
"Kak Marcel, gue izin ajak Kimmy ya."
Dave meminta izin disela-sela makan pagi mereka.
"Kemana?"
Tanya Marcel.
"Aku mau cari buku terus sorenya ikut dia battle boxing loh kak."
Jawab Kimmy sambil meniru gaya Dave bertinju.
Marcel dan Dave tertawa melihat tingkah konyolnya.
"Oke tapi jangan kemalaman pulangnya."
Ucap Marcel memberi izin.
"Sipp"
Kimmy mengacungkan jempolnya.
Keduanya berangkat dari hadapan Marcel. Kini ia sendiri dalam lamunannya. Dikeluarkannya beberapa botol minuman beralkohol yang diam-diam disimpan di dalam brangkas kamarnya. Memikirkan Gea tak ada habisnya. Kehilangan perhatiannya membuat Marcel menjadi sangat tertekan. Setiap hari di kantor, ia harus melihat kenyataan Gea sudah menjadi kekasih Ryo.
Geaaaa saya rindu kamu yang dulu.
Ucap Marcel yang sudah mabuk karena terlalu banyak minum. Ia secara tak sadar sudah menghubungi nomor telepon Gea.
Kamu mabuk lagi Cel? Kamu dimana?
Tanya Gea mendengar suara Marcel yang tak jelas.
Dirumah. Hahaha..Memang saya dimana lagi?
Ucap Marcel masih bisa diajak komunikasi.
Ya udah aku kesana.
Kata Gea yang kuatir dengan Marcel. Selain itu di dalam lubuk hatinya ia masih mencintai pria ini.
Gea segera berangkat ke rumah Marcel terburu-buru. Tak mau sesuatu terjadi pada pria pemilik hatinya tersebut.
Sesampainya disana, Gea segera masuk dan menemukan Marcel tergeletak disamping sofa.
"Cel ini masih siang, bisa-bisanya kamu minum beginian."
Ucap Gea sambil memegang botol minuman Marcel.
"Kamu tau rasanya perhatian yang biasa saya terima, kini hilang? Sakit. Hahaaha."
Marcel meracau tak jelas.
Gea memapah tubuh Marcel ke atas sofa. Tapi lagi-lagi ia pindah ke lantai. Sampai akhirnya ia sendiri berjalan sempoyongan menuju kamar. Gea dengan sabar merapikan pecahan kaca gelas yang berserakan akibat ulah Marcel.
"Panas, nyalakan pendingin!"
Teriak Marcel dari dalam kamar.
Gea masuk ke dalam kamar Marcel dan menyalakan pendingin udara. Ia hendak keluar ketika tangannya dicengkram kuat oleh Marcel.
Gea terjerembab diatas tubuh pria tinggi itu. Marcel sudah tak peduli, ia memeluk dan menciumi bibir Gea dengan kasar.
"Lepasin Cel. Aku Gea."
Gea memberontak berusaha menyadarkan pria itu namun percuma. Marcel terus menikmati bibir Gea yang sama sekali belum ternodai.
Gea menampar pipi Marcel dengan kencang berharap ada sedikit kesadaran di ingatannya. Namun yang terjadi justru Marcel sangat marah dan makin menjadi. Ia melucuti seluruh pakaian Gea hingga tubuh perempuan ini sekarang polos.
Gea mencoba berlari meraih pintu, tapi Marcel selalu lebih cepat. Ia menguncinya dan membuang kuncinya keluar melalui ventilasi.
Kini Marcel mendekat ke tubuh Gea yang sudah terpojok. Ia rebut selimut miliknya yang dipakai Gea untuk menutupi tubuhnya. Lalu kemudian dicumbui pipi hingga turun ke dada Gea.
Gea menangis "Aku emang cinta Cel sama kamu tapi tolong jangan rendahkan aku."
Ucap Gea yang sama sekali tak di dengar Marcel.
Ia mengangkat tubuh Gea ke atas ranjangnya dan merudapaksa perempuan itu. Sesaat perempuan itu kehilangan harga diri yang sangat ia jaga selama hidupnya.
Gea menangis disamping Marcel yang telah tertidur seusai menuntaskan hasratnya. Ingin pergi dari tempat ini tapi kunci pintu kamar Marcel berada diluar karena dibuang oleh pria yang sedang mabuk itu.
