
"Kamu pagi-pagi mau kemana Dave? "
Tanya Lena sambil menuangkan makan keatas piring Dave, persis ia menjamu Ali anak kandungnya.
"Hari ini sidang perdana Mami. Dave mau kesana."
Jawab Dave.
"Ya udah sekalian anter Kimmy kuliah. Kan sejalur."
Ucap Lena.
"Gak usah Ma. Dave buru-buru. Kimmy bisa naik taksi."
Jawab Kimmy cepat.
"Enggak kok, masih sempet kalo anter ke kampus doang."
Ucap Dave mengambil kesempatan yang diberikan Lena.
"Ihh"
Kimmy menginjak kaki Dave.
"Emm.. minta di kurung berdua lagi?"
Lena mengancam, Kimmy yang takut akhirnya menurut.
Selesai sarapan, Kimmy dan Dave berpamitan dengan Lena. Mencium tangan serta memeluknya beberapa saat seolah wanita itu ibu pengganti bagi mereka berdua.
Lena menutup pintu dan mengambil foto Ali dari meja ruang tamunya. Ia menangis melihat wajah anak semata wayangnya tersebut.
"Mama kangen Ali. Tapi egois gak sih mama merebut Dave dari ibu kandungnya? Tiap dekat anak itu, mama merasa nyaman. Sama kaya mama di samping kamu."
Ucap Lena lirih.
Lena menyadari selepas kejadian itu, Dave hanya memperhatikan dirinya dari pada ibu kandungnya yang menjadi tahanan lokal. Tapi ia menemukan Dave adalah caranya untuk bangkit.
"Maju gak! Nanti jatuh!"
Bentak Dave yang terdengar oleh Lena dibalik pintu.
"Ali gak pernah ya kasar sama gue!"
Balas Kimmy tak mau kalah.
"Astaga dari tadi belum berangkat? Nanti terlambat."
Lena menghapus air matanya dan kembali membuka pintu marah melihat tingkah dua orang ini.
"Ini Tante, dia duduk di ujung belakang. Kalau Dave nge-rem nanti dia jatuh."
Dave mengadu.
"Kim"
Lena membulatkan matanya pada Kimmy dan mendekat.
"Iya iya ni ma, aku maju."
Jawab Kimmy takut.
Lena yang usil menautkan kedua tangan Kimmy ke pinggang Dave.
"Biar aman."
Ucap Lena kemudian menepuk bahu Dave agar segera berangkat.
Setelah motor Dave menjauh dari pandangan Lena tersenyum geli mengingat ekspresi Kimmy.
Sedang Kimmy segera melepas tautan tangannya dari pinggang Dave.
"Kamu tuh gak pernah patuh ya? Tadi tante Lena yang suruh kan?"
Omel Dave.
"Cuma di depan Mama kan perjanjiannya?"
Protes Kimmy.
"Terserahlah. Harusnya semua yang terjadi, jadi pembelajaran. Jangan nanti seseorang yang kita sayang gak ada, baru kita janji untuk senengin atau patuh sama mereka. Percuma."
Sindir Dave.
Kimmy terdiam, merasa perkataan Dave ada betulnya. Tapi memeluk laki-laki yang pernah menjadi mantan pacarnya ini, bisa-bisa bikin heboh satu kampus.
"Gak usah pikirin kata orang. Mereka cuma tau apa yang mereka liat. Pikirin keselamatan kita."
Ucap Dave seakan tahu pikiran Kimmy sekaligus menarik tangan perempuan itu agar melingkar lagi di pinggangnya.
Kali ini Kimmy tak membantah.
Dave tersenyum, ada perasaan berharap lebih wanita di belakangnya ini mau menerimanya seperti dulu lagi.
Gak akan gue lepas lagi. Apapun rintangannya, gue akan berjuang untuk lu. Batin Dave berikrar.
Sedangkan perasaan Kimmy campur aduk. Masih mengganjal kemarahan padanya karena kematian Ali yang diperbuat oleh ibunda Dave. Tapi ada sedikit perasaan menghangat.
Ah enggak boleh, ini terlalu cepat. Batin Kimmy menolak.
Sesuai dengan perkiraan Kimmy, sesampainya di depan kampus seluruh orang yang mengetahui hubungan ketiganya mulai berbisik. Mengatakan hal-hal aneh yang tak mereka lakukan.
Dave baru saja mau menghampiri. Namun Kimmy mencegah.
"Kata lo gak usah dengerin kata orang , yang penting kita selamat sampai sini. "
Kimmy menahan Dave, kemudian masuk ke dalam kampus.
"Heh Pec*undang. Kalo berani, ketemu sama kita dibelakang kampus."
Dave menatap tajam mata itu, rasanya ingin membalas sekarang juga. Namun persidangan Anne akan dimulai sebentar lagi. Ia hanya berteriak.
