Mr.Snowman

Mr.Snowman
Tak tahan



Semua sudah keluar dari kelas, kecuali Kimmy sendiri menunggu dijemput oleh Tomi yang sudah berpesan dirinya akan sangat terlambat menjemput Kim.


Dave yang penasaran, kembali ke kelas mengecek wanita yang diam-diam dia tunggu tak kunjung keluar.


"Ya udah Kak, gue naik angkutan umum aja."


Ucap Kimmy dengan orang disebrang telepon, tak sengaja terdengar Dave.


Dave menutup pintu kelas mereka.


"Adik-adik kangen sama lu."


Ucap Dave memulai pembicaraan dengan Kimmy.


"Ok, besok gue kesana."


Jawab Kimmy sambil berdiri dari kursinya hendak meninggalkan ruangan.


Dave yang berdiri di balik pintu menarik tangan Kimmy yang hendak membuka handle.


"Gue minta maaf."


Ucap Dave dengan menarik napas sepanjang mungkin.


"Jangan hukum gue kaya gini. Lu boleh ngatain gue apa aja. Atau lu mau mukul gue?"


Kata Dave melanjutkan mengeluarkan segenap isi hatinya.


Kemudian hening, tak ada yang bergeming. Lima menit mereka saling menatap.


"Jadi, sekarang lu begini karena kasihan sama hidup gue? hehe."


Tanya Kimmy dengan nada sinis.


"Sejak kapan lu ngucapin maaf? cuma karena cerita Renata? gue gak suka dikasihanin. Jadi diri lu sendiri ajalah yang dingin dan kaku itu."


Ungkap Kimmy mengira Dave meminta maaf karena hal lain, bukan karena merasa bersalah.


Dave terdiam, tak pernah gadis periang ini mengeluarkan kata-kata yang menyelekit sebelumnya. Dia telah berhasil melihat kemarahan dari seorang Kimmy yang sabarnya begitu besar.


Kimmy keluar dan menunggu angkutan umum.


Dave berhenti tepat didepannya.


"Gue anter."


Kata Dave kepada Kimmy.


Kimmy berjalan berpindah tempat, sama sekali tak menghiraukan Dave.


"Nih helmnya udah lama gak dipake."


Dave masih mengejar Kimmy, menyodorkan helm putih berstiker milik perempuan itu.


Kimmy menerima helm miliknya dan memakainya di kepala, seraya memberhentikan angkutan umum yang lewat.


Dan jadilah, ia menumpangi mobil dengan mengenakan helm, membuat Dave terkejut sekaligus terkekeh.


"Aneh dan keras kepala."


Ucap Dave sambil terus tersenyum memandangi mobil angkutan yang Kimmy tumpangi menghilang dari pandangannya.


Kimmy memajang helm pemberian Dave di dinding kamarnya.


"Duduk disini ya jangan kemana-mana."


Ucap Kimmy pada helmnya.


Ia kembali pada rutinitasnya membaca novel yang belum terselesaikan. Setelah itu belajar sampai malam.


Malam-malam Dave makin tak tenang sebelum mendapat kata maaf dari Kimmy. Tidurnya selalu gelisah, bahkan lebih gelisah dari saat ditinggalkan Jemima.


"Arrghh gue gak bisa gini terus, hari ini harus dapetin maaf dari si cewek aneh."


Ucap Dave yang terbangun pukul setengah tiga pagi, setelah berkali-kali bermimpi ucapan kasarnya pada Kimmy.


Dave tak bisa tidur lagi setelah terbangun, ia mengamati foto Kimmy di dalam ponselnya yang diambil oleh Gugun.


Bahkan terdapat sebuah video yang direkam diam-diam ketika Kimmy menyuapi Dave. Ia tersenyum-senyum sendiri melihatnya. Tak terasa sudah pukul lima pagi, ia segera mandi dan berangkat lebih awal. Mungkin saja dapat bertemu Kimmy lebih dulu.


Sepagi apapun ia datang, Kenny sudah lebih dulu mengambil satu langkah didepannya.


"Pagi Kimberly, ke perpus yuk."


Ucap Kenny di depan pintu kelas yang dari tadi sudah menunggu kehadiran Kimmy.


Jawab Kimmy dengan senyum sumringah.


Dave terdiam, kalah telak kali ini. Ia merasa semakin tersaingi dengan Kenny.


