
"Lu dapet tugas gak dari Kak Tomi?"
Tanya Kimmy pada Renata di kelas.
"Gak ada tuh. Tugas apa?"
Tanya Renata bingung.
"Mata-matain gue gitu misalnya."
Jawab Kimmy ragu.
"Hahaha ya enggaklah. Emang kakak lu selebay itu?"
Ucap Renata menertawai Kimmy.
"Oh baguslah. Gak sih, gue parno aja."
Jawab Kimmy lega tak mau menceritakan panjang lebar dengan Renata, nanti juga dia akan tau sendiri.
Dave datang terlambat hari ini. Wajahnya masih belum pulih berbeda dengan Tomi. Kimmy merasa tak enak hati belum meminta maaf padanya.
Jam istirahat, Kimmy berinisiatif mengikuti Dave lagi. Ia membawa kotak kecil tempat salep dan antiseptik yang masih ada di dalam tasnya sejak kemarin. Lagi-lagi Dave ke minimarket, kali ini bukan roti yang dibelinya melainkan cemilan anak-anak.
Kimmy membeli satu es krim rasa cokelat dibelakangnya.
Saat masuk perkampungan, Dave berhenti ditempat kemarin dengan anak-anak yang sama. Tapi kali ini lebih banyak. Mereka menunggu makanan yang dibawa Dave.
"Freak, sini lu."
Dave memanggil seseorang cukup keras.
"Manggil siapa bang disini gak ada yang nanya frik."
Ucap salah seorang anak yang paling besar diantara yang lain.
"Itu perempuan dibelakang."
Dave mengetahui keberadaan Kimmy.
Kimmy keluar dari persembunyiannya dengan takut mendekati kerumunan itu.
"Maaf Snowman."
Ucap Kimmy takut mendapat perlakuan buruk karena kelancangannya.
Belum sempat Dave menjawab, seorang anak perempuan menangis karena tak mendapat cemilan. Jumlah yang dibawa Dave kurang satu dari jumlah kerumunan anak-anak tersebut.
"Es krim aja mau gak?"
Kimmy mendekati anak perempuan itu dan memberikan es krim miliknya.
"Terimakasih Kak."
Ucapnya dengan gembira.
"Sama-sama."
Kimmy mengingat dirinya sewaktu di panti dulu, setiap ada dermawan yang datang dan membawakan cemilan yang tak sebanding jumlah anak. Kimmy adalah salah satu anak yang sering tak kebagian. Tapi kedua kakaknya selalu mengalah memberikan milik mereka padanya.
"Ya udah snowman gue pergi dulu. Maaf ya sekali lagi."
"Jadi keperluan lu buntutin gue apa?"
Tanya Dave dingin.
"Mau minta maaf soal tindakan Kakak gue."
Kimmy menundukkan setengah badannya tanda penyesalan.
"Gak usah minta maaf, impas. Artinya gue juga gak usah minta maaf sama lu."
Jawab Dave dengan nada yang lebih santai.
"Belum impas, gue cuma sakit sebentar. Tapi luka lu udah dua hari belum sembuh. Kalo boleh, gue obatin sampe sembuh."
Tutur Kimmy sambil mengeluarkan obat yang daritadi ia pegang.
"Gak usah!"
Tolak Dave.
Kimmy yang tak mengerti sedang ditolak tetap membersihkan luka Dave yang mulai mengering dengan kapas, lalu mengusap tulang pipi Dave yang lebam dengan salep.
Perasaan Dave bertengkar. Satu tempat mengatakan ia hanya tak biasa disentuh oranglain, perasaan lain lagi mengatakan ia sedang menyukai wanita disampingnya.
"Ciye pacar abang ya?"
Ucap anak-anak tersebut meledek keduanya.
Dave spontan mendorong tubuh Kimmy yang duduk diujung bangku kayu. Saat tubuh Kimmy hendak menyentuh tanah, Dave dengan segera berdiri dan menangkapnya.
Tubuh mereka melekat, tak ada jarak. Keduanya dapat merasakan deru napas masing-masing yang makin terdengar.
Ganteng banget Snowman.
Gumam Kimmy.
"Ciyeeee"
Sorak anak-anak serempak.
Dave langsung menarik tubuh Kimmy untuk berdiri.
"Bukan pacar, ini emang perempuan aneh."
Dave menjawab pertanyaan mereka.
"Jangan gitu Bang, nanti suka loh."
Tutur salah seorang anak.
"Iya loh, nanti suka gimana?"
Kimmy ikut menimpali.
"Mimpi lu."
Jawab Dave dan pergi meninggalkan mereka kembali ke kampus.