
Sebulan setelah kepergian Anne, Wanda melahirkan seorang bayi laki-laki yang sehat yang diberi nama Jonathan . Mereka
memanggilnya baby Jo. Seperti janji Tomi, usai Wanda melahirkan dan bayi mereka telah cukup umur untuk dibawa berpergian jauh, ia membelikan tiket untuknya dan Wanda, juga Marcel sekeluarga menjenguk Kimmy adik mereka bersama-sama.
Pukul lima sore, Kimmy baru sampai di rumah yang ia sewa selama satu tahun belakangan ini. Ada yang aneh, pintunya tak terkunci.
Pelan ia membuka pintu tak menimbulkan suara sekecil apapun, jika memang ada orang jahat ia akan berlari kencang kembali keluar. Setidaknya dia dulu yang melihat situasi sebelum komplotan perampok menemukannya. Itu dipikiran gadis tersebut.
Namun rencananya gagal, tubuhnya dipeluk dari belakang dan matanya di tutup.
"Ambil apa aja. Tapi jangan apa-apain gue. Gue janji akan jalan keluar sambil merem, jadi gak akan liat kalian sedikitpun."
Kimmy ketakutan.
"Emang tante Kim gak mau liat kakak Ekel dan Baby Jo?"
Ucap Miracle yang merusak rencana orangtuanya juga orangtua Baby Jo.
"Sshhhh"
Ucap Gea dan Wanda bersamaan.
"No, mommy bilang kakak Ekel gak boleh takutin Baby Jo karena tidak baik. Kalian tidak baik."
Miracle menyahut, tentu saja membawa gelak tawa Kimmy.
"Tuh dengerin. Mau ngerjain orang bawa-bawa anak sih."
Ledek Kimmy yang kemudian membuat Tomi melepaskan pelukannya yang kuat itu.
Mereka berpeluk mesra bergantian. Kimmy begitu bersemangat mendapati keluarganya berkumpul di kota ini.
"Jadi kalian masuk tadi gimana? "
Tanya Kimmy masih heran.
"Kita hapal kamu pasti letakkin kunci di atas pintu."
Jawab Marcel.
Kimmy menggeleng tak percaya dengan kelakuan keempat orang ini sambil meletakkan kue dan buah yang ia simpan ke atas meja untuk dinikmati bersama.
"Kamu makin dewasa aja Kim. Dandanmu gak semenor dulu, pakaianmu tertutup dan emm kece badai lah ya tetep. Banyak yang naksir dong?"
Ucap Gea.
"Hemm gak tau kak. Kim gak merhatiin itu. Disini Kimmy cuma kerja, belajar mandiri untuk buktiin ke kedua orang ini kalau Kimmy sudah besar.".
Kimmy menunjuk Marcel dan Tomi.
" Tuh kan, mau lari kemana juga hati lu udah untuk Dave. Terus lu kapan balik? Bulan depan Dave udah lulus loh. Pasti doi nyariin."
Celetuk Wanda.
"Hai baby Jo. Baru sepuluh bulan tapi besar sekali seperti anak dua tahun."
Kimmy mengalihkan pembicaraan. Ia menggendong Jo dan berbicara dengan nada yang dibuat-buat.
"Kim, Wanda bener tuh. Kasian loh Dave. Tiap ada kesempatan dia kerumah. Berharap ketemu kamu."
Ucap Gea.
"Gak bisa kak. Kimmy udah janji sama Tante Anne."
Jawab Kimmy masih dengan menciumi baby Jo.
"Tante Anne udah gak ada. Lagian pada intinya dia gak pernah sepakat kan dengan janji lu. Dia gak pegang? Ya udah lanjut."
Ucap Wanda.
"Gak ada gimana?"
Kimmy mulai menegang. Ia menyerahkan kembali Baby Jo kepangkuan ibunya.
"Hari lu pergi, malemnya dia berpulang Dek."
Jawab Tomi.
"Gara-gara gue? Kok kalian gak kasih tau? Terus Dave gimana? "
"Bukan, akibat dorongan bokapnya Ali, syarafnya ada yang kena. Ditambah memang tante Anne drop karena gak pernah mau makan selama di rutan."
