengusap air matanya, ia selalu teringat akan sahabat terbaiknya itu.
"Jangan nangis, nanti Ali kesandung di langit."
Ucap Kimmy membuat Dave tertawa.
Ia memeluk perempuan itu dan menciumi wajahnya bertubi-tubi.
"Aku mau tiup lilin diatas kue tadi."
Minta Dave.
Kimmy yang ragu, akhirnya mengikuti kemauan Dave juga. Berhubung ini hari pentingnya. Sebelum dibawa pada Dave, Kimmy merapikan potongan kue menjadi lebih baik. Dan menambahkan lilin diatasnya.
Happy birthday to you, happy birthday to you.. happy birthday happy birthday, happy birthday to Dave..
Kimmy melantunkan lagu ulang tahun sambil membawa kue ke hadapan Dave yang masih duduk di ranjang kamar.
Dave yang terharu, menarik Kimmy duduk miring di pangkuannya.
"Kita make a wish dan tiup berdua ya."
Ucap Dave.
Kimmy menurut dan mengucapkan permintaan di dalam hatinya.
Semoga Dave selalu bahagia.
Doa Kimmy.
Semoga aku bisa terus membahagiakan Kimmy.
Doa Dave.
Lalu keduanya meniup lilin dan kemudian Dave melahap seperempat kue ukuran besar itu.
"Ah kenyang, jadi makin ngantuk. Temenin aku tidur."
Dave menarik tubuh Kimmy dan memeluknya dari belakang.
"Aku mau bersihin dapur."
Kimmy mencoba melepaskan diri.
"Hari ini libur kerja dulu. Aku ulang tahun, semua permintaanku tolong di kabulin. Hooaamm."
Jawab Dave sambil terus menguap.
Kimmy tak lagi menolak, ia pasrah Dave mengatakan itu.
"Kim, aku gak mau tinggal sama Dhana lagi. Aku mau begini terus sama kamu. Kita nikah aja ya."
Dave seperti mengiggau, ia berceloteh namun matanya tertutup.
"Ayo, besok kita nikah."
Jawab Kimmy asal menanggapi Dave yang ia kira hanya mengiggau.
Like, comment dan votenya yah 💕