Mr.Snowman

Mr.Snowman
Survey 3



Kimmy telah sampai di pasar yang sudah ditugaskan Dave. Ia baru saja ingin masuk ke dalamnya, namun terhenti karena dering panggilan ponselnya dari nomor yang tak ia ketahui


"Lu udah sampe? Liat kanan kiri jangan lurus aja. Kalo ada copet lu gak tau nanti."


Ucap Dave. Ia tadi sempat meminta nomor telepon Kimmy sebelum pulang.


"Iya."


Jawab Kimmy sambil mematikan ponselnya. Ia harus segera menyelesaikan tugasnya karena hari ini hanya sendiri, ia tak mau terjebak disini sampai matahari tenggelam.


Baru sepuluh menit Dave menelpon lagi.


"Kenapa di matiin? Lu udah selesai wawancaranya?"


Tanya Dave yang sebetulnya sangat mengkhawatirkan Kimmy.


Dua hari kemarin tanpa dirinya mungkin Kimmy sudah jatuh ke lubang galian, atau sudah terpotong pisau tukang daging tangannya, terakhir yang parah digoda preman pasar.


Kimmy betul-betul tak bisa dilepas sendiri. Ia anak polos nan manja yang buta apapun. Ke pasar seperti ini hanya urusan Tomi.


"Belum lah, baru dateng."


Kimmy mematikan ponselnya kembali. Dave kesal dirundung kecemasan.


Kenapa saya harus peduli terhadapnya?


Tanya Dave pada dirinya sendiri. Ia bertekad tak menghubungi Kimmy, tapi baru lima belas menit sudah tak bisa memegang ikrarnya.


"Lu bisa? gak ada apa-apa kan?"


Tanya Dave lagi.


"Gue lagi ngerecord pake HP ini. Jangan telepon terus."


Bentak Kimmy yang sedang serius dengan tugasnya.


"Berani-beraninya matiin telepon dari gue."


Ucap Dave kesal.


Dave menjalankan tugasnya dengan tak tenang. Sebentar ia melihat jarum jamnya baru lewat lima menit dari tadi terakhir dibentak Kimmy.


"Bang jadi nanya gak?"


Tanya seorang pedagang beras membuyarkan pikiran Dave.


"Iya Pak jadi."


Jawab Dave. Akhirnya tiga puluh menit dilalui tanpa mengganggu telepon Kimmy.


Kemudian bergegas menelpon Kimmy setelah menyimpan rekamanan wawancaranya.


"Lu udah selesai langsung pulang."


Ucap Dave yang langsung diputuskan Kimmy.


"Gak sopan nih anak."


Ucap Dave kesal. Ia benar-benar makin tak tenang.


Maka ia putuskan untuk menemui Kimmy padahal tugasnya belum selesai.


Pasar yang Kimmy sambangi jaraknya cukup jauh dengan pasar yang Dave kunjungi sekarang.


Menempuh perjalanan sekitar satu jam, akhirnya sampai juga Dave ditempat Kimmy berada.


Dicari ke seluruh penjuru dari selatan, barat, Timur, utara kembali lagi akhirnya bertemu dengan makhluk yang meresahkan pikirannya ini. Ia sedang duduk di dalam kedai sayur. Pantas tadi tidak kelihatan, tubuhnya tertutup sayuran-sayuran segar yang baru datang dari pemasok .


"Kenapa di matiin sih? Gak tau orang khawatir?"


Tanya Dave yang tiba-tiba datang dengan marah.


Kimmy yang masih mewawancarai pedagang kelima tak menggubrisnya.


"Mbak, pacarnya khawatir itu."


Ucap si Bu'de sayur yang diwawancarainya.


Lalu Kimmy menghentikan sementara rekamannya.


"Yah ibu ke record deh tuh.."


Ucap Kimmy kecewa.


"Lu juga dateng marah-marah, ke record."


"Ya lagian lu di telepon susah."


Ucap Dave menyalahkan Kimmy.


"Mbak, kalo mau berantem sama pacarnya jangan disini. Nanti balak."


Ucap si Bu'de penjual sayur tadi.


"Dia bukan pacar saya."


Jawab Dave menekankan nadanya.


"Mas nya kuatir gitu kok..saya kira pacarnya. hiihiii"


Timpal si bu'de dengan ciri khas tawanya yang seperti kuntilanak.


"Makasih ya bu'de."


Kata Kimmy mengakhiri sesi wawancaranya yang terakhir.


Ia sangat kesal dengan Dave kali ini, sepanjang jalan yang biasanya menggelayut di tangan Dave, sekarang hanya cemberut dan diam saja.


"Lu marah sama gue?"


Dave mulai menyadari yang terjadi pada Kim.


"Ya gara-gara lu, kerekam yang gak perlu."


Jawab Kimmy sambil mulutnya melengkung kebawah.


"Ya Sorry, besok sama gue deh."


Kata Dave terkesan labil. Tadi dirinya yang minta bagi tugas, sekarang bilang sama-sama lagi.


"Kayanya cukup."


Ucap Kimmy.


"Kenapa? lu gak mau lama-lama sama gue?"


Tanya Dave seperti yang kemarin Kimmy tanyakan.


"Iya, kan gue nyusahin. Jadi tadi gue kebut. Udah lima, sama kemarin ditotal jadi sebelas, tambah lu tadi berapa? Harusnya cukup."


Jawab Kimmy lemas. Ia malas mengatakan kembali bahwa dirinya menyusahkan.


"Lu marah soal kemarin gue ngomong gitu?"


Tanya Dave melemah.


"Enggak kok ,gue enggak marah cuma sadar diri aja. Hehehe.."


Ucap Kimmy tertawa.


"Gue tadi belum sama sekali."


Ucap Dave berbohong.


"Terus lu ngapain?"


Tanya Kimmy tak percaya. Kemarin-kemarin Dave sangat semangat.


"Lagi males."


Jawab Dave melanjutkan kebohongannya. Padahal dua pedagang sudah di wawancarainya tadi dan sangat cukup untuk mengakhiri tugas mereka.


"Ya udah, besok lu aja yang berangkat. Gue buat laporan."


Ucap Kimmy kesal, dirinya bersusah payah, Dave seenaknya beralasan malas.


"Kita tim kan?"


Tanya Dave mengingatkan Kimmy.


"Ya udah iya besok gue ikut. Untung sama lu."


Mood Kimmy berubah lagi, ia sekarang menggelayut lagi ditangan kanan Dave.


Dave juga merasa aneh, tadi ia ingin besok diperpanjang, tapi setelah perempuan ini jadi dirinya sendiri lagi dan menempel ke tubuh Dave, ingin segera menyudahi tugas mereka.


"Sana ih. Jangan pegang-pegang!"


Ucap Dave risih.