
"Jangan banyak bergerak Kim. Goyang , nanti kita jatuh dari sini."
Seru Dave menghentikan Kimmy. Kimmy segera memeluk Dave karena takut bersamaan dengan kincir yang kembali berputar.
"Kita jatuh Dave."
Teriak Kimmy ketakutan.
"Penakut. Padahal baru sejam yang lalu berani jawabin Tante Lena."
Ledek Dave sembari menyentil dahi Kimmy.
Dave mengangkat dagu Kimmy dan mendekatkan wajah mereka. Kini bibir keduanya saling berpagut. Dave menangkup pipi Kimmy dengan kedua tangannya. Kimmy tak kalah menikmati, sekarang tangannya berani menelusup di kepala belakang Dave. Membuat sela-sela jarinya dipenuhi rambut Dave.
"Mas, Mba.. maaf udah selesai."
Ucap seorang petugas pasar festival menghentikan adegan bercumbu antara Kimmy dan Dave.
"Dave, gue malu."
Wajah Kimmy merah padam karena malu. Dave menarik tangan Kimmy menjauh dari orang-orang yang telah melihat mereka bermesraan.
"Kenapa malu? Lu kan pacar gue."
Tanya Dave.
"Sembarangan. Kita udah putus!"
Sanggah Kimmy.
"Terus menurut lu, ada orang sudah putus ciuman semesra tadi? Gue gak peduli jawaban lu. Intinya tadi gue udah minta izin langsung ke orang tua lu. Jadi kita batal putus."
Paksa Dave.
"Egois. kalo gue gak mau?"
Tanya Kimmy.
"Ayolah. Gue gak akan ganggu fokus dan tujuan lu. Lu terserah mau berlama-lama di perpus, gue dukung apapun asal lu tetep sama gue."
Ucap Dave.
"Ok. Cuma satu kesempatan lagi. Sekali lagi lu putusin gue. Jangan harap bisa jadi pacar gue lagi."
Ancam Kimmy.
Dave merangkul bahu Kimmy dengan perasaan bahagia. Ia tak perlu lagi mengkhawatirkan posisi bersaingnya dengan Ali.
Mereka berhenti disalah satu pertokoan pernak pernik Halloween. Kimmy memilih beberapa pajangan untuk kamar Tomi.
"Gue beliin. Disimpan ya."
Ucap Dave sambil memakaikan bando dengan hiasan labu diatasnya. Menambah kesan kekanak-kanakan bagi Kimmy yang pada dasarnya memang manja.
Kimmy hanya tercengang melihat sikap Dave yang begitu manis padanya.
"Kayanya mereka pulang malem banget deh. Kita makan malam duluan ya."
Ucap Gea pada Marcel.
Marcel setuju, ia menunggu Gea memasak untuknya.
"Dayana juga pulang malam?"
Tanya Marcel yang menemani Gea memasak.
"Dia pamit katanya mau pulang ke rumah orangtuanya aja."
Jawab Gea.
"Loh Ali juga pamit. Sepi dong berarti?"
Gumam Marcel. Gea hanya mengangguk.
Marcel meratapi dirinya, seandainya dulu ia tak bersikeras dengan pendiriannya enggan menikah karena menjaga Kimmy. Sudah pasti Dayana tak akan sengsara seperti sekarang dan Tomi tak perlu pergi jauh mewujudkan mimpinya yang tujuan sebenarnya adalah menghindari perasaannya pada Dayana.
Gea seakan mengerti apa yang sedang dirasakan dan dipikirkan oleh calon ayah bayinya tersebut. Ia mendekati Marcel yang sedang terduduk dan mengelus kepalanya.
"Saya kira saya sudah menjadi pengganti papa yang baik. Ternyata saya salah. Semua mimpi adik-adik, saya yang kubur."
Tak terasa air mata Marcel menetes. Ia buru-buru menyekanya.
"Tomi dari awal mau jadi koki, saya gak izinin. Kimmy dari kecil saya cekoki cerita-cerita menarik bekerja menjadi seorang akuntan. Padahal saya tau, dia sangat suka menggambar, semenjak menaruh harapan padanya ia menjadi rajin berhitung untuk membuat bangga saya. Tapi tidak membahagiakan dirinya."
Marcel menangisi keegoisannya.
"Siapa bilang? Tanpa Kakak sehebat Kak Marcel mungkin waktu itu aku sama Kak Tomi terlantar di jalan. Mungkin juga hari ini kita gak akan bisa punya masa depan sebaik sekarang. Makasih Kak Marcel. Papa bro ku."
Ucap Kimmy yang ternyata sudah pulang dan mendengar percakapan Marcel dengan Gea.
