Mr.Snowman

Mr.Snowman
Aku sudah dewasa



Acara keberhasilan Kimmy berubah menjadi hari yang menyedikan. Kimmy merasa kecewa dengan semua orang terdekatnya.


Setelah kepergian Kimmy, Dave mematung. Ia tak tahu harus berbuat apa.


Kimmy berkata untuk tidak ada yang menyusulnya, kedua kakak melarang ia mendekati adik mereka.


"Kamu tuh gak bisa sedikit kontrol mulut? Harusnya Kimmy seneng hari ini. Malah jadi begini."


Wanda memarahi Tomi dan laki-laki bertubuh kekar itu dibuat ciut olehnya.


"Dave, kejar Kimmy. Kamu pasti tau dia kemana."


Minta Lena.


Dave hendak berdiri mengambil langkah. Namun di hentikan suara Marcel.


"Jangan!"


Ucapnya keras.


"Kalau kamu masih begini. Aku mau bawa Miracle ke rumah orang tuaku. Jangan kamu susul aku juga."


Ancam Gea. Seorang lembut yang tak pernah sedikitpun membantah suaminya memberi ancaman telak. Keterkejutan Marcel membuatnya tak dapat melanjutkan kalimat larangan terhadap Dave.


Dave berlari masuk ke dalam mobilnya. Mengantongi restu dari tiga perempuan yang berpengaruh dalam hidup Kimmy, ia tak lagi ragu.


Kimmy lebih dulu sampai di pusara Ali. Dave tau betul, ia pasti datang untuk memprotes Ali karena turut tak jujur dengan dirinya. Ia memandangi Kimmy tak jauh dari tempat perempuan itu berdiri.


"Ali, kamu kenapa ikut bohongin aku? Kenapa gak jujur aja waktu itu kalau Dave berkorban untuk kalian? Aku benci Al semuanya nganggep aku masih kecil."


Ucap Kimmy sambil terisak.


"Kenapa? Kamu nyesel jadi pacar aku karena salah paham?"


Dave meniru suara Ali walaupun pada dasarnya tetap tak sama.


"Ya enggak sih. Cuma ... "


Kimmy terhenti. Ia baru menyadari menjawab sesuatu yang tak ada.


"Ali , kamu jadi hantu? Jangan takut-takutin aku dong."


Kimmy menutup matanya dan bertambah kencang tangisannya. Bukan lagi karena rahasia yang baru di dengarnya melainkan ketakutannya terhadap hantu.


Dave menahan tawanya dalam hati. Ia memperhatikan gerakan Kimmy yang membuatnya mengetatkan rahang karena gemas.


Ia melangkah mendekatkan dirinya kepada Kimmy. Namun perempuan itu malah makin ketakutan.


"Al, aku tau ini bukan kamu. Pasti teman-temanmu di area ini. Suruh jangan ganggu aku."


Kimmy berteriak ketakutan.


Tubuh kecil itu merasakan kehangatan saat pelukan begitu menguasai dirinya. Tapi ketakutannya juga begitu besar sehingga ia berteriak-teriak di dalam pelukan Dave.


"Ssttt Kim, ini aku Dave."


Ucap Dave lembut menenangkan.


"Bohong. Dave kan belum mati."


Jawab Kimmy dengan mata masih terpejam.


"Iya emang belum. Emang kamu kira aku arwah?"


Tanya Dave kesal. Perlahan Kimmy menurunkan tangan yang menutupi matanya. Lalu membuka matanya bersamaan.


"Iihh ngapain sih? Dibilang jangan nyusul!"


"Aduh sakit Kim. Aku disuruh mama Lena."


Jawab Dave sambil mengusap lengannya yang sakit.


"Lagian kamu ngapain sih marah-marahin Ali? Ali itu bungkam karena aku yang minta."


Ujar Dave lagi.


Rinai hujan turun keatas tanah, begitu juga ke wajah dua orang yang sedang bertengkar ini.


"Kenapa sih tiap kemari hujan terus?"


Tanya Kimmy kesal.


"Disini dikelilingi gunung, Kim. membuat pembentukan awan mudah terjadi karena angin dan suhu pegunungan yang dingin mendukung terjadinya pembentukan awan dalam proses hidrologi."


Jawab Dave sambil menarik tangan Kimmy untuk mengikutinya masuk ke mobil.