Ia menghabiskan waktu sepagi ini untuk ikut membuntuti keduanya di perpustakaan. Melihat dengan jelas mata Kenny yang terus terpusat pada Kimmy, membuat Dave kesal. Lalu ia memutuskan mengambil sebuah buku dan duduk di sebelah Kimmy.


Kenny yang tak paham bahwa manusia disebrangnya ini merupakan saingan terberatnya, tetap tak menggubris. Ia terus memandangi Kimmy tak berkedip. Sedangkan yang dipandang, tak merasa. Sibuk dengan bacaannya. Bahkan tak tau Dave sudah berada disebelahnya.


"Bang asdos, lagi baca buku apa baca masa depan Kimmy di mukanya? "


Dave yang tak tahan akhirnya mengeluarkan sindirannya.


"Keduanya."


Balas Kenny yang mulai merasa ditantang.


Kimmy menurunkan bukunya dan terkejut melihat Dave di sampingnya. Ia bergegas berdiri dari kursinya dan meninggalkan keduanya. Dave menggenggam tangannya dengan kuat. Kimmy yang kesal menggoyangkan tangannya agar terlepas, namun percuma. Tenaga Dave jauh lebih kuat.


Akhirnya Kimmy terus berjalan tak peduli sedang menarik Dave. Kenny hanya melihat keduanya berlalu. Tak mau mencampuri urusan mereka. Kepentingannya hanya merebut hati Kimmy.


"Lu mau apa?"


Tanya Kimmy yang sudah berada diluar perpustakaan. Tangannya masih terus digenggam Dave.


"Mau maaf dari lu."


Ucap Dave.


"Iya udah gue maafin. Tapi lepasin."


Minta Kimmy dengan wajah cemberut dan kemudian tangannya dilepaskan oleh Dave. Ia cukup lega dengan keputusan Kimmy.


Dave salah sangka, ia mengira Kimmy akan sama seperti sebelumnya. Namun malah sama saja dengan seminggu kemarin.


Tiba waktu istirahat, Kimmy menepati janjinya bertemu anak-anak di Pos Bahagia. Ia langsung berjalan kesana tanpa menemani Dave berbelanja terlebih dahulu.


Dave datang dengan dua plastik yang dijinjing berisi snack dan minuman dingin permintaan anak-anak itu kemarin. Ia melihat Kimmy sedang bersenda gurau dengan mereka. Tak mempedulikan kedatangan Dave sedikitpun. Bahkan sepanjang istirahat bersama, ia tak menegur Dave. Dave memakluminya, mungkin perempuan ini membutuhkan waktu untuk menerimanya kembali.


Hari terus berganti, minggu berganti minggu, dan tepat satu bulan tak juga Dave diperlakukan sebagai manusia oleh Kimmy.


Dave yang sudah tak tahan akhirnya menegur Kimmy sepulang kuliah


"Mau sampe kapan giniin gue? Ada tapi dianggep gak ada. Gue muak lama-lama."


Terang Dave yang sudah kesal bukan kepalang.


Kimmy tak mengindahkannya, malah terus berjalan.


"Ok. Anggap aja kita gak kenal."


Teriak Dave yang didengar Kimmy namun tak merubah apapun. Ia masa bodoh.


Dave memukuli samsak dengan brutal.


"Haha, gak ada yang beda dari lu dan Je."


Ucap Dave sambil memukul membabi buta.


"Gue kira lu istimewa bisa terima masa lalu gue. Tapi cuma omong kosong."


Tak berhenti Dave memberi penilaian buruk pada Kim. Lalu memukuli samsak seolah itu adalah masa lalunya.


Keesokan harinya..


Dave memberikan selembar uang seratus ribuan pada Kim.


"Apaan nih?"


Tanya Kimmy heran.


"Buat beli jajanan adik-adik. Gue gak bisa kesana. Salam aja."


Jawab Dave yang sebenarnya ingin menjauhi Kimmy.


"Loh datanglah, mereka pasti nanyain."


Ucap Kimmy.


"Sekali gak dateng gak apa-apa kan?"


Jawab Dave cuek kemudian keluar dari kelas.


Kimmy kebingungan, kejutan yang sudah ia dan adik-adik pos bahagia siapkan akan gagal. Sesungguhnya hari dimana Dave meminta maaf, Kimmy sudah menerima maafnya dengan tulus. Tapi berhubung Devi dan yang lainnya meminta Kimmy mengerjai Dave yang akan berulang tahun, maka ia lanjutkan kepura-puraannya mencueki Dave.