Ia berangsur memeluk Marcel membuat keharuan dihati Gea dan Dave yang melihatnya.
"Maafin Kak Marcel yang terlalu kaku. Mulai sekarang, carilah tujuan hidupmu sendiri Dek. Jangan fokus bahagiain Kak Marcel atau Tomi. Bahagiain diri sendiri."
Ucap Marcel menyesal.
"Iya kak. Kimmy juga mau bilang, Dave dan Kimmy pacaran. Kimmy mohon Kakak restui hubungan kami."
Kimmy menyampaikan dengan lantang.
Ucap Marcel disertai peringatan untuk Dave.
Kim bahagia mendapati persetujuan dari Marcel. Dan Dave mengangguk menyetujui syarat dari Marcel.
"Hey baby, thank you so much. Semenjak ada kamu. Papamu jadi gak sekeras dulu lagi. Miracle."
Kimmy mengelus perut Gea dan berbicara pada calon keponakannya.
"Tante ku semangat terus ya."
Ucap Gea meniru suara anak kecil. Membuat Kimmy tergelak.
Keempat orang itu kemudian makan malam bersama. Kimmy membawakan banyak cemilan dari pasar festival membuat Gea sangat bahagia. Setelah makan, ia menemani Marcel bekerja di dalam kamar sambil mencoba semua cemilan yang dibawa Kimmy.
"Ge, apa nanti gaun mu masih akan tetap muat melihat nafsu makanmu seperti itu?"
Tanya Marcel yang menelan salivanya berulang-ulang karena melihat Gea tak berhenti makan.
"Iya iya, nih aku berhenti makan."
Jawab Gea sambil menutup semua plastik cemilan yang sudah ia buka dan cicipi.
"Sabar ya sayang tinggal sebentar lagi kau boleh makan sepuasnya."
Ucap Marcel lembut pada calon bayinya. Gea tersenyum masam. Ia belum rela meninggalkan cemilan-cemilan enak ini.
Dua pasangan yang sedang mabuk kepayang ini. Menghabiskan malam dengan cara yang berbeda. Gea menemani Marcel bekerja, sedangkan Dave dan Kimmy begitu asik menatap langit mendung malam ini di teras rumah.
Kimmy menekuk kakinya menahan dingin yang menusuk tulang.
"Berapa kali, aku dengar kamu terus belain aku di depan orang-orang yang mandang hina aku?"
Tanya Dave sambil terus menatap langit.
"Aku? Kamu?"
Tanya Kimmy melirik kearah Dave.
"Kenapa? bukannya orang pacaran begitu ya?"
Tanya Dave tak menoleh sedikitpun.
"Oh sombong. Mentang-mentang udah dapat Restu dari kakak-kakakku dan orangtuaku."
Ledek Kimmy sambil menyenggol tubuh Dave dengan sikutnya.
"Aww.. udah jawab aja yang tadi."
Ucap Dave dingin.
"Emm sembilan belas juta kali."
Jawab Kimmy hingga membuat Dave menoleh.
"Haha banyak banget."
Ucap Dave terkekeh.
"Sebanyak kamu harus bilang rasa cintamu ke aku tiap pagi."
Jawab Kimmy.
"Gak perlu nunggu pagi. Aku cinta kamu,Kim."
Ucap Dave sambil memeluk tubuh Kimmy agar mendekat lalu mencium bibirnya dengan penuh kehangatan.
"Ecieeee Mas Dave sama Kimmy lope lope. Saranghae."
Romi yang tak sengaja lewat, melihat kemesraan keduanya. Sehingga Dave dengan cepat membebaskan Kimmy dari hisapan bibirnya.
"Kita keciduk dua kali hari ini Dave."
Ucap Kimmy sambil menutup wajahnya.
"Hahaha ya udah kita pindah ke dalam."
Dave menarik tangan Kimmy masuk.
Keduanya melanjutkan adegan mereka yang terhenti tadi di kamar Kimmy.
Dave menarik ulur lidah Kimmy dengan lembut. Beberapa kali menghisap bibir atas Kimmy. Gesekan gigi beradu tak jarang terdengar.
"Ehmm udah ah Dave, kamu mau keciduk yang ketiga kalinya sama Ka Gea yang sebentar lagi masuk?."
Tanya Kimmy memperingatkan.
"Hahaha, ya sudah tidurlah. Aku cinta kamu, aku cinta kamu, aku cinta kamu, aku cinta kamu."
Ucap Dave sambil berjalan ke pintu.
"Ssshhh"
Kimmy meminta Dave diam.
"Sembilan belas juta kali."
Jawab Dave sambil menutup pintu kamar Kimmy.