Di dalam mobil keduanya tak terlibat pembicaraan apapun. Kimmy dengan pikirannya juga kekecewaannya. Dan Dave dengan rasa bersalahnya, dan juga berkejaran dengan waktu untuk kembali ke asramanya.


"Ehm, kamu mau aku anter ke rumah mama Lena atau rumahmu?"


Tanya Dave.


"Rumahku. Ada yang harus aku siapin."


Jawab Kimmy.


Dave mengangguk, tak bertanya lagi. Padahal dirinya sangat ingin tahu apa yang sedang dipersiapkan Kimmy.


Sesampainya di depan rumah, Kimmy menahan Dave yang hendak turun dari mobil. Kimmy dapat melihat kedua Kakak memperhatikan mereka dari dalam jendela ruang tamu. Membuat Kimmy terpancing untuk membalas mereka.


Ia menarik tubuh Dave dan mendekatkan wajah mereka. Kemudian mencium bibir Dave dengan lembut dan dalam. Menyesap setiap rongga hingga menimbulkan keresahan di hati kedua Kakak untuk terus memperhatikannya. Dan merekapun berpaling. Tak kuat melihat adegan adik kecil mereka yang terbilang dewasa.


Dave yang ikut terpancing, menyelami setiap keindahan. Ia dengan berani mendorong kepala Kimmy agar semakin menyatu dengannya. Kimmy pun menangkup kedua pipi Dave dan melanjutkan adegan termesra yang baru kali ini ia lakukan.


Setelah beberapa saat dalam hal yang menyakitkan sekaligus menyenangkan, Kimmy melepaskan dirinya dari Dave.


"Jaga diri dan jangan pernah berharap pada manusia. Karena kamu akan kecewa. Hari ini kita bisa saling mencintai, besok bisa jadi akan saling melukai."


Ucap Kimmy sambil keluar dari mobil dan menutup pintunya perlahan.


Dave tercengang dengan perkataan Kimmy. Tapi ia tak sempat lagi meminta alasan Kimmy berkata seperti itu. Waktunya tak lama lagi untuk kembali ke dalam asrama. Karena ini adalah kesempatan terakhirnya. Hal yang tak akan ia sia-siakan karena mempertaruhkan reputasi ayahnya.


Kimmy melihat kedua kakak yang menyambutnya dengan wajah masam duduk di ruang tamu. Tapi kali ini Kimmy tak kalah masam, ia tak akan meminta maaf terlebih dahulu karena jelas ini salah mereka.


Ia langsung masuk ke dalam kamar mengambil koper dan menyiapkan pakaiannya. Dia memang sudah seminggu ini mendapat tawaran dari salah satu perusahaan ternama di kota sebelah. Namun belum juga ia putuskan akan diambil atau tidak, mengingat dirinya tak terbiasa jauh dari keluarganya.


Tapi hari ini ia berubah pikiran, saat tadi keluar dari restoran ia segera menghubungi manajer perusahaan tersebut dan mengatakan akan berangkat besok.


Menjauh katanya, menutup kenangan tak mengenakkan selama berada di kota ini. Mengikhlaskan yang telah terjadi, semua membutuhkan proses. Ia hanya perlu sendiri mencerna dan merelakan beberapa kejadian yang membuat kekecewaan besar di hatinya.


Selesai mengemas barang yang ia perlukan selama tinggal disana, kini ia merebahkan tubuhnya diatas ranjang. Pikirannya menerawang jauh memikirkan segala hal yang akan ia tinggalkan. Miracle, calon anak Tomi, kedua Kakak, dan Dave tentunya. Namun ketiga orang tersebut apa perlu dipikirkan sedangkan mereka sama sekali tak memikirkan mempermainkan perasaan Kimmy, terlebih Dave.


Aku cinta kamu, Kim.


Pesan di ponsel Kimmy dari Dave membuyarkan lamunannya.


Kalau kamu cinta, kamu gak akan tuker hubungan kita dengan alasan apapun. Kamu perlu menguji cintamu sendiri, Dave. Selamat malam.


Kimmy menghela napas panjang setelah membalas pesan dari Dave.


Dengan susah payah ia memejamkan mata. Karena besok siang adalah jam keberangkatannya. Tiket sudah dikirimkan oleh perusahaan baru tempatnya akan bekerja.


Like, Comment dan Votenya ya. terimakasih 💕