Tomi menjelaskan. Kimmy mulai mengingat kejadian saat ayah Ali tertawa setelah kejadian itu.
"Dave gimana? Dia pasti terpuruk banget? "
Tanya Kimmy dilanda kepanikan berlebih.
"Ya pasti. Tapi pelan-pelan dia belajar ikhlas. Kami gak kasih tau kamu karena kamu sendiri yang minta untuk merahasiakan kontak dan alamatmu dari Dave. Kalau sampai kamu datang, kan rencanamu gagal. Lagi juga itu hari pertamamu sampai disini. Segitu teganya kami harus mengubur mimpimu untuk mandiri?"
Jawab Marcel.
"Tapi seenggaknya kalian kabarin, aku bisa support dia lewat hal lain. Balas emailnya pun aku gak pernah."
Ucap Kimmy menyesal.
Bukan kecewa dengan keluarganya melainkan dirinya sendiri. Bagaimanapun saat-saat terpuruknya setelah ditinggal Ali, Dave lah orang yang selalu mendukungnya hingga bangkit.
Keempatnya saling melirik dan tersenyum tipis mendapati Kimmy masih begitu memperdulikan Dave.
"Ya ayo kita pulang. Kamu bisa kerja di tempat Marcel. Sekaligus temenin Dave yang sebentar lagi lulus."
Goda Gea.
"Huffhtt, enggak deh Kak. Aku nyaman disini. Biar Dave temuin perempuan lain yang sepadan sama dia. Kalau ada aku, dia gak akan pernah mencoba buka hati untuk perempuan lain."
Kimmy menelan kuat salivanya yang tercekat saat mengeluarkan kalimat tersebut.
"Selagi kamu sama Ali, dan setahun kalian berjarak lagi kamu disini dia disana. Dave gak berhenti nyariin kamu. Itu artinya mau ada cewe sesempurna apapun tapi bukan kamu, Dave tetap maunya kamu."
Ucap Marcel.
"Ih kak Marcel apaan sih? Kemarin gak setuju. Sekarang jodoh-jodohin. Labil! "
Kimmy melempar bantal sofa ke tubuh kakak pertamanya itu.
"Nanti lu juga tau."
Celetuk Tomi.
Makanan yang sudah di pesan Kimmy akhirnya datang. Hitung-hitung gajian pertamanya yang terlewat jauh katanya. Jadi ia mentraktir banyak makanan untuk keluarganya yang sudah bersedia datang mengunjunginya.
...***...
Dave memandangi arloji di tangannya, menghitung setiap detik menjelang kelulusannya. Ia berkhayal hari itu tiba waktunya ia akan mencari Kimmy dan menjemputnya untuk hidup bersama.
Tiap hari ia memikirkan perempuan itu. Belum lagi ditambah perpisahan mereka teramat manis. Dave mengusap-usap bibirnya sambil tersenyum. Mengingat kejadian terakhir mereka berciuman di dalam mobil.
Manis, manis banget Kim. Sampai aku lupa kamu sisain pahit karena setelah itu aku merasa dicampakkin.
Dave tetap tersenyum dalam lamunannya.
"Woii mikir jorok lu ya? Nyengir-nyengir sendiri."
Wardana mendorong kepala Dave ke depan.
"Hah elu mah obralan. Mana tau nilai aestetik dari sebuah cumbuan."
Dave melempar tubunya di kasur.
"Bahahaha belagu ngomongin nilai keindahan. Selama cewe lu cuma satu, lu gak akan nemu keindahan yang lainnya."
Wardhana terkekeh.
"Terserah. Nanti saat lu temuin satu yang pas. Kakek-kakek pake sampo yang sama kaya pacar lu atau nenek- nenek pake parfum yang sama kaya pacar lu. Lu akan terus kebayang-bayang."
Ucap Dave sambil terus memandangi langit-langit kamar.
"Hehe, kebayang nenek-neneknya?"
Tanya Wardhana.
"Susah ngomong sama buaya kaya lu . Gak akan paham yang gue maksud."
Jawab Dave kemudiam memejamkan matanya.
Like, Comment dam Vote mingguannya yah 💕