Ia merutuki nasibnya, mengutuk dirinya yang tak beruntung semenjak kecil. Perlahan berjalan ke sudut kamar Marcel. Bersembunyi dari kenyataan yang telah terjadi. Menangis tak henti, menunggu seseorang mengeluarkannya dari situasi ini.
Di arena pertandingan tinju,
Kimmy tak peduli dengan keberadaan masa lalu Dave tersebut. Namun Jemima terus mencari kesempatan membuat saingannya merasa kesal.
Jemima mendatangi Kimmy yang duduk sambil memvideokan pertandingan Dave.
"Lu kira udah dapet Dave? Jangan senang dulu, Kim."
Ucap Jemima memulai peperangan.
"Ya senenglah."
Balas Kimmy tak mau menanggapi.
"Lu tuh cuma pelarian Dave aja dari gue."
Jemima masih terus memanasi rivalnya.
"Iya deh iya percaya."
Kimmy tak mau ambil pusing.
"Atau dia cuma kasian sama lu yang yatim piatu dari kecil. Haha.. Kasian orangtua lu aja gak mau ngurus lu. Hahaha"
Ucap Jemima yang kali ini menuai reaksi Kimmy. Ia mendorong keras Jemima hingga jatuh terpelanting. Dave melihat jelas dari atas ring. Kini fokusnya teralih, hingga beberapa kali tubuhnya dihantam oleh lawan.
Perhatian penonton pun ikut beralih kearah Kimmy. Mereka berbisik mengatakan perempuan itu kasar dan tak memiliki aturan. Dave turun dari ring dan mengakui kekalahan sebelum pertandingan selesai.
"Kimmy!"
Bentak Dave di hadapan seluruh penonton pertandingan.
"Sorry ya."
Dave meminta maaf atas perlakuan Kimmy pada Jemima dan membantu wanita itu berdiri.
"Lu gak usah minta maaf sama dia. Kami impas!"
Rengek Kimmy pada Dave.
"Gue bilang dia cuma masa lalu! Puas ? Karena tindakan konyol lu ini gue jadi kalah! Lu ngeberantakin semuanya!"
Ketus Dave pada Kimmy. Sambil memapah Jemima ke klinik yang di sediakan sasana.
Kimmy pergi dengan wajah masam. Ia tak mau menangis hanya karena perempuan pembuat onar itu.
Dave mencari keberadaan Kimmy namun tak ditemukan.
"Dia pulang duluan tadi pamit sama gue."
Kata bang Josh pelatih Dave.
"Lu gak harusnya begitu kalo belum tau pemicu Kimmy ngelakuin itu. Setau gue dia anak baik selama ini."
Bang Josh melanjutkan ucapannya sembari merapikan barangnya dan meninggalkan Dave.
Dave menelpon Kimmy namun tak diangkat, menelpon Marcel pun sama. Dave memutuskan untuk pulang menemui Kimmy. Di tengah perjalanan ia memutar kendaraannya, teringat kemana Kimmy akan pergi jika sedang marah padanya.
Dugaan Dave benar, Kimmy sedang bercakap-cakap dengan Devi di Pos Bahagia. Devi menarik diri dari situasi yang ia rasa sedang tak baik.
"Kak aku pulang dulu yah."
Ucap Devi sambil melambaikan tabgan ke arah Dave dan Kimmy.
"Kenapa lu sekasar itu?"
Tanya Dave masih marah.
"Kalo emang lu percaya gue duluan yang salah, lu tanya aja sama Jemima. Percuma gue jelasin."
Jawab Kimmy sambil pergi meninggalkan Dave. Ia semakin merasa ucapan Jemima tadi betul adanya, bahwa dirinya hanya pelarian.
"Kim.. gue anter pulang."
Kata Dave melemah.
"Gak perlu. Lu pulang ke rumah keluarga lu aja. Kamar Kak Tomi mau gue bersihin."
Jawab Kimmy berbohong. Ia tak mau berbicara ataupun bertemu dengan Dave dengan kondisi seperti ini.
Kak, besok kan Minggu. Aku nginep di rumah Renata ya. Dave pulang ke rumahnya. Bye..
Kimmy mengirim pesan pada Marcel. Ia butuh teman mencurahkan segala kegundahannya.