"Nanti siang! "
Dave sampai pada ruangan dimana Anne menjadi tersangka pada pembunuhan Ali. Ia dapat membaca raut wajah ibunya yang masih memendam kebencian. Entah pada siapa.
Anne tak berbicara sepatah katapun. Membuat persidangan ini berjalan tak kooperatif. Dan hakim memutuskan membuat jadwal ulang persidangan.
"Mi, udah makan belum?"
Tanya Dave perhatian.
"Apa pedulimu?"
Tanya Anne sinis.
"Mi, Dave sayang mami."
Hati Anne terenyuh.
"Mami sibuk."
Ucap Anne asal dan pergi dari ruangan bersama para polisi. Tak mau sedikitpun terlihat lemah di hadapan Dave.
Hehe mami gak pernah berubah.
Batin Dave teriris dibalik senyumnya.
Dave memenuhi janjinya dengan Hendrik, ia datang ke kampus Kimmy sekaligus menemui anak-anak Pos Bahagia yang jumlahnya semakin banyak. Dan tak ada satupun yang ia kenali. Gugun Devi cs sudah bersekolah layak di sekolah negeri sekitar dengan mengikuti ujian kesetaraan dan mereka belum pulang.
"Dateng juga lo. Gue kira udah gak punya nyali."
Ucap Hendrik meledek. Ia tak sendiri.
"Ada apa?"
Tanya Dave.
"Mau buat lo ngerasain apa yang Ali rasain."
Jawab Hendrik dan mulai memerintah satu persatu temannya memegangi Dave.
Kemudian Hendrik mulai memukuli Dave dengan banyak cercaan yang keluar dari mulutnya.
Laki-laki itu tak bergeming diperlakukan bak maling yang tertangkap basah.
Kimmy yang mengetahui kabar tersebut dari anak Pos Bahagia yang berlarian ke kelasnya, segera mengekor mereka.
"Kalian yakin Kak Dave dipukulin orang?"
Tanya Kimmy tak percaya.
"Iya kak."
Jawab salah seorang anak.
"Terus kalian tau darimana kalau itu Kak Dave? Kan belum pernah ketemu."
Tanya Kimmy lagi.
"Dari fotonya di dinding."
Jawab mereka lantang.
Kimmy bergegas berlari menerobos anak-anak itu. Ia mengikuti suara seseorang yang berbicara dengan marah.
"Berhentiii!!! Dave kenapa lo diem aja?"
Kimmy mendorong Hendrik.
"Kata mereka biar aku ngerasain apa yang Ali rasain. Seenggaknya bisa sedikit menebus salahku, Kim."
Jawab Dave membuat Kimmy menyesal.
"Lo semua ngerasa sahabatnya Ali? Tapi lo nyakitin hati Ali. Ali aja rela mati untuk Dave. Dan kalian mau matiin Dave? Konyol."
Teriak Kimmy kepada kawanan itu.
"Nah apalagi Ali udah gantiin nyawa lo. Seharusnya lu hormatin dia. Kenapa lo rebut perempuan ini lagi? Sejauh apa lo mau rebut semua milik Ali? "
Tanya Hendrik sambil menendang dada Dave. Yang membuat pria tersebut menjadi semakin bersalah.
"Bukan dia yang ngerebut gue dari Ali. Tapi Ali yang nyerahin gue ke Dave sebelum dia akhirnya pergi."
Ucap Kimmy terisak mengingat kejadian tersebut. Dave tersentak mendengar jawaban Kimmy secara sadar keluar dari mulutnya.
"Berarti elo juga murahan. Mau-maunya pindah kesana sini."
Ujar Hendrik tak sopan.
Bruaakk..
Dave yang sedari tadi diam tak melawan akhirnya melayangkan pukulannya ke wajah Hendrik.
"Breng*sek! Kalian boleh nyakitin gue, hina gue. Tapi gak ada satupun yang bisa sentuh Kimmy apalagi dengan kalimat penghinaan kaya tadi."
Bentak Dave.
Namun Hendrik yang tak terima, kembali melumpuhkan Dave dengan bantuan teman-temannya. Dave yang sudah terluka tak dapat membalas perlakuan kasar itu. Ia hanya bisa melindungi Kimmy di dalam pelukannya.
Namun selalu ada pertolongan ditengah kesulitan, begitu yang Tuhan janjikan. Kimmy berdoa dengan mengimani janji tersebut.
Para warga kampung kumuh datang mengepung tempat itu setelah mendapat informasi dari Gugun Devi yang telah pulang sekolah.
Mereka melumpuhkan Hendrik Cs dan membawa kasus ini ke pihak berwajib. Namun ditolak Dave dengan alasan beberapa hari belakangan ia bosan berurusan dengan hukum.
Masalah tersebut berakhir dengan kesepakatan Hendrik tak menganggu Dave ataupun Kimmy lagi dihadapan